- Beranda
- Stories from the Heart
FADED...
...
TS
menghilanglupa
FADED...
thanks a lot for impressively beautiful cover nya
Quote:
FADED
Dengan hati terbuka,
izinkan aku untuk berbagi rasa, yang apabila ku pendam sendiri nyatanya hanya membawa resah, hanya hampa tanpa kata ketika aku coba pendam dalam dada.
Aku tau, pilu hanya akan kelabu jika aku tak bergerak maju, dan aku paham, menahan dalam kelam pada akhirnya hanya membawa keresahan.
maka dengan segala kerendahan hati, aku ingin coba menbagikan. sebuah kisah tak berujung yang sampai saat ini aku pendam, sendiran
izinkan aku untuk berbagi rasa, yang apabila ku pendam sendiri nyatanya hanya membawa resah, hanya hampa tanpa kata ketika aku coba pendam dalam dada.
Aku tau, pilu hanya akan kelabu jika aku tak bergerak maju, dan aku paham, menahan dalam kelam pada akhirnya hanya membawa keresahan.
maka dengan segala kerendahan hati, aku ingin coba menbagikan. sebuah kisah tak berujung yang sampai saat ini aku pendam, sendiran

Quote:
Pertemuan terkadang menghasilkan sesuatu yang sulit untuk dilupakan,
pertemuan juga kadang membuat kita penuh keheranan,
mengapa waktu begitu ahli dalam mengatur detak hati yang seakan hampir mati.
Pertemuan yang indah selalu membuat kita tak merasa lelah. Ada sebuah gairah yang membuat kita semangat dan tak hentinya tersenyum hingga melupakan resah,
adakalanya pertemuan terjadi begitu tiba-tiba, tanpa permisi atau memberi tanda.
Inilah yang terjadi saat ini,
lagi sebuah pertemuan yang sempat membuat hati bertanya sejuta arti.
Apakah gerangan yang membuat jantung begitu berdetak lebih kencang dari bisanya,
hati bergetar lebih cepat dan napas pun adakalanya ikut-ikutan tak stabil dalam menjalankan fungsinya,
sedikit berlebihan memang,
tapi beginilah keadaannya. Efek dari sebuah pertemuan yang aku khawatirkan akan berubah menjadi sebuah harapan,
yang semakin lama semakin aku rasakan kebenarannya.
Tapi sekali lagi,
siapa yang bisa melawan jika hati telah menentukan pilihan untuk berlabuh.
Sekuat apapun raga, jika hati telah memaksa untuk jatuh kedalam rasa yang dinamakan cinta,
maka semua raga dan segenap jiwa akan bertekuk lutut pada hati,
dan itu tandanya, jatuh cinta telah nyata akan hadirnya.
pertemuan juga kadang membuat kita penuh keheranan,
mengapa waktu begitu ahli dalam mengatur detak hati yang seakan hampir mati.
Pertemuan yang indah selalu membuat kita tak merasa lelah. Ada sebuah gairah yang membuat kita semangat dan tak hentinya tersenyum hingga melupakan resah,
adakalanya pertemuan terjadi begitu tiba-tiba, tanpa permisi atau memberi tanda.
Inilah yang terjadi saat ini,
lagi sebuah pertemuan yang sempat membuat hati bertanya sejuta arti.
Apakah gerangan yang membuat jantung begitu berdetak lebih kencang dari bisanya,
hati bergetar lebih cepat dan napas pun adakalanya ikut-ikutan tak stabil dalam menjalankan fungsinya,
sedikit berlebihan memang,
tapi beginilah keadaannya. Efek dari sebuah pertemuan yang aku khawatirkan akan berubah menjadi sebuah harapan,
yang semakin lama semakin aku rasakan kebenarannya.
Tapi sekali lagi,
siapa yang bisa melawan jika hati telah menentukan pilihan untuk berlabuh.
Sekuat apapun raga, jika hati telah memaksa untuk jatuh kedalam rasa yang dinamakan cinta,
maka semua raga dan segenap jiwa akan bertekuk lutut pada hati,
dan itu tandanya, jatuh cinta telah nyata akan hadirnya.
Quote:
FADED
Bab. 3
Shadow
Intermezzo
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Intermezzo
Shadow
Intermezzo
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Intermezzo
Bab 4.
Shadow become light
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Intermezzo
Shadow become light
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Intermezzo
the end
Spoiler for dari agan-agan :
Quote:
Quote:
Original Posted By canisfamiliaris►
OLA
Bagai abu arang sate yang terbang
Percikan debu hanya mampu berlalu
Wahai angin, apa salahku?
Kenapa harus aku?
Kau terbangkan aku
Kau ombang-ambingkan aku
Kau hempaskan aku
Kau bawa pergi jiwaku
Jauh......Jauh hingga aku lupa
Lupa akan tiada gunanya aku
Lupa tempatku
Lupa jati diriku
Jika itu kehendakmu, bawalah aku
Bawa aku bersamamu
Bawa aku kemanapun kau mau
Aku yang hanya pelengkapmu
Aku yang hanya mengotorimu
Tak mampuku tanpamu
Bersamamu aku menjadi sesuatu
Jangan kau pudarkan asaku
Bagai abu arang sate yang terbang
Percikan debu hanya mampu berlalu
Wahai angin, apa salahku?
Kenapa harus aku?
Kau terbangkan aku
Kau ombang-ambingkan aku
Kau hempaskan aku
Kau bawa pergi jiwaku
Jauh......Jauh hingga aku lupa
Lupa akan tiada gunanya aku
Lupa tempatku
Lupa jati diriku
Jika itu kehendakmu, bawalah aku
Bawa aku bersamamu
Bawa aku kemanapun kau mau
Aku yang hanya pelengkapmu
Aku yang hanya mengotorimu
Tak mampuku tanpamu
Bersamamu aku menjadi sesuatu
Jangan kau pudarkan asaku
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 210 suara
[ SPOILER ] HATI DIYAS BAKAL BERLABUH KE SIAPA ?
OLA
80%
RHEA
10%
VELIN
10%
Diubah oleh menghilanglupa 14-01-2017 21:33
jenggalasunyi dan 8 lainnya memberi reputasi
7
484.7K
Kutip
2.9K
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•54.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
menghilanglupa
#323
Guardian Angel
Part 6
"olaaaaa apa gue bilang, lu jadi basah kuyup kaan"
tian dengan merasa bersalah memberhentikan motornya tepat didepan rumah ola.
ola hanya tersenyum
"gue pengen lagi"
ola berkata tanpa sedikitpun bergerak, masih tetep berada di atas motor tian
"lu serius la ? sakit nanti, lagian nanti mamah lu marah"
ola menggeleng
"mamah gue gak pernah marah"
"ah enggak ah, nanti ayah lu nyariin, gue nanti dimarahin"
dengan menolak tian menjawab
"ayah gue gak pernah marah"
ola masih terus berada diatas motor tian, seakan enggan untuk turun
"gak berani gue la, lu nanti pasti sakit"
tian masih terus berusaha menolak
ola hanya terdiam, kemudian memeluk tian dari belakang, erat, begitu erat
tian saat itu hanya mematung dengan begitu terkejut, detak jantung bergemuruh seakan tak percaya dengan apa yang dilakukan ola.
"eh eh la, lu kenapa ?"
"gue pengen lagi"
"lu yakin la ?"
"gue pengen lagi"
dekapan ola semakin erat, memberi tanda bahwa keinginannya begitu kuat
"yaudah, tapi nanti kalo orangtua lo marah, gue gak ikutan ya la"
tian akhirnya mengiyakan permintaan ola itu
"mereka gak pernah marah"
dengan perlahan ola membalas
"oke,oke deh, lu mau kemana?"
"dibelakang lu"
"bukan gitu la, maksud gue lu mau pergi kemana ?"
"kemana aja, asal gue ada dibelakang lu"
akhirnya tian pun menyerah, sembari tersenyum kecil dengan perlahan dia melapas tuas kopling lalu menarik kuda besinya, pelan hingga akhirnya menjadi deruan yang memecah hujan.
mengelilingi jakarta dengan begitu banyak genangan, berbasah ria dibawah derasnya hujan dan petir yang menyambar, pelukan ola yang erat tambah memacu andrenalin tian untuk semakin menarik gas lebih dalam, hingga deru mesinnya mengalahkan gelegar. ola pun begitu menikmati suasana itu, menikmati mendekap tian yang begitu dia impikan, hingga seakan tak pernah ingin ia lepaskan.
"ola, udah sampe"
tian pun menepuk perlahan tangan ola yang melingkar diperutnya, iya, hingga larut malam mereka mengelilingi jakarta dibawah hujan.
ola pun melepaskan dekapannya dari tubuh tian, kemudian perlahan turun dari atas motor
"la, gue takut ortu lu marah, pasti marah, gimana la ?"
sambil membuka helm tian dengan sangat was-was melirik wajah ola yang sedikit menggigil kedinginan
ola pun tersenyum dengan begitu manis dan ceria, seakan dinginnya hujan telah tergantikan dengan bahagia yang begitu luar biasa.
"mereka gak pernah marah, lu masuk dulu ya tian"
segera ola memencet bel dengan perlahan.
mamah dan ayah ola pun segera keluar dan berlari menghampiri tian dengan raut yang sangat cemas, dengan segera ayah ola membuka gerbang dan ibu ola mendekap anak gadis satu-satunya ini begitu erat.
tian panik dan begitu ketakutan
ola pun tersenyum dan perlahan melapaskan diri dari pelukan mamahnya
"mah, pah, ini tian, tadi ola minta tian ngajak ola jalan-jalan"
mendengar ucapan anaknya ini pun, sontak kedua orangtua ola terkejut tak percaya,
mamah ola pun menangis sambil mendekap ola dengan begitu erat, ayah ola pun begitu, dengan segera dia menuju ke arah tian lalu merangkulnya dengan tak kalah eratnya, dengan menyeka air mata, ayah tian berujar pelan ke arah tian
"nak, masuk dulu ya"
sontak tian bingung, tak percaya dengan tingkah keluarga kecil yang ada dihadapnya, namun dengan segera dia mengiyakan untuk masuk ke rumah ola.
Part 6
Quote:
gue kembali ada di rumah ola, kembali harus melihat bagian masa lalu, kembali harus bertemu dengan sedih yang begitu menggebu.
"yas makan"
dengan perlahan ola menyodorkan semangkok sereal koko keran
"makasih la"
akhirnya gue makan juga, dengan semangat gue raih mangkok dari tangan ola,
but, waiiiit !
"la, mana susunya la ?"
saat itu gue lihat semangkok penuh sereal koko keran tanpa susu, iya cuman kepingan sereal doang
"susu ?"
dengan pelan dan terheran ola menjawab
"iya susunya, biasanya kan gitu"
kata gue sedikit protes
"aneh lo yas"
ola dengan lahap menyantap koko keran itu tanpa sedikitpun melihat gue
"la, jangan bilang lo makan sereal ini gak pake susu !"
ola hanya menggeleng dan terus menikmati serealnya
ampun gusti
mana bisa kenyang
dengan prihatin gue menatap mangkok sereal ditangan gue, dengan melihat ola yang begitu lahap gue pun pasrah, ah yaudah lah daripada gue kelaperan akhirnya gue gado seral itu -_-
ditengah lahapnya ola menyantap sereal, tiba-tiba dia ngeliat ke arah gue, lalu dengan pelan berkata
"lo gasuka yas ?
gue pun kaget
"hah ? gasuka ? oh suka, suka banget la, ntaaap !"
"bohong"
dengan pandangan gak percaya ola terus menatap gue
"beneran la, nih gue makan nih"
jujur gue laper banget
dan sekarang gue cuman ngemilin sereal doang
sebagai pendukung garis keras stetmen 'belum makan namanya klo belum makan nasi' bagi gue sereal ini kaya numpang lewat doang di lambung gue.
ola ini kalo makan cepet banget, sumpah cepet, gak sampe dua menit semangkuk sereal penuh udah habis lagi.
"la buru-buru amat lu makannya"
gue pun bilang ke ola sedikt terheran
"lu aja yang kelamaan"
ola pun, berlalu ke dapur dan mengambil dua segelas susu.
"habis makan minum susu yas, nih"
ola pun menaruh segelas susu putih diatas meja
KAMPREEET KAN GAES ?!!
"laaah ini ada susu la, kenapa lu gak campur dari tadi, ah elu mah"
gue pun segera meraih susu dimeja dan ingin menyampur dengan sereal ditangan gue, tapi dengan cepat ola merebut susu yang akan gue ambil itu.
"gaboleh dicampur"
ola kemudian menjauhkan susu jatah gue itu dan menaruhnya kembali ke dapur.
"napa ga boleeeh laaaa ? gue lapeeeer"
dengan protes dan memelas gue minta susu itu
"gaboleh"
ola cuman bilang begitu dari dapur

ola pun kembali duduk tepat di depan gue dan terus ngelihatin ritual gue ngegado sereal koko keran, gue pun rada risih juga
"ngapain lu ngeliatin la ? lu masih laper ? nih ambil aja ?
gue berkata dengan keheranan
"enggak, gue kenyang, gue punya banyak"
"lah terus napa lu liatin mulu, risih tau laaa"
"terusin makannya yas, gak baik makan sambil ngomong"

gue pun melahap habis sereal koko keran itu dengan mata merem
ola kemudian kedapur dan mengambil segelas susu tadi lalu menyodorkan ke gue
"nih minum yas"
gue pun meraih susu itu dan menenggak perlahan, UNTUNG GUE NENGGAKNYA PERLAHAN !
"ola ini susu apa laaaa ? kok rasanya gini banget, nek banget ?"
gue pun kaget, sumpah ini susu rasanya hanyir banget gaes
"sapi"
"iya gue tau susu sapi tapi mereknya apa ? kok rasanya gini-gini banget"
"sapi"
"jangan bilang ini susu sapi asli langsung dari tetek sapi la !!!!"
ola mengangguk
wtf, wtf, wtf gue seketika muel banget
"lo panasin dulu gak laa ?!"
ola menggeleng
madafaka !!!!! gue hampir muntah, segera gue taruh susu itu diatas meja.
"kenapa ga dihabisin yas, lo gasuka ?"
dengan pelan ola berkata gitu
"ENGGAK ! ENEK GUE LA"
dengan menahan muel gue segera nyender di sofa
ola pun terdiam, lalu memandangi susu yang gak gue habisin itu
melihat sikap ola yang begitu dengan penasaran gue bertanya
"lu kenapa la ?"
ola cuman diem, sampil terus nontonin susu tetek sapi itu
mamenit, nammenit, hingga akhirnya sepuluh menit ola cuman diem
dengan menyebut nama Tuhan, gue pun segera meraih susu tetek sapi itu dan menenggak sampai benar-benar tetes terakhir !
ola pun kemudian tersenyum manis, lalu mengambil gelas itu dan menaruh di dapur.
gue menggelinjang, perut gue bergejolak berontak
"yas sini masuk ke kamar"
dari dalem kamar, ola memanggil gue dengan pelan, gue pun segera datang menghampiri
"gue pengen cerita"
ola pun meraih erat tangan gue lalu menuntun untuk memandangi ribuan photo tian yang tergantung hampir diseluruh dinding kamar ola.
"yas makan"
dengan perlahan ola menyodorkan semangkok sereal koko keran
"makasih la"
akhirnya gue makan juga, dengan semangat gue raih mangkok dari tangan ola,
but, waiiiit !
"la, mana susunya la ?"
saat itu gue lihat semangkok penuh sereal koko keran tanpa susu, iya cuman kepingan sereal doang
"susu ?"
dengan pelan dan terheran ola menjawab
"iya susunya, biasanya kan gitu"
kata gue sedikit protes
"aneh lo yas"
ola dengan lahap menyantap koko keran itu tanpa sedikitpun melihat gue
"la, jangan bilang lo makan sereal ini gak pake susu !"
ola hanya menggeleng dan terus menikmati serealnya
ampun gusti
mana bisa kenyang
dengan prihatin gue menatap mangkok sereal ditangan gue, dengan melihat ola yang begitu lahap gue pun pasrah, ah yaudah lah daripada gue kelaperan akhirnya gue gado seral itu -_-ditengah lahapnya ola menyantap sereal, tiba-tiba dia ngeliat ke arah gue, lalu dengan pelan berkata
"lo gasuka yas ?
gue pun kaget
"hah ? gasuka ? oh suka, suka banget la, ntaaap !"
"bohong"
dengan pandangan gak percaya ola terus menatap gue
"beneran la, nih gue makan nih"
jujur gue laper banget
dan sekarang gue cuman ngemilin sereal doang
sebagai pendukung garis keras stetmen 'belum makan namanya klo belum makan nasi' bagi gue sereal ini kaya numpang lewat doang di lambung gue.ola ini kalo makan cepet banget, sumpah cepet, gak sampe dua menit semangkuk sereal penuh udah habis lagi.
"la buru-buru amat lu makannya"
gue pun bilang ke ola sedikt terheran
"lu aja yang kelamaan"
ola pun, berlalu ke dapur dan mengambil dua segelas susu.
"habis makan minum susu yas, nih"
ola pun menaruh segelas susu putih diatas meja
KAMPREEET KAN GAES ?!!

"laaah ini ada susu la, kenapa lu gak campur dari tadi, ah elu mah"
gue pun segera meraih susu dimeja dan ingin menyampur dengan sereal ditangan gue, tapi dengan cepat ola merebut susu yang akan gue ambil itu.
"gaboleh dicampur"
ola kemudian menjauhkan susu jatah gue itu dan menaruhnya kembali ke dapur.
"napa ga boleeeh laaaa ? gue lapeeeer"
dengan protes dan memelas gue minta susu itu
"gaboleh"
ola cuman bilang begitu dari dapur

ola pun kembali duduk tepat di depan gue dan terus ngelihatin ritual gue ngegado sereal koko keran, gue pun rada risih juga
"ngapain lu ngeliatin la ? lu masih laper ? nih ambil aja ?
gue berkata dengan keheranan
"enggak, gue kenyang, gue punya banyak"
"lah terus napa lu liatin mulu, risih tau laaa"
"terusin makannya yas, gak baik makan sambil ngomong"

gue pun melahap habis sereal koko keran itu dengan mata merem
ola kemudian kedapur dan mengambil segelas susu tadi lalu menyodorkan ke gue
"nih minum yas"
gue pun meraih susu itu dan menenggak perlahan, UNTUNG GUE NENGGAKNYA PERLAHAN !
"ola ini susu apa laaaa ? kok rasanya gini banget, nek banget ?"
gue pun kaget, sumpah ini susu rasanya hanyir banget gaes
"sapi"
"iya gue tau susu sapi tapi mereknya apa ? kok rasanya gini-gini banget"
"sapi"
"jangan bilang ini susu sapi asli langsung dari tetek sapi la !!!!"
ola mengangguk
wtf, wtf, wtf gue seketika muel banget
"lo panasin dulu gak laa ?!"
ola menggeleng
madafaka !!!!! gue hampir muntah, segera gue taruh susu itu diatas meja.
"kenapa ga dihabisin yas, lo gasuka ?"
dengan pelan ola berkata gitu
"ENGGAK ! ENEK GUE LA"
dengan menahan muel gue segera nyender di sofa
ola pun terdiam, lalu memandangi susu yang gak gue habisin itu
melihat sikap ola yang begitu dengan penasaran gue bertanya
"lu kenapa la ?"
ola cuman diem, sampil terus nontonin susu tetek sapi itu
mamenit, nammenit, hingga akhirnya sepuluh menit ola cuman diem
dengan menyebut nama Tuhan, gue pun segera meraih susu tetek sapi itu dan menenggak sampai benar-benar tetes terakhir !
ola pun kemudian tersenyum manis, lalu mengambil gelas itu dan menaruh di dapur.
gue menggelinjang, perut gue bergejolak berontak

"yas sini masuk ke kamar"
dari dalem kamar, ola memanggil gue dengan pelan, gue pun segera datang menghampiri
"gue pengen cerita"
ola pun meraih erat tangan gue lalu menuntun untuk memandangi ribuan photo tian yang tergantung hampir diseluruh dinding kamar ola.
Quote:
"olaaaaa apa gue bilang, lu jadi basah kuyup kaan"
tian dengan merasa bersalah memberhentikan motornya tepat didepan rumah ola.
ola hanya tersenyum
"gue pengen lagi"
ola berkata tanpa sedikitpun bergerak, masih tetep berada di atas motor tian
"lu serius la ? sakit nanti, lagian nanti mamah lu marah"
ola menggeleng
"mamah gue gak pernah marah"
"ah enggak ah, nanti ayah lu nyariin, gue nanti dimarahin"
dengan menolak tian menjawab
"ayah gue gak pernah marah"
ola masih terus berada diatas motor tian, seakan enggan untuk turun
"gak berani gue la, lu nanti pasti sakit"
tian masih terus berusaha menolak
ola hanya terdiam, kemudian memeluk tian dari belakang, erat, begitu erat
tian saat itu hanya mematung dengan begitu terkejut, detak jantung bergemuruh seakan tak percaya dengan apa yang dilakukan ola.
"eh eh la, lu kenapa ?"
"gue pengen lagi"
"lu yakin la ?"
"gue pengen lagi"
dekapan ola semakin erat, memberi tanda bahwa keinginannya begitu kuat
"yaudah, tapi nanti kalo orangtua lo marah, gue gak ikutan ya la"
tian akhirnya mengiyakan permintaan ola itu
"mereka gak pernah marah"
dengan perlahan ola membalas
"oke,oke deh, lu mau kemana?"
"dibelakang lu"
"bukan gitu la, maksud gue lu mau pergi kemana ?"
"kemana aja, asal gue ada dibelakang lu"
akhirnya tian pun menyerah, sembari tersenyum kecil dengan perlahan dia melapas tuas kopling lalu menarik kuda besinya, pelan hingga akhirnya menjadi deruan yang memecah hujan.
mengelilingi jakarta dengan begitu banyak genangan, berbasah ria dibawah derasnya hujan dan petir yang menyambar, pelukan ola yang erat tambah memacu andrenalin tian untuk semakin menarik gas lebih dalam, hingga deru mesinnya mengalahkan gelegar. ola pun begitu menikmati suasana itu, menikmati mendekap tian yang begitu dia impikan, hingga seakan tak pernah ingin ia lepaskan.
"ola, udah sampe"
tian pun menepuk perlahan tangan ola yang melingkar diperutnya, iya, hingga larut malam mereka mengelilingi jakarta dibawah hujan.
ola pun melepaskan dekapannya dari tubuh tian, kemudian perlahan turun dari atas motor
"la, gue takut ortu lu marah, pasti marah, gimana la ?"
sambil membuka helm tian dengan sangat was-was melirik wajah ola yang sedikit menggigil kedinginan
ola pun tersenyum dengan begitu manis dan ceria, seakan dinginnya hujan telah tergantikan dengan bahagia yang begitu luar biasa.
"mereka gak pernah marah, lu masuk dulu ya tian"
segera ola memencet bel dengan perlahan.
mamah dan ayah ola pun segera keluar dan berlari menghampiri tian dengan raut yang sangat cemas, dengan segera ayah ola membuka gerbang dan ibu ola mendekap anak gadis satu-satunya ini begitu erat.
tian panik dan begitu ketakutan
ola pun tersenyum dan perlahan melapaskan diri dari pelukan mamahnya
"mah, pah, ini tian, tadi ola minta tian ngajak ola jalan-jalan"
mendengar ucapan anaknya ini pun, sontak kedua orangtua ola terkejut tak percaya,
mamah ola pun menangis sambil mendekap ola dengan begitu erat, ayah ola pun begitu, dengan segera dia menuju ke arah tian lalu merangkulnya dengan tak kalah eratnya, dengan menyeka air mata, ayah tian berujar pelan ke arah tian
"nak, masuk dulu ya"
sontak tian bingung, tak percaya dengan tingkah keluarga kecil yang ada dihadapnya, namun dengan segera dia mengiyakan untuk masuk ke rumah ola.
Diubah oleh menghilanglupa 10-12-2016 07:28
jenggalasunyi dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Kutip
Balas

