Kaskus

Story

antinakabaAvatar border
TS
antinakaba
clbk (kalau jodoh takkan kemana)
namaku Nana. Aku anak bungsu dari 6 bersaudara. selama ini, aku tidak pernah merasakan yang namanya pacaran. Bukannya ndak ada yang naksir, tapi memang aku ndak suka liat orang pacaran, kayak suami istri aja. kenapa ndak kimpoi aja sekalian. malah ada yang pacarannya sampe 9 tahun, pas nikah hanya bertahan 9 bulan. menurut aku, pacaran itu yang bukan sifat aslinya, pas nikah baru deh keliatan. Hingga saat itu tiba....

Waktu itu banyak teman kuliahku yang sering ngumpul di rumah. Biasalah, di awal2 semester, tugas kita menumpuk, n kebetulan yang punya kompi masih bisa diitung jari. Alhamdulillah aku diberi rezeki memiliki komputer. Jadinya, teman2 pada ngerjain tugas dirumahku.

Quote:


Yah, gitu deh. Aku mmg termasuk cewek yang cuek, keras kepala, dan sebagian orang bilang aku ini jaim. Entahlah, penilaian orang terhadap diri kita memang berbeda2. Kita bisa tahu bagaimana sifat kita dari orang2 yang berada di sekitar kita, bukan dari diri kita pribadi saja.


Spoiler for sesion 1:



Spoiler for sesion ke 2:




لاَ يَخْلُوَن رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلا وَمَعَهَا ذُوْ مَحْرَمٍ. وَلاَ تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ إِلا مَعَ ذِيْ مَحْرَمٍ
“Janganlah seseorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali wanita tersebut disertai mahramnya, dan janganlah wanita melakukan safar kecuali disertai mahramnya” (Muttafaqun ‘alaihi – red)

Diubah oleh antinakaba 03-03-2017 15:21
0
52.7K
460
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.5KAnggota
Tampilkan semua post
antinakabaAvatar border
TS
antinakaba
#69
Di tempat taklim
Esoknya, aku siap2 pengen pergi taklim..
Aku : bang, yuk pergi taklim. Abang khan sudah janji kemarin ...
Yadi : aku antar kamu aja yah, aku ada urusan nih. Udah lama aku tidak berkunjung ke tante emma
Aku : lho, abang gimana sih. Khan bisa pulang taklim ke rumah tante emma. Kita barengan, sekalian aku pengen tau rumahnya dimana.
Yadi : kelamaan klo nunggu taklim selesai. Keburu pulang ke kampung tante emmanya. Disini tuh dia Cuma berkunjung ke anaknya yang lagi kuliah. Udah deh, cepetan kalau mau kuantar.
Aku : terserah abang deh. Tapi pulangnya jemput aku yah. Jangan telat..
Yadi : yuk berangkat
Tiba di tempat taklim, teman2 sudah pada nunggu ustadznya datang
Mila : eh, nana..kok baru muncul?
Aku : iya nik k, aku sibuk banget ujian skripsi. Nih baru sempat ke tempat taklim
Mila : wah, sudah kelar dong kuliahnya. Artinya kamu bisa rutin khan taklimnya?
Aku : mudah2an mbak
Mila : oh ya, kamu sendiri aja? Bang yadi nggak taklim?
Aku : itulah mbak. Aku juga nggak ngerti jalan pikiran bang yadi. Kadang aku menyalahkan ikhwa2 yang kurang ramah pada bang yadi. Kadang juga aku menyalahkan bang yadi yang menyimpan dendam pada ikhwa2. Kenapa sih bang yadi dituduh sebagai mata2 waktu itu?
Mila : aku turut prihatin na. Zaujy udah tau inti permasalahan yang terjadi antara ikhwan dan bang yadi. Bang yadi itu dituduh mata2 karena didapati jimat2 dalam tasnya. Terus buku2nya juga ada yang berbau perang2 gitu. Nah, ustadz2 pada khawatir, ini orang tujuannya apa ikut pengajian kita. Bisa2 kita dituduh teroris lagi kalau kedapatan aparat. Di pengajian kita juga ada beberapa aparat yang memantau jalannya taklim dengan berpakaian seperti kita. Sekarang memang teroris makin merajalela. Merusak nama baik islam saja.
Aku : tapi kenapa harus main pukul? Khan belum terbukti juga kalau dia penyusup..
Mila : soalnya dia tidak mau ngaku kalau dia itu mata2
Aku : bagaimana mau ngaku, lha emang bang yadi bukan mata2 kok. Dia itu murni pengen belajar agama. Bang yadi mau bertaubat. Dia sadar kok kalau aliran yang diikuti selama ini tuh salah, makanya ketika ada pendaftaran santri baru tanpa melihat umur, disitulah dia merasa ada kesempatan untuk bertaubat. Tapi qoddarullah yang dia dapat hanya kekerasan. Gimana orang akan tertarik dengan dakwah kita kalau bawaannya curiga aja. Apa ndak bisa didekati secara lembut?
Mataku berkaca2. Pengen nangis rasanya. Perasaanku campur aduk. Aku ndak tau harus bersikap bagaimana. Sepertinya bang yadi memang sudah di black list oleh mereka. Atau mungkin juga sebaliknya, bang yadi sudah terlanjur dendam. Akhirnya akulah yang jadi korban
Mila : yah, aku juga tak tau na siapa yang salah dalam hal ini. Kamu yang sabar yah?! Kamu harus kuat na. Allah tau kamu kuat menghadapi cobaan ini. Yang terpenting sekarang, kamu jangan sampai meninggalkan taklim, bisa2 kamu futur dan malah terikut dengan suamimu.
Aku : doakan yah mbak aku bisa tetap istiqomah
Ustadznya pun datang dan taklimpun dimulai...
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.