- Beranda
- Stories from the Heart
PAKU YANG TERKUTUK
...
TS
AzharKondel
PAKU YANG TERKUTUK
PAKU YANG TERKUTUK

Konon katanya bagi yang tidak membaca intro dibawah ini bukan orang ganteng !! READ FIRST
Spoiler for Intro:
Assalamualaikum wr wb, untuk memulai jalan cerita dari alur yang penulis buat ini, penulis mohon untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu ada pepatah yang berkata "Bila Tak Kenal Maka Tak Sayang", namun pepatah ini pada zaman saat ini tidak berefek banget ya, contohnya penulis udah kenal ama dia lama hari eh dianya gak sayang malah sayang ama yg lain.
. Oke langsung aja penulis merupakan mahasiswa yang saat ini bekerja juga, umur penulis juga masih belasan tahun kira kira masih imut kan. Penulis saat ini bekerja sebagai junior web programmer di PT.XXX (Sengaja ga dikasih tau, takutnya di datengin), dan lebih jelasnya penulis bernama "AZHAR PRABUDI"
. Oke langsung aja penulis merupakan mahasiswa yang saat ini bekerja juga, umur penulis juga masih belasan tahun kira kira masih imut kan. Penulis saat ini bekerja sebagai junior web programmer di PT.XXX (Sengaja ga dikasih tau, takutnya di datengin), dan lebih jelasnya penulis bernama "AZHAR PRABUDI"
Spoiler for INDEX:
Diubah oleh AzharKondel 15-12-2016 23:58
anasabila memberi reputasi
1
10K
Kutip
91
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
AzharKondel
#4
PART - 1 Asal Mula Tragedi Desa Tersebut
Spoiler for Part - 1:
Konon zaman dahulu hidup seorang dukun di pedalaman pulau jawa, dukun tersebut sangat ahli bahkan memiliki ilmu yang tidak di miliki dukun dukun yang ada di wilayah tersebut. Setiap ada warga yang mengalami kesakitan, dukun tersebut selalu memberikan bantuan dengan mengobati setiap warga warga yang ada. Awal pengobatannya dimulai dukun tersebut hanya meminta bayaran seikhlasnya, namun seiring waktu berjalan sang dukun meminta agar setiap warga yang datang untuk melakukan pengobatan dengannya rela dan siap mengobarkan hewan ternak untuk ditumbalkan. Denger cerita cerita dari warga setempat, bahwa hewan ternak yang ditumbalkan tsb, digunakan dia untuk memberikan makanan kepada jin jinnya agar selalu patuh kepadanya, bahkan ada beberapa warga yang mengatakan bahwan hewan ternak yang diberikan tersebut digunakan untuk memanggil jin jin lainnya. Dukun ini merupakan warga pendatang dari luar desa tsb, tidak diketahui latar belakangnya seperti apa, namun saat pertama datang ke desa tsb dukun ini memiliki perilaku yang diluar batas manusia atau yang kita ketahui dengan kata 'GILA'. Sering kali dukun tersebut memakan hewan hewan yang ada di desa, bahkan anak ayam pun dia makan mentah mentah. Warga mengetahui hal tersebut dari salah seorang warga yang mengintip kediaman rumah si dukun sebutlah si 'Jono', Jono ini mengatakan kepada warga warga bahwa pendatang baru yang saat ini menjadi dukun di desa memakan hewan hewan secara mentah, dan darahnya diminum. Namun rasa resah atau gelisah warga tidak ada, mereka tidak mempercayai jono dan sampai saat ini pun mereka malah lebih percaya kepada sang dukun dan mengabaikan informasi yang diberikan jono waktu dahulu. Seiring waktu terus berlalu warga selalu menuruti setiap keinginan dukun tersebut, agar segala penyakit yang di derita warga selalu di sembuhkan oleh sang dukun, namun tidak begitu lama ada seorang pendatang baru yang identitasnya tidak jelas, orang tersebut memiliki wajah yang cerah dan usianya dapat diperkirakan sekitar 30-35 tahun. Sebutlah pendatang itu si 'Aki', Aki ini berniat hanya untuk singgah semaleman di desa tersebut dan ingin melanjutkan perjalannnya besok pagi untuk mencapai tujuan yang dia inginkan. Kebetulan aki ini saat memasuki desa bertemu dengan jono, dan jono mempersilahkan aki untuk menginap dirumahnya. Tepat malam hari, tiba tiba jono duduk berdua dengan aki diruang tamu dan mulai saat itu jono menceritakan berbagai hal yang terjadi di desa ini kepada aki. Aki sangat kaget dengan apa yang diceritakan oleh jono, dan berkata "ASTAGFIRULLAH, apa yang dia lakukan terhadap warga di desa ini sehingga membutakan pandangannya terhadap Tuhan !!!" dan pada malam itu juga cerita dimulai. Aki dan jono berdua pergi menuju rumah sang dukun, terlihat suasana desa sangat sepi sunyi dan kemungkinan warga sudah berisitrahat semua, seketika masuk ke rumah sang dukun dan bertemu sang dukun. Sang dukun berkatat "Hai pemuda apa yang kalian lakukan tengah malam disini ? apakah kalian ingin berobat ? Mana hewan ternaknya ", mulai dari situ Aki berbicara dengan sang dukun bahwa apa yang selama ini dilakukannya adalah salah dan tidak mengarahkan umat manusia terhadap hal yang baik. Tidak senang dengan pembicaraan Aki, sang dukun pun hanya tertawa dan menujukkan ke arah kanan ruangan mbah dukun sembari berkata "Lihat itu !! lihat beberapa boneka itu, sekali aku bakarkan boneka itu warga disini akan mati semua termasuk kau *melirikkejono* ". Dengan perkataan seperti itu Aki sangatlah marah, dan akhirnya memutuskan untuk menghabiskan sang dukun, namun sebelum itu ternyata dukun ini adalah raja dari jin yang berada di pedesaan tersebut. Sang aki pun terkaget, namun tidak menggoyahkan jiwa aki, pertarungan sengit pun terjadi antara aki dan sang dukun. Sehingga akhirnya sang dukun pun takluk oleh aki, sebelum aki menghabisi nyawa sang dukun aki sempat dibisiki oleh seseorang dia berkata "Jika kau ingin membunuhnya, tancapkan PAKU panjang ke dalam mulutnya lalu kau tancapkan ke tembok hingga dia meraskan kesakitan". Sang aki pun meminta jono mencari paku yang panjang, lalu tangan aki tersebut mencekek bagian leher sang dukun sehingga mulut sang dukun terbuka seketika terbuka aki menancapkan paku tersebut ke dalam mulut sang dukun *kalau bahasa kita dipantek* DAK DAK DAK !!! sang dukun pun mati. Boneka yang berada diruangan tersebut di buang oleh aki, dan pada esok harinya aki pun langsung pergi meninggalkan desa tsb. Sebelum aki pergi meninggalkan desa tersebut aki sempat berkata "Mayat sang dukun sudah saya bersihkan, untuk paku yang tertancap di dinding tsb tolong jangan di cabut atau di sentuh. Kalau bisa di jauhkan dari orang orang yang usil, apabila paku tersebut di cabut yang hanya bisa menghadapi jin dari sang dukun tersebut hanya saya atau pewaris saya karena saya telah mengambil batu yang dimiliki oleh dukun tersebut".
PART 2 - KAMI SALAH BERKUNJUNG
Spoiler for PART 2:
Perkenalkan terlebih dahulu, kami adalah mahasiswa yang saat ini sedang mencari cari tentang benda bersejarah untuk tugas kami. Kelompok kami terdiri dari 5 orang yang terdiri dari 2 wanita 3 pria. 2 Wanita ini sebut saja dengan nama panggilan mereka yaitu 'Jopi' dan 'Ale', dan 3 pria ini sebut saya namanya 'Indro','Agus','Yanto'. Kami berlima membaca koran, bahkan mencari cari di internet untuk menemukan benda benda sejarah yang belum banyak orang ketahui, setiap harinya selalu kami mencari agar mendapatkan bahan bahasan untuk tugas kuliah kami. Selang beberapa hari menghabiskan waktu untuk mencari, kami menemukan sebuah koran bekas yang memiliki informasi yang sangat menarik namun informasi tersebut sudah lama sekali yaitu pada tahun '20 Desember 1999' . Dikoran tersebut dituliskan "PAKU AJAIB", setelah dibaca lebih jelas, kamu memutuskan untuk mengambil bahasan tentang PAKU tsb. Langkah selanjut kami, kami mencari informasi mengenai lokasi desa tersebut, jarak tempuh yang harus kami lalui serta transportasi apa yang harus kami gunakan untuk mencapai ke lokasi tersebut. Setelah dipikirkan secara matang, kami berlima memutuskan untuk pergi ke lokasi tersebut. Setelah jauhnya perjalanan yang kami lewati, akhirnya kami sampai di lokasi kami disambut dengan baik oleh warga tersebut, dan sebagian warga pastinya sudah tau bahwa kunjungan kami ke lokasi untuk menyaksikan langsung "PAKU AJAIB" tsb, bahkan bukan kami saja yang datang hanya melihat paku tersebut, beberapa warga dari desa lain bahkan dari luar pulau pun berdatangan untuk melihat paku ini. Paku ini dilihat sekilas mata bentuknya hanya biasa saja, tidak ada istimewa namun seketika paku ini pegang paku ini akan bergetar kencang, kononnya apabila kami melakukan permohonan dengan paku tsb tidak lama apa yang kami mohon akan dikabulkan. Karna kedatangan kami kesini hanya untuk mencari bahasan untuk tugas, kami tidak ingin berlama lama di tempat ini dan kami sudah memperkirakan kemungkinan akan bermalam hanya sehari saja. Tepat pada malam hari, sekitar pukul jam 12an malam kami sudah izin kepada bapak 'Joko' selaku pengurus rumah yang berisikan paku tersebut untuk kami singgahi, dan kami ditemani oleh bapak 'Joko' untuk menyinggahi rumah tersebut, sejujurnya bapak joko tidak menyarakan kami untuk melakukan kunjungan malam hari dikarenakan takut terjadi hal hal yang tidak menyenangkan, namun karna kami sudah jelaskan bahwa kami datang kemari untuk melakukan pekerjaan kampus sehingga bapak joko memberikan izin untuk kami berkunjung. Oke, setelah kami dan bapak joko sampai di depan rumah tersebut. Kami mulai merasakan perasaan tidak enak, serasa di dalam rumah tersebut ada yang berpenghuni. Suara langkah langkah anak kecil terdengar dirumah itu, dan bapak joko menegaskan ke kami bahwa apakah kami yakin untuk melanjutkannya, dan kamu menjawab dengan seyakin yakinnya kami akan melanjutkannya. Namun seketika melangkah menuju pintu Ale berteriak "JANGANN !!!! JANGAN JANGAN JANGAN !!!!" kami semua kaget, bahkan bapak joko pun bingung dan berkata "Ada apa mba ??", Kemudian ale menjawab "Tidak pak tadi saya sempat melihat ada orang gelantungan di atas pintu sembari mau nyekek bapak, tapi kayanya hanya firasat saya aja", dengan perasaan sedikit menegangkan dan ingin menenangkan pa joko berkata "yaudah niat kalian baik baik kesini, tidak diganggu kok yuk masuk". Langkah demi langkah kami lewati untuk menuju keruangan, seperti ada bayangan yang mengikuti dibelakang kami dan seperti ada yang mengintip di sela sela jendala yang berada di sisi kiri dan kanan kami, persasaan takut terus menghantui dengan keadaan gelap dan hanya di sinari oleh senter saja dannnnn !!!!! Akhirnya kami sampai di lokasi paku ajaib itu berada. Kami mulai mendokumentasikan setiap hal hal yang berada di ruangan ini, mulai dari paku tsb bahkan meja dan bangku bangku tersebut. Dan perlahan lahan dari kami satu persatu menyentuh paku tersebut dengan harapan untuk membuktikan apakah benar paku tersebut bisa bergetar, dan betul saja paku tersebut bergetar sangat kencang namun yang herannya tidak lepas dari tembok tersebut, apakah paku itu di tancapkan dengan begitu kencang ?. Setelah melakukan hal tsb, satu persatu dari kami mulai dari Indro akan melakukan permohonan, indro menyentuh paku tersebut dan mulai berdoa sesuai dengan keinginannya dia. Satu persatu dari kami melakukan permohonan hingga dimana akhirnya ale, yang menyentuh paku tersebut. BAMM !!!! , Seketika ale memegang kepala dan kesakitan entah bayangan atau gambaran apa yang dia dapati selama dapat paku tersebut, pa joko terheran heran dengan kejadian ini. Ale berteriak teriak dan berkatan "Lepaskan Paku Itu !!!! Lepaskan Paku Itu !!!! Lepaskan Paku Itu !!!!
Lepaskan Paku Itu !!!! atau tidak akan ku habisi perempuan ini", mendengar perkataan seperti itu pa joko dan kami pun ketakutkan, pa joko terlihat sangat kebingungan entah apa yang mesti dilakukan, namun seketika terdengar bunyi seperti benda jatuh ke lantai TAK TAK TAK, kami menengok semua dan ternyata AGUS melepaskan paku itu dengan begitu mudah dan berkata "SUDAH KULEPASKAN !!! TOLONG JANGAN BUNUH DIA !!", lalu apa yang terjadi ? pa joko menampar kencang agus dan berkata "AGUS !!! Kau tidak tau apa yang terjadi apabila kau lepaskan paku itu ?" Agus menjawab "Saya tidak tau dan saya tidak ingin teman saya mati, lalu apa yang terjadi selanjutnya tidak ada kan ? Ayo kita pulang malam ini juga !" *DUMB SEKETIKA SENTER MATI SEMUA* , kami semua panik dan berteriak "Ada apa ini ada apa, dan kami menyebut nama masing masing dan berusaha untuk menyalakan senter kami" *FLASH akhirnya senter kami menyala, dan bersyukur semua teman teman kami ada semua termasuk ale. Ale pun kemudian berdiri, dan kami menanyakan kondisi dia "Le, lu gimana tadi kenapa gak papa kan ?" ale menjawab dengan tenang "Gak papa kok, coba deh tengok ke pintu depan kayanya ada sesuatu". Kami pun tercengang dan kebingungan akan perkataan ale, seketika kami berlari bersama sama menuju pintu depan, dan .......Kami melihat mayat pa joko yang sedang digantung di atas pintu, dan rasanya mayat seperti mayat sudah lama. Kami pun tercengan tidak bisa berkata apa apa, dan kami bersama sama menengok ke ale dan apa yang terjadi ......
Diubah oleh AzharKondel 15-12-2016 23:16
0
Kutip
Balas