Kaskus

Story

3005fmAvatar border
TS
3005fm
Di ujung jalan
Diubah oleh 3005fm 15-01-2017 19:24
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
14.6K
117
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.7KAnggota
Tampilkan semua post
3005fmAvatar border
TS
3005fm
#97
Di ujung jalan (Bimo POV)
Bab 13

1st Anniversary


Ada satu kabar baik dan satu kabar buruk buat kalian...
Kabar baiknya adalah... hubungan gue dan Nadia berjalan mulus aja dan memasuki tahun pertama. Sedangkan kabar buruknya adalah... gue dan Nadia nggak sekelas lagi. Nadia masuk kelas di kelas XII IPS 1, sedangkan gue, Bulan, dan Ardi masuk di kelas XII IPS 3. Gue kecewa karena gue nggak bisa sekelas bareng Nadia lagi, tapi ya nggak papa. Toh masih bisa ketemu pas istirahat.

Seperti yang udah kalian tau, kalo hubungan gue, Ardi, dan Bulan udah kembali baik-baik aja, bahkan gue dan Nadia beberapa kali double date bareng Ardi dan Bulan. Sebenernya mereka udah deket dari kelas 10, kayaknya gue nggak perlu ceritain lengkapnya gimana.. kalian tau pasti dulu gimana. Tapi anehnya mereka baru jadian pas awal kelas 12.
Di kelas 12 ini, gue dan Nadia agak jarang pergi-pergi keluar. Kami mulai sibuk dengan macam-macam try out dan ujian-ujian lain buat persiapan ujian nasional.
Hari ini gue rencana mau ngasih kejutan ke Nadia, buat ngerayain satu tahun anniversarygue dan dia. Gue menyewa sebuah restoran kecil di Jogja dengan konsep rooftop. Menyewa satu restoran yang lumayan mahal dengan view yang bagus nggak mudah, gue harus minta bantuan Kak Vina, karena ternyata owner dari restoran yang mau gue sewa ini punya temennya Kak Vina.
Terkesan berlebihan nggak sih ? Tapi apapun kata lo, gue memang pengen ngerayain 1st anniversary dengan baik, secara pas nembak.... itu sama sekali nggak romantis.

Dan sekarang gue ada di depan rumahnya Nadia. Gue memencet bel sambil merapikan kemeja gue.
"Permisi tan. Nadia nya ada ?" tanya gue begitu melihat Tante Novi membukakan gue pintu.
"Aduh kamu masih kaku aja, Bim... masuk-masuk, Nadianya masih siap-siap."

Gue tertawa singkat sambil mengekor Tante Novi masuk ke dalam rumah. "Tunggu di sini dulu ya, Bim. Tante panggilin Nadia."
Gue mengangguk. 10 menit kemudian, gue melihat Nadia turun dari tangga menuju ruang tamu. Gila cewek gue bikin pangling ! Nadia terbilang jarang banget pake make up, selama 1 tahun gue pacaran sama dia, gue cuma pernah 3 kali liat dia pake make up..

Pertama kali pas sweet 17 Bulan tahun lalu, kedua pas dia sweet 17 juga, dan yang ketiga ya sekarang ini. Nadia mengenakan dress warna merah maroon, dan sepatu heels warna hitam, rambut hitam panjangnya di curly bagian ujung-ujungnya lalu dikasih sedikit aksesoris.
Cantik. Manis, Pake lengkap pokoknya.
Gue berpamitan sama Tante Novi, untungnya gue minjem mobil Mas Danu, jadi Nadia nggak bakal keribetan naik mobil.

"Kamu cantik banget, Nad, "puji gue sambil mengelus pelan rambutnya.
"Makasih Bim. Kamu juga 'beda' banget pake baju itu, biasanya kan berantakan gitu kalo di sekolah..."
"Rese banget jadi orang, ya udah gak jadi pergi aja kalo gitu...."
"Kamu lagi 'dapet' ya ? Sensitif banget... Bercanda doang juga."

Gue hanya tertawa-tawa sambil lanjut menyetir. Akhirnya kami sampe di depan restoran yang gue sewa. Nadia nggak tau kalo gue menyewa satu restoran ini...
"Bim, kok di restoran ini cuma ada kita berdua doang ya ?"
"Hmm.. lagi sepi kali. Aku juga nggak tau."
"Oh oke, mungkin emang lagi sepi kali ya..."

Nadia melanjutkan makan, sambil tetap penasaran dengan restoran yang tetep sepi ini. Nadia emang nggak tau kalo gue mau ngerayain 1st Anniversary, dia cuma tau kalo gue mau ngajak dia makan di restoran yang agak mahal.
Setelah selesai makan, gue pamit sebentar buat ambil buket bunga yang sengaja gue titipin di pintu masuk restoran.

"Buat kamu, Nad." Gue menyerahkan buket bunga mawar sambil tersenyum.
"Makasih ya..."
"Nad, sebenernya ini bukan cuma dinner biasa... tapi aku pengen ngerayain tahun pertama kita pacaran. Belakangan ini, kita saling sibuk di sekolah, semoga aja kamu nggak lupa kalo hari ini kita anniversary..."
"Gimana aku bisa lupa ? Aku pikir malah kamu yang inget... Makasih buat kejutannya. Aku sayang kamu..."'

Gue memeluk Nadia. Mungkin gue terlihat seperti ABG labil yang lagi jatuh cinta...tapi sebenernya enggak, perasaan gue ke dia adalah real. Gue melepas pelukan Nadia, gue ingin lebih dari sekedar pelukan... brengsek emang.
Gue pengen ngerasain bibir Nadia yang terlihat jauh lebih menarik dengan polesan lipstick warna nude... gue mendekatkan bibir ke arah Nadia.
"Boleh ?" tanya gue ke Nadia sekali lagi sebelum menciumnya. Gue takut Nadia kabur, dan malah canggung kalo gue cium tiba-tiba. Nadia mengangguk kecil. Gue menempelkan bibir gue ke Nadia sebentar lalu menariknya lagi. "Sayang kamu juga, Nad." Gue mengecup singkat puncak kepalanya sambil tersenyum.

0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.