Kaskus

Story

onealoneAvatar border
TS
onealone
Cinta Dalam Hati
CINTA DALAM HATI



Prolog

Quote:



Pagi ini cerah sekali, matahari mengintip malu-malu dari bali pegunungan, udara pagi yang dingin sukses membangunkan tidur gw. Hari ini, semester pertama gw di kelas XI setelah semester kemarin gw berhasil naik kelas dengan nilai yang pas-pasan. Gw sudah sangat amat tidak sabar agar segera tiba di sekolah, setelah berminggu-minggu menahan rindu yang sangat menusuk-nusuk hati gw dan hari ini rindu itu akan terbayarkan. Setelah selesai sarapan gw pamit sama ortu dan berangkat dengan segudang rindu bersama Re*o kuning kesayangan gw. Pagi ini gw harus tiba lebih dahulu daripada dia agar gw bisa melihatnya berjalan masuk gerbang sekolah sang pengobat rindu "Rianti".

Dan perkiraan gw tepat, pukul 6.10 gw sudah sampai di sekolah, kepagian sih tapi demi rindu yang sudah tidak bisa gw bendung lagi datang subuh pun gw rela(alay lu bosemoticon-Big Grin). Sambil menunggunya gw buka kembali folder foto Rianti yang gw save di hp, sebagian ada yang gw ambil dari media sosialnya sebagian lagi ada yang gw ambil secara candid. You know, how much i love you?

Dua puluh menit kemudian sekolah sudah mulai ramai kedatangan murid-murid baru, tempat kakak senior mencari para dedek gemes. Sebuah mobil sedan hitam berhenti lalu pintu belakang terbuka dan keluarlah seorang cewek cantik yang mengenakan seragam putih abu-abu, dia yang sukses mengobrak-abrik hati ini, setelah pamit dengan pria paruh baya yang menurut gw adalah ayahnya dia lalu berjalan menuju gerbang sekolah, gw berpura-pura mengecek motor gw sambil sesekali melihatnya. Ah rindu gw kini terbayar sudah, bersembunyi dibalik motor gw memerhatikan dirinya. Terus gw perhatikan tiba-tiba kepalanya menoleh ke arah gw yang berada di parkiran.

Pandangan kami bertemu

Quote:


Diubah oleh onealone 21-01-2017 12:28
oktavpAvatar border
oktavp memberi reputasi
3
41.6K
431
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
onealoneAvatar border
TS
onealone
#65
Part 3
Diriku yang pernah berharap memiliki mu
Diriku yang pernah berharap menyentuh cinta mu
Namun itulah angan-angan ku yang jauh
Kini ku sadari aku hanyalah pengagum rahasia mu....

Disini, di tempat ini, dibawah rintikan hujan gw selalu menantinya menanti seseorang & cintanya...
3 tahun dan sampai kapan pun perasaan ini akan tetap tertata rapi di relung hati gw ...
Gw nggak memiliki keberanian untuk mendekati dan memberitahu perasaan gw kepadanya, yang gw tahu gw hanya memiliki cinta, bahkan cinta gw padanya begitu besar, sehingga menutupi semua rasa keberanian yang gw miliki ....

Sore itu hujan masih setia mengguyur bumi, gw berdiri tak jauh di depan Rianti, dia sedang duduk kursi yang menempel di dinding teras. Sekali lagi gw beranikan diri untuk mencairkan suasana

“Oh iya, cowok lo mana Rin, tumben nggak bareng?” Tanya gw

“Hmm Fadli udah pergi duluan bareng temen-temennya main futsal” jawabnya

“Ouuh, lo nggak temenin dia”

“Males yo ,dia kalau futsalan bisa sampe 3 jam an, gw orangnya nggak betah beralama-lama di suatu tempat”

“Ooh” jawab gw melingkarkan bibir, satu lagi sifat yang gw ketahui dari rianti

Setelah itu hening kembali, pikiran gw buntu untuk mencari obrolan lain, yang hanya bisa gw lakukan hanyalah kembali menikmati suasana hujan yang kali ini terasa sangat bermakna bagi gw. Seseorang pria berumur 30an dengan payung hitam besar ditangannya menghampiri kami,

“Non Rin ayo pulang saya sudah bawain paying” ucap pria itu

“Oh iya Pak, Yo mau bareng gw nggak? Biar dinterin supir gw”

“Makasih rin, gw pake motor sendiri”

“Oh iya lupa hehe, yaudah gw duluan ya, hmm jaketnya gw pake dulu gapapa kan?”

“Silahkan rin, pake aja sampe kapanmu lo mau”

“See you tomorrow” lagi-lagi dia mendedipkan matanya lalu pergi bersama supirnya, membuat gw meleleh

Gw kembali menunggu di teras sendirian tepatnya menunggu hujan reda memikirkan sekilas momen barusan sekaligus menunggu sahabat gw Melva yang daritadi sedang rapat di ruang osis dan belum kelar-kelar sampai sekarang, gw mau nagih es krim magnum yang dijanjikannya tadi pagi.


Tak lama dia muncul dari menuruni tangga bersama Beni rekannya di kelas tadi, raut wajahnya kesal seperti tidak suka beni mengikutinya,

“Yuk yo, pulang”

“Ayo mel bareng gw aja, gw bawa mobil” pinta Beni

“Ben, plis, udah berapa kali gw bilang gw pulang bareng aryo, ngotot banget sih lo” ucap melva dengan raut wajah yang kesal

“Tapi ini masih hujan loh, ujan-ujanan ntar lo sakit lagi”

“Siapa bilang mau ujanan, kita nunggu ujan reda dululah oon, dah yuk ke kantin yo” melva menarik tangan gw dan pergi menjauhi beni yang menatap sinis ke arah gw

Kami menuju ke kantin lebih tepatnya gw dipaksa mengikutinya ke kantin sampai di sana melva meninggalkan gw menuju salah satu warung yang belum tutup dan membeli dua buah magnum seperti yang dijanjikannya.
“Neh, seperti yang lo minta tadi” dia menyerahkan satu magnum

“Loh kok satu, kan gw minta dua mel”

“Satu dulu besok satu lagi, lo makan satu aja lama, apalagi dua cair ntar tuh es”

“Yaudah deh”

Kami kembali diam menikmati es masing-masing, melva sahabat gw memang nggak pernah lupa akan janjinya, semenjak gw bersahabat dengannya dia nggak pernah sekalipun berjanji palsu. Sebenarnya gw suka dengannya tapi hanya suka sebatas sahabat, sifatnya yang easy going dan ceplas-ceplos membuat dia mudah berteman dengan siapa saja.

“ Yo, lo masih suka sama Ririn?” tanyanya tiba-tiba

“Iyalah mel, sampe kapanpun gw akan tetap cinta”

“Terus kenapa lo nggak pernah ngedeketin dia?”

“Karena dia udah punya pacar mel, oon” ucap gw diplomatis

“Ish, bilang aja lo takut, nggak punya nyali”

“itu salah satunya sih, hehe”

“Lo tu ya bego, sampai kapan lo nahan sakit terus menerus ngeliat dia jalan sama orang lain?”

“Gak papa mel, gw sanggup, ini masalah gw, lo urus aja masalah lo sendiri” kata gw mulai emosi

“Lo tuh ya pengecut banget jadi cowok, saran gw lo cari cinta yang baru atau perjuangin cinta lo“

“Udahlah mel biar ini jadi masalah gw, biar gw yang cari jalan keluarnya”

“Teserahlah, gw gini karena gw peduli sama lo” ucapnya

Gw agak kaget mendengar perkataan melva barusan, semenjak tadi pagi sikapnya agak berubah ke gw, tapi gw nggak mau ambil pusing mungkin lagi PMS. Tak terasa es krim kami sudah habis selama berdebat tadi, hari juga sudah mulai semakin gelap dan hujan sudah reda, tanpa pikir panjang gw mengajak melva pulang

“Pulang yuk” ajak gw

“Yuk, capek banget gw hari ini” jawabnya, pandangannya sayu

Kami beranjak dari kantin menuju parkiran luar, tiba-tiba melva menggenggam tangan gw, hal yang tak pernah dilakukannya selama kami bersahabat setahun belakangan ini.
JabLai cOY
oktavp
oktavp dan JabLai cOY memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.