- Beranda
- Stories from the Heart
Di ujung jalan
...
TS
3005fm
Di ujung jalan

Prolog cerita dihapus untuk tempat index cerita.
Untuk memudahkan pembacaan cerita dan karena ada beberapa yang request, maka saya bikin list partnya. Setiap part yang udah di update akan langsung dimasukan ke index.
Semoga makin semangat baca ceritanya
Di ujung jalan :
Bab 1 - Wawancara Majalah Food & Travel
Bab 2 - Pameran Seni
Bab 3 - Pertemuan Kedua
Bab 4 - Karyawan Baru
Bab 5 - Mengenal Nata
Bab 6 - Ini Apa ?
Bab 7 - Sakit
Bab 8 - Happiness
Bab 9 - Undefined Feeling
Bab 10 - Penjelasan dan Luka Lama
Bab 11 - Rasa Penasaran
Bab 12 - Something Wrong
Bab 13 - Liar
Bab 14 - Penyakit Bulan
Bab 15 - Egois
Bab 16 - Nekat
Bab 17 - Hurt (again)
Bab 18 - Salah Paham
Bab 19 - Akhir yang Baik
Bab 20 - Finally
Di ujung jalan (Bimo POV) :
Bab 1 - Pertemuan Awal
Bab 2 - Diam-diam
Bab 3 - Kebodohan
Bab 4 - Solo
Bab 5 - Pengakuan
Bab 6 - Shows Her
Bab 7 - Move On
Bab 8 - New Girl
Bab 9 - Nadia
Bab 10 - Jealous
Bab 11 - Jadian
Bab 12 - Kembali
Bab 13 - 1st Anniversary
Bab 14 - Accident
Bab 15 - Lost Her
Diubah oleh 3005fm 15-01-2017 19:24
anasabila memberi reputasi
1
14.4K
117
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
3005fm
#94
Di ujung jalan (Bimo POV)
Bab 10
Jealous
Gue udah lama nggak ngobrol sama Bulan, kami emang sekelas. Tapi gue duduk di barisan yang beda, Bulan duduk di barisan depan, sedangkan gue duduk di barisan belakang. Bulan duduk di samping Ardi. Entah sejak masuk kelas 11 ini, Ardi nggak duduk lagi di samping gue. Ardi duduk di samping Bulan sampe sekarang. Gue sempet beberapa kali ketemu mereka di kantin sekolah pas jam istirahat, gue cuma tos ala cowok sama Ardi dan gue hanya tersenyum kecil ke arah Bulan.
Sejak Bu Endang menyerahkan tanggung jawab lomba bulan bahasa ke gue dan Nadia, gue jadi sering ke mana-mana sama Nadia. Entah makan. nongkrong, atau sekedar makan di warung depan sekolah. Kayak sekarang, gue lagi menunggu Nadia di kantin sekolah sambil menyeruput teh botol.
"Oi, Bim." Gue menengok ke arah samping begitu merasakan bahu kiri gue ditepuk. Ternyata Bulan. gue udah lama nggak ngobrol sama dia....
"Eh, hai Lan. Apa kabar ?" Gue bertanya sambil tetap menyeruput teh botol.
"Sok-sok an nanyanin apa kabar ke gue. Biasa juga main toyor-toyoran." Bulan terkekeh sambil mengambil alih teh botol gue.
"Nggak papa, formalitas aja. Gue udah lama nih nggak ngobrol panjang sama lu. Gak bareng Ardi ?"
"Ardi lagi eskul futsal, ini gue lagi nungguin. Iyanih, lu kan sekarang bareng Nad-nad terus."
"Sok tau lu. itu gara-gara gue sama Nadia disuruh Bu Endang buat jadi penanggung jawab lomba bahasa."
"Yah, kan dari biasa bareng lama-lama juga ada rasa."
"Apaan sih, gaje lu. Lu juga dong sama Ardi ?"
Gue menyadari perubahan ekspresi Bulan yang bersemu merah begitu mendengar gue menyebut nama Ardi. "Doain aja, Ardinya masih cuek-cuek gitu. Tapi kemaren gue jalan sama dia dong...."
Gue mengangguk-angguk, "Oh gitu. Gue doain biar cepet jadian yak."
Gue menyadari Nadia nggak balik-balik. padahal udah 30 menit dia pergi beli roti bakar.
"Ya udah Bim, gue duluan ya. Ardi udah sms katanya nunggu di pintu gerbang. Bye see you."
Gue melambaikan tangan ke arah Bulan. "Bye, Lan."
Gue melanjutkan menyeruput teh botol kedua gue sambil menunggu Nadia.
"Udahan ngobrol sama Bulan nya ?"
Gue kaget, nggak tau Nadia muncul dari mana. Dia menatap ke arah gue sambil melipat kedua tangannya yang sedang memegang bungkusan berisi roti bakar.
Cemburu ?
Diubah oleh 3005fm 15-12-2016 11:14
0