Kaskus

News

G3A3Avatar border
TS
G3A3
Pertempuran Midway 4-7 Juni 1942
PERTEMPURAN MIDWAY 4-7 JUNI 1942


Pertempuran Midway 4-7 Juni 1942
Final Battle at Midway. (Picture Courtesy of Mike Newland. See his cool artwork at Zulumike.deviantart.com)


Pertempuran Midway merupakan titik balik dalam perang pasifik. Jepang yang sebelumnya selalu berhasil mengalahkan musuh dan siapa saja yang menghalangi kampanye mereka di kepulauan Pasifik dan Hindia harus menerima kekalahan pahit. Berkat kesuksesan tim intelijen AS, armada pasifik AS sanggup mengalahkan Jepang, 4 kapal induk yang dulu menerang Pearl Harbour tenggelam sedangkan mereka hanya kehilangan satu kapal induk. Di sini AS telah membalaskan dendam mereka pada Jepang atas serangan ke Pearl harbour enam bulan sebelumnya.

Dalam pertempuran ini 4 kapal induk Jepang (Akagi, Kaga, Soryu, dan Hiryu) tenggelam. Jepang telah kehilangan kekuatan utamanya. Meskipun kekuatan yang tersisa tetap patut diperhitungkan, namun AL Jepang tidak akan pernah menjadi kekuatan yang sama seperti sebelumnya. Ibarat macan tanpa taring dan cakar, tetap saja gahar wong namanya macan, tapi dia kehilangan jati dirinya sebagai predator yang ditakuti. Sejak saat itu, Jepang hanya mampu melakukan tindakan defensif terhadap wilayah jajahannya dan inisiatif penyerangan kini beralih pada Sekutu.

LATAR BELAKANG

Kegagalan invasi AL Jepang ke Port Moresby dan Tulagi dalam pertempuran Laut Koral telah menyadarkan Laksamana Ishoroku Yamamoto bahwa kekuatan laut sekutu masih kuat. Ditambah dengan serangan dari skuadron B-25 Mitchells pimpinan Jendral James Harold Doolittle atas Tokyo, meskipun tidak menimbulkan kerusakan yang berarti, namun cukup membuktikan bahwa pertahanan udara di pulau2 utama Jepang tergolong payah dan menunjukkan bahwa Angkatan Laut AS masih cukup kuat akibat kapal induk mereka lolos semua dari serangan ke Pearl harbour.

Yamamoto yang mengkhawatirkan keamanan kaisarnya mulai mempertimbangan untuk melumpuhkan armada pasifik Amerika Serikat secara total dan melebarkan wilayah jajahannya hingga ke tengah Samudra Pasifik dan memutuskan untuk melebarkan garis pertahanan Jepang dengan menginvasi wilayah Amerika, sasarannya adalah Midway di timur dan kepulauan Aleut di Utara. Midway adalah sebuah Atol (Pulau Karang) berdiameter enam mil, sebagian besar pulau ini tergenang oleh air laut, dan bagian pulau yang tidak tergenang air laut secara terus menerus merupakan bagian terkecil pulau ini. Letaknya berada di tengah-tengah samudra pasifik, kira-kira setengah perjalanan dari Tokyo hingga San francisco, karena itulah pulau ini diberi nama “Midway” yang berarti setengah jalan.

Midway memiliki Pangkalan Udara yang kuat, dan bisa dibilang sebagai “The Guardian of Pearl Harbour”. Midway juga menjadi batu pijakan AS dalam kampanye di pasifik. Terbukti beberapa bulan setelah kemenangan AS di Midway mereka memulai inisiatif menyerang setelah berbulan-bulan berkutat pada posisi bertahan. Dalam ofensifnya, pesawat-pesawat cargo dan kapal selam Amerika yang berasal dari Mainland seringkali transit di Midway untuk mengisi ulang bahan bakar. Midway juga mampu meluaskan radius operasi AL Amerika hingga 1200 mil.

Jika Midway berhasil direbut, akan banyak menambah keuntungan bagi kekaisaran Jepang. Diantaranya adalah melebarkan garis pertahanan Jepang, menjadi batu loncatan untuk mendarat di Pearl Harbour dan menghilangkan Akses AS untuk melakukan intervensi terhadap Jepang di Pasifik. Serangan di Midway juga bertujuan untuk memerangkap dan menghancurkan seluruh Armada kapal induk Amerika dan menghilangkan kekuatan ofensif mereka.

TOKOH TOKOH YANG TERLIBAT

Isoroku Yamamoto

Pertempuran Midway 4-7 Juni 1942

Merupakan Panglima Armada kekaisaran Jepang yang sangat percaya dengan kekuatan udara dalam pertempuran laut. Dia adalah otak dibalik serangan Pearl Harbour. Kekhawatirannya akan keselamatan kaisar akibat serangan Doolitle dan ketakutan Jepang atas Armada kapal induk Amerika yang dianggap masih cukup kuat mendorongnya untuk merencanakan invasi ke Midway.

Namun kekalahannya di sana ditambah hancurnya kekuatan utama armada Angkatan Laut kekaisaran Jepang serta kehilangan ribuan pilot dan pelaut yang berpengalaman membuat moralnya jatuh. Tahun 1943 yamamoto tewas di Bougainville saat pesawatnya ditembak jatuh oleh P-38 Lighting ketika sedang dalam perjalanan untuk menginspeksi pasukannya.

Chester W. Nimitz

Pertempuran Midway 4-7 Juni 1942

Lahir pada 24 Februari 1885. Sepuluh hari setelah serangan ke Pearl Harbour, Nimitz diangkat menjadi komandan tertinggi Armada Pasifik Amerika Serikat (CINCPACFLT) dengan pangkat Laksamana dan mulai bertugas pada 31 Desember 1941.

Dibawah kepemimpinannya, AL AS berhasil bangkit kembali dari keterpurukan sejak serangan di Pearl Harbour. Berkat kerja keras tim intelijennya serta pengintaian anak buahnya, Nimitz berhasil mengetahui serangan ke Midway dan tidak terpancing serangan umpan di Aleut. Namanya menjadi harum sejak kemenangannya di Midway.

Tahun-tahun berikutnya, hampir seluruh operasi yang dilakukan Marinir AS di pasifik seperti di Kepulauan Solomon, kepulauan Gilbert, Marshall, Mariana, Iwo Jima, dll. berada di bawah komandonya.september 1945 Nimitz menandatangani surat pernyataan menyerah dari Jepang diatas Geladak USS Missouri.

Chuichi Nagumo

Pertempuran Midway 4-7 Juni 1942

Setelah kesuksesannya di Pearl Harbour, dia memimpin armadanya mengusir inggris dari samudra hindia. Nagumo kurang merasa nyaman dalam penugasannya karena dia tidak terbiasa menggunakan kekuatan udara. Karena itu dia sangat bergantung pada Staffnya yang ahli dalam kekuatan udara AL. Minoru Genda. Juni 1942 dia kalah di Midway dan kehilangan keempat kapal induk yang dikirim dan banyak pesawat terbang serta prajurit2 yang terlatih dan berpengalaman.

Dia kemudian di copot dan ditugaskan didarat, dia bertugas di Kep. Mariana saat Amerika menyerbu pulau itu tahun 1944, menjelang akhir pertempuran di sana, dia melakukan harakiri, dan ajudannya menembak kepala dia dengan pistol untuk mengakhiri penderitaannya.

Minoru Genda

Pertempuran Midway 4-7 Juni 1942

Dalam perang pasifik, Genda menjadi pendamping Nagumo yang tidak berpengalaman dalam penggunaan kekuatan udara AL. Pada pertempuran Midway dia mengambil alih kepemimpinan pasukan udara AL dari Kapten Mitsuo Fuchida yang terkena usus buntu. Setelah Midway dia terlibat dalam berbagai pertempuran besar seperti Solomon dll.

Di ujung perang Genda membentuk sebuah Unit penerbang elit (343 Kokutai/Tsurugi Butai) sebagai pilihan alternative selain unit Kamikaze. Dia percaya bahwa meski telat dalam perang, pilot Jepang mampu menyetarai pilot Amerika yang berpengalaman apabila dibekali pelatihan yang cukup dan diberi pesawat State of the art.

Frank J. Fletcher

Pertempuran Midway 4-7 Juni 1942

Fletcher menjadi pimpinan Armada gabungan gugus tugas 16 dan 17 pada pertempuran Midway, ketika Yorktown tenggelam dia menyerahkan kepemimpinannya pada Spruance. Meskipun namanya menjadi harum ketika meraih kemenangan di Midway dan naik pangkat menjadi Laksamana Madya, para pengamat melihat dia sebagai orang yang terlampau berhati-hati, terutama setelah kehilangan satu kapal induk di laut koral dan satu lagi di Midway.

Akibat sifatnya itu, ketika menginvasi Guadalcanal di Kepulauan Solomon dia menarik mundur armada kapal induknya dari wilayah pendaratan. Hal itu membuat Armada amfibi tidak memiliki perlindungan udara dan rentan terhadap serangan Jepang, ini mendorong Laksamana Turner yang memimpin pasukan amfibi untuk menarik mundur armadanya sehingga membuat pasukan Marinir terdampar di Guadalcanal dengan hanya setengah perbekalan. Akibat kesalahannya, Fletcher tidak pernah diberi komando operasi penting lagi dan kemudian dipindahtugaskan ke Aleut, sejak saat itu namanya tak terdengar lagi.

Raymond A. Spruance

Pertempuran Midway 4-7 Juni 1942

Sebelum pertempuran Midway, dia adalah komandan dari divisi penjelajah V yang dibentuk untuk mengawal kapal induk Enterprisen pimpinan laksamana Halsey. Dua hari sebelum berlayar dari Pearl Harbour Spruance menjadi komandan gugus tugas ke 16 dibawah Komando Fletcher menggantikan laksamana Halsey yang masuk rumah sakit karena terkena penyakit kulit.

Dia dijuluki sebagai “Electric Brain” dikarenakan kemampuannya untuk tetap tenang meskipun sedang menghadapi situasi paling krisis sekalipun, dan julukan ini semakin semakin populer mengikuti kesuksesannya dalam pertempuran Midway. Laksamana Nimitz sendiri memuji performanya, para sejarawan juga mengakui bahwa kinerjanya di Midway sangat luar biasa. Selama perang Dunia 2 dia meraih banyak medali diantaranya Navy Cross dan Navy Distinguished service Medal.

STRATEGI YAMAMOTO

Rencana invasi pada Midway diserahkan kepada Laksamana Yamamoto. Karena dia telah sukses menyerang Pearl Harbour, dia diberikan kendali penuh atas operasi ini. Meskipun gagasan menyerang Midway dapat dibilang cukup simpel, namun strategi yang diterapkan sebenarnya cukup Rumit. Strateginya adalah membagi kekuatan untuk melaksanakan dua operasi, yaitu operasi AL dan MI. Operasi AL bertujuan memancing armada AS ke utara dan menjauhi Midway, untuk melakukan ini sebagian kecil armada Jepang, diantaranya dua kapal induk ringan, akan menuju kepulauan Aleut di Alaska dan menginvasi pulau Attu dan Kiska setelah membombardir pangkalan udara Dutch Harbour.

Kalau Nimitz terpancing untuk mengirim armadanya ke sana, barulah Yamamoto memulai Operasi MI, yaitu invasi ke Midway itu sendiri. Pertama armada Mobile Force (Armada kapal induk pimpinan laksamana Chuichi Nagumo) akan membombardir pangkalan di Midway untuk menghancurkan pesawat AS di sana, kemudian mereka akan menyerang kapal induk AS yang tiba untuk mempertahankan Midway. Armada utama sendiri tetap berada ratusan mil dibelakang Mobile Force, menunggu keberhasilan serangan Mobile Force untuk memulai invasi, sedangkan pesawat pengintai dan kapal selam Jepang mengintai di posisi antara Midway dan Hawaii untuk memberi peringatan pada Armada jika mendeteksi armada musuh.

Namun, meski direncanakan dengan hati-hati, Jepang mempunyai beberapa masalah. Pertama jadwal yang ketat membuat mereka kesulitan menghadapi beberapa situasi yang tak terduga. Kedua penempatan formasi antar armada yang terpencar berjauhan membuat setiap armada tidak dapat saling membantu. Ketiga, Jepang sama sekali buta akan kekuatan yang mempertahankan Midway serta pergerakan mereka. Meskipun begitu Yamamoto tetap optimis bahwa AS tidak akan menyadari rencananya. Dan ternyata dia salah.

PERSIAPAN NIMITZ

Sejak April 1942, AS sudah mencium indikasi serangan terhadap Midway. Sebuah tim pemecah sandi pimpinan Joseph Rochefort berhasil memecahkan sandi komunikasi rahasia AL Jepang dan menguak rencana mereka. Laporan ini pun diperkuat oleh pengintaian yang dilakukan kapal selam-kapal selam AS. Rochefort kemudian memberitahu Laksamana Chester W. Nimitz yang kemudian mengirim bala bantuan ke Midway.

Nimitz mulai membangun pertahanan di Midway. Garnisun pasukan dan pesawat dibangun secepat dan seefisien mungkin. Batalyon Raider 2 Marinir juga dikirim ke sana sebagai bala bantuan bagi batalyon pertahanan 6. Senjata-senjata anti pesawat disebar di seluruh pulau. Pertahanan paling utama dari Midway adalah angkatan udaranya. Nimitz mengambil setiap skuadron yang siap tempur dan mengirimnya ke Midway.

Dalam rancangan operasi no. 29-42 Nimitz memerintahkan kapal induk Hornet dan Enterprise dari gugus tugas 16 pimpinan Laksamana Muda Raymond Spruance untuk menuju Midway pada 28 mei, mereka kemudian bergabung dengan Yorktown dari gugus tugas ke 17 pimpinan Laksamana Muda Frank Fetcher. Untung bagi AS, kapal induk mereka berhasil melewati pasukan pengintai Jepang tanpa terdeteksi.

Nimitz yang mengetahui bahwa invasi ke Aleut hanyalah umpan, memutuskan untuk merelakan kepulauan itu. Dia hanya mengirimkan 15 kapal perang untuk mempertahankan Aleut. Dia juga berencana menjadikan Midway sebagai “Kapal induk” keempat. Namun dia menyadari sebagian besar dari 115 pesawat terbang di sana hanyalah pesawat tua dan lamban. Kesempatan terbesarnya adalah menggunakan seluruh pesawat terbangnya dengan serangan dadakan dan taktik hit and run untuk menghasilkan kerusakan sebesar-besarnya di pihak musuh.

Untuk mensukseskan strategi ini, Nimitz harus merahasiakan lokasi kapal induknya. Dia tidak memberitahu anak buahnya di Midway bahwa mereka akan mendapat dukungan Kapal Induk, sedangkan penerbang ALnya diberitahu bahwa mereka akan mempertahankan Pearl Harbour, bukan menyerang armada Jepang. Dalam hal ini Nimitz sudah mempunyai keunggulan, lawannya tidak mengetahui seluruh kekuatannya, sebaliknya dia sudah mengetahui kekuatan Armada Jepang berkat pengintaian yang sudah dilakukan.

0
4.9K
5
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
Sejarah & Xenology
KASKUS Official
6.5KThread11.6KAnggota
Tampilkan semua post
G3A3Avatar border
TS
G3A3
#1
Part 2
KRONOLOGIS PERTEMPURAN (1942)

7-8 Mei : Pertempuran laut koral, merupakan pertempuran laut pertama yang diperankan seluruhnya oleh Kapal Induk, AL AS menderita kerugian Kapal Induk USS lexington, Kapal Perusak Sims dan Kapal Minyak Neosho yang tenggelam serta USS Yorktown yang rusak parah.

AL Jepang menderita kerugian Kapal induk sedang Shoho Tenggelam, kapal induk berat Shokaku rusak dan harus mengalami perbaikan, sedangkan Zuikaku kehilangan sebagian besar kekuatan udaranya. Dari segi taktis jepang menang karena menderita kerugian lebih kecil namun dari sisi Strategis, Sekutu menang karena berhasil menggagalkan invasi di Port Moresby.

14 Mei : Di Stasiun HYPO, unit pemecah sandi dibawah komando Mayor Joseph J. Rocheford menemukan beberapa indikasi signifikan akan tindakan musuh, salah satunya adalah : “Serangan besar terhadap Midway/Oahu di minggu pertama bulan juli dan serangan simultan terhadap kepulauan Aleut.” dan pada 20 Mei HYPO kembali menyadap sebuah pesan bersandi Jepang yang meyakinkan bahwa “Midway” lah yang dimaksut dalam pesan tersebut.

25 Mei : Armada AL Jepang berlayar menuju midway dengan empat gugus tugas, satu gugus tugas melakukan serangan pengalihan pada kepulauan Aleut di pesisir Alaska dan sisanya menyerang atol Midway.

27 Mei : Rancangan operasi Armada Pasifik AS nomor 29-42 diumumkan dalam rangka mempertahankan Midway

28 Mei : Armada AL Jepang meninggalkan Jepang

2 Juni : 350 mil di timur laut Midway, gugus tugas ke 17 pimpinan Laksamana Muda Frank Jack Fletcher bergabung dengan gugus tugas ke 16 pimpinan Laksamana Muda Raymond A. Spruance, Fletcher menjadi perwiraa komando taktis selama pertempuran. Kedua gugus tugas tersebut mempunyai sekitar tiga kapal induk (Hornet, Enterprise, dan Yorktown), Midway berperan sebagai “kapal induk” ke empat.

3 Juni, The Opening Moves

Armada Utara AL Jepang memulai serangannya di Kepulauan Aleut untuk memancing Armada AS memecah kekuatannya.

09.00 : Sebuah pesawat Catalina memergoki sejumlah kapal Jepang.

18.00 : Sembilan pesawat pengebom yang dilepas dari Midway memergoki sejumlah kapal pengangkut Jepang, bom dijatuhkan namun tidak ada yang kena.

4 Juni, Pertempuran Dimulai

4.30 :
– Mobile force pertama armada jepang pimpinan Laksamana Chuichi Nagumo melepas sebuah Skuadron pesawat pembom tukik, pembom torpedo, dan pemburu pimpinan Letnan Joichi Tomonaga berjumlah 108 pesawat.
-Laksamana Fletcher melepas sebuah pesawat pengintai untuk mencari posisi Armada Jepang.

05.45 : Datang berita dari pesawat pengintai : “Banyak pesawat terbang musuh datang ke pulau itu (Midway).” Ada dua kapal induk dan satu kapal tempur musuh. 26 pesawat pemburu Amerika dikerahkan dari Midway untuk mencegat mereka, hampir semuanya dihancurkan.

06.00 : Serangan terhadap Midway dimulai, Marinir yang mempertahankan Pulau itu menderita korban dan kerugian material besar, namun mereka berhasil menembak jatuh sejumlah pesawat yang berisi pilot andalan Jepang.

07.28 : Sebuah pesawat pengintai Jepang menemukan sepuluh kapal permukaan AL AS yang tidak diketahui jenisnya di posisi timur laut armada Jepang.

07.52 : USS Hornet dan USS Enterprise melepas pesawat pembom mereka.

07.55 : 16 SBD Dauntless dari Midway pimpinan Mayor Lofton R. Henderson melakukan serangan terhadap kapal induk Hiryu dan gagal.

08.15 : Lima Zero diluncurkan dan tiga diantaranya mencegat rombongan B-17 yang berupaya menyerang kapal induk Akagi, Kaga dan Soryu. Mereka hanya menghasilkan kerusakan kecil pada B-17 namun semua bom yang dijatuhkan juga meleset.

09.17 : Pesawat torpedo dari USS Hornet pimpinan Letnan John C. Waldron melihat kapal induk Jepang dan mulai menyerang meskipun tanpa pengawalan pesawat pemburu. dari 15 pesawat yang ada, semuanya ditembak jatuh oleh pesawat pemburu Zero dalam rentang enam menit dan hanya satu orang yang selamat.

09.30 : 14 pesawat torpedo dari USS Enterprise pimpinan Mayor Eugene E. Lindsey yang dari tadi membuntuti kapal perusak Jepang Arashi (yang sebelumnya memisahkan diri dari armada untuk memburu kapal selam Nautillus) menyerang dan lagi-lagi tanpa perlindungan pesawat pemburu, 10 pesawat jatuh.

10.00 : Enam pesawat Torpedo dan enam pesawat pemburu dari USS Yorktown turut menyerang, namun segera disambut oleh puluhan pesawat pemburu “Zero”, dengan segera enam pesawat pemburu dan empat pesawat torpedo dihancurkan. Ketiga serangan gagal total, Jepang mulai mencurigai kehadiran kapal induk Amerika dalam pertempuran dan mulai waspada.

10.20 : 37 pesawat torpedo SBD Dauntless pimpinan Mayor C. Wade Mcclusky menyerang, pesawat Zero yang terbang rendah tidak bisa segera menukik keatas untuk mencegat mereka.

10.22 : Kaga yang baru selesai mengisi bahan bakar pesawatnya terkena empat buah bom, Awaknya meninggalkan Kaga yang masih terbakar.

10.25 : Soryu terkena tiga buah bom 1000 pound, kebakaran yang tidak bisa dipadamkan memaksa awaknya meninggalkan kapal induk sambil berteriak “BANZAI”, Soryu meledak lalu tenggelam. Hanya Hiryu yang lolos dari serangan ini.

10.26 : Akagi dengan 40 pesawat di geladak yang sedang mengisi bahan bakar terkena tiga buah bom, Akagi terbakar hebat dan ditenggelamkan oleh perusak Jepang keesokan harinya.

10.47 : Laksamana Nagumo meninggalkan Akagi, anak buahnya ditampung oleh sebuah kapal perusak, dan Nagumo memindah bendera kelaksamanaannya ke penjelajah Nagara.

11.00-14.28 : Hiryu mulai balas dendam, dia mengirim pembom tukik “Val” dan mengincar kapal induk Yorktown, Serangan pertama berhasil mencetak tiga bom tepat sasaran, membuat Yorktown rusak berat, memaksa Laksamana Fletcher memindahkan benderanya ke penjelajah berat Astoria dan menyerahkan komando taktis kepada Laksamana Spruance. Setelah perbaikan selesai, Yorktown mendapat serangan kedua dari Hiryu dan terkena dua torpedo.

15.00 : Awak USS Yorktown dievakuasi dari kapal.

16.58 : 24 pembom Tukik dari USS Enterprise (diantaranya merupakan pembom dari Yorktown yang sebelumnya rusak berat) menyerang Hiryu, Hiryu terkena empat bom dan terbakar hebat dan apinya tidak bisa dipadamkan.

19.25 : Kapal induk kaga yang ditinggalkan awaknya meledak setelah ditorpedo oleh kapal perusak Hazikage dan kemudian tenggelam.

5 Juni, Antiklimaks

Laksamana Chester W. Nimitz, Panglima tertinggi Armada Pasifik mengirim pesan kepada pada komandan gugus tugasnya : “Kalian yang berpartisipasi dalam pertempuran Midway telah menggoreskan sebuah lembaran keemasan dalam catatan sejarah kita. Saya bangga bekerjasama dengan kalian….”

02.55 : Yamamoto memerintahkan seluruh armada penyerang untuk mundur teratur.

03.15 : Hiryu ditinggalkan awaknya, kemudian dikaramkan oleh kapal perusak Jepang bersama dengan Laksamana Yamaguchi yang tidak ingin meninggalkan kapalnya.

14.36 : Kapal tunda (bekas penyapu ranjau) Vireo tiba dari Atol Pearl and Hermes Reef dan menyeret Kapal Induk Yorktown.

21.38 : kapal penjelajah Mogami dan Mikuma bertabrakan ketika berusaha menghindari kemungkinan serangan Torpedo dari USS Tambor, kedua kapal mengalami kerusakan yang mengakibatkan kecepatan berkurang drastis. Laksamana Yamamoto memutuskan meninggalkan mereka berdua dan memerintahkan kapal perusak Arashio dan Asashio untuk mengawal mereka.

6 Juni, Serangan Final

04.15 : Sebuah tim penyelamat yang terdiri dari awak kapal USS Yorktown memulai upaya untuk menyelamatkan kapal mereka. Mereka dikumpulkan sehari sebelumnya dari kapal-kapal yang mengevakuasi mereka pada 4 Juni sore hari melalui proses yang memakan banyak waktu.

05.34 : Mogami dan Mikuma diserang oleh delapan pesawat pembom B-17 Flying Fortress, semua serangan meleset.

08.05 : Enam pesawat SBD Dauntless dan enam SB2U Vindicators menyerang Mogami dan Mikuma, serangan mereka meleset, namun satu buah bom mengenai ruang makan perwira dan sebuah Vindicators jatuh mengenai kubah meriam di buritan Mikuma. Dalam serangan susulan ketika Mogami dan Mikuma menuju pulau Wake, datang tiga gelombang serangan yang dilakukan oleh 81 Dauntless dari kapal induk Hornet dan Enterprise.

Arashio dan Asashio masing-masing terkena sebuah bom, Mikuma terkena lima bom dan terbakar, torpedonya menyala dan menghasilkan ledakan besar, Mikuma kemudian pelan-pelan tenggelam bersama sekitar 600 awaknya, sedangkan Mogami terkena enam bom dan kubah meriam no. 5 hancur, 81 orang terbunuh. Mogami dan kapal perusaknya menyelamatkan 240 orang dan melanjutkan perjalanan ke Truk.

13.34 : Kapal Selam Jepang I-168 mendekati Yorktown tanpa terdeteksi dan menembakkan beberapa torpedo yang menenggelamkan kapal perusak Hamman dan menambah kerusakan Yorktown. I-168 menerima serangan bom laut namun berhasil lolos. Pertempuran Midway pun berakhir

7 Juni, Akhir Pertempuran

04.58 : Kapal Induk Yorktown yang menerima kerusakan secara terus menerus mulai dari tanggal 4-6 Juni akhirnya terbalik dan kemudian tenggelam.



KEKUATAN YANG BERHADAPAN

Amerika Serikat

kaskus-image

1. Striking Force

Task Force 16
– Kapal Induk : Hornet, Enterprise
– Penjelajah Berat : Northhampton, Vinceness, Pensacola, Minneapolis, New Orleans
– Penjelajah Ringan : Atlanta
– Desron I : Phelps, Worden, Monaghan, Aylwin
– Desron VI : Balch, Conyngham, Benham, Ellet, Maury
– Fueling Group : Dewey, Monssen, Cimarron, Platte

Task Force 17
– Kapal Induk : Yorktown
– Penjelajah Berat : Astoria, Portland
– Desron II : Morris, Hughes, Anderson, Hammann, Russell, Gwin

Submarine Task Force
– Task Group 7.1 : Cannalot, Flying Fish, Tambor, Trout, Grayling, nautilus, Grouper, Dolphin, Gato, Cuttlefish, Gudgeon, Grenadier
– Task Group 7.2 : Narwhal, Plunger, Trigger
– Task Group 7.3 : Tarpon, Finback, Pike, Growler

2. Midway Garrison

Air Group
– Marine Aircraft Group 22 : 27 Douglass SBD-2 Dauntless, 17 Change-Fought SB2U-3 Vindicator, 21 Brewster F2A Buffalo, 7 Grumman F4F-3A Wildcat.
– Naval Air Unit : 31 PBY-5 Catalina, 6 Grumman TBF-1 Avenger
– Detasemen AU ke 7 : 4 B-26 Marauder, 17 B-17 Flying Fortress

Local Defenses
– Batalion Raider 2 USMC, Kompi C dan D
– Batalion Pertahanan 6 USMC
– Skuadron MTB 1 dengan 6 PT Boat
– 4 kapal patroli kecil, 1 tanker dan 1 penyapu ranjau

Armada Jepang

kaskus-image

1. Starting Force

First Mobile Force
– 4 Kapal Induk : Akagi, Kaga, Soryu, Hiryu
– 2 Battleship : Naruna, Kirishima
– 2 Penjelajah : Tone, Chikuma
– 1 Penjelajah Ringan : Nagara
– 12 Kapal Perusak : Nowaki, Arashi, Hagizake, Maikaze, Kazagumo, Yuugumo, Makigumo, urakaze, Isokaze, Tanikaze, Akigumo
– 5 Tanker : Kyokuto Maru, Shinkoku Maru, Toho Maru, Nippon Maru, Kokuyo Maru

Main Body
– 1 Kapal Induk Ringan : Hosho
– 3 Battleship : Yamato, Mutsu, Nagato
– 1 Penjelajah Ringan : Sendai
– 9 Kapal Perusak : Yuukaze, Fubuki, Shirayuki, Hatsuyuki, Murakumo, Isonami, Uranami, Shikinami, Ayanami
– 1 Tanker : Naruto.
– 1 Supply Ship : Toei Maru.

Strike Force
– 1 kapal Induk Ringan : Zuiho.
– 2 Battleship : Kongo, Hiei.
– 4 Penjelajah : Atago, Chokai, Myoko, Hagura.
– 1 Penjelajah Ringan : Yura.
– 8 Kapal Perusak : Murasame, Samidare, Harusame, Yuudachi, Asagumo, Minagumo, Natsugumo, Mikazuki
– 4 Tanker : Sata Maru, Surumi Maru, Genyo Maru, Kenyo Maru.
– 1 Kapal Reparasi : Akashi.

Midway Occupation Force
-Transportation
12 Transport ship : Kiyozumi Maru, Keiyo Maru, Zenyo Maru, Goshu Maru #2, Toa Maru, Kano Maru, Argentina Maru, Hokuriku Maru, Brazil Maru, kirishima Maru, Azuza Maru, Nankai Maru.
3 Patrol Boat : Patrol Boat #1, #2, #34.
1 Tanker : Akebono Maru.

– Escort Force
1 Penjelajah Ringan : Jintsu.
10 Kapal perusak : Kuroshio, Oyashio, Yukikaze, Amatsukaze, Tokitsukaze, Hatsukaze, Shiranuhi, Kasumi, Arare, Kagero.

Occupation Support Force
– 4 Penjelajah : Kumano, Suzuya, Mogami, Mikuma.
– 2 Kapal Perusak : Arashio, Ashasio.
– 1 tanker : Nichiei Maru.

Minesweeper Group
– 4 Penyapu Ranjau : Tama Maru #3, Tama maru #5, Shonan Maru #7, Shonan Maru #8.
– 3 Pemburu Kapal Selam : Subchaser #16, #17, #18.
– 1 Supply Ship : Soya.
– 2 Kapal Cargo : Meiyo Maru, Yamafuku Maru.

HASIL PERTEMPURAN

KERUGIAN DI PIHAK AS
1 Kapal Induk (Yorktown) Tenggelam.
1 Kapal Perusak (Hamman) Tenggelam.
145 Pesawat.
307 orang tewas.

KERUGIAN DI PIHAK JEPANG
4 Kapal Induk (Akagi, Kaga, Soryu dan Hiryu) Tenggelam.
1 Penjelajah berat (Mikuma) Tenggelam.
1 Penjelajah berat (Mogami) Rusak berat.
2 Kapal perusak (Arashio dan Asashio) rusak sedang.
1 Battleship (Haruna) rusak ringan.
1 Kapal Tanker (Akebono Maru) Rusak ringan.
1 Kapal Perusak (Tanikaze) Rusak ringan.
292 pesawat.
3057 orang tewas/terluka.

SETELAH PERTEMPURAN

Tanggal 9 Juni, kapal selam USS Trout mengevakuasi dua orang yang selamat dari Penjelajah berat Mikuma yang tenggelam. 10 hari kemudian, seaplane dari destroyer USS Ballard dipandu oleh sebuah PBY menuju lokasi tempat awak kapal Hiryu terapung. Seaplane itu menyelamatkan 35 orang yang semuanya adalah kru mesin yang sengaja ditinggal untuk mati saat seluruh awak kapal induk dievakuasi. Tanggal 21 Juni, sebuah PBY dari Skuadron Black cat (VP-24) menyelamatkan dua penerbang Douglass TBD Devastator dari USS Enterprise. Itulah korban terakhir yang diselamatkan.

DAMPAK PERTEMPURAN

Pertempuran Midway merupakan kemenangan besar pertama bagi AS. Setelah pertempuran ini, keadaan di pasifik berbalik 180 derajat. Jepang kehilangan pilot, awak dan teknisi berpengalaman dalam jumlah besar. Butuh waktu bertahun2 bagi Jepang untuk melatih kembali pilot dan teknisi menggantikan yang sudah tewas, dan itu belum termasuk pengalaman tempur yang tak tergantikan. Dengan hilangnya empat kapal induk andalan beserta isinya, Yamamoto telah menyadari bahwa dia tidak hanya kalah dalam pertempuran, tapi juga peperangan.

Kekalahan total dan memalukan ini menimbulkan goncangan moral yang besar bagi perwira dan pejabat Jepang yang mengetahuinya. Untuk mencegah jatuhnya semangat tempur pasukan, hasil pertempuran menjadi Top secret dan hanya perwira yang benar benar berkepentingan yang berhak mengetahui kebenarannya. setiap personel yang terlibat dalam pertempuran diasingkan dari dunia luar dan kekalahan ini pun diberitakan sebagai kemenangan pada rakyat Jepang.

Tindakan seperti ini kelak akan membawa moral shock bagi rakyat Jepang ketika Homeland mereka mulai diserang oleh pesawat bomber musuh secara terus menerus. Mereka tidak menyangka musuh yang sudah mereka “kalahkan” sanggup menembus pertahanan pulau utama mereka. Pun juga demikian bagi perwira jepang yang harus mempertahankan pulau strategis, mereka tidak mengetahui bahwa mereka tidak mendapat dukungan dari Armada AL hingga terlambat. Seperti:Letnan jendral Tadamichi Kuribayashi yang harus mengubah strategi pertahanan pulau Iwo Jima secara mendadak begitu tahu bahwa dia tidak mendapat dukungan Angkatan Laut.

Midway menjadi batu loncatan Amerika Serikat dalam kampanyenya di Pasifik, sejumlah besar pesawat kargo dan kapal selam melakukan transit di Midway untuk mengisi ulang bahan bakar.Posisi AS yang sebelumnya defensif kini menjadi ofensif dengan dimulainya kampanye di Guadalcanal dan pulau2 strategis lainnya. Sebaliknya, Jepang mati2an dalam posisi bertahan. Industri dalam negri tidak sanggup mengganti kapal induk yang hilang dengan cepat. Angkatan Lautnya sedikit demi sedikit dihancurkan hingga tidak bisa mendukung pasukan yang mempertahankan pulau-pulau strategis mereka.
Diubah oleh G3A3 07-12-2016 12:31
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.