- Beranda
- Stories from the Heart
FADED...
...
TS
menghilanglupa
FADED...
thanks a lot for impressively beautiful cover nya
Quote:
FADED
Dengan hati terbuka,
izinkan aku untuk berbagi rasa, yang apabila ku pendam sendiri nyatanya hanya membawa resah, hanya hampa tanpa kata ketika aku coba pendam dalam dada.
Aku tau, pilu hanya akan kelabu jika aku tak bergerak maju, dan aku paham, menahan dalam kelam pada akhirnya hanya membawa keresahan.
maka dengan segala kerendahan hati, aku ingin coba menbagikan. sebuah kisah tak berujung yang sampai saat ini aku pendam, sendiran
izinkan aku untuk berbagi rasa, yang apabila ku pendam sendiri nyatanya hanya membawa resah, hanya hampa tanpa kata ketika aku coba pendam dalam dada.
Aku tau, pilu hanya akan kelabu jika aku tak bergerak maju, dan aku paham, menahan dalam kelam pada akhirnya hanya membawa keresahan.
maka dengan segala kerendahan hati, aku ingin coba menbagikan. sebuah kisah tak berujung yang sampai saat ini aku pendam, sendiran

Quote:
Pertemuan terkadang menghasilkan sesuatu yang sulit untuk dilupakan,
pertemuan juga kadang membuat kita penuh keheranan,
mengapa waktu begitu ahli dalam mengatur detak hati yang seakan hampir mati.
Pertemuan yang indah selalu membuat kita tak merasa lelah. Ada sebuah gairah yang membuat kita semangat dan tak hentinya tersenyum hingga melupakan resah,
adakalanya pertemuan terjadi begitu tiba-tiba, tanpa permisi atau memberi tanda.
Inilah yang terjadi saat ini,
lagi sebuah pertemuan yang sempat membuat hati bertanya sejuta arti.
Apakah gerangan yang membuat jantung begitu berdetak lebih kencang dari bisanya,
hati bergetar lebih cepat dan napas pun adakalanya ikut-ikutan tak stabil dalam menjalankan fungsinya,
sedikit berlebihan memang,
tapi beginilah keadaannya. Efek dari sebuah pertemuan yang aku khawatirkan akan berubah menjadi sebuah harapan,
yang semakin lama semakin aku rasakan kebenarannya.
Tapi sekali lagi,
siapa yang bisa melawan jika hati telah menentukan pilihan untuk berlabuh.
Sekuat apapun raga, jika hati telah memaksa untuk jatuh kedalam rasa yang dinamakan cinta,
maka semua raga dan segenap jiwa akan bertekuk lutut pada hati,
dan itu tandanya, jatuh cinta telah nyata akan hadirnya.
pertemuan juga kadang membuat kita penuh keheranan,
mengapa waktu begitu ahli dalam mengatur detak hati yang seakan hampir mati.
Pertemuan yang indah selalu membuat kita tak merasa lelah. Ada sebuah gairah yang membuat kita semangat dan tak hentinya tersenyum hingga melupakan resah,
adakalanya pertemuan terjadi begitu tiba-tiba, tanpa permisi atau memberi tanda.
Inilah yang terjadi saat ini,
lagi sebuah pertemuan yang sempat membuat hati bertanya sejuta arti.
Apakah gerangan yang membuat jantung begitu berdetak lebih kencang dari bisanya,
hati bergetar lebih cepat dan napas pun adakalanya ikut-ikutan tak stabil dalam menjalankan fungsinya,
sedikit berlebihan memang,
tapi beginilah keadaannya. Efek dari sebuah pertemuan yang aku khawatirkan akan berubah menjadi sebuah harapan,
yang semakin lama semakin aku rasakan kebenarannya.
Tapi sekali lagi,
siapa yang bisa melawan jika hati telah menentukan pilihan untuk berlabuh.
Sekuat apapun raga, jika hati telah memaksa untuk jatuh kedalam rasa yang dinamakan cinta,
maka semua raga dan segenap jiwa akan bertekuk lutut pada hati,
dan itu tandanya, jatuh cinta telah nyata akan hadirnya.
Quote:
FADED
Bab. 3
Shadow
Intermezzo
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Intermezzo
Shadow
Intermezzo
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Intermezzo
Bab 4.
Shadow become light
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Intermezzo
Shadow become light
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Intermezzo
the end
Spoiler for dari agan-agan :
Quote:
Quote:
Original Posted By canisfamiliaris►
OLA
Bagai abu arang sate yang terbang
Percikan debu hanya mampu berlalu
Wahai angin, apa salahku?
Kenapa harus aku?
Kau terbangkan aku
Kau ombang-ambingkan aku
Kau hempaskan aku
Kau bawa pergi jiwaku
Jauh......Jauh hingga aku lupa
Lupa akan tiada gunanya aku
Lupa tempatku
Lupa jati diriku
Jika itu kehendakmu, bawalah aku
Bawa aku bersamamu
Bawa aku kemanapun kau mau
Aku yang hanya pelengkapmu
Aku yang hanya mengotorimu
Tak mampuku tanpamu
Bersamamu aku menjadi sesuatu
Jangan kau pudarkan asaku
Bagai abu arang sate yang terbang
Percikan debu hanya mampu berlalu
Wahai angin, apa salahku?
Kenapa harus aku?
Kau terbangkan aku
Kau ombang-ambingkan aku
Kau hempaskan aku
Kau bawa pergi jiwaku
Jauh......Jauh hingga aku lupa
Lupa akan tiada gunanya aku
Lupa tempatku
Lupa jati diriku
Jika itu kehendakmu, bawalah aku
Bawa aku bersamamu
Bawa aku kemanapun kau mau
Aku yang hanya pelengkapmu
Aku yang hanya mengotorimu
Tak mampuku tanpamu
Bersamamu aku menjadi sesuatu
Jangan kau pudarkan asaku
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 210 suara
[ SPOILER ] HATI DIYAS BAKAL BERLABUH KE SIAPA ?
OLA
80%
RHEA
10%
VELIN
10%
Diubah oleh menghilanglupa 14-01-2017 21:33
jenggalasunyi dan 8 lainnya memberi reputasi
7
484.2K
Kutip
2.9K
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
menghilanglupa
#639
shadow
Part 10
Akhirnya ola pergi ke jakarta untuk ngejalanin terapi, mungkin maksud ayahnya ola saat itu adalah terapi cinderella complex, tapi untuk detailnya gue gak tau apa, dan gue berharap bukan terapi yang aneh-aneh. Dan rasanya ayah ola terlalu berlebihan nyuruh gue untuk ngebujuk ola, soalnya ola langsung nge-iyain ajakan kedua orang tuanya saat itu, tapi ola minta satu syarat. Gue kudu tinggal dirumah ola selama dia pergi ke jakarta, gue juga gak ngerti maksud dia apa minta hal begitu, tapi biar rencana orang tua ola berjalan lancar, akhirnya gue pun mengiyakan.
Gue ini tipe orang yang megang perkataan gaes, ola nyuruhnya gue tinggal dirumah dia, dan gue udah iya-in. masak gue gak tepatin.
Alhasil gue pun tinggal di asrama.
Iya, gue tinggal di asrama, soalnya ngeri-ngeri syedap kalo gue kudu tinggal sendirian di rumah ola yang gedenya kayak begitu, gue gak berani, iya gue lemah
Minggu pagi gue bangun lebih pagi dari biasanya, tepat setelah matahari muncul dari peristirahatannya gue segera putuskan buat jogging santai disekitaran kampus, tepatnya di area sekitar danau. Emang, setiap minggu pagi, danau ini rame sama mahasiswa yang olahraga, atau paling engga lari-lari ringan muterin danau.
Dan saat gue tiba di danau, kondisi saat itu udah lumayan rame, udah ada beberapa mahasiswa yang asyik berjogging ria, baik itu sama pacarnya, hewan peliharaannya, atau mungkin mantannya.
Gue pun segera berbaur dalam aktivitas itu, seputeran, dua puteran, tiga puteran, gue masih enjoy dan semangat mengayunkan kaki buat lari. Tapi di puteran ke sepuluh, napas gue udah ilang-ilangan
engap banget shaaay 
Gue ambil napas sebentar lalu gue kurangi secara perlahan kecepatan lari gue, hingga akhirnya gue cuman berjalan muterin danau.
Eh tiba-tiba, iya, tiba-tiba gue ngeliat lagi itu si natalie dormer, dia kayaknya baru datang ke danau, mungkin dia juga pengen jogging di minggu cerah ini. Saat itu dia pake kaos jersey juventus warna pink yang cukup ketat dipadukan celana leging item yang ngepas di kakinya, sama sepatu new balance warna abu, dengan membiarkan rambutnya digerai lurus sebahu.
Ngeliat dia lagi, gue pun mendadak jadi raisa, soalnya mau nyapa takut dikira sksd, gak nyapa dikira sombong, tapi bodo ah, biarin dia aja yang nyapa duluan.
Gue pun memasang muka somse cool ala kulkas dua pintu.
Tapi gaes, ternyata dia nyapa gue dong, dan bener dia ini orangnya humble banget.
“eh kak, jogging juga”
dia berujar begitu ke arah gue yang lagi berjalan ngelilingi danau
“eh hei, iya, lu juga ya ?”
gue jawab sambil berhenti
“iya kak, sendirian aja ?”
“enggak sih, tuh rame banyak orang”
gue jawab sambil becanda receh
“hahaha maksud gue gak ada yang nemenin gitu kak ?”
dia berbicara sambil ketawa kecil
“engga sih, lo sendiri gimana ?”
“iya begini kak, alone as always”
“oh, yaudah gih sono mulai aja ritualnya”
gue nyoba mempersilahkan dia buat mulai jogging
“eh btw kita belum kenalan lhooo”
tiba-tiba dia mengulurkan tangannya ke arah gue
“gue rhea kak, maba”
gue pun segera membalas jabatan tangannya
“gue diyas, gue juga maba, jadi jangan panggil gue kak”
gue jawab begitu
“ooooh lo maba juga, hahaha gue kira kakak angkatan”
oke muka gue beneran berasa tua -_-
“yaudah yuk lari bareng”
kemudian dia mengajak gue buat jogging bareng sama dia.
Gue sebenernya udah engap banget, tapi demi menjaga kehormatan sebagai laki-laki, gue pun menyanggupi ajakannya.
Lima belas puteran udah kita lewatin saat itu, iya limabelas puteran !!!
Dan gue beneran give up ! ampun gue nyerah ! gue lemah !
Dan gue lihat dia masih selow-selow aja, buset ini cewek.
“kenapa yas ? lo udahan ?”
rhea kemudian menghentikan larinya saat ngeliat gue duduk kliyengan sambil selonjor di pinggiran trek lari
“lo lanjutin aja rhe, gue ambil napas dulu”
gue jawab sambil ngatur napas yang udah kembang-kempis
tapi si rhea ini malah ikutan duduk selonjoran di samping gue.
“yaudah, gue juga capek sih”
rhea kemudian berkata begitu, gue sih gak percaya, dari tarikan napasnya gue tau ini cewek masih kuat buat lari.
“eh ke kantin yuk yas, cari minum”
tiba-tiba rhea ngajak gue buat ke kantin kampus
kantin kampus emang selalu buka, walaupun hari libur, kantin gak pernah absen ngebuka lapaknya.
“yaudah yok”
gue pun meng-iya kan ajakan rhea tadi
dan beneran, si rhea ini asik banget orangnya, gak jaim atau gimana, cepet banget ngakrabin diri ke gue, gue juga gitu, gobrol juga nyambung banget, apalagi kalo udah ngobrolin tentang queen, Wah udah ini mah, klik banget pokoknya !
walaupun rhea ini plas plos kalo ngomong, tapi dia juga sopan banget, dia gak pernah motong omongan gue saat lagi asik nyorocos tentang album queen yang gue suka, dia dengan asik nyimak setiap kali gue ngomong. Gue pun begitu, saat si rhea ini udah ngomong, kayaknya gue betah nyimak ocehannya yang enak banget di dengerin.
“yas, nanti sore lo sibuk enggak ?”
tiba-tiba rhea nanyain hal begitu
“enggak kok la, emang kenapa ?”
“hah ? la ? cieee siapa tuh ?
kampreet, lidah gue kesleo, gue kebiasaan ngomong sama ola jadi deh kebawa-bawa.
“eh enggak, enggak, maksud gue rhea”
gue jawab aja begitu sambil ngeles-ngeles busuk
“beneran lo gak sibuk yas ?”
rhea nanyain lagi pertanyaan yang tadi
“enggak kok, napa emang ?”
“bantuin gue jadi model baju rancangan gue mau yaaa?”
kemudian rhea bilang begitu
“maksudnya rhe ?”
“iya, gue kan ada tugas suruh ngedesign baju, nah bajunya udah jadi tuh, gue pengen aja ngepasin di badan lo, kayaknya cocok deh”
iya olivia rhea ini ternyata mahasiswa jurusan fashion design di kampus gue.
“gue nyoba baju rancangan lo gitu maksudnya ?”
“iyaa, mau yaaaa, pliiiis”
rhea memohon sambil memiringkan kepalanya
“emhhh, gak pake acara photo-photoan kan rhe ?”
“emang kenapa ?”
“ogaaah guee kalo sampe harus dipoto segala”
“laaaah emang kenapa sih yaaas ?”
“ogaaah rhee, gue malu”
gue beneran gak suka dipoto gaes, dari kecil gue udah benci sama kamera
“ih kok pake acara malu segala, selow aja sih yas, lo cakep ini”
rhea kemudian bilang begitu sambil ketawa
“cakep dari nepal, ogah ah gue kalo kudu dipoto”
“iye, iyeee, gak akan kook, paling dikit doang”
“ogaaah”
“iya deh gue janji gak akan, tapi lo mau ya jadi model baju gue”
dan akhirnya gue mengiyakan permintaan rhea barusan, kita bakal janjian lagi di danau jam 5 sore, setelah tukeran nomer hp, gue dan rhea pun balik ke asrama masing-masing, saat itu kita selesai cas-cis-cus ngobrol sampe jam 12an siang.
“yaaaaassss !”
rhea manggil nama gue dari kejauhan, saat itu gue udah nunggu dia duluan sambil duduk di deket danau.
“lo udah dari tadi yas ?”
“belom kok, jadi nih ?”
gue pun bertanya sambil memastikan
“jadi doooooong, nih gue udah bawa bajunya”
rea berbicara sambil menunjukan tas jinjing yang lumayan gede.
“yaudah, dimana gue bakal nyoba bajunya rhe ?”
“di kelas gue yas”
“dikelas ? emang gak papa ? cuman berdua doang ?”
saat itu gue menanyakan hal begitu ke rhea
“emang kenapa yas ? yakali lo mau disini ? emang lo mau banget berdua doang yak ?”
rhea bales begitu sambil ketawa
“enggak sih, maksud gue dikelas lo nanti ada siapa aja ?”
“banyakan kok yas, ada temen-temen gue juga, gapapa kan ?”
“oh yaudah oke, tapi inget, no camera, no take a shoot, deal ?”
“iyee iyeee deaaal diyaaaas”
ola bilang begitu sambil tertawa kecil
gue sama rhea pun masuk ke gedung fakultas dia, dan gue bener-bener takjub sama gedung ini, gedung anak design emang keren banget, beneran keren !!
jadi disetiap penjuru gedung dan lorong disetiap lantai dipajang karya-karya hasil mahasiswa disana, baik itu hasil karya anak-anak DKV, design produk, design interior, seni rupa sampai fashion design kaya si rhea ini. Bener-bener kagum gue. Otak kanan anak-anak design emang luar biasa !
gue gak henti-hentinya memandangi lukisan anak seni rupa yang realis banget, atau design unik-unik dari anak design produk sama interior, atau iklan-iklan kreative anak DKV, beneran betah banget kayaknya gue berlama-lama di gedung ini, bahkan saat si rhea ngajak naik lift buat ke lantai 4 ruangan dia pun gue nolak, gue lebih milih jalan kaki naikin tangga demi bisa ngelihat karya-karya anak fakultas Industri kreative ini.
“tuh yas ruangan gue”
kemudian rhea pun menunjuk sebuah ruangan yang cukup besar diujung lantai 4.
Dan saat gue sama rhea masuk ke ruangan itu, gue bener-bener tercengang !!
ULALA !!!
Gue saat itu liat beberapa cewek anak-anak fashion design, dan semuanya bening-bening meeen !! gue gak boong ! gak ada satu pun yang zonk, jauh banget dibanding anak-anak di fakultas gue, jauuh.
gue pun jadi grogi, eh bentar, tapi gue lihat ada juga sih cowoknya se-ekor, tapi gue pastiin lagi, itu cowok apa bukan, dan ternyata cowok, eh tapi kok gitu, rambutnya panjang lurus sepinggang, eh ternyata lekong cyiiin
“cieeeee rhea cieeeee, sapa tuuuh ?!!!”
kemudian kelas itu mendadak heboh saat gue sama rhea mulai masuk ke dalem kelas, dan si rhea ini cuman senyum-senyum kucing
“cieeeeh, okeh ya rhea, bawa berondong gak bilang-bilang ke eke, oke end”
tiba-tiba si cowok lekong itu berkata sambil nyamperin ke arah gue
gue pun merinding
“apaan sih, biasa aja napa, kenalin ini diyas”
kemudian rhea mulai ngenalin gue ke temen-temennya
“ooooh namanya diyaas, udah berapa lama kalian ?”
kemudian suara cewek dari ujung ruangan bilang begitu sambil disambut ciye-ciye an yang gaduh banget dari cewek seisi ruangan.
gue pun jadi tambah salting.
Tapi si rhea ini malah tetep senyum-senyum kucing mulu dari tadi, seakan gak peduli gitu sama kondisi kelas saat itu.
“yas coba gih baju gue”
kemudian rhea ngasihin gue sebuah baju berwana putih dari dalem tas nya,
“dipake sekarang rhe ?”
gue nanya begitu ke arah rhea
“iya lah sekarang”
“yaudah gue ke kamar mandi dulu”
gue lalu ke kamar mandi buat ganti baju, dan ini kesalahan terbesar gue, gue gak nanyain dulu baju yang bakal gue pake nanti apa, dan setelah gue coba dikamar mandi, gue cuman bisa nangis
jadi model bajunya itu kemeja putih transparan dengan model corak batik lengan panjang dengan v-neck se dada, bener-bener sedada meeeen !! gue berasa kayak om elvis ! untung dada gue adaan, kalo enggak, udah habis gue !
dengan sangat grogi pun gue kembali masuk ke ruangan rhea, dan saat ngeliat gue, raksi rhea begitu berbinar-binar
“yaampun yaaaas, lo cocok bangeeeet, kereeeen !!”
rhea bilang begitu sambil terus memandangi gue.
“yaampun rheaaa, itu hasil rancangan loooo ? keren banget rheee, sumpaaaah”
kemudian gue sukses dikerubungi sama hampir semua pengisi ruangan kelas saat itu, bener-bener kliyengan gue, grogi banget, apalagi saat cewek-cewek itu megang-megangin kain baju rancangan rhea yang nempel di tubuh gue.
Gue gak kuaaaaat

Part 10
Quote:
Akhirnya ola pergi ke jakarta untuk ngejalanin terapi, mungkin maksud ayahnya ola saat itu adalah terapi cinderella complex, tapi untuk detailnya gue gak tau apa, dan gue berharap bukan terapi yang aneh-aneh. Dan rasanya ayah ola terlalu berlebihan nyuruh gue untuk ngebujuk ola, soalnya ola langsung nge-iyain ajakan kedua orang tuanya saat itu, tapi ola minta satu syarat. Gue kudu tinggal dirumah ola selama dia pergi ke jakarta, gue juga gak ngerti maksud dia apa minta hal begitu, tapi biar rencana orang tua ola berjalan lancar, akhirnya gue pun mengiyakan.
Gue ini tipe orang yang megang perkataan gaes, ola nyuruhnya gue tinggal dirumah dia, dan gue udah iya-in. masak gue gak tepatin.
Alhasil gue pun tinggal di asrama.
Iya, gue tinggal di asrama, soalnya ngeri-ngeri syedap kalo gue kudu tinggal sendirian di rumah ola yang gedenya kayak begitu, gue gak berani, iya gue lemah

Minggu pagi gue bangun lebih pagi dari biasanya, tepat setelah matahari muncul dari peristirahatannya gue segera putuskan buat jogging santai disekitaran kampus, tepatnya di area sekitar danau. Emang, setiap minggu pagi, danau ini rame sama mahasiswa yang olahraga, atau paling engga lari-lari ringan muterin danau.
Dan saat gue tiba di danau, kondisi saat itu udah lumayan rame, udah ada beberapa mahasiswa yang asyik berjogging ria, baik itu sama pacarnya, hewan peliharaannya, atau mungkin mantannya.
Gue pun segera berbaur dalam aktivitas itu, seputeran, dua puteran, tiga puteran, gue masih enjoy dan semangat mengayunkan kaki buat lari. Tapi di puteran ke sepuluh, napas gue udah ilang-ilangan
engap banget shaaay 
Gue ambil napas sebentar lalu gue kurangi secara perlahan kecepatan lari gue, hingga akhirnya gue cuman berjalan muterin danau.
Eh tiba-tiba, iya, tiba-tiba gue ngeliat lagi itu si natalie dormer, dia kayaknya baru datang ke danau, mungkin dia juga pengen jogging di minggu cerah ini. Saat itu dia pake kaos jersey juventus warna pink yang cukup ketat dipadukan celana leging item yang ngepas di kakinya, sama sepatu new balance warna abu, dengan membiarkan rambutnya digerai lurus sebahu.
Ngeliat dia lagi, gue pun mendadak jadi raisa, soalnya mau nyapa takut dikira sksd, gak nyapa dikira sombong, tapi bodo ah, biarin dia aja yang nyapa duluan.
Gue pun memasang muka somse cool ala kulkas dua pintu.
Tapi gaes, ternyata dia nyapa gue dong, dan bener dia ini orangnya humble banget.
“eh kak, jogging juga”
dia berujar begitu ke arah gue yang lagi berjalan ngelilingi danau
“eh hei, iya, lu juga ya ?”
gue jawab sambil berhenti
“iya kak, sendirian aja ?”
“enggak sih, tuh rame banyak orang”
gue jawab sambil becanda receh
“hahaha maksud gue gak ada yang nemenin gitu kak ?”
dia berbicara sambil ketawa kecil
“engga sih, lo sendiri gimana ?”
“iya begini kak, alone as always”
“oh, yaudah gih sono mulai aja ritualnya”
gue nyoba mempersilahkan dia buat mulai jogging
“eh btw kita belum kenalan lhooo”
tiba-tiba dia mengulurkan tangannya ke arah gue
“gue rhea kak, maba”
gue pun segera membalas jabatan tangannya
“gue diyas, gue juga maba, jadi jangan panggil gue kak”
gue jawab begitu
“ooooh lo maba juga, hahaha gue kira kakak angkatan”
oke muka gue beneran berasa tua -_-
“yaudah yuk lari bareng”
kemudian dia mengajak gue buat jogging bareng sama dia.
Gue sebenernya udah engap banget, tapi demi menjaga kehormatan sebagai laki-laki, gue pun menyanggupi ajakannya.
Lima belas puteran udah kita lewatin saat itu, iya limabelas puteran !!!
Dan gue beneran give up ! ampun gue nyerah ! gue lemah !
Dan gue lihat dia masih selow-selow aja, buset ini cewek.
“kenapa yas ? lo udahan ?”
rhea kemudian menghentikan larinya saat ngeliat gue duduk kliyengan sambil selonjor di pinggiran trek lari
“lo lanjutin aja rhe, gue ambil napas dulu”
gue jawab sambil ngatur napas yang udah kembang-kempis
tapi si rhea ini malah ikutan duduk selonjoran di samping gue.
“yaudah, gue juga capek sih”
rhea kemudian berkata begitu, gue sih gak percaya, dari tarikan napasnya gue tau ini cewek masih kuat buat lari.
“eh ke kantin yuk yas, cari minum”
tiba-tiba rhea ngajak gue buat ke kantin kampus
kantin kampus emang selalu buka, walaupun hari libur, kantin gak pernah absen ngebuka lapaknya.
“yaudah yok”
gue pun meng-iya kan ajakan rhea tadi
dan beneran, si rhea ini asik banget orangnya, gak jaim atau gimana, cepet banget ngakrabin diri ke gue, gue juga gitu, gobrol juga nyambung banget, apalagi kalo udah ngobrolin tentang queen, Wah udah ini mah, klik banget pokoknya !
walaupun rhea ini plas plos kalo ngomong, tapi dia juga sopan banget, dia gak pernah motong omongan gue saat lagi asik nyorocos tentang album queen yang gue suka, dia dengan asik nyimak setiap kali gue ngomong. Gue pun begitu, saat si rhea ini udah ngomong, kayaknya gue betah nyimak ocehannya yang enak banget di dengerin.
“yas, nanti sore lo sibuk enggak ?”
tiba-tiba rhea nanyain hal begitu
“enggak kok la, emang kenapa ?”
“hah ? la ? cieee siapa tuh ?
kampreet, lidah gue kesleo, gue kebiasaan ngomong sama ola jadi deh kebawa-bawa.
“eh enggak, enggak, maksud gue rhea”
gue jawab aja begitu sambil ngeles-ngeles busuk
“beneran lo gak sibuk yas ?”
rhea nanyain lagi pertanyaan yang tadi
“enggak kok, napa emang ?”
“bantuin gue jadi model baju rancangan gue mau yaaa?”
kemudian rhea bilang begitu
“maksudnya rhe ?”
“iya, gue kan ada tugas suruh ngedesign baju, nah bajunya udah jadi tuh, gue pengen aja ngepasin di badan lo, kayaknya cocok deh”
iya olivia rhea ini ternyata mahasiswa jurusan fashion design di kampus gue.
“gue nyoba baju rancangan lo gitu maksudnya ?”
“iyaa, mau yaaaa, pliiiis”
rhea memohon sambil memiringkan kepalanya
“emhhh, gak pake acara photo-photoan kan rhe ?”
“emang kenapa ?”
“ogaaah guee kalo sampe harus dipoto segala”
“laaaah emang kenapa sih yaaas ?”
“ogaaah rhee, gue malu”
gue beneran gak suka dipoto gaes, dari kecil gue udah benci sama kamera
“ih kok pake acara malu segala, selow aja sih yas, lo cakep ini”
rhea kemudian bilang begitu sambil ketawa
“cakep dari nepal, ogah ah gue kalo kudu dipoto”
“iye, iyeee, gak akan kook, paling dikit doang”
“ogaaah”
“iya deh gue janji gak akan, tapi lo mau ya jadi model baju gue”
dan akhirnya gue mengiyakan permintaan rhea barusan, kita bakal janjian lagi di danau jam 5 sore, setelah tukeran nomer hp, gue dan rhea pun balik ke asrama masing-masing, saat itu kita selesai cas-cis-cus ngobrol sampe jam 12an siang.
“yaaaaassss !”
rhea manggil nama gue dari kejauhan, saat itu gue udah nunggu dia duluan sambil duduk di deket danau.
“lo udah dari tadi yas ?”
“belom kok, jadi nih ?”
gue pun bertanya sambil memastikan
“jadi doooooong, nih gue udah bawa bajunya”
rea berbicara sambil menunjukan tas jinjing yang lumayan gede.
“yaudah, dimana gue bakal nyoba bajunya rhe ?”
“di kelas gue yas”
“dikelas ? emang gak papa ? cuman berdua doang ?”
saat itu gue menanyakan hal begitu ke rhea
“emang kenapa yas ? yakali lo mau disini ? emang lo mau banget berdua doang yak ?”
rhea bales begitu sambil ketawa
“enggak sih, maksud gue dikelas lo nanti ada siapa aja ?”
“banyakan kok yas, ada temen-temen gue juga, gapapa kan ?”
“oh yaudah oke, tapi inget, no camera, no take a shoot, deal ?”
“iyee iyeee deaaal diyaaaas”
ola bilang begitu sambil tertawa kecil
gue sama rhea pun masuk ke gedung fakultas dia, dan gue bener-bener takjub sama gedung ini, gedung anak design emang keren banget, beneran keren !!
jadi disetiap penjuru gedung dan lorong disetiap lantai dipajang karya-karya hasil mahasiswa disana, baik itu hasil karya anak-anak DKV, design produk, design interior, seni rupa sampai fashion design kaya si rhea ini. Bener-bener kagum gue. Otak kanan anak-anak design emang luar biasa !
gue gak henti-hentinya memandangi lukisan anak seni rupa yang realis banget, atau design unik-unik dari anak design produk sama interior, atau iklan-iklan kreative anak DKV, beneran betah banget kayaknya gue berlama-lama di gedung ini, bahkan saat si rhea ngajak naik lift buat ke lantai 4 ruangan dia pun gue nolak, gue lebih milih jalan kaki naikin tangga demi bisa ngelihat karya-karya anak fakultas Industri kreative ini.
“tuh yas ruangan gue”
kemudian rhea pun menunjuk sebuah ruangan yang cukup besar diujung lantai 4.
Dan saat gue sama rhea masuk ke ruangan itu, gue bener-bener tercengang !!
ULALA !!!
Gue saat itu liat beberapa cewek anak-anak fashion design, dan semuanya bening-bening meeen !! gue gak boong ! gak ada satu pun yang zonk, jauh banget dibanding anak-anak di fakultas gue, jauuh.
gue pun jadi grogi, eh bentar, tapi gue lihat ada juga sih cowoknya se-ekor, tapi gue pastiin lagi, itu cowok apa bukan, dan ternyata cowok, eh tapi kok gitu, rambutnya panjang lurus sepinggang, eh ternyata lekong cyiiin

“cieeeee rhea cieeeee, sapa tuuuh ?!!!”
kemudian kelas itu mendadak heboh saat gue sama rhea mulai masuk ke dalem kelas, dan si rhea ini cuman senyum-senyum kucing
“cieeeeh, okeh ya rhea, bawa berondong gak bilang-bilang ke eke, oke end”
tiba-tiba si cowok lekong itu berkata sambil nyamperin ke arah gue
gue pun merinding
“apaan sih, biasa aja napa, kenalin ini diyas”
kemudian rhea mulai ngenalin gue ke temen-temennya
“ooooh namanya diyaas, udah berapa lama kalian ?”
kemudian suara cewek dari ujung ruangan bilang begitu sambil disambut ciye-ciye an yang gaduh banget dari cewek seisi ruangan.
gue pun jadi tambah salting.
Tapi si rhea ini malah tetep senyum-senyum kucing mulu dari tadi, seakan gak peduli gitu sama kondisi kelas saat itu.
“yas coba gih baju gue”
kemudian rhea ngasihin gue sebuah baju berwana putih dari dalem tas nya,
“dipake sekarang rhe ?”
gue nanya begitu ke arah rhea
“iya lah sekarang”
“yaudah gue ke kamar mandi dulu”
gue lalu ke kamar mandi buat ganti baju, dan ini kesalahan terbesar gue, gue gak nanyain dulu baju yang bakal gue pake nanti apa, dan setelah gue coba dikamar mandi, gue cuman bisa nangis

jadi model bajunya itu kemeja putih transparan dengan model corak batik lengan panjang dengan v-neck se dada, bener-bener sedada meeeen !! gue berasa kayak om elvis ! untung dada gue adaan, kalo enggak, udah habis gue !
dengan sangat grogi pun gue kembali masuk ke ruangan rhea, dan saat ngeliat gue, raksi rhea begitu berbinar-binar
“yaampun yaaaas, lo cocok bangeeeet, kereeeen !!”
rhea bilang begitu sambil terus memandangi gue.
“yaampun rheaaa, itu hasil rancangan loooo ? keren banget rheee, sumpaaaah”
kemudian gue sukses dikerubungi sama hampir semua pengisi ruangan kelas saat itu, bener-bener kliyengan gue, grogi banget, apalagi saat cewek-cewek itu megang-megangin kain baju rancangan rhea yang nempel di tubuh gue.
Gue gak kuaaaaat

jenggalasunyi dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Kutip
Balas

