- Beranda
- Stories from the Heart
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
...
TS
taucolama
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
Quote:
Quote:
Quote:
Spoiler for Prolog:
Quote:
Quote:
Yang suka mohon Rate,Komen, Share.Diubah oleh taucolama 28-02-2017 07:49
afrizal7209787 dan 47 lainnya memberi reputasi
42
1M
1.8K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
taucolama
#176
Abah Panca
Singkat cerita keesokan harinya aku sudah berada di kantor distro pagi pagi. Lalu datang Deni dan Indri.
kuliat Irene turun dari angkot. Duh hari ini dia koq agak beda dandannya biasa sehari hari seadanya kali ini agak lengkap. pake bulu mata palsu segala pipi dimerahin.
Sebuah toyota alphard memasuki halaman kuliat Viona turun. Pake rok diatas lutut kaos tanpa lengan kacamata hitam duh jadi gagal fokus liat kulit putihnya Viona dibandingkan Irene pun masih lebih putih Viona walau Irene termasuk berkulit putih. Memang tidak bisa disamakan kecantikan. Viona lebih ke oriental mirip artis sandra dewi kalau Irene lebih mirip ke raisa.
Akhirnya kami berangkat Irene duduk didepan. Aku ga bisa liat ekspresi mukanya karena aku duduk dibelakang. Aku jadi serba salah duduk dibelakang juga ga fokus gara gara rok Viona diatas lutut. Heran ama ni cewe berdua mau kekampung malah dandan kaya ke pesta.
skip skip... perjalanan biasa aja berhenti sebentar terus makan direstoran berangkat lagi. Setelah lama perjalanan sampe dirumah Abah Panca yang agak jauh dari pemukiman penduduk yang lain. Daerahnya asri kiri kanan areal pesawahan dan belakang ada bukit kecil. Pas kami datang abah panca sedang membersihkan kebun depan rumahnya.
Turun dari mobil kami bersalaman dengan abah panca.
Abah mempersilahkan kami beristirahat di dalam rumah panggung abah.
Abah keluar rumah dan diikuti aku dan Deni. Kami duduk dihalaman dekat kebun diatas bambu kayu.
Lalu Deni bercerita tentang gangguan yang dialami om Hadi.
bersambung
Quote:
Singkat cerita keesokan harinya aku sudah berada di kantor distro pagi pagi. Lalu datang Deni dan Indri.
Quote:
kuliat Irene turun dari angkot. Duh hari ini dia koq agak beda dandannya biasa sehari hari seadanya kali ini agak lengkap. pake bulu mata palsu segala pipi dimerahin.
Quote:
Sebuah toyota alphard memasuki halaman kuliat Viona turun. Pake rok diatas lutut kaos tanpa lengan kacamata hitam duh jadi gagal fokus liat kulit putihnya Viona dibandingkan Irene pun masih lebih putih Viona walau Irene termasuk berkulit putih. Memang tidak bisa disamakan kecantikan. Viona lebih ke oriental mirip artis sandra dewi kalau Irene lebih mirip ke raisa.
Quote:
Akhirnya kami berangkat Irene duduk didepan. Aku ga bisa liat ekspresi mukanya karena aku duduk dibelakang. Aku jadi serba salah duduk dibelakang juga ga fokus gara gara rok Viona diatas lutut. Heran ama ni cewe berdua mau kekampung malah dandan kaya ke pesta.
skip skip... perjalanan biasa aja berhenti sebentar terus makan direstoran berangkat lagi. Setelah lama perjalanan sampe dirumah Abah Panca yang agak jauh dari pemukiman penduduk yang lain. Daerahnya asri kiri kanan areal pesawahan dan belakang ada bukit kecil. Pas kami datang abah panca sedang membersihkan kebun depan rumahnya.
Turun dari mobil kami bersalaman dengan abah panca.
Abah mempersilahkan kami beristirahat di dalam rumah panggung abah.
Quote:
Abah keluar rumah dan diikuti aku dan Deni. Kami duduk dihalaman dekat kebun diatas bambu kayu.
Lalu Deni bercerita tentang gangguan yang dialami om Hadi.
Quote:
bersambung
itkgid dan 14 lainnya memberi reputasi
11
![Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2016/12/02/9119792_201612020532230372.jpg)
![Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]](https://dl.kaskus.id/i1109.photobucket.com/albums/h440/awtian/ob9bzx9x-1.gif)
A :
INDEX