Kaskus

News

venomoth17Avatar border
TS
venomoth17 
[EVENT COC] Yuk buat Cerpen Spesial Hari Guru !
Quote:







emoticon-Ultahemoticon-Ultahemoticon-Ultah[EVENT COC] Yuk buat Cerpen Spesial Hari Guru !


[EVENT COC] Yuk buat Cerpen Spesial Hari Guru !

Halo kaskuser semua emoticon-Hai

Untuk memperingati hari guru yang diperingati tanggal 25 November , kami dari forum Education mengadakan event menulis Cerpen . Jadi bagi agan dan sista yang suka nulis bisa menumpahkan ide nya untuk ikut event ini emoticon-Embarrassmentdan karena memperingati hari guru jadi temanya ya masih berhubungan dengan guru emoticon-Big Grin yuk liat ketentuan event nya dulu emoticon-Ngacir

[EVENT COC] Yuk buat Cerpen Spesial Hari Guru !

Quote:

[EVENT COC] Yuk buat Cerpen Spesial Hari Guru !


Ketentuan
1.Tema Cerpen = Tak Terhingga Jasamu , Semua berkatmu , dan Pelita Hidup yg tak pernah redup ( pilih 1 )
2. Karya harus Original
3. Minimal 800 kata dan maksimal 1500 kata
4. Dilarang keras Copas dari Internet
5. Tidak mengandung Unsur SARA dan Pornografi
6. Karya di post di thread ini dengan format Title [Cerpen COC]
7. Jangan Ngobrol ( OOT ) di thread ini , kalo tanya tanya boleh emoticon-Embarrassment


Periode Event

26 November - 09 Desember


Reward

Untuk Juara 1 - 3
1. Kaskus plus 3 Bulan
2. Merchandise kaskus ( kaos , sticker , notebook dan woven bag )
3. Badge COC
4. Hadiah mungkin akan bertambah

[EVENT COC] Yuk buat Cerpen Spesial Hari Guru !

[EVENT COC] Yuk buat Cerpen Spesial Hari Guru !


List Peserta


1. michael.arthur - PR Terakhir
2. rendyconan - Kelas X-3
3. ..nda.. - Guru Terbaik
4. peph - Sang Koran Berjalan
5. u910 - Guru Kehidupan
6. someshitness - Motivator Tak Terduga
7. keongsawah - Sekolah Pertamamu
8. anwar04 - Guru Tua yang Bersahaja
9. chikitoz - Nilai Sebuah Kejujuran
10. sandbox466 - Kunci Jawaban
11. oasatria - Sang Pembelajar
12. metalholic - Pejuang Keterbatasan
13. solehikhsanudin - Ayahku , Pelita Hidup yang tak pernah Redup
14. ghoul99 - Guruku Pahlawanku
15. ninefox1 - Semua Berkatmu
16. sumpahinisaya - sosok yang Menjadi Panutan
17. anggaadd - Terimakasih , Guruku
18. silentbutdeadly - Pak Kus
19. tangguyooh - Guru Hebat
20. grepe.lovers - Guru Killer ku
21. krugersyster - Guruku Sang Malaikat Penjaga Kedua Setelah Ibuku
22. noxiii - Satu Nasehat Mengubah Segalanya
23. baffin - Tanpa Judul
24. vitrafa - Pak Harto
25. rifato0098 - Dibalik Sosok Guru yang Galak
26. kleponis - Dibalik Kegalakan Guru
27. fruitchinpog - Terima kasih , Untuk Guruku
28. gesperlonggar - Maafkan Aku Bu Nina
29. route16 - Bertahan Untuk Melihat
30. tyazscream - Sepeda dan Guruku
31. tonkus - Kenangan Terindah
32. pianzie - Guru Galak Ternyata Tegas
33. kamakama_oi - Jalan Tuhan para Guru di Pedalaman
34. memen82 - Bu Mien
35. kaze9 - Alif
36. mentoxkuclug01 - Guru Penginspirasi
37. tatacs - Pelita Hidup yang Tak Pernah Redup
38. apelpelangi - Guru Pelajaran Apa Saja
39. eliendea - Guru Pelukis Masa Depan
40. geniuslucky - Pak Wito
41. rizalshinoda - Dibalik Sosok Guru yang dibilang Galak
42. darkalam - Si B*ngsat
43. gilangasylum - Pak Bahri yg Jenius
44. stronger. - Pak Agus yg Dingin
45. stef.mjz - Pilihanmu sudah tepat
46. ki.co - Delapan Tertidur
47. joerahasia - Aku dan Pak Khalid
48. auliasif - Sembilan


*kalo ada yg belom dimasukkin list pm ts ya emoticon-Embarrassment
Diubah oleh venomoth17 16-12-2016 11:02
eyefirst2Avatar border
tien212700Avatar border
PenaEggyAvatar border
PenaEggy dan 6 lainnya memberi reputasi
7
115.6K
1.3K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Education
Education
KASKUS Official
23.3KThread16.4KAnggota
Tampilkan semua post
ghoul99Avatar border
ghoul99
#368
[Cerpen COC] Guruku Pahlawanku-



kaskus-image


Tema: Semua Berkatmu.

kaskus-image


Indonesiaku, negaraku..

Bila berbicara tentang guru, tidak ada yang bisa ku katakan, selain berucap bahwa “Guruku adalah pahlawanku” tanpa beliau saya bukanlah siapa-siapa, tanpa beliau saya bukanlah apa-apa, ilmunya akan selalu terkenang dalam kepalaku.

Saya teringat pagi itu, sehabis sholat subuh, ibu saya membangunkan saya dari mimpi malamku, dan berpesan agar segera merapikan buku pelajaran karena hari ini adalah hari senin, dimana saya akan menjalani hari-hari di sekolah lebih awal.

Karena waktu itu saya sudah duduk di bangku kelas 6, maka Les pagi di sekolahku adalah kegiatan yang wajib, maka tanpa pikir panjang, saya segera merapikan buku-buku hari itu dan bergegas segera membasuh badan saya dengan air, waktu itu masih sekitar tahun 2002’an dimana transportasi motor belum sebanyak saat ini, dan kebanyakan aktifitas warga kebanyakan menggunakan sepeda onthel.

Embun masih terasa segar, singsing fajar masih terlihat nanar, suara petok ayam terdengar di sepanjang jalan, dan saya menapaki jalanan selangkah-demi selangkah, melewati sawah, rerumputan lapang dan rimbunan pepohonan seperti mengamati saya, oh negaraku, indonesiaku, suasana itu tak akan pernah saya lupakan.

Saya berjalan pelan, hingga suara riuh anak-anak bermain mulai terdengar, dari jauh saya melihat anak-anak sebaya saya bermain dengan riang, tanpa melihat dari dekat saya sudah tahu bahwa mereka adalah teman sekelasku, ini adalah hal yang biasa, karena ketika menginjak bangku kelas 6, kewajiban pertamanya adalah melaksanakan les yang di mulai lebih pagi, alasanya saat siang adalah waktu yang tepat untuk tidur, karena jaman dahulu guru benar-benar memikirkan apa yang baik bagi murid-muridnya.

Saya segera bergabung bersama yang lainya setelah meletakkan tas saya di atas bangku. Kami pun mulai bermain, tak terasa keringat di dahi kami, mengingatkan kami alasan kenapa kami sudah tiba di sekolah, tanpa ada yang memulai, kami saling menatap kemudian berujar.

“Pak Cahyo belum datang ya?” kata salah satu temanku yang di sambut lirikan yang menyapu halaman sekolah,

Kami serempak menggeleng, lalu berubah dengan tatapan cemas.
“ini gak biasanya loh. Biasanya pak Cahyo kan udah tiba jam segini” kata salah satu teman perempuan.
“iya nih” jawab kerumunan teman perempuan yang lain.

“udah, kan enak jadi gak usah les, langsung pelajaran pertama. Lagian pak cahyo kan serem!!” ucap temanku Dio, salah satu anak yang terkenal bandel.

Namun apa yang baru saja di katakan oleh Dio tidak sepenuhnya salah.

Iya, namanya adalah Pak Cahyo, seorang pria paruh baya, dengan kumis tebal yang menghiasi wajahnya, tatapanya tenang, namun berwajah muram, bibirnya hitam karena rokok selalu menjadi temanya, rambut plontos.. namun tegas dan berwibawa.

Kami semua mengenalnya, satu sekolah sangat mengenalnya.
Pak Cahyo mungkin tidak begitu di kenal di antara murid kelas 1 sampai kelas 3, karena pak Cahyo sendiri mengajar untuk murid kelas 4 sampai kelas 6 di Sd kami.

Beliau sendiri yang seorang guru SD di tuntut untuk bisa mengajar banyak pelajaran, berbeda dengan SMP dan SMK dimana setiap guru memiliki spesialis sendiri, di SD guru di wajibkan harus menguasai banyak bidang pelajaran, karena itu saya berharap kelak, siapapun yang memimpin negeri ini akan memberikan upah yang layak untuk semua guru SD di pelosok negeri, karena merekalah orang berpendidikan pertama yang membentuk pribadi seorang anak penentu masa depan.

Kembali kepada guru saya, Pak Cahyo.

Pak cahyo sendiri biasa mengajar pelajaran IPA , terkadang mengajar Sejarah dan yang paling sering adalah matematika, meski kadang saat guru olahraga tidak masuk, maka beliaulah yang mengisi posisi tersebut. Sungguh saya sangat menghormatinya.
Seperti apa yang di katakan teman saya tadi, dia sepenuhnya tidak salah, karena Pak Cahyo sendiri adalah guru yang sangat-sangat tegas, hingga tidak ada satupun murid yang berani menentangnya, tidak perlu menghukum fisik, karena satu tatapan dinginya saja sudah cukup membuat nyali kami semua menciut. Jujur saja, beliau adalah guru yang paling saya takuti serta hormati.

Suara motor honda lama butut terdengar dari jauh, tatapan kami menerawang tanah lapang milik pak haji samuut, dan dari kejauhan saat pagi masih terlalu gelap, terlihat cahaya motor yang bergerak menyinari, saat itu lah kami semua berkerumun lalu berlari segera masuk ke kelas, menyiapkan buku matematika yang sudah kami persiapkan serta mulai memasang wajah tenang sembari duduk di atas bangku kelas kami yang sudah rapi.

Suara motor butut masih terdengar dari luar kelas, setelah beberapa lama menunggu, suara motor itu sudah tidak terdengar, berganti dengan suara derap kaki tenang dan kemudian seorang pria paruh baya menatap kami, menerawang sepanjang kelas lalu melangkah ke tempat duduknya dengan tegas, ketua kelas kami berdiri, memberi hormat di ikuti semua murid, dan suara bijaknya mulai terucap.. saya ingat betul apa yang akan beliau katakan, karena ini sudah menjadi hal yang selalu beliau lakukan.

“ayo anak-anak, keluarkan PR’nya dan letakkan di meja kalian. Bapak mau periksa satu-satu”

Seperti apa yang saya duga, kalimat itu benar-benar terucap dari bibirnya, sontak, kami saling memandang untuk beberapa detik lalu memeriksa isi tas kami, puluhan wajah terlihat berbeda, serta gemuruh suara yang terdengar cemas memenuhi isi kelas. Aku bersikap tenang dan membuka isi tasku, namun bagai tersambar petir di siang bolong ketika saya menyadari bahwa saya meninggalkan buku PR saya di rumah, maka saat itu saya menatap sekeliling, berharap bertemu dengan murid yang senasib dengan saya..karena apa yang terjadi selanjutnya, akan membuat saya ketakutan sekaligus terkekeh bila mengingatnya, coba saja kalian pikir, hukuman yang akan kami terima ini akan menjadi kenangan yang tak terlupakan bahkan hingga saat ini.


Satu persatu murid mulai di periksa, suasana semakin membuat jantung saya berdebar ketika murid-murid di depan yang di dominasi perempuan mampu memberikan bukti bahwa mereka sudah mengerjakan PR, dan ketika melihat akan tiba giliran saya, maka saat itu yang saya pikirkan hanya pasrah menerima nasib, karena apa yang saya terima adalah karena kesalahan saya sendiri, namuntiba-tiba Arip, teman yang duduk di depan saya tiba-tiba menerima cubitan panas di area dadanya, maka saat itu saya merasa lega karena sepertinya tidak hanya saya yang mendapatkan hukuman.

Ya, Pak Cahyo sangat terkenal dengan hukuman cubit di dada, namun untuk perempuan biasanya pak Cahyo hanya menyentil jidadnya itu pun sepertinya gak terlalu keras setidaknya itu yang membuat sebagian anak lelaki iri, namun apa mau di kata, perempuan lebih lemah dari lelaki. Setidaknya itu dulu sebelum perempuan meminta untuk di setarakan.

Pagi itu pelajaran pun di mulai, Pak Cahyo mengajarkan segalanya, memberikan segalanya untuk bekal kami di masa depan. Ketika kami sedang serius dengan pelajaran yang beliau ajarkan, tiba-tiba beliau menatap kami dengan tatapan kosong lalu bertanya sesuatu di luar pelajaran yang tentu, momen itu masih teringat rapi di dalam kenangan saya.

“anak-anak, boleh bertanya sesuatu pada kalian??” tanyanya menatap kami satu persatu. “selama kalian bersekolah disini, sejak kelas 1 hingga sampai kelas 6 seperti sekarang, kalian merasa gak sih bahwa kalian mengalami kemajuan dalam berilmu??”


Sontak pertanyaan sederhana itu membuat kami semua berpikir, pertanyaan yang menurut saya sangat aneh namun membuat bingung saya saat itu.

Serempak teman kami, yang kebanyakan adalah perempuan menjawab dengan kompak “tidak pak, kayanya ilmu kami gak bertambah”


Wajah Pak Cahyo terlihat nyengir, membuat kami bertanya-tanya. “sudah bapak duga jawaban kalian pasti seperti itu. Tapi coba kalian ingat-ingat lagi, ilmu kalian itu bertambah atau tidak sebenarnya” “simplenya begini, kalian ingat pada saat kalian dulu masih kelas 1, apa kalian bisa baca surat al- fatihah?? “

“tidak pak” jawab semua teman saya.

“sekarang, bisakah kalian membaca surat al- fatihah diluar kepala?” tanya beliau lagi.

“Bisa pak” jawab semua murid sembari nyengir.

“nah itu artinya ilmu kalian bertambah” jawab beliau dengan nada bergurau, saya terkejut saat itu, karena untuk pertama kalinya saya melihat beliau tertawa dan begitu hangat, pesona guru nya benar-benar menyejukkan dimana kami akan menghadapi ujian negara Ebtanas sebelum masuk ke jenjang yang lebih tinggi, SMP.

“bapak Cuma berpesan kepada kalian, ini adalah tahun ajaran terakhir buat kalian, kelak saat kalian sudah meninggalkan sekolah ini, bapak ingin berpesan agar kalian mencontoh bagaimana cara ilmu padi di terapkan..” ucapnya dengan mata sejuk,

“ya, kalian harus seperti padi, semakin berisi, berilmu,semakin merunduk.. menaruh hormat pada setiap orang. Bapak gak perlu apa-apa, karena nanti ketika melihat kalian sukses, itu sudah cukup membuat bapak senang, karena itu adalah bayaran termahal bapak dari kalian”

Mendengar itu saya seperti ingin menangis, momen itu masih teringat jelas, meskipun beliau adalah guru yang tegas, suka menghukum namun di balik itu semua, beliau adalah guru terbaikku, mengajar tanpa meminta. Memberikan tanpa menagih.

Guruku, semoga engkau senantiasa mendapat berkah dari ilahi. Pak Cahyo’ pahlawanku.


kaskus-image


*Ane dedikasikan tulisan ini untuk guru ane, Pak Cahyo, sumpah kangen pengen kembali ke jaman itu emoticon-Mewek





Diubah oleh ghoul99 02-12-2016 20:42
abellacitra
abellacitra memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.