- Beranda
- Stories from the Heart
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
...
TS
taucolama
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
Quote:
Quote:
Quote:
Spoiler for Prolog:
Quote:
Quote:
Yang suka mohon Rate,Komen, Share.Diubah oleh taucolama 28-02-2017 07:49
afrizal7209787 dan 47 lainnya memberi reputasi
42
1M
1.8K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
taucolama
#324
Jiwa yang tersesat bagian 2
Makhluk makhluk menyeramkan terus mengejarku, aku berlari tak menentu arah aku harus pergi dari sini tapi lewat mana jalan pun berbeda. Kembali wanita berbadan ular itu muncul dan mengajakku kerumahnya menemaninya dan dia menunjukkan rumahnya yang jauh disana seperti Istana. Dia berjanji memberi apa yang ku mau asal mau menemaninya.
Tidak itu bukan rumahku ini bukan alam ku. Ini bahkan bukan mimpiku.
Aneh setiap muncul wanita berbadan ular, makhluk makhluk berbulu bermata merah mengerikan berhenti seakan memberi waktu.
Sosok wanita itu mendekat dan kulihat matanya bukan mata manusia bila bola mata manusia yang tengah berbentuk bulat ini berbentuk oval tegak dari atas kebawah.. seperti mata kucing.. telinganya tak seperti telinga manusia..
Aku coba berlari ya aku yang hanya jiwa tanpa tubuh berlari atau lebih tepat melayang layang mencari jalan keluar. Hingga keputus asaanku membuatku terdiam semua makhluk yang mengejarku mendekat begitu pula sosok wanita itu.
Aku terdiam berdoa mohon diberi pertolongan. Hatiku berteriak ingin bertemu Ibuku.
"Jangan ganggu anakku": suara ibuku menggelegar membuat getaran kuat. Semua makhluk dan sosok wanita yang mengejarku mundur.. Ibu mana ibu kulihat sekeliling tidak ada sosokku tapi aura kemarahan terasa kuat tapi aura ini bukan ditujukan kepadaku. Siapa yang berdiri disampingku.. Wanita ini ya wanita ini pernah hadir membantuku wanita cantik bermahkota berbaju hijau menatap marah ke arah makhluk itu dan sosok wanita berbadan ular. Kemarahannya membuat aura panas sekitarku. Wanita itu bukan ibuku tapi kenapa suaranya sama persis suara ibuku. "Jangan ganggu anakku": sekali lagi suara ibuku keluar dari sosok wanita berbaju hijau. Suara itu mendorong makhluk makhluk seram itu kebelakang dan membuat sosok wanita berbadan ular mental kebelakang.
"nak ini bukan tempatmu pulanglah": kata wanita itu.
"Ibuuu" : aku berteriak... dan ....aku terbangun dimana ini. Ini kamarku kasurku.. Ibu ku masuk kamar dan memelukku sambil menangis dan kulihat kakaku masuk kamar.
selama itukah aku tak sadar perasaan aku hanya hitungan jam du alam lain. Ibuku datang membawa makanan. Aku makan dengan lahap bahkan habis 2 piring. Suara pintu diketuk teh Ida keluar kamar. Tak lama teh Ida masuk kamar dengan tante Shinta yg langsung memelukku dan kemudian menelepon Om Hadi.
Aku jadi teringat Viona bagaimana kabar Viona.. Tante Shinta seperti mengerti dia memberikan hpnya ke aku sambil memberi kode hpnya sedang menelpon.
Tante Shinta memberi isyarat meminta Hpnya.. Tante seperti memberi penjelasan pada Viona keadaanku. Selesai menelpon Tante Shinta bilang mereka semua tidak bilang keadaanku sebenarnya pada Viona takut mengganggu proses penyembuhan Viona.
Tanganku meraba kasur kenapa ada bunga dan kulihat banyak bunga kantil tersebar dikasurku.
Aku menanyakan kenapa banyak bunga kantil dikasurku. Ibu dan teh Ida terheran heran padahal kasur ini asalnya bersih.
Aku mencoba bangkit dari kasur tapi tubuhku serasa lemas Ibuku menyuruhku tiduran saja. Aku merasa sangat kasihan pada orang orang terdekatku pasti mereka sangat khawatir.
Aku meminta maaf pada semua orang yang ada bila aku membuat mereka khawatir. Ibu memeluk aku dan bilang aku tak ada salah. Teh Ida menelpon pa Karim orang pintar kenalan mas Indra yang beberapa hari yang lalu mencoba mengobatiku. Teh Ida ingin memastikan Aku sudah kembali seperti sedia kala.
bersambung.....
Makhluk makhluk menyeramkan terus mengejarku, aku berlari tak menentu arah aku harus pergi dari sini tapi lewat mana jalan pun berbeda. Kembali wanita berbadan ular itu muncul dan mengajakku kerumahnya menemaninya dan dia menunjukkan rumahnya yang jauh disana seperti Istana. Dia berjanji memberi apa yang ku mau asal mau menemaninya.
Tidak itu bukan rumahku ini bukan alam ku. Ini bahkan bukan mimpiku.
Aneh setiap muncul wanita berbadan ular, makhluk makhluk berbulu bermata merah mengerikan berhenti seakan memberi waktu.
Sosok wanita itu mendekat dan kulihat matanya bukan mata manusia bila bola mata manusia yang tengah berbentuk bulat ini berbentuk oval tegak dari atas kebawah.. seperti mata kucing.. telinganya tak seperti telinga manusia..
Aku coba berlari ya aku yang hanya jiwa tanpa tubuh berlari atau lebih tepat melayang layang mencari jalan keluar. Hingga keputus asaanku membuatku terdiam semua makhluk yang mengejarku mendekat begitu pula sosok wanita itu.
Aku terdiam berdoa mohon diberi pertolongan. Hatiku berteriak ingin bertemu Ibuku.
"Jangan ganggu anakku": suara ibuku menggelegar membuat getaran kuat. Semua makhluk dan sosok wanita yang mengejarku mundur.. Ibu mana ibu kulihat sekeliling tidak ada sosokku tapi aura kemarahan terasa kuat tapi aura ini bukan ditujukan kepadaku. Siapa yang berdiri disampingku.. Wanita ini ya wanita ini pernah hadir membantuku wanita cantik bermahkota berbaju hijau menatap marah ke arah makhluk itu dan sosok wanita berbadan ular. Kemarahannya membuat aura panas sekitarku. Wanita itu bukan ibuku tapi kenapa suaranya sama persis suara ibuku. "Jangan ganggu anakku": sekali lagi suara ibuku keluar dari sosok wanita berbaju hijau. Suara itu mendorong makhluk makhluk seram itu kebelakang dan membuat sosok wanita berbadan ular mental kebelakang.
"nak ini bukan tempatmu pulanglah": kata wanita itu.
"Ibuuu" : aku berteriak... dan ....aku terbangun dimana ini. Ini kamarku kasurku.. Ibu ku masuk kamar dan memelukku sambil menangis dan kulihat kakaku masuk kamar.
Quote:
selama itukah aku tak sadar perasaan aku hanya hitungan jam du alam lain. Ibuku datang membawa makanan. Aku makan dengan lahap bahkan habis 2 piring. Suara pintu diketuk teh Ida keluar kamar. Tak lama teh Ida masuk kamar dengan tante Shinta yg langsung memelukku dan kemudian menelepon Om Hadi.
Aku jadi teringat Viona bagaimana kabar Viona.. Tante Shinta seperti mengerti dia memberikan hpnya ke aku sambil memberi kode hpnya sedang menelpon.
Quote:
Tante Shinta memberi isyarat meminta Hpnya.. Tante seperti memberi penjelasan pada Viona keadaanku. Selesai menelpon Tante Shinta bilang mereka semua tidak bilang keadaanku sebenarnya pada Viona takut mengganggu proses penyembuhan Viona.
Tanganku meraba kasur kenapa ada bunga dan kulihat banyak bunga kantil tersebar dikasurku.
Aku menanyakan kenapa banyak bunga kantil dikasurku. Ibu dan teh Ida terheran heran padahal kasur ini asalnya bersih.
Aku mencoba bangkit dari kasur tapi tubuhku serasa lemas Ibuku menyuruhku tiduran saja. Aku merasa sangat kasihan pada orang orang terdekatku pasti mereka sangat khawatir.
Aku meminta maaf pada semua orang yang ada bila aku membuat mereka khawatir. Ibu memeluk aku dan bilang aku tak ada salah. Teh Ida menelpon pa Karim orang pintar kenalan mas Indra yang beberapa hari yang lalu mencoba mengobatiku. Teh Ida ingin memastikan Aku sudah kembali seperti sedia kala.
bersambung.....
itkgid dan 12 lainnya memberi reputasi
13
![Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2016/12/02/9119792_201612020532230372.jpg)
![Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]](https://dl.kaskus.id/i1109.photobucket.com/albums/h440/awtian/ob9bzx9x-1.gif)
A :
INDEX