Gue: Permisi Dok, boleh tau gimana keadaan pasien kamar ***
Dokter : Maaf! Mas ini siapanya ya? keluarganya?
Gue : Iya Dok
Dokter : Hmmm, kok tampaknya Mas seperti gak asing ya? kapan dulu sepertinya kita pernah berjumpa kalau gak salah, bentar tak inget2 lagi! Oh ya! tentu saja Mas yang waktu itu yang dulu sempet donorin darah buat cew nya, gimana2 Mas! ada keperluan apa kesini tadi?
Gue : Kan tadi udah saya bilang Dok! saya pengen tau kondisi pasien kamar ***
Dokter : Eh! jangan2 itu Mbaknya yang sama waktu itu ya? maaf saya udah gak bisa ngenalin kalian lagi, kalian udah banyak berubah semenjak terakhir dulu kesini 4 tahun lalu
Gue : Iya, jadi gimana Dok tentang kondisinya?
Dokter : Maaf Mas! kali ini saya bener2 gak bisa kasih tahu kondisinya sebelum ada perwakilan pihak keluarga pasien yang datang
Gue : Apa terjadi sesuatu yang serius Dok? lantas apa yang bisa saya perbuat sekarang?
Dokter : Sementara untuk saat ini saya masih belum bisa pastikan, karena hasil pemeriksaannya sendiri masih menunggu hingga hasil uji lab dan medical chek up nya keluar, untuk Mas sendiri saya harap bersabar dulu ya
Gue : Setidaknya biarkan saya sedikit berguna buatnya Dok, jika dia membutuhkan donor seperti yang waktu itu, saya siap Dok! ambilah sebanyak yang Dokter butuhkan, dan apapun itu tak terkecuali, yang memang sangat dia butuhkan saya siap kasih buat dia, demi dapat melihatnya baik2 saja Dok
Dokter : Saya sangat mengerti Mas apa yang sedang kamu rasakan, tapi saat ini kondisinya memang sangat berbeda dengan yang dulu, dimana saat ini tidak terdapat luka yang terbuka jadi penanganannya pun juga berbeda, saya sudah mengusahakan semaksimal yang saya bisa untuk membantu penyembuhanya, tapi kembali lagi kepada kuasa Nya Mas, karena segala kuasa atas sakit, sehat, dan ajal adalah semata2 miliknya, satu2nya yang bisa Mas lakuin buat sekarang adalah jangan pernah putus berdo’a dan jangan pernah berhenti berharap keajaiban
Kebetulan gak beberapa lama segera datang semua anggota keluarga Aning berserta juga Bokap gue, kami pun kembali menemui Dokter tersebut lagi di ruangannya
Quote:
Gue: Dok, sekarang pihak keluarga Pasien sudah hadir disini, jadi kira2 Dokter sudah bisa kan untuk menjelaskan gimana kondisinya
Dokter : Baiklah, jadi begini ya Pak! Buk! Mas! sebelumnya saya mohon maaf sekali jika mungkin jawaban ini gak bisa memuaskan kalian, sebenarya ini belum bisa dikatakan hasil final, karena masih sekedar hasil analisa dan dugaan awal kami yang kepastianya juga masih belum 100%, saya jelaskan saja secara singkatnya tentang kondisi pasien, memang pasien tidak mengalami luka serius pada bagian fisiknya bahkan luka2 lecet dan tergores pun tidak ada, hanya yang kami khawatirkan waktu itu pasien mengalami benturan fatal pada bagian kepalanya, sehingga kuat dugaan kami pasien mengalami kelumpuhan pada system syarafnya, mengingat dari hasil pemeriksaan awal kami tadi, pasien sama sekali tidak menunjukkan respon dari kesemua fungsi panca indranya, sementara ini kami sendiri masih menunggu hasil lab yang lebih terperinci dan dapat dipercaya keakuratannya
Gue : Terus gimana tentang harapan kesembuhanya Dok
Dokter : Tentu saja harapan itu masih ada, jika Pasien nanti bisa melewati masa2 kritisnya selama waktu kurang dari 1-3 hari kedepan, namun tentu saja andaikan dia mampu melewatinya dia tidak akan bisa kembali ke kondisinya yang semula, kemungkinan dia akan kehilangan banyak hal, seperti contohnya ingatan juga beberapa fungsi panca indranya
Gue : Kalau sampai batas waktu tersebut dia belum juga sadar, atau ada kemungkinan dia tak dapat melewati masa kritisnya, apa yang kemungkinan kira2 terjadi selanjutnya Dok?
Dokter : Tentu saja akan terjadi sesuatu yang sama2 tidak kita semua harapkan, tapi cukup percayalah bahwa sebuah kemungkinan walau sekecil apapun itu pasti ada, jadi tetaplah berharap yang terbaik jangan lekas berputus asa dan menyerah, kami pun disini juga akan berbuat hal yang sama, karena pasien bagi kami itu adalah tamu kami, kami akan berikan segalanya untuk membuatnya berkesan ketika bersama kami, walaupun mungkin masing2 dari kita umumnya tidak saling mengenal bahkan terikat pada sebuah hubungan emosional, tapi kami akan turut sedih jika kami kehilangan salah satu di antara mereka, jadi kami akan berusaha juga semampunya untuk menyelamatkannya
Gue : Baiklah Dok! Apapun itu lakukan saja yang terbaik untuk kesembuhanya, segala kemungkinan walau bahkan yang terburuk kami semua siap menerimanya
Berikutnya tak terasa lutut gue kembali lemas hingga tak kuasa lagi untuk berdiri, keluarga Aning pun juga tampak terpukul terutama Nyokap nya yang tak henti2nya menangis, satu2nya yang terpikirkan oleh gue ketika itu hanyalah meminta maaf kepada mereka karena kelalaian dan ketidak becusan gue menjaga Aning, yang tak bisa mencegahnya waktu itu untuk pergi, dan membiarkannya pergi sendirian
Quote:
Gue : Om Tante, semua yang terjadi hari ini semuanya adalah kesalahan saya, karena saya yang gak becus dalam menjaga Aning, atas itulah saya ingin meminta maaf walau saya tau mungkin itu memang sulit untuk dimaafkan
Bokap Aning: Bicara apa kamu, walau Om sebenernya juga sangat menyayangkan bahwa kamu gak bisa menemaninya hari ini, tapi itu bukan sepenuhnya kesalahan kamu kok, mungkin saja takdirnya Aning memang harus seperti ini, jadi Om dan Tante tak pernah sidikitpun menyalahkan kamu
Gue : Tapi tetep saja Om, saya gak bisa menghapus rasa bersalah saya pada Om dan Tante terlebih juga kepada Aning, andaikan hari ini saya bisa mencegahnya untuk pergi mungkin dia gak akan bernasib seperti ini, untuk itu sebagai gantinya beberapa hari ini saya mohon ijin untuk terus dapat bersamanya disini, sebagaimana janji saya ke dia pagi tadi, boleh Om?
Bokap Aning : Silahkan! tentu saja Om tak mungkin sanggup melarang seorang pria untuk menepati janjinya, semoga saja malah dengan seperti itu justru datang sebuah mukjizat dan keajaiban bagi kesembuhan anak kami, apapun itu kami sepenuhnya percaya sama kamu, bahkan jika seandainya ada kemungkinan terburuk pun kami gak akan pernah menyalahkanmu atas semua yang terjadi
Selama 3 hari dan seterusnya gue benar2 melaksanakan janji gue kepada Aning untuk selalu mendampingi disisinya, dan memang tetap tak ada tanda2 darinya akan sadar, tak berhenti hari2 itu juga selalu gue habiskan untuk mendoakan kesembuhanya, setelah selesai gue menunaikan sholat fardhu bahkan sholat tahajud! gak pernah lupa gue selalu sisipkan namanya dalam setiap pengharapan gue
Quote:
“Tuhan apa sayang hamba padanya belum begitu cukup bagimu untuk membuktikan sesuatu, walau hamba tau sayang hamba padanya tak lebih dari Sang Maha Penyayang sepertimu, tapi hamba tak tau lagi mesti berbuat apa jika sampai harus kehilanganya, lancangkah hamba jika meminta pada-Mu merubah takdir untuknya? tentu saja karena Engkau sang Maha Kuasa akan mudah bagi-Mu melakukanya, berilah dia kesempatan sekali lagi, panjangkanlah umurnya bila perlu ambilah dari sebagian umur hamba sebagai gantinya”
Dan tak diduga sebuah mukjizat itu memang benar adanya, tak lama do'a gue didengarkan oleh Tuhan, jadi pada sebuah senja tepatnya setelah genap 3 hari Aning dirawat di RS, pada pekan ke 3 dan hari ke 25 ramadhan, Aning untuk pertama kali bisa membuka matanya, dia telah tersadar sepenuhnya dari koma dan masa kritisnya, tentu saja ini lekas menjadi sebua khabar bahagia bagi kita semua, pihak keluarga nya yang pertama kali langsung gue kabari, saat itu dokter sudah melepas hampir sebagian alat bantu medis pada tubuhnya, mulai dari alat mengecek denyut jantung, selang pernafasan, oksigen, dll tapi keadaan memang sudah sangat berbeda waktu itu, dimana dia telah benar2 hampir kehilangan semuanya persis seperti kata Dokter kemaren, dia kehilangan ingatan dan juga indera penglihatanya
Quote:
Aning : Siapa disana, kenapa kamu menangis? (sambil kedua tanganya masih terus gue gengam erat)
Gue : (sumpah Gue nangis beneran waktu itu, terharu ketika dapat melihatnya sadar kembali) Ini Mas Ning, apa kamu udah gak inget lagi sama Mas?
Aning : Mas siapa? memang apa hubungan kita sebelumnya? Maaf aku sungguh gak bisa inget apa2, lagian aku sekarang lagi dimana? kenapa semuanya jadi gelap semua?
Gue : (gue bertambah sedih setelah mendengarnya tidak dapat lagi melihat) Aku Agri! dan hubungan kita diwaktu sebelumnya adalah sepasang kekasih
Aning : Benarkah! berarti kamu seorang yang sangat penting di kehidupanku ya? tolong ceritakan tentangmu, bagaimana awal dulu kita bisa bertemu, apa yang bisa membuat kamu dulu tertarik padaku, aku sungguh gak percaya bahwa aku bisa melangkah sampai sejauh ini, walau dulu satu2nya mimpiku adalah untuk segera memiliki seorang kekasih, tapi aku benar2 tidak bisa mengingatnya bahwa aku dulu pernah melakukanya bersamamu, Maaf aku bener2 lupa, kamu tak sedang berbohong kan?
Gue : Apa yang kamu denger adalah yang sebenernya terjadi Ning, Mas gak akan mungkin bisa bohong kepada seseorang yang Mas sayang (berikutnya gue jawab semua pertanyaan2nya)
Aning : Jadi apa dalam hubungan kita dulu, aku telah banyak memberimu kesulitan?
Gue : Bukan seperti itu, karena justru sebaliknya ketika bersamamu dulu adalah saat2 yang paling luar biasa, sesuatu yang akan selalu bisa ku syukuri sepanjang waktu, disetiap jam, menit dan disetiap detiknya, bersamamu dulu aku hanya akan selalu merasa bahagia, jadi dengan keadaanmu seperti sekarang! aku janji gak akan pernah meninggalkanmu, Aku memang telah sekali berbuat kesalahan waktu itu dan aku berjanji gak akan pernah kembali mengulangnya, aku masih ingin bisa terus menghirup nafas yang sama bersamamu, masih ingin mencatatkan sebuah kisah sempurna tentang hubungan kita, yang sampai waktu itu tiba! aku mohon jangan pernah hilang sebuah senyuman dari wajahmu, jangan pernah hilang dari hidupku, jadi berjuanglah dan berjanjilah untuk tetap bertahan hidup, berusahalah agar segera sembuh
Aning : Memangnya apa yang terjadi denganku? kenapa kamu begitu khawatir? jika memang kamu orang yang seperti itu tentu dulu aku pasti sangat beruntung bisa memilikimu, tapi tetap saja walau aku telah berusaha keras mengingatnya tetap saja gak bisa, kenangan2 tentang kita bersama dulu bolehkah aku tau seperti apa?
Gue: Tentang keadaanmu maaf aku belum bisa memberitahunya, tapi dengan keadaanmu yang sekarang telah sadar pasti selanjutnya kamu akan baik2 saja, jika memang susah harus mengingatnya seebaiknya jangan terlalu dipaksakan, karena kesehatanmu kini yang terutama buat saat ini, aku tidak akan kenapa2 jika memang kamu gak bisa pulih untuk bisa mengingatku lagi, sudah cukup bagiku hanya dengan berada di sekitarmu dan melihat wajahmu yang tersenyum (selanjutnya gue ceritakan beberapa kenangan antara kita berdua)
Aning : Begitukah, baiklah jika kamu memang orang yang sangat istimewa bagiku seharusnya aku akan dengan mudah mengingatnya, sekarang mendekatlah kesini, bolehkah aku menyentuh wajahmu?
Gue : Tentu saja ! (Menuruti permintaanya) bagaimana? apakah sudah sedikit membantu? sudahkah membuatmu sedikit mengingat?
Aning : (Sentuh dan raba muka gue) Tetap saja aku masih belum ingat, maafkan aku! aku akan berusaha lagi mengingatnya nanti
Gue : Iya tak masalah, Aku akan selalu disini dan gak akan pernah meninggalkanmu
Aning : Terima kasih, ohya tentang keluargaku, kamu tahu dimana mereka?
Masih belum sempat gue jawab, kebetulan gak begitu lama datang seluruh anggota keluarganya yang herannya Aning masih bisa mengenali suara milik mereka Bapak dan Ibunya, tapi kenapa dengan gue tidak ya? kira2 apa yang terjadi?
Quote:
Aning : Mah! Pah! syukurlah kalian semua sudah disini, maafin Aning jika selama ini hanya membikin banyak masalah kepada kalian, berbuat durhaka dengan tak pernah sekalipun bisa memenuhi keinginan kalian, hingga seperti inilah keadaanku sekarang, inilah sekiranya hukuman yang pantas buatku, dan aku telah sangat menyesal
Nyokapnya Aning : Ngomong apa kamu Nak, seperti apapun kamu, kamu tetaplah anak gadis kami satu2nya yang sangat kami sayangi, biar seberapa besarpun kesalahan kamu, kami pasti selalu dapat memaafkanya, tentang kondisi kamu sekarang, kami masih bisa menerimanya, karena bagaimanapun kamu tetaplah anak kami dan darah daging kami (selanjutnya merekapun berpelukan dalam tangisan)
Hari itu gue masih sangat ingat seharian itu Aning sering kali berucap kata maaf atas setiap kali dia memulai bicara, bahkan pun terhadap gue, waktu itu setelah dia selesai bertemu kangen dengan keluarganya, pada sebuah kesempatan gue mencoba mengajaknya untuk berbicara, gue menanyakan sebuah pertanyaan yang sangat menganggu gue, perihal kenapa dia masih bisa mengingat keluarganya sedang dengan gue nggak? yang selanjutnya dijawab olehnya dengan “aku hanya ingat pernah beberapa kali melupakan seseorang, dan diantaranya adalah :
PERTAMA :
Jika orang tersebut selama ketika bersamaku selalu banyak memberiku luka kepedihan, kesakitan serta kesulitan (mungkin yang dimaksudkannya adalah Irfan mantannya)
KEDUA :
Saat harapanku tak bisa terpenuhi, ketika ada seseorang yang ketika aku jatuh cinta padanya, sedangkan rupanya dia sudah bersama dengan orang lain, terlebih orang yang bersamanya itu adalah salah satu kenalanku juga (mungkin ini ketika dia mendapati pertama kali saat tahu bahwa gue telah berpacaran dengan Astri)
KETIGA :
Dan terakhir mungkin tanpa sebuah alasan, dengan aku meninggalkanya mungkin akan menyadarkanya bahwa ada seseorang yang sepertiku yang disaat dia butuhkan selalu bersedia disampingnya, bahkan pun disemua waktu dan keadaan selalu setia mendukungnya, hingga setelah aku jauh dan menghilang darinya dia akan merasa kehilangan
Dan jenis dari orang yang terakhir lah yang paling aku benci dan paling ingin aku lupakan, karena dia akan menghargaiku ketika ada dan dibutuhkan saja, bukan karena sebuah ketulusan dan imbal balik menyayangiku” dan entahlah kamu termasuk di golongan yang mana? andaikan aku masih bisa melihat pasti aku akan bisa segera memberitahu jawabannya, semoga aja kamu bukan termasuk diantara 3 jenis yang telah kusebutkan, karena ketika bersamamu aku gak pernah merasakan sifat dari ketiganya ada padamu, jadi mungkin kamu adalah sosok/ pribadi berbeda, terima kasih untuk waktu 3 hari ini selalu menjagaku, aku sangat bahagia, aku tak kurang sedikit pun perhatian ketika bersamamu (waktu itu pikiran gue sumpah benar2 buntu memikirkan jawabanya, bahasanya terlalu dalam menurut gue, sehingga sangat sulit buat gue untuk bisa mencerna dan paham maksudnya, hingga baru2 setelahnya ketika benar2 terlambat gue menyadarinya bahwa orang ke 2 dan ke 3 yang dicontohkannya itu semuanya merujuk kepada gue, kendati gue masih bisa mengelak dan beralasan itu karena keterbatasan waktu yang gue miliki, tapi memang benar kenyataanya gue jarang hadir di waktu2 yang Aning butuhkan, terlebih diantara kebanyakannya seringnya gue sedang bersama Astri)
Saat itu gue sama sekali gak menyadari bahwa ini mungkin jadi kali terakhir kita dapat berkumpul dan berbicara lagi bersama, karena lebih tepatnya sekitar jam 12 siang ketika itu Aning telah meninggalkan kita semua, dia telah menghembuskan nafas terakhirnya untuk segera dipanggil menghadap Yang Maha Kuasa untuk selama2nya, tak ada sebuah pertanda apapun waktu itu, tidak ada sebuah kesakitan atau apapun layaknya orang normal lainya ketika sedang menjemput ajalnya, ketika itu dia tengah terlelap tidur dalam pelukan Nyokapya, hingga tersadari beberapa lama dia hanya diam dan sudah tak bernafas, berikutnya pecahlah tangisan memenuhi seisi ruangan tersebut, kita sama sekali gak menyangka bahwa dia begitu cepat dipanggil olehnya, padahal baru saja sempat kita merasa lega karena dia bisa tersadar dari kondisi kritisnya
Skip sekitar jam 2 sore saat gue tengah berada di dalam sebuah mobil ambulance yang mengantar jenazah ke rumah duka, masih bersama dengan jenazah Aning didalamnya, terus saja gue pandangi wajahnya “seseorang yang selama hampir lebih dari 4 tahun ini gue pacari” kondisinya kini telah memucat, wajah yang biasanya selalu dihiasi dengan tawa dan senyum itu kini seakan telah hilang dan sirna sama sekali, sungguh gak sanggup gue menerimanya, bahkan pun berpikir seribu kali gue masih tetap gak bisa meyakini bahwa ini adalah nyata, harapan gue! ini hanyalah sekedar mimpi yang saat andaikan gue terbangun kenyataanya adalah berbeda, tapi betapapun berkeras gue mencoba menyakininya tetap gak bisa merubah apapun, karena kenyataanya memang seperti itu, jenazah yang sekarang berada di hadapan gue adalah jenazah Aning orang yang sangat special di hati gue, mungkin sudah waktunya gue semenjak dari itu belajar berbesar hati dan mengikhlaskan kepergianya
Berikutnya ketika mobil ambulance telah tiba di rumah duka, untuk sebentar jenazah disemayamkan dan disholatkan, yang selanjutnya diantarkan menuju ke pusara terakhirnya untuk dimakamkan, gue ikuti semua prosesi tersebut dengan khitmad hingga pada suatu ketika saat jenazahnya hendak di masukkan ke dalam liang lahat gue terjatuh pingsan, gue baru tersadar beberapa jam sesudahnya ketika tengah berbaring pada sebuah makam di depan makam Aning dengan masih ditunggui beberapa anggota keluarganya, sedang semua pelayat waktu itu banyak yang sudah meninggalkan tempat tersebut, gak berapa lama akhirnya satu persatu diantara mereka juga memutuskan untuk pulang, sempet beberapa kali mereka pamit dan menawarkan tumpangan tapi gue tolak dengan halus, gue beralasan bahwa masih memiliki janji dengan almarhumah (janji untuk bisa seharian bersamanya dalam keadaan apapun, walau banyak yang mengatakan bahwa janji atau hutang akan hangus ketika seseorang telah meninggal, tapi bagi gue janji tetaplah janji, dan janji adalah sebuah hutang yang selamanya tak bisa dilunasi, jadi bukan sebuah alasan jika gue gak bisa mewujudkannya)
Waktu itu sekitar jam setengah 5 sore, saat hanya tinggal ada gue sendirian disana, dan untuk kali pertama gue pandangi lagi sebuah nama yang terukir indah di batu nisan tersebut, sebuah nama yang cantik seperti pemiliknya, semoga amal ibadah dan perbuatanya diterima disisinya
HARNANING DWI PRAMESTHI
Lahir : 11 Desember 1984
Wafat : 09 Desember 2001
(Iya benar Aning meninggal tepat 2 hari sebelum dia genap merayakan hari jadinya yang ke-17 ketika itu) sehingga kado yang tepat untuknya saat itu hanyalah sebuah do’a yang kusyuk terus gue panjatkan untuknya agar tenang disana
Quote:
"Hari ini tepat 15 tahun yang lalu saat kamu meninggalkan Mas untuk selama2nya Ning, Mas masih bisa mengingat dengan jelas semua yang terjadi antara kita dimasa lalu, hingga sampai saat ini di detik ini masih belum bisa Mas lupa, kenangan bersamamu dulu akan selalu abadi di dalam hati Mas"