Kaskus

Story

antinakabaAvatar border
TS
antinakaba
clbk (kalau jodoh takkan kemana)
namaku Nana. Aku anak bungsu dari 6 bersaudara. selama ini, aku tidak pernah merasakan yang namanya pacaran. Bukannya ndak ada yang naksir, tapi memang aku ndak suka liat orang pacaran, kayak suami istri aja. kenapa ndak kimpoi aja sekalian. malah ada yang pacarannya sampe 9 tahun, pas nikah hanya bertahan 9 bulan. menurut aku, pacaran itu yang bukan sifat aslinya, pas nikah baru deh keliatan. Hingga saat itu tiba....

Waktu itu banyak teman kuliahku yang sering ngumpul di rumah. Biasalah, di awal2 semester, tugas kita menumpuk, n kebetulan yang punya kompi masih bisa diitung jari. Alhamdulillah aku diberi rezeki memiliki komputer. Jadinya, teman2 pada ngerjain tugas dirumahku.

Quote:


Yah, gitu deh. Aku mmg termasuk cewek yang cuek, keras kepala, dan sebagian orang bilang aku ini jaim. Entahlah, penilaian orang terhadap diri kita memang berbeda2. Kita bisa tahu bagaimana sifat kita dari orang2 yang berada di sekitar kita, bukan dari diri kita pribadi saja.


Spoiler for sesion 1:



Spoiler for sesion ke 2:




لاَ يَخْلُوَن رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلا وَمَعَهَا ذُوْ مَحْرَمٍ. وَلاَ تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ إِلا مَعَ ذِيْ مَحْرَمٍ
“Janganlah seseorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali wanita tersebut disertai mahramnya, dan janganlah wanita melakukan safar kecuali disertai mahramnya” (Muttafaqun ‘alaihi – red)

Diubah oleh antinakaba 03-03-2017 15:21
0
52.7K
460
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
antinakabaAvatar border
TS
antinakaba
#71
Tiba di rumah
Kuhempaskan tubuhku di tempat tidur dan menangis sejadi2nya. Mulai terlihat sifat asli bang yadi. Ternyata dia orangnya tempramen dan pendendam. Tidak ada niatnya sedikitpun untuk membujukku, malah emosinya makin meningkat melihatku menangis.
Yadi : kamu tuh yah, bukannya membela suami malah lebih membela teman2mu yang nggak tau diri itu. Mestinya kamu tuh tidak usah pergi pengajian macam begitu. Apalagi orang2 yang ada disitu membenci suamimu. Kamu belum tahu bagaimana sakitnya hatiku. Kamu kira aku tak tau apa yang mereka lakukan sebelum kita menikah..hah..!!! sebenarnya aku tuh sudah pasrah kalau kamu tuh tiba2 akan membatalkan pernikahan kita...kamu pikir...
Aku : sudah bang, cukup. Bukannya kita sekarang sudah menikah? Aku tuh yakin apa yang Allah pilihkan untukku itu yang terbaik. Aku ingin membuktikan bahwa semua anggapan ikhwa2 tentangmu itu tidak benar. Tapi kalau keadaan abang seperti ini, akan menjadi bukti bahwa abang itu memang seperti apa yang mereka sangka. Kita tidak bisa memaksa seseorang untuk respek sama kita. Kita harus kuat bang. Kalau kita baik sama orang, insya Allah orang pun akan baik sama kita...
Yadi : omong kosong. Aku tidak pernah berbuat macam2 sama mereka. Mereka yang memulai semuanya. Aku itu kalau orang baik padaku, aku akan seribu kali lebih baik pada mereka. Tapi kalau orang jahat sama aku, akupun bisa seribu kali lebih jahat sama mereka..
Aku : tapi aku bang yang jadi korban kalau abang terus2an seperti ini. Mereka tenang2 saja disana, sementara kita yang bertengkar.
Yadi : itu karena kamu tidak mau meninggalkan pengajianmu itu.
Aku : bang, aku tidak mau hidayah yang sudah diberi oleh Allah itu akan hilang..
Yadi : khan banyak tempat taklim yang orang2nya lebih baik daripada tempat taklimmu itu. Aku bisa membawamu ke tempat taklim selain mereka.
Aku : aku nggak mau bang ke tempat taklim yang lain. Lebih baik aku ndak usah taklim daripada harus ke tempat taklim yang lain.
Yadi : dasar keras kepala. Itu khan yang diajarkan oleh ustadz2mu, fanatik buta. Apa yang dikatakan ustadznya semua diikuti walaupun salah. Oh..atau jangan2 kamu berharap kita cerai dan menikah dengan salah satu ikhwa teman pengajianmu itu, ya khan?!
Aku: bang, hati2 yah klo ngomong. Tuduhanmu sangat keji terhadapku. Kalau aku mau, aku bisa menikah dengan siapa saja sebelum kamu melamar aku. Aku Cuma tidak mau durhaka pada orang tuaku.
Yadi : ah..sudahlah. kalau bigitu aku beri kamu pilihan. Kalau kamu masih terus taklim dengan teman2mu itu, kamu aku ceraikan..(braak...sambil banting pintu)
Bang yadi pergi entah kemana. Aku menangis sejadi2nya. Apa kata orang nanti, pernikahanku masih seumur jagung. Bisa kubayangkan betapa sakitnya hati orang tuaku jika rumah tangga anaknya hancur. Ya Allah, beri kami jalan keluar yang terbaik. Apakah aku harus mengorbankan taklimku?
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.