- Beranda
- Stories from the Heart
Serial Killer : Trio Legend
...
TS
schilfouts
Serial Killer : Trio Legend

Quote:
Spoiler for Serial Killer : Trio Legend:
Indeks
Spoiler for Indeks:

Diubah oleh schilfouts 17-04-2017 22:04
anasabila memberi reputasi
1
12.9K
160
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
schilfouts
#95
Part 4 ~ wanita bernama Aheron
"Aliffffffff...."
Terdengar suara teriakan seorang wanita di dalam ruang kerja Alif.
'Wanita itu lagi.' batin Alif
Alif melihat seorang wanita yang di cap sebagai pengganggu hidup Alif. Wanita ini selalu menggangu Alif ataupun menggangu trio legend.
"Hei Alif, gue denger ada anggota baru di divisi 9? Seorang gadis mungil? Bener kagak?"
Wanita ini bernama Aheron Cherise. Aheron adalah seorang petinggi di League sama seperti Alif. Dan dia juga seorang psycho hunter yang sudah sangat profesional.
Kemampuan untuk membunuhnya tidak bisa diragukan lagi. Tingkahnya yang selalu menganggu Alif itu sudah menjadi kebiasaannya.
"Iya , ada anggota baru seorang gadis mungil. Ken Sheridan namanya."
Alif sedang merapikan data-data para pegawai League.
"Bisa gue lihat data orang yang bernama Ken Sheridan itu?" Aheron meminta dengan manja pada Alif.
Alif memberi selembar kertas yang bertuliskan "KEN SHERIDAN" pada Aheron.
Aheron tertegun melihat wajah gadis ini.
'Bagaimana bisa wanita ini menjadi bagian dari League?' batin Aheron.
Alif memperhatikan ekspresi Aheron. Sesuai dugaan , Aheron pun mengenal nya.
Aheron menghampiri Alif lalu duduk dipangkuan Alif.
"Sebaiknya kamu mencari tahu tentang gadis bernama Ken Sheridan itu, sepertinya dia memang pantas jadi bagian divisi 9." ucap Aheron sambil memainkan Jari di dada Alif.
'Wanita ini, selalu saja begini.' batin Alif.
Alif menghela nafas melihat kelakuan Aheron.
***
Arif melihat Ken yang tertidur di sofa. Dia memperhatikan Ken, wajahnya yang sedang tertidur mengingatkan Arif pada seseorang yang dulu ia kenal.
Arif mengusap kepala Ken.
Surep yang melihat adegan itu hanya bisa tersenyum melihat pemandangan yang menurutnya sangat indah.
Kedatangan Surep awalnya ingin memberi tahukan Arif ada pekerjaan baru tetapi ketika sampai di ruang kerja mereka, Surep melihat Arif sedang mengusap kepala Ken. Dia merenungkan niatnya untuk memberi tahu Arif.
Arif bangkit dari tempat dia berjongkok dan membalikan badannya. Dia melihat Surep disana yang sedang bersandar di tembok sambil melipat tangan di dadanya.
Arif meletakan jari telunjuk didepan bibirnya menandakan bahwa jangan berisik.
"Ada target baru, seorang wanita." Surep memberikan berkas target pada Arif.
Arif mengambil berkas tersebut dan membacanya.
"Siapa yang akan mengambil alih ini?" Arif menatap wajah Surep yang sedang sibuk memperhatikan Ken.
"Kau saja, Ibnu dan aku sudah mendapat target yang sesuai."
Surep berjalan menghampiri Ken, dilihatnya Ken dengan seksama. Di usapnya pipi Ken pelan agar dia tidak terbangun dari tidurnya yang sangat nyenyak itu.
Jika saja, anaknya tidak terbunuh. Pasti sudah seusia Ken. Surep membalikan tubuhnya dan menatap Arif.
****
Ken terduduk lemas di kantin kantor League. Bagaimana tidak lemas, semalaman suntuk dia disuruh menemani Ibnu membuat laporan untuk Dr. Alif. Entah Sudah berapa lama dia tertidur di sofa.
Ken melihat ke sekitar di kantin ini. Ada banyak menu makan siang disini,sampai-sampai dia bingung ingin makan apa.
"Itukah yang bernama Ken Sheridan?"
Aheron menatap Alif dan menunjuk ke arah Ken. Aheron memperhatikan Ken dari jarak yg tidak terlalu jauh. Dilihatnya Ken seperti sedang kelelahan.
"Iya, dia yang bernama Ken Sheridan. Bukan kah dia imut?"
Alif bertanya sambil sesekali mengambil kentang goreng yang ada di hadapannya. Alif mengikuti pandangan mata Aheron yang sedari tadi memperhatikan Ken.
"Aish, makanan disini lumayan mahal juga."
Ken menggerutu setelah melihat menu makanan beserta harganya. Ken sedang mempertimbangkan makanan dan minuman apa yang akan dia beli, harus sesuai dengan kantong.
"Imut bentuk tubuhnya, bagaimana bisa dia jadi anggota divisi 9?" Aheron menatap wajah Alif dengan serius.
Dia tahu, pasti Alif disuruh oleh para Lord untuk memindahkan Ken ke bagian Divisi 9. Tidak semua anggota League bisa jadi bagian Divisi 9, hanya yang terlatih dari terpilih saja yang bisa jadi bagian divisi 9.
"Wajah anak itu hampir mirip dengan pendiri League,Ron. Di awal dia bekerja, dia berada di bagian administrasi. Lalu Lord Rahmat sempat bertemu dengannya, dan Lord Rahmat mengira itu adalah Ken Quiakides. Sang pendiri League dan mantan prajurit Shontelle. Setelah membaca profilnya Ken, ternyata ada kemiripan diantara keduanya. Garis wajah dan mata nya mirip Ken Quiakides, maka dari itu Lord Rahmat menyuruh ku untuk memindahkan Ken ke bagian divisi 9."
Alif menjelaskan panjang lebar tentang pertanyaan Aheron, Alif juga sempat mengira Ken Sheridan adalah Ken Quiakides karena wajahnya hampir sama. Tetapi tingkah dan kehidupan mereka berbeda.
Menurut penjelasan dari para Lord, Ken Quiakides adalah psycho hunter yang sangat disegani di League. Itu yang dia dapat tentang informasi Ken Quiakides dari para Lord.
Tetapi Ken yang dia lihat bukanlah seorang psycho hunter. Hanya seorang gadis kecil yang polos. Alif menatap Ken yang sedang mengantri untuk membeli makan siangnya.
"Sepertinya dia bakalan menjadi happy virus bagi trio legend." Aheron tersenyum menatap Ken yang sedang mengantri.
Ken sedang mengantri,menunggu gilirannya. Dia menoleh ke arah kiri dan mendapati Dr. Alif dengan seorang wanita menatap dirinya.
Alif dan Aheron tersenyum melihat Ken menatap mereka. Ken juga tersenyum dengan riang pada mereka.
***
Arif memeriksa profil milik Ken Sheridan. Dirinya masih tidak percaya setelah melihat pekerjaan Ken. Tidak mungkin seorang amatir bisa melakukan hal itu.
Ddrrrtttt.... Ddrrrrttt...
'Arif, kami sedang berada di kantin kau tidak mau gabung bersama kami? Ada Ken dikantin.'
-Ibnu-
Arif melihat pesan masuk dari Ibnu. Segera dia bangkit dari kursinya dan berjalan menuju kantin kantor.
****
"Arrrriiiffffffff ku sayangggg."
Aheron langsung menghampiri Arif yang sedang berjalan menuju mereka. Dipeluknya erat tubuh Arif. Arif hanya menghela nafas pasrah dengan perlakuan wanita di hadapannya ini.
Alif bangkit dari duduknya dan menarik Aheron dari pelukannya terhadap Arif.
"Jangan terlalu sering seperti ini Aheron."
Alif menatap mata Aheron tajam. Yang ditatapnya hanya menyengir kuda.
Airf duduk disamping Ibnu. Ibnu menyenggol lengan Arif dan menujuk pada gadis mungil yang berusaha mengambil sesuatu ditempat yang agak tinggi.
Arif bangkit dan menghampiri Ken, mengambil barang yang Ken maksud.
Ken tertegun melihat Arif mengambil air mineral yang letaknya ada di atas rak makanan.
"Terima kasih pak." Ken tersenyum senang.
Arif melihat Ken dengan ekspresi datar.
***
"Siapa wanita yang bernama Aheron itu,ky?"
Wanita itu bertanya pada pria berkacamata yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.
"Dia salah satu dari petinggi League dan dia juga seorang psycho hunter yang sudah sangat profesional," pria itu berbalik arah dan menatap wanita itu. "Kau tidak ingat dia?"
Pria itu menunggu jawaban dari sang wanita. Tampak sekali wanita yang ada di hadapannya sedang berfikir keras.
Wanita itu menghela nafas dan menggelengkan kepalanya tanda ia tidak tahu.
"Masih tidak ingat sama sekali tentang League?" sang pria bertanya lagi pada wanita. Dan berharap si wanita mengingat hal itu.
Wanita itu menggelengkan kepala, "tidak ingat. tapi sejak aku bertemu dengan pemimpin divisi 9, Arif Zamir. Itu rasanya seperti deja vu."
Wanita itu berjalan menuju jendela yang terbuka dan melihat keadaan di luar gedung itu.
"Deja vu?" pria itu menatap punggung wanita yang menjadi atasan dia selama ini.
"Iyap, seperti aku punya hubungan khusus dengan Arif Zamir."
Pria itu tertegun dengan ucapan atasannya itu.
***
0