Kaskus

Story

antinakabaAvatar border
TS
antinakaba
clbk (kalau jodoh takkan kemana)
namaku Nana. Aku anak bungsu dari 6 bersaudara. selama ini, aku tidak pernah merasakan yang namanya pacaran. Bukannya ndak ada yang naksir, tapi memang aku ndak suka liat orang pacaran, kayak suami istri aja. kenapa ndak kimpoi aja sekalian. malah ada yang pacarannya sampe 9 tahun, pas nikah hanya bertahan 9 bulan. menurut aku, pacaran itu yang bukan sifat aslinya, pas nikah baru deh keliatan. Hingga saat itu tiba....

Waktu itu banyak teman kuliahku yang sering ngumpul di rumah. Biasalah, di awal2 semester, tugas kita menumpuk, n kebetulan yang punya kompi masih bisa diitung jari. Alhamdulillah aku diberi rezeki memiliki komputer. Jadinya, teman2 pada ngerjain tugas dirumahku.

Quote:


Yah, gitu deh. Aku mmg termasuk cewek yang cuek, keras kepala, dan sebagian orang bilang aku ini jaim. Entahlah, penilaian orang terhadap diri kita memang berbeda2. Kita bisa tahu bagaimana sifat kita dari orang2 yang berada di sekitar kita, bukan dari diri kita pribadi saja.


Spoiler for sesion 1:



Spoiler for sesion ke 2:




لاَ يَخْلُوَن رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلا وَمَعَهَا ذُوْ مَحْرَمٍ. وَلاَ تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ إِلا مَعَ ذِيْ مَحْرَمٍ
“Janganlah seseorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali wanita tersebut disertai mahramnya, dan janganlah wanita melakukan safar kecuali disertai mahramnya” (Muttafaqun ‘alaihi – red)

Diubah oleh antinakaba 03-03-2017 15:21
0
52.7K
460
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.6KAnggota
Tampilkan semua post
antinakabaAvatar border
TS
antinakaba
#68
Awal Pertengkaran
Usai acara makan2, aku naik angkot sendiri pulang ke rumah. Maklum, waktu itu belum ada HP jadi ndak bisa nelpon bang yadi buat jemput. Mau nelpon ke wartel malah kejauhan, mesti naik angkot lagi. Apalagi ibu yang punya kontrakan agak pelit klo kita nelpon. Kadang kalau kita lagi nyari orang, langsung bilang aja orangnya lagi keluar. Padahal kita ada aja tuh di kontrakan.
Kontrakanku itu ada 3 rumah kopelan. 2 yang dikontrakkan, 1nya yang punya rumah tinggal disitu juga. Aku ngonttraknya Cuma kamar ama dapur, soalnya ruang tamunya dipake sama ibu kontrakan jadi ruang keluarga. Kupikir, biarlah nggak punya ruang tamu, bayarnya pun lebih murah. Toh aku Cuma berdua sama bang yadi.
Sesampai di rumah, kulihat bang yadi agak murung...
Yadi : gimana dek ujiannya?
Aku : Alhamdulillah. Kalau abang gimana?
Yadi : abang nggak keterima dek bekerja di perusahaan itu?
Aku : kendalanya apa bang? Bukannya pengalaman kerja dan ijazah S2 abang bisa menjadi pertimbangan?
Yadi : sepertinya sih karena standar gaji minimal yang aku minta terlalu tinggi.
Aku : emnag abang minta berapa sih?
Yadi : Disitu memang ada pilihannya. Aku yah pilih yang tertinggi, dengan pertimbangan ijazah yang kumiliki dan pengalaman kerja. Gajiku aja waktu kerja di perusahaan xx melebihi standar gaji yang kupilih
Aku : yah, namanya juga penerimaan pegawai baru bang. Mungkin perusahaan tidak sanggup kalau harus menggaji karyawan setinggi itu
Yadi : mungkin ini hikmahnya yah dek sampai saat ini kita belum dikaruniai seorang anak?
Aku : yah, mungkin juga. Tapi anak itu kan rejeki juga bang. Bisa jadi jika kita punya anak, rejeki kita bisa meningkat.
Yadi : abang memang ndak mau punya anak dulu sebelum abang berhasil. Kita tidak akan dihargai orang kalau kita tidak kaya.
Aku : jadi selama ini abang emang sengaja yang supaya aku tidak hamil? Bang, harta itu tidak menjamin kebahagiaan seseorang. Banyak orang kaya tapi hidupnya menderita. Dan banyak orang miskin tapi mereka bahagia. Apa sih yang kita cari di dunia ini bang? Kehormatan? Tujuan Allah menciptakan kita itu hanya untuk beribadah kepada Allah, bukan mengumpulkan harta sebanyak2nya. Kalau.....
Yadi : sudah... cukup...!! kamu tuh Cuma pintar ngomong. Abang ini lebih banyak tau tentang kehidupan daripada kamu. Dulu waktu abang masih berjaya dan punya harta, orang2 pada menghormati abang. Giliran abang jatuh seperti sekarang ini, tidak ada yang menghormati abang. Yang paling abang sesali dalam hidup ini, kenapa abang mengenal pengajian yang kamu ikuti itu. Abang sudah bela2in berhenti kerja hanya untuk ikut penerimaan santri malah dituduh yang macam2.
Aku : jadi abang juga nyesal menikah dengan aku? Abang hanya melampiaskan dendam abang ke aku gitu? Oh..ternyata apa yang dikatakan ikhwa2 itu benar. Aku juga nyesel bang nikah sama kamu!! (sambil nangis histeris)
Yadi : (terlihat gugup) dek..dek...jangan nangis gitu dong...abang Cuma terbawa emosi. Sumpah abang tidak nyesel kok nikah sama kamu. Duh..diam dong dek, nggak enak didengar sama ibu kontrakan. Masa pengantin baru sudah bertengkar kayak gini?
Aku : (masih sesegukan) pokoknya besok kita pergi taklim sama2 yah bang. Abang jangan terbawa dendam, itu tidak baik. Akan merugikan diri sendiri. Coba abang pikir, kalau abang tidak taklim hanya karena dendam, abang sendiri yang tidak mendapat ilmu. Aku tuh mau buktikan ke ikhwa2 kalau abang tidak seperti yang mereka sangka. Tapi kalau abang terus2an begini, itu akan membuktikan kalau semua tuduhan mereka itu benar.
Yadi : iya dek, besok abang ikut kamu ke taklim
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.