Kaskus

Story

bear2392Avatar border
TS
bear2392
Dari Game Jatuh Ke Hati [True Story].
Opening

Halo agan-aganwati semua, saya baru-baru ini dapat pengalaman tentang perjalanan Cinta saya selama saya belajar di negeri yang identik dengan teh. Yup, saya belajar di United Kingdom yang terkenal dengan accent mereka. Ini cerita 100% True story tanpa bumbu Ro*co, semoga bisa di nikmatin agan-aganwati dan bisa dijadikan pembelajaran.

Hubungan saya sebenernya masih belum tuntas, jadi kalo ada masukan nantinya jangan sungkan untuk di sampaikan. Nantinya ada hal-hal yang mungkin berbeda dengan prinsip agan-aganwati, kalo mau share prinsip gpp, tapi jangan bawa agama ataupun moral, tiap orang punya prinsip yang berbeda kalo bisa comment atau saran bersifat objective. Juga sebelumnya minta maaf kalo tulisannya kurag rapih dan bahasanya kurang enak di baca, saran dan kritik di terima untuk gaya penulisan. Thank You.

Intro

Beberapa informasi saya rahasiain demi kenyamanan bersama. Sebut saja nama saya Andi, umur 24 tahun yang kebetulan dapat kesempatan belajar di UK. Saya ini bisa di bilang "Bad Luck" sama yang namanya urusan wanita, berbagai halangan selalu datang yang bikin hubungan saya ga lancar, entah dari faktor luar maupun faktor dalam. Pacar pertama saya itu 8 Tahun silam yang akhirnya kandas pada tahun 2010, hubungan pertama saya terjadi bukan karena kemauan saya, tetapi karena faktor dorongan dari teman-teman kelas yang akhirnya secara naive saya menjalin hubungan demi pertemanan saya dengan teman-teman kelas saya.

Bisa saya bilang, hubungan itu terjalin tanpa Mutual Feeling dan menurut saya itu bukan cinta pertama saya. Pada periode 2010-2016 saya kurang lebih tidak menjalani hubungan yang serius, faktanya dalam periode itu saya menjalani hubungan Online, dimana saya bahkan tidak pernah bertemu dengan orang yang saya pacarin karena jarak yang jauh (Lintas negara), jadi jelas hubungan Online saya hanya main-main. Sampai saat itu, saya belum pernah yang namanya merasakan "Jatuh Cinta" yang sebenarnya.

Orang bilang, pacaran itu rasanya seperti "Butterfly in your tummy" dan saya belum pernah sama sekali merasakan hal itu. Hal-hal intim yang pernah saya lakukan tidak pernah memberikan saya rasa hangat ataupun rasa sayang, semuanya terasa hampa. Apalagi hubungan online saya, yang pada dasarnya hanya kenal mereka secara online, dan menjalin hubungan secara Online. Tidak ada sentuhan, kecupan, ataupun "Spark" yang nyata. Sampai pada akhirnya, berawal dari Game Online yang saya mainkan, saya berkenalan dengan seorang wanita yang kebetulan tinggal tidak jauh dari tempat saya belajar di awal bulan Juli 2016 dan disinilah semuanya bermula.

Link Story
Part1 [Overwatch]
Part2 [Intense Gaming]
Part3 [Nottingham]
Part4 [1st Sleep over]
Part5 [For her, about her]
Part6 [Posessive]
Diubah oleh bear2392 11-12-2016 06:56
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
2.5K
29
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.1KAnggota
Tampilkan semua post
bear2392Avatar border
TS
bear2392
#26
Part5 [For her, about her]
Part5 [For her, about her]

Hari itu Dina pulang ke rumahnya yang tak jauh dari tempat dimana saya tinggal, sekitar 45 menit dengan kereta. Saya sedang ber-belanja bulanan siang itu, maklum anak merantau dari Indonesia harus berbelanja sendiri, biasanya Dina menemani akan tetapi karena dia tidak bersama dengan saya, saya pun harus berbelanja sendiri. Dina mengirim saya message dari Whatsapp dan bertanya :

Quote:


Setelah saya delete messengernya, saya deactive dan saya kasih buktinya ke dia kalo saya deactive. Jujur, mungkin saya agak bodoh melakukan ini, tetapi pada saat itu karena memang saya berfikir kalau saya sudah ada pasangan dan memang tidak perlu jadi saya tinggalkan teman-teman saya yang saya kenal dari dunia maya, yang memang kebanyakan wanita.

Dinaterbiasa bergadang dan memang sebagian besar waktunya digunakan untuk bermain dengan saya. Sampai pada saat itu, Dina akan kembali ke tempat saya dan berencana menginap lebih dari 4 hari, karena saya berfikir barang bawaan dia akan banyak, saya pergi ke stasiun Dina dan tunggu di sana. Sesampainya di stasiun Dina, saya curiga karena Dina belum memabalas message saya, saya berfikir mungkin dia masih tertidur. Sekitar 45 menit saya berusaha meraih Dina, dia mengangkat, dan dengan suara berat dia berkata kalau dia baru saja bangun tidur.

Saya pun akhirnya berkata, bersiap-siaplah, tetapi tidak usah terburu-buru. Dina pun mulai bangun dan ber siap-siap. Dina memang belum menge-pack barang-barang untuk menginap dan biasanya si Dina butuh waktu agak lama untuk bersiap - siap. Pada akhirnya, saya menunggu sekitar 3 jam sebelum Dina sampai ke stasiun dan pulang ke kota saya bersama-sama. Dina merasa bersalah, tetapi dia malah berkata "Seharusnya kamu pulang dulu, jangan tunggu aku". Jujur saja, saya merasa sedikit tidak di hargai, usaha dan niat saya untuk menunggu dia tidak di pandang. Tetapi memang namanya jatuh cinta "Tai ayam serasa coklat silver kuin". Saya merasa apapun yang saya lakukan, itu demi dan untuk Dina.

Frekuensi Dina datang pun semakin intense, terkadang dia hanya pulang 2-3 hari dan kembali ke tempat saya. Dia terus berkata kalu dia selalu rindu dan selalu ingin di dekat saya, padahal pada awalnya Dina sempat berkata kalau, dia tidak suka keluar rumah, dan menurut dia kontak fisik itu tidak penting (Maksud kontak fisik adalah bertemu secara langsung, sentuhan secara langsung). Menurutnya itu membuat dia tidak nyaman, dan satu minggu sekali keluar rumah adalah hal yang besar. Tetapi, di saat itu Dina melakukan hal yang sangat bertolak belakang dengan datang ke tempat saya sesering mungkin, bahkan terkadang dia akan menyempatkan datang di sela-sela kesibukan dia. Tentu saja saya sangat senang, wanita yang paling saya sayang selalu ada buat saya. Saya pun semakin sayang dan semakin dekat dengan Dina dan saya rela melakukan apa pun untuk Dina.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.