- Beranda
- Stories from the Heart
Taste of Life
...
TS
fxdiray
Taste of Life
Love is like the wind, you can't see it, but you can feel it
(Nicholas Sparks)


Tujuan gw bikin cerita ya,, oh ya yang lain belum tau..
1. gw cuma pengen sharing.ada secuil cerita dan catatan dari jurnal di notebook serta mengisi waktu kalo tengah malem gw ga bisa tidur, dan update nya sering diatas jam 12
2. buat DIA, nanti juga tau, dan part terakhir cerita juga belom ada. ntah cerita ini sampai berapa part, 80 part, 90, atau 100. tetapi part terakhirnya belum ada saat ni, dan gw berharap DIA yang mengisinya.
3. gw ga ada tujuan buat ngasih makna hidup atau berceramah dari kisah gw, karna gw sadar gw belum tau apa-apa tentang hidup.
masih 25 umur gw, Nikah aja belom, kalo kaw1n mah #ahsudahlah

jadi ga usah anggep serius cerita gw ya gan

cukup dinikmati dan di jadikan selingan bacaan kalo senggang
[/QUOTE]Rules and FAQ
Spoiler for FAQ:
Rules
- Rules saya terapkan yang seperti yang sudah di Sticky pada Grand Rules SFTH
- saya tidak terlalu ambil pusing untuk masalah peraturan, selama para pembaca menikmati cerita saya dan asik2 aja ga masalah untuk OOT dalam beberapa topik
[/QUOTE]
- Rules saya terapkan yang seperti yang sudah di Sticky pada Grand Rules SFTH
- saya tidak terlalu ambil pusing untuk masalah peraturan, selama para pembaca menikmati cerita saya dan asik2 aja ga masalah untuk OOT dalam beberapa topik
[/QUOTE]
Quote:
FAQ
beberapa pertanyaan mendasar dari kalian bakal gw jawab disini ya teman-teman
Q: Nama lo siapa?
A: Fransiskus Xaverius Dira Y
Q: Tujuan lo buat cerita disini apa?
A: ada banyak alasan, tetapi yang paling utama adalah karna DIA, dan juga gw seorang insomnia akut, jadi daripada nganggur tengah malem lebih baik gw mengisi waktu gw
Q: Umur?
A: 26 juli besok *jangan bilang lo mau interveiw gw kerja*
Q: cerita ini bergenre apa?
A: Anggap saja Fiksi, Slice of Life.
Q: Tokoh disini udah pada tau kalo lo ceritain mereka?
A: dibilang anggep aja fiksi kok malah nanyain tokoh.. well ok ada beberapa yang gw kasih tau tapi ada yang tidak, termasuk kakak gw dan Someone, biarkan mereka tahu sendiri, dan gw bodo amat
Q: Updatenya kapan?
A: kalo gw ada waktu senggang ya, soalnya udah ada catatan kasar di notebook gw
Q: ok pertanyaan yang lain menyusul, sekarang lanjutkan menulis mu anak muda
A: Yeeeeeeeh
beberapa pertanyaan mendasar dari kalian bakal gw jawab disini ya teman-teman

Q: Nama lo siapa?
A: Fransiskus Xaverius Dira Y
Q: Tujuan lo buat cerita disini apa?
A: ada banyak alasan, tetapi yang paling utama adalah karna DIA, dan juga gw seorang insomnia akut, jadi daripada nganggur tengah malem lebih baik gw mengisi waktu gw
Q: Umur?
A: 26 juli besok *jangan bilang lo mau interveiw gw kerja*
Q: cerita ini bergenre apa?
A: Anggap saja Fiksi, Slice of Life.
Q: Tokoh disini udah pada tau kalo lo ceritain mereka?
A: dibilang anggep aja fiksi kok malah nanyain tokoh.. well ok ada beberapa yang gw kasih tau tapi ada yang tidak, termasuk kakak gw dan Someone, biarkan mereka tahu sendiri, dan gw bodo amat

Q: Updatenya kapan?
A: kalo gw ada waktu senggang ya, soalnya udah ada catatan kasar di notebook gw
Q: ok pertanyaan yang lain menyusul, sekarang lanjutkan menulis mu anak muda
A: Yeeeeeeeh
Quote:
Nama gw Dira umur gw 25 tahun saat ini dan bekerja disalah satu perusahaan di Jakarta, gw mempunyai seorang Saudara Bernama Dina, yang lahir 6 menit sebelum gw, Dina saat ini menjadi seorang ibu rumah tangga dan membantu usaha keluarga, Ayah gw seorang Wiraswasta tapi mama sering manggil nya pengangguran hahahaha, sedangkan mama bekerja di sebuah perusahaan di sumatera,
gw lahir dan besar di sebuah Provinsi di pulau Sumatera, ayah adalah orang asli sumatera sedangkan mama adalah orang kalimantan,
mereka ketemu saat SMA, karna dulu ayah sempat sekolah di kalimantan, setelah menikah pindahlah mereka ke kota kelahiran gw karna ayah ga mau ninggalin kakek sama nenek,
ayah bagi gw adalah temen, saudara, serta jadi partner in crime gw saat dirumah, karna ayah setiap hari hanya dirumah, kerjaannya cuma ngecek usaha rumah makan sama bengkel nya terus pulang lagi, dan itupun ga setiap hari, jadi waktu gw lebih banyak sama ayah daripada sama mama, mama setiap pagi berangkat ke kantor dan pulang saat sore hari,
bahkan yang memasak makanan untuk dirumah itu ayah, kecuali beres2 mencuci atau membersihkan rumah ada asisten rumah tangga yang mngerjakan, gw sama Dina lebih seneng dimasakin makanan ayah daripada mama, karna mama kalo masak kadang suka hambar, paling mentok masakin telur sama nasi goreng hahahahaha
gw punya temen dari kecil, namanya Doni, ini bocah satu ga ada malu malu nya sedikitpun, rumah nya persis diseberang rumah gw, dia tinggal bertiga dengan adik dan ayah nya, ibunya meninggal ketika melahirkan adik kandungnya, sedangkan ayahnya sering bekerja keluar kota, jadi mereka berdua sering tinggal bareng sama gw dirumah, jadi emak gw berasa punya empat anak hahaha
gw lahir dan besar di sebuah Provinsi di pulau Sumatera, ayah adalah orang asli sumatera sedangkan mama adalah orang kalimantan,
mereka ketemu saat SMA, karna dulu ayah sempat sekolah di kalimantan, setelah menikah pindahlah mereka ke kota kelahiran gw karna ayah ga mau ninggalin kakek sama nenek,
ayah bagi gw adalah temen, saudara, serta jadi partner in crime gw saat dirumah, karna ayah setiap hari hanya dirumah, kerjaannya cuma ngecek usaha rumah makan sama bengkel nya terus pulang lagi, dan itupun ga setiap hari, jadi waktu gw lebih banyak sama ayah daripada sama mama, mama setiap pagi berangkat ke kantor dan pulang saat sore hari,
bahkan yang memasak makanan untuk dirumah itu ayah, kecuali beres2 mencuci atau membersihkan rumah ada asisten rumah tangga yang mngerjakan, gw sama Dina lebih seneng dimasakin makanan ayah daripada mama, karna mama kalo masak kadang suka hambar, paling mentok masakin telur sama nasi goreng hahahahaha
gw punya temen dari kecil, namanya Doni, ini bocah satu ga ada malu malu nya sedikitpun, rumah nya persis diseberang rumah gw, dia tinggal bertiga dengan adik dan ayah nya, ibunya meninggal ketika melahirkan adik kandungnya, sedangkan ayahnya sering bekerja keluar kota, jadi mereka berdua sering tinggal bareng sama gw dirumah, jadi emak gw berasa punya empat anak hahaha
oke cukup intermezo nya itu sedikit pengenalah keluarga dari Cerita gw, anggap saja ini adalah cerita FIKSI, karna SEMUA NAMA TOKOH DAN TEMPAT BUKAN YANG SEBENARNYA....
Selamat Membaca
INDEX
II
II
V
II
II
V
Spoiler for Index:
Quote:
PART 1
PART 2
PART 3
PART 4
PART 5
PART 6
PART 7
PART 8
PART 9
PART 10
PART 11
PART 12
PART 13
PART 14
PART 15
PART 16
PART 17
[URL="[kaskus_video]part-18-truth-has-been-t[/kaskus_video] 18[/URL]
PART 19
PART 20
PART 21
PART 22
PART 23
PART 24
PART 25
PART 26
PART 27
PART'e 28
PART 29
PART 30
PART 31
PART 32
PART'e 33
PART 34
PART 35
PART 36
PART 37
PART 38
PART 39
PART 40
PART 41
PART 42
PART 43
PART 44
PART 45
PART 46
PART 47
PART 48
PART 49
PART 50
PART 51
PART 52
PART 53
PART 54
PART 55
PART 56
PART 57
PART 58
PART 59
PART 60
PART 61
PART 62
PART 63
PART'e 64
PART 65
PART 66
PART 67
PART 68
PART 69
PART 70
PART 71
PART 72
PART 73
PART 74
PART 75
PART 76
PART 77
PART 78
PART 79
PART 80
PART 81
PART'e 82
PART 83
PART 84
PART 85
PART 86
PART 87
PART 88
PART 89
PART 90
PART 91
PART 92
PART 93
PART 94
PART 95
PART 96
PART 97
PART 98
PART 99
PART 100
PART 101
PART 102
♠SPECIAL-1-♠
♠SPECIAL-2-♠
♠SPECIAL-3-♠
♠SPECIAL-4-♠
♠SPECIAL PART-FIN-♠
PART 2
PART 3
PART 4
PART 5
PART 6
PART 7
PART 8
PART 9
PART 10
PART 11
PART 12
PART 13
PART 14
PART 15
PART 16
PART 17
[URL="[kaskus_video]part-18-truth-has-been-t[/kaskus_video] 18[/URL]
PART 19
PART 20
PART 21
PART 22
PART 23
PART 24
PART 25
PART 26
PART 27
PART'e 28
PART 29
PART 30
PART 31
PART 32
PART'e 33
PART 34
PART 35
PART 36
PART 37
PART 38
PART 39
PART 40
PART 41
PART 42
PART 43
PART 44
PART 45
PART 46
PART 47
PART 48
PART 49
PART 50
PART 51
PART 52
PART 53
PART 54
PART 55
PART 56
PART 57
PART 58
PART 59
PART 60
PART 61
PART 62
PART 63
PART'e 64
PART 65
PART 66
PART 67
PART 68
PART 69
PART 70
PART 71
PART 72
PART 73
PART 74
PART 75
PART 76
PART 77
PART 78
PART 79
PART 80
PART 81
PART'e 82
PART 83
PART 84
PART 85
PART 86
PART 87
PART 88
PART 89
PART 90
PART 91
PART 92
PART 93
PART 94
PART 95
PART 96
PART 97
PART 98
PART 99
PART 100
PART 101
PART 102
♠SPECIAL-1-♠
♠SPECIAL-2-♠
♠SPECIAL-3-♠
♠SPECIAL-4-♠
♠SPECIAL PART-FIN-♠
[QUOTE][URL="[kaskus_video]side-story---curcol-mere[/kaskus_video] Story - Curcol Mereka[/I][/B][/URL]
[QUOTE][URL="[kaskus_video]side-story---Dina Stri[/kaskus_video] Story - Dina Strike[/I][/B][/URL]
Polling
0 suara
Who's your Favorite Character in Here
Diubah oleh fxdiray 06-03-2017 15:32
imamarbai dan 8 lainnya memberi reputasi
9
666.4K
Kutip
4.3K
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
fxdiray
#2133
Part 65
Quote:
Sejak dira mengantarku pulang entah kenapa aku selalu memikirkannya, ada perasaan yang berbeda ketika bersama nya, kita hanya bertemu ketika di sekolah dan mengobrol dikelas, tetapi aku merasa nyaman, dan aku lebih banyak yang berbicara daripada dira, ia lebih banyak mendengarkan ku walaupun terkadang aku kesal ketika ia tiba-tiba tertidur ketika aku berbicara, aku heran dengan diriku sendiri, aku lupa kapan terakhir kali aku terbuka kepada orang lain selain ibu, itu pun kalau Anita tak mampir ke kelas ku,
Ah ya Anita,seorang gadis manis yang sedang dekat dengan dira, ia sering kali mengunjungi kelas ku ketika istirahat, hanya sekedar untuk mengajak dira ke kantin atau makan dikelas atau mengajak nya ke perpustakaan, aku kenal dengan Anita semenjak dari MOS, aku paham Anita memang menjadi buah bibir dikalangan para siswa lelaki, dan dira beruntung mendapatkan perhatian dari Anita, tetapi entah kenapa setiap aku melihat mereka berdua ada perasaan tak senang datang menghampiri ku
Aku kesal melihat mereka yang bercanda di kursi yang harus nya kutempati, atau berjalan di sepanjang koridor sekolah dengan penuh tawa,
Lenny.... Sadar kamu itu siapa, dira siapa dan mereka siapa, dira pantas mendapatkan yang terbaik,
dan ia bahagia bersama Anita bukan?
Dengan adanya dira yang selama ini sudah mau mengajak ku mengobrol pun seharusnya nya aku sudah puas, dan aku ingin mengharapkan lebih?
Sore itu aku menangis dikamar, aku tidak tahu apa yang membuat ku menangis ketika memikirkan dira yang bersama Anita, bodoh nya aku yang selama ini selalu berusaha kuat tetapi kenapa aku harus menangisi sesuatu yang tak penting seperti ini?
Ada apa dengan ku? Apakah aku mempunyai perasaan terhadap dira?
Aku tak pantas untuk nya, walaupun ia sudah mengetahui keadaan ku, tetapi itu belum semua, aku takut ketika ku beritahu semua nya, ia akan menjauhi ku dan berbalik membenci ku,
Hal yang selama ini tak pernah kuperdulikn, namun aku mencemaskannya ketika menyangkut dira.
Aku terlalu sibuk memikirkan diriku sehingga aku melupakan kondisi ibu, aku terlalu egois sehingga ibu yang sekarang sedang sakit sedikit kulupakan. Imbas nya adalah ketika ibu jatuh sakit tak sadarkan diri.
Sore itu aku pulang dari warung dan kulihat rumah sedikit lengang, aku mencari sosok ibu yang biasa nya pada jam seperti ini sedang duduk di depan tv atau didapur, ku cari ibu dikamar, betapa terkejut nya aku ketika mengetahui ibu tergeletak tak sadarkan diri di lantai, aku panik, aku berteriak memanggil ibu ku, aku ingin meminta pertolongan, para tetangga, orang lewat siapapun itu, namun tak ada yang menghampiri ku, lalu hanya satu nama yang terlintas di kepala ku
Dira
ku ambil ponsel satu2 nya bekas peninggalan papa, ku cari nomor yang pernah kudapatkan dari nya tempo hari, dengan tangis yang terisak-isak aku menjelaskan kepada nya, aku sedikit lega ketika ia berjanji untuk datang kerumah, aku pun kembali mendekap ibu yang masih tak sadarkan diri, ku periksa detang jantung nya, ah ibu masih bernafas.
tak beberapa lama kemudian, kudengar di pintu depan seseorang berteriak memanggil nama ku, suara yang sangat ku kenal, aku berlari kedepan untuk menemuinya, tetapi dira tak sednirian, disana kulihat seorang lelaki paruh baya berjalan dibelakang dira, beliau yang kuketahui adalah ayah dira menenangkan ku dan mengangkat ibu kedalam mobil, dan mengajnjurkan dira untuk bergegas kerumah sakit terdekat,
Dirumah sakit ibu divonis mengidap penyakit anemia dan TBC, dan beberapa faktor kelelaahan yang membuat ibu tak sadarkan diri, aku menangis disebelah ibu, menyesali perbuatan ku yang akhir-akhir ini jarang memperhatikan kondisi beliau yang semakin menurun.
setelah dira dan ayah nya pulang aku tetap dirumah sakit untuk menjaga ibu, dan berharap ia segera sadar,
Hari ini aku tak masuk sekolah, aku meminta izin sekolah lewat dira, dan tak lupa mengabarkan kelapa sekolah secara langsung.
ketika aku sedang memijat kaki ibu aku kedatangan tamu yang sedikit mengejutkan, ia adalah ayah dira, tetapi beliau datang sendirian,
ah wajar saja ini masih jam sekolah, dan kenapa aku mengharapkan dira datang untuk mengunjungi ku?
Ayah dira bertanya mengenai kondsii ibu dan keluarga ku saat ini, entah kenapa aku bisa menceritakan semua nya, ya semua nya benar-benar semua keadaan yang aku alami, aku tak tahu kenapa aku bisa menceritakan nyayang bahkan kepada dira pun aku terasa sangat berat untuk memberitahunya.
Tak kusangka ternyata beliau mengenal papa, dunia ini ternyata sangat sempit, pantas saja beliau penah mengatakan seperti pangling dan tak asing dengan wajah ibu, beliau bercerita pasca kepergian papa dan usahanya, tak semua usaha itu diambil oleh pihak bank dan dibawa lari oleh saudara ayah, masih ada beberapa kebun dan tanah yang di investasikan kepada ayah dira.
tetapi apakah itu hak ibu dan aku? ah biarkan beliau bercerita kepada ibu saja, yang aku pikirkan saat ini hanyalah mengenai kondisi ibu yang harus membaik
Selang beberapa hari dira mengunjungi ku bersama beberapa teman yang lain, Dina, Anita, dan juga Doni.Ini kali pertamanya aku dikunjungi oleh beberapa orang yang biasanya hanya dira atau dina yang menjenguk ibu, kita hanya mengobrol seputar wkeadaan disekolah dan doni yang beberapa kali bertingkah konyol, ketika saat akan pulang dira menawarkan ingin menemani ku di rumah sakit,
sepintas kulihat wajah Anita, disana ada tanda kekecewaan atau tak senang terpancar diraut wajah nya.
Dira, tolong jangan buat masalah untuk ku
Dira bersikeras untuk menemani ku, namun saat itu ibu bangun dan menyuruh ku untuk pulang, aku tak bisa membantah
sesaat ketika dirumah kulihat dira sedang memperhatikan sesuatu di ruang tamu, kulihat ia sedang memegang sebuah Frame Foto yang entah kapan ada disitu, Emosi ku sedikit memuncak, kurebut foto itu dari dira dan kubanting diatas lemari.
Dira sedikit heran melihat ku, menanyakan sesuatu yang membuat ku muak. kubentak ia, dan aku malah terkesan mengusir dira,
keadaan kami menjadi sedikit tidak enak.
Aku tahu akhir-akhir ini dira memberikan perhatian yang sedikit berlebihan terhadap ku, aku bukan cewek bodoh, dan aku sedikit senang, tetapi aku sadar akan posisi ku, aku sadar bahwa ada orang lain yang lebih layak mendapat kan perhatian dari dira, aku tak mau menambah masalah, hingga aku tak sadar apa yang aku katakan akan menyakiti diriku sendiri.
Dan Dira
Dira terlihat marah mendengar penjelasan dan perkataan ku, wajar kalau ia marah aku terkesan memojokkan nya yang sudah bersusah payah dan rela membantu ku,
aku seperti orang yang tidak tahu berterimakasih, yang menghakimi dira tanpa tahu apa maksut perkataan nya, dira pun pergi dari rumah setelah menjelaskan apa yang ia ingin katakan.
entah kenapa aku jadi berusaha menahannya, agar ia tak pergi, tetapi semua nya sia-sia..
Aku tahu ia orang yang sedikit keras kepala, dira pergi begitu saja, dan tanpa sepatah kata atau menoleh kearah ku. meninggalkan ku yang terduduk diruang tamu. sifat egois dan harga diri yang terlampau tinggi harus kubayar kedepannya..
yang membuatku semakin menyakiti diriku sendiri. lebih baik aku berhadapan dengan para berandalan-berandalan itu lagi daripada harus berhadapan dengan amsalah yang seperti ini.
semenjak itu dira terkesan menghindari ku, tidak ada ucapan 'hai' atau 'pagi' dari nya, namun sikap nya seperti itu sedikit lucu dan membuatku ingin tertawa, dira seperti berhadapan dengan preman yang ingin meminta uang dari nya,
ia seperti anak kucing yang berhadapan dengan induk singa, aku sadar ia sesekali mencuri padangan tetapi ketika aku menoleh dan menatap nya, dengan cepat dira mengalihkan pandagan dan terlihat sangat kaku.
Dasar Cowok Aneh
Pulang sekolah Dira menawarkan untuk mengantar ku sampai ke rumah sakit, entah kenapa aku senang mendengarnya, dan dira terlihat senang ketika aku mau diantar oleh nya, aku bersyukur dira masih mau berbicara kepada ku.
Dirumah sakit dira mengatakan sesuatu yang membuat dada ku sesak dan sakit, ia berkata bahwa perkataan ku kemarin ada benar nya dan ia akan mengerti tentang perasaan anita. seketika aku merasa ingin menangis. apa maksut nya agar ingin mengerti perasaan anita?
apa aku termakan ucapan ku sendiri?
"Dira maaf.." hanya itu yang bisa ku katakan, aku meminta maaf karena telah memberikan saran kepadanya agar lebih dekat dengan anita, aku ingin menarik kembali kata-kata ku, maafkan aku telah memberikan mu saran yang membuat hati ku sakit.
dan semua perkataan dira aku terima dengan terlalu berlebihan, aku tak bisa mengontrol perasaan ku, aku menjadi terlihat di depan dira. aku tak mau itu.
Dan semua nya berubah ketika mengungkap kan perasaan nya, ia mengatakan bahwa dira menyukai ku
aku jelas senang mendengar nya, sangat senang, tetapi apakah dira mengatakan nya hanya semata2 atas rasa kasihan terhadap ku, yang baru saja terlihat lemah didepannya? ia yang barusaja berkata ingin memberikan perhatian kepada anita, tetapi sekarang menembak ku dan mengucapkan rasa sayang?
Aku menjadi bimbang, setelah berpikir kuputuskan untuk mencoba jujur kepada dira atas semua nya, dan ingin melihat bagaimana reaksi nya,
dira menyanggupi dan bersiap untuk menunggu ku sampai ketika dimana aku siap menceriterakan semua nya.
Semua kenangan kelam yang ingin ku kubur dalam-dalam
Beberapa hari kemudian, sebelum aku menjelaskan semua nya kepada dira, aku bergegas untuk mencari seseorang, karena aku telah membulatkan tekad, ku temui ia dirumah nya, ah rumah yang besar,
sangat kontras dengan diriku, dan keluarga ku, memang ini keputusan ku yang tepat seperti nya, sebelum aku jujur kepada dira, aku ingin berbicara empat mata dengan...
Anita
Ah ya Anita,seorang gadis manis yang sedang dekat dengan dira, ia sering kali mengunjungi kelas ku ketika istirahat, hanya sekedar untuk mengajak dira ke kantin atau makan dikelas atau mengajak nya ke perpustakaan, aku kenal dengan Anita semenjak dari MOS, aku paham Anita memang menjadi buah bibir dikalangan para siswa lelaki, dan dira beruntung mendapatkan perhatian dari Anita, tetapi entah kenapa setiap aku melihat mereka berdua ada perasaan tak senang datang menghampiri ku
Aku kesal melihat mereka yang bercanda di kursi yang harus nya kutempati, atau berjalan di sepanjang koridor sekolah dengan penuh tawa,
Lenny.... Sadar kamu itu siapa, dira siapa dan mereka siapa, dira pantas mendapatkan yang terbaik,
dan ia bahagia bersama Anita bukan?
Dengan adanya dira yang selama ini sudah mau mengajak ku mengobrol pun seharusnya nya aku sudah puas, dan aku ingin mengharapkan lebih?
Sore itu aku menangis dikamar, aku tidak tahu apa yang membuat ku menangis ketika memikirkan dira yang bersama Anita, bodoh nya aku yang selama ini selalu berusaha kuat tetapi kenapa aku harus menangisi sesuatu yang tak penting seperti ini?
Ada apa dengan ku? Apakah aku mempunyai perasaan terhadap dira?
Aku tak pantas untuk nya, walaupun ia sudah mengetahui keadaan ku, tetapi itu belum semua, aku takut ketika ku beritahu semua nya, ia akan menjauhi ku dan berbalik membenci ku,
Hal yang selama ini tak pernah kuperdulikn, namun aku mencemaskannya ketika menyangkut dira.
Aku terlalu sibuk memikirkan diriku sehingga aku melupakan kondisi ibu, aku terlalu egois sehingga ibu yang sekarang sedang sakit sedikit kulupakan. Imbas nya adalah ketika ibu jatuh sakit tak sadarkan diri.
Sore itu aku pulang dari warung dan kulihat rumah sedikit lengang, aku mencari sosok ibu yang biasa nya pada jam seperti ini sedang duduk di depan tv atau didapur, ku cari ibu dikamar, betapa terkejut nya aku ketika mengetahui ibu tergeletak tak sadarkan diri di lantai, aku panik, aku berteriak memanggil ibu ku, aku ingin meminta pertolongan, para tetangga, orang lewat siapapun itu, namun tak ada yang menghampiri ku, lalu hanya satu nama yang terlintas di kepala ku
Dira
ku ambil ponsel satu2 nya bekas peninggalan papa, ku cari nomor yang pernah kudapatkan dari nya tempo hari, dengan tangis yang terisak-isak aku menjelaskan kepada nya, aku sedikit lega ketika ia berjanji untuk datang kerumah, aku pun kembali mendekap ibu yang masih tak sadarkan diri, ku periksa detang jantung nya, ah ibu masih bernafas.
tak beberapa lama kemudian, kudengar di pintu depan seseorang berteriak memanggil nama ku, suara yang sangat ku kenal, aku berlari kedepan untuk menemuinya, tetapi dira tak sednirian, disana kulihat seorang lelaki paruh baya berjalan dibelakang dira, beliau yang kuketahui adalah ayah dira menenangkan ku dan mengangkat ibu kedalam mobil, dan mengajnjurkan dira untuk bergegas kerumah sakit terdekat,
Dirumah sakit ibu divonis mengidap penyakit anemia dan TBC, dan beberapa faktor kelelaahan yang membuat ibu tak sadarkan diri, aku menangis disebelah ibu, menyesali perbuatan ku yang akhir-akhir ini jarang memperhatikan kondisi beliau yang semakin menurun.
setelah dira dan ayah nya pulang aku tetap dirumah sakit untuk menjaga ibu, dan berharap ia segera sadar,
Hari ini aku tak masuk sekolah, aku meminta izin sekolah lewat dira, dan tak lupa mengabarkan kelapa sekolah secara langsung.
ketika aku sedang memijat kaki ibu aku kedatangan tamu yang sedikit mengejutkan, ia adalah ayah dira, tetapi beliau datang sendirian,
ah wajar saja ini masih jam sekolah, dan kenapa aku mengharapkan dira datang untuk mengunjungi ku?
Ayah dira bertanya mengenai kondsii ibu dan keluarga ku saat ini, entah kenapa aku bisa menceritakan semua nya, ya semua nya benar-benar semua keadaan yang aku alami, aku tak tahu kenapa aku bisa menceritakan nyayang bahkan kepada dira pun aku terasa sangat berat untuk memberitahunya.
Tak kusangka ternyata beliau mengenal papa, dunia ini ternyata sangat sempit, pantas saja beliau penah mengatakan seperti pangling dan tak asing dengan wajah ibu, beliau bercerita pasca kepergian papa dan usahanya, tak semua usaha itu diambil oleh pihak bank dan dibawa lari oleh saudara ayah, masih ada beberapa kebun dan tanah yang di investasikan kepada ayah dira.
tetapi apakah itu hak ibu dan aku? ah biarkan beliau bercerita kepada ibu saja, yang aku pikirkan saat ini hanyalah mengenai kondisi ibu yang harus membaik
Selang beberapa hari dira mengunjungi ku bersama beberapa teman yang lain, Dina, Anita, dan juga Doni.Ini kali pertamanya aku dikunjungi oleh beberapa orang yang biasanya hanya dira atau dina yang menjenguk ibu, kita hanya mengobrol seputar wkeadaan disekolah dan doni yang beberapa kali bertingkah konyol, ketika saat akan pulang dira menawarkan ingin menemani ku di rumah sakit,
sepintas kulihat wajah Anita, disana ada tanda kekecewaan atau tak senang terpancar diraut wajah nya.
Dira, tolong jangan buat masalah untuk ku
Dira bersikeras untuk menemani ku, namun saat itu ibu bangun dan menyuruh ku untuk pulang, aku tak bisa membantah
sesaat ketika dirumah kulihat dira sedang memperhatikan sesuatu di ruang tamu, kulihat ia sedang memegang sebuah Frame Foto yang entah kapan ada disitu, Emosi ku sedikit memuncak, kurebut foto itu dari dira dan kubanting diatas lemari.
Dira sedikit heran melihat ku, menanyakan sesuatu yang membuat ku muak. kubentak ia, dan aku malah terkesan mengusir dira,
keadaan kami menjadi sedikit tidak enak.
Aku tahu akhir-akhir ini dira memberikan perhatian yang sedikit berlebihan terhadap ku, aku bukan cewek bodoh, dan aku sedikit senang, tetapi aku sadar akan posisi ku, aku sadar bahwa ada orang lain yang lebih layak mendapat kan perhatian dari dira, aku tak mau menambah masalah, hingga aku tak sadar apa yang aku katakan akan menyakiti diriku sendiri.
Dan Dira
Dira terlihat marah mendengar penjelasan dan perkataan ku, wajar kalau ia marah aku terkesan memojokkan nya yang sudah bersusah payah dan rela membantu ku,
aku seperti orang yang tidak tahu berterimakasih, yang menghakimi dira tanpa tahu apa maksut perkataan nya, dira pun pergi dari rumah setelah menjelaskan apa yang ia ingin katakan.
entah kenapa aku jadi berusaha menahannya, agar ia tak pergi, tetapi semua nya sia-sia..
Aku tahu ia orang yang sedikit keras kepala, dira pergi begitu saja, dan tanpa sepatah kata atau menoleh kearah ku. meninggalkan ku yang terduduk diruang tamu. sifat egois dan harga diri yang terlampau tinggi harus kubayar kedepannya..
yang membuatku semakin menyakiti diriku sendiri. lebih baik aku berhadapan dengan para berandalan-berandalan itu lagi daripada harus berhadapan dengan amsalah yang seperti ini.
semenjak itu dira terkesan menghindari ku, tidak ada ucapan 'hai' atau 'pagi' dari nya, namun sikap nya seperti itu sedikit lucu dan membuatku ingin tertawa, dira seperti berhadapan dengan preman yang ingin meminta uang dari nya,
ia seperti anak kucing yang berhadapan dengan induk singa, aku sadar ia sesekali mencuri padangan tetapi ketika aku menoleh dan menatap nya, dengan cepat dira mengalihkan pandagan dan terlihat sangat kaku.
Dasar Cowok Aneh
Pulang sekolah Dira menawarkan untuk mengantar ku sampai ke rumah sakit, entah kenapa aku senang mendengarnya, dan dira terlihat senang ketika aku mau diantar oleh nya, aku bersyukur dira masih mau berbicara kepada ku.
Dirumah sakit dira mengatakan sesuatu yang membuat dada ku sesak dan sakit, ia berkata bahwa perkataan ku kemarin ada benar nya dan ia akan mengerti tentang perasaan anita. seketika aku merasa ingin menangis. apa maksut nya agar ingin mengerti perasaan anita?
apa aku termakan ucapan ku sendiri?
"Dira maaf.." hanya itu yang bisa ku katakan, aku meminta maaf karena telah memberikan saran kepadanya agar lebih dekat dengan anita, aku ingin menarik kembali kata-kata ku, maafkan aku telah memberikan mu saran yang membuat hati ku sakit.
dan semua perkataan dira aku terima dengan terlalu berlebihan, aku tak bisa mengontrol perasaan ku, aku menjadi terlihat di depan dira. aku tak mau itu.
Dan semua nya berubah ketika mengungkap kan perasaan nya, ia mengatakan bahwa dira menyukai ku
aku jelas senang mendengar nya, sangat senang, tetapi apakah dira mengatakan nya hanya semata2 atas rasa kasihan terhadap ku, yang baru saja terlihat lemah didepannya? ia yang barusaja berkata ingin memberikan perhatian kepada anita, tetapi sekarang menembak ku dan mengucapkan rasa sayang?
Aku menjadi bimbang, setelah berpikir kuputuskan untuk mencoba jujur kepada dira atas semua nya, dan ingin melihat bagaimana reaksi nya,
dira menyanggupi dan bersiap untuk menunggu ku sampai ketika dimana aku siap menceriterakan semua nya.
Semua kenangan kelam yang ingin ku kubur dalam-dalam
Beberapa hari kemudian, sebelum aku menjelaskan semua nya kepada dira, aku bergegas untuk mencari seseorang, karena aku telah membulatkan tekad, ku temui ia dirumah nya, ah rumah yang besar,
sangat kontras dengan diriku, dan keluarga ku, memang ini keputusan ku yang tepat seperti nya, sebelum aku jujur kepada dira, aku ingin berbicara empat mata dengan...
Anita
Ekuivalen Part 13 14 15
sotokoyaaa dan jiyanq memberi reputasi
2
Kutip
Balas