- Beranda
- Stories from the Heart
NONI BELANDA MARIA VAN DE WIET [REBORN]
...
TS
sinyoreborn
NONI BELANDA MARIA VAN DE WIET [REBORN]
STORIES FROM THE HEART
NONI BELANDA MARIA VAN DE WIET
![NONI BELANDA MARIA VAN DE WIET [REBORN]](https://s.kaskus.id/images/2016/10/18/8901141_20161018103926.jpg)
Antara Mistis, Historis, dan Realistis
NONI BELANDA MARIA VAN DE WIET
![NONI BELANDA MARIA VAN DE WIET [REBORN]](https://s.kaskus.id/images/2016/10/18/8901141_20161018103926.jpg)
Antara Mistis, Historis, dan Realistis
Mohon maaf jika dalam satu kisah ini di kreasiken dengan tiga akun yang berbeda, seperti biasa kehidupan itu pasti ada problema.
Weet wat je zegt, maar zeg niet alles wat je weet
Ketahuilah apa yang akan kamu ucapken, dan jangan ucapken semua yang kamu ketahui. Ada baiknya sesuatu yang masih misteri dibiarken untuk tetap menjadi misteri.
=====
Diubah oleh sinyoreborn 11-01-2017 02:55
jenggalasunyi dan 30 lainnya memberi reputasi
29
885.4K
Kutip
4.8K
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
sinyoreborn
#2752
Dilema Orang Tjina
Ane tertawa sendiri melihat tingkah tuyul yang sangat menggemasken itu. Yah.. Itu hanya tingkahnya saja, kalo soal fisiknya sih ga ada lucu-lucunya. Mata melotot, gigi bertaring, daun telinga yang meruncing, popok atau sempak yang terbuat dari kain kafan putih, dan sebagainya. Sangat jauh dari kesan menggemasken.
Banyak persepsi masyarakat yang keliru akan sesosok makhluk ghaib yang berwujud tuyul. Selama ini banyak masyarakat yang menduga bahwa tuyul itu merupaken anak bekas aborsi atau balita yang telah mati dibunuh. Kenyataanya ? Ya ga seperti itu.
Tuyul itu seperti bangsa jin pada umumnya, dia bisa beranak dan bisa juga diperanaken. Tuyul bisa kimpoi, bisa melahirken, dan hidupnya pun berkoloni layaknya mirip dengan bangsa manusia saja. Kok gitu sih ? Mane gue tau, kau tanyaken saja langsung pada tuyul !
Tuyul juga mempunyai raja atau pemimpin yang bisa mengatur dan menyuruh tuyul lainya untuk bersekutu dengan manusia. Jika ada manusia yang ingin mengadopsi tuyul, Yah tentunya harus melalui syarat-syarat dan kesepakatan tertentu. Tak bisa sembarangan asal nangkep tuyul yang kebetulan lewat.
Kalo pun ada manusia yang bisa nangkep tuyul juga percuma aja, karena kita ga akan bisa menyuruh si tuyul itu untuk mencuri. Ada dua persepsi menurut ane, pertama si Tuyul hanya mau menuruti perintah majikan dan pemimpinya saja. Dan kedua, si Tuyul ini emang belum dilatih atau diajari cara mencuri.
Siapa yang melatih tuyul untuk mencuri ? Mungkin raja tuyul atau mungkin juga dilatih oleh manusia yang mengadopsinya. Mungkin itu juga hanya sekedar pendapat ane, jujur aje ane kurang begitu memahami selak-beluk kehidupan tuyul.
Lagipula mengadopsi tuyul itu lebih banyak keburukenya ketimbang keuntunganya. Siapa pun bisa memelihara tuyul kalo berminat, cuma jangan salahken keadaan saja jika hanya enak diawal namun pahit di akhir.
Jika ada wanita yang merawat tuyul, sudah dipastiken badan en raganya sangat kurus kerontang diakibatken dilahap/disusui oleh si tuyul tersebut. Bukan hanya sekedar ASI'nya saja, bila ASI'nya telah habis maka darah yang menumpuk di payudara si ibu itu pun akan disedot paksa oleh tuyul. Ngeri gak ? Mangkanya itu jangan mau memelihara tuyul. Gak akan berkah nanti hidupnya.
Seperti anak-anak saja, tuyul pun wajib hukumnya untuk disusui agar tuyul tersebut kaga ngambek ataupun kaga susah dipekerjaken oleh tuanya si pemilik tuyul. Tau kan kalo anak kecil lagi ngambek ? Hampir mirip saja dengan tuyul namun bedanya tuyul itu lebih sadis.
Sepengetahuan ane tuyul itu banyak yang bermukim diwilayah pesisir pantai, hampir setiap daerah pesisir pantai yang ada dipulau jawa itu pasti aje ane bertemu dengan sesosok tuyul.
Kita ambil contoh salah satunya di sekitar area kepulauan seribu. Gak perlu ane sebutken satu persatu nama pulaunya, yang jelas di area kepulauan seribu ini banyak sekali tuyul yang berkeliaran.
Pernah saat tempo itu ane melihat para tuyul sedang bermain-main dan berlarian disekitar ranting-ranting pohon bakau. Ada juga dari sebagian tuyul yang sibuk bermain dengan binatang amfibi sejenis penyu, bulus, atau kura-kura.
Aneh kan kalo ada setan yang bermain dengan binatang ? Itulah istimewanya tuyul jika kita bandingken dengan makhluk ghaib lainya. Tuyul itu sangatlah unik, sosok itu betul ada, walaupun keberadaanya tidak bisa kita buktiken dengan kajian ilmiah.
Ada ga sih cara mencegah agar tuyul gak mencuri dirumah kita ? Ya pastinya ada cara-caranya menurut pandangan ane. Bagi siapapun tolong dikoreksi jika ada yang keliru dalam sudut pandang ane. Berikut cara agar uang kita tidak dicuri oleh tuyul.
1. Rajin Sedekah/ beramal/ zakat
Tuyul itu hanya mengambil uang dari orang-orang yang kikir, en orang yang ga suka beramal serta yang lupa akan zakat. Jangan takut miskin untuk bersedekah, karena sedekah itu justru mensuciken harta kita en pastinya akan diberkahi Tuhan. Mangkanya itu rajin-rajinlah sedekah en jangan lupaken zakat kalo hartanya ga mau dicuri tuyul. Gak percaya ? Buktikan saja sendiri.
2. Pagar Ghaib
Rumah yang dipagari ghaib itu gak akan bisa ditembusi oleh setan-setan yang jahat macam gunderowo, pocong, kuntilanak en terutama tuyul. Bahkan kiriman santet/teluh pun sulit untuk menembus rumah yang dipagari ghaib. Itu juga sih sangat tergantung seberapa kuat pagar ghaibnya.
3. Jin Penjaga/ khodam
Nah kalo ini cukup unik, dengan seseorang yang punya pelindung maka akan dijauhi tuyul. Tuyul itu tergolong makhluk jin yang lemah. Bila ada tuyul yang hendak mencuri di rumah calon korbanya, pasti tuyul akan mengurungken niat untuk mencuri. Andaiken tuyul itu masih nekat ya sudah pasti akan langsung di gaplok oleh jin penjaga calon korbanya. Dan masih banyak lainya yang ga bisa ane sebutken secara rinci.
Terus andaiken tuyul berhasil mencuri gimana ? Ya duit hasil curianya itu akan diletaken didalam sempak. Lagipula tuyul itu gak serakah, beda dengan koruptor senayan.
Koruptor senayan itu lebih busuk en hina ketimbang tuyul, jika 'koruptor senayan' mencuri uang sampe miliaran rupiah, lain hal'nya dengan 'Tuyul' yang hanya mencuri selembar uang dengan nominal yang terbesar.
Contoh jika si korban mempunyai uang selembar 100ribu, 50ribu, en 20ribu. Maka yang akan dicuri oleh tuyul itu hanya selembar uang 100ribu aja, en uang yang lain tidak akan dicuri olehnya.
Lebih serakah mana koruptor senayan dengan tuyul ?ya lebih serakah koruptor senayan lah. Setan-setan wakil rakyat itu jauh lebih sakti ketimbang tuyul.
Andaiken ane ditawari mau piara 'tuyul senayan' atau 'tuyul ghaib' ? maka ane akan lebih memilih miara 'tuyul senayan' yang lebih saketih en mandraguna. Karena tuyul senayan itu rajanya dari para raja setan elite.
Lupaken saja pembahasan tentang tuyul, kita lanjutken ke cerita
Ane belok kanan lalu banting stir ke arah utara jalan jenderal sudirman (Non Tol, arah menuju jakarta jika dari bogor). Setelah sampai di taman air mancur ane kemudian putar balik dan tepat berhenti di depan toko 'warung cina', seperti biasa mau beli rokok buat di perjalanan biar konsen. Sebenarnya sih tokonya itu masih satu RW sama rumah ane, cuma beda RT aje. Orang bogor pasti tau dengan toko 'warung cina' yang ane maksud, karena halaman 'warung cina' tersebut dipakai buat dagangan 'Bansus Air Mancur' yang cukup fenomenal itu. (sekarang warung cinanya sudah diganti dengan tempat penjilidan,banner, dsb)
Maaf bukanya rasis, lagipula ane ga tau nama tokonya. Ane biasa menyebut 'warung cina' atau kadang juga ane sebut 'warung mingming', karena yang punya toko tersebut adalah orang cina. Sedangken 'ming-ming' itu nama anak perempuan yang punya toko tersebut. Mingming itu temen semasa kecil ane, saat masih kecil dulu kita suka maen layangan en manjat pohon mangga en belimbing dihalaman rumah ane.
Ane langkahken kaki menuju toko, baru saja ane masuk toko sudah tercium aroma pembakaran dupa yang menyengati hidung. Wangi banget aromanya, enak untuk dihirup. Ane melihat dupa itu diletaken di dekat patung kecil dewa-dewi kepercayaan Kong Hu Chu. Entah apa nama dari patung dewa-dewi tersebut, ane kurang begitu memahami dogma-dogma dari ajaran kong hu chu.
PLAAK.. ada yang ngegaplok kepala ane dari belakang, hanya sekedar gaplokan pelan pake kipas kertas yang biasa dimiliki oleh orang-orang etnis cina.
Lah lu olang kemana aja, tumben lu olang balu mampil lagi ke toko gua
Sapaan wanita tua, ane biasanya manggil dia 'Ci Ling' yang kurang lebih berarti tante ling kalo ga salah itu juga. Layaknya kita manggil 'engko' saja gitu dah pokoknya.
Ane hanya membalas gaplokenya itu dengan senyuman dan beberapa kata-kata saja. Lagipula ga mungkin ane bales gaplok, karena itu hanya sekedar bercanda saja.
Buset dah, biasa ci anak muda punya kesibuken. Beli sampoerna mild ci sebungkus. Berapa mild ci ?
15000 nyong, nih ambil lu punya lokok
sambil menyerahken sebungkus rokok untuk ane
Mahal amat ci, biase juga goceng harganye
Goceng itu IDR : 5.000
Hayaah lu olang kacau juga ya. Lu cali sendili toko yang jual lokok sehalga goceng
Ci Ling sambil cengengesan dengan logat cadelnya.
Ane langsung buru-buru bayar pake IDR 20.000, setelah ngasih uang kembalian untuk ane. Ci Ling pun ngasih ane bonus berupa tiga bungkus roti untuk ane makan.
Nih owe kasih buat lu loti lasa keju
Ci Ling itu baek banget sama ane dari dulu juga.
Alhamdulilah ci, makasih ya rotinye. Aku terima nih
Sambil membuka salah satu bungkusan roti
iya sama-sama nyong, belajal yang lajin ya bial lu olang bisa dagang sepelti owe
seperti biasa nasehat emak-emak
Ming-Ming mane Ci ?
ane nanya temen masa kecil ane
Lagi mandi, lu masuk aja sana sendili temui ming-ming
tangan kananya sambil menunjuk kedalam rumah, sedangken tangan kirinya sibuk ngitungin duit.
Ane bergegas masuk kedalam rumah mau bertemu ming-ming, ada rasa kangen juga sih udah hampir setahun ga ketemu dia. Baru juga sampe ruang tamunya, ane lihat beberapa engko-engko yang lagi asoy maen judi mahyong (Semacam gapleh Cina). Buset deh udeh pada tua ga inget umur, ane bodo amat ga peduli.
Sebagian engko ada yang ane kenal en sebagianya lagi ane baru lihat, mereka berkomunikasi dengan bahasa mandarin yang gak ane ngerti sama sekali. Beberapa engko-engko yang asing itu ada yang risih atas kehadiran ane, terlihat dari raut wajahnya en nada bicaranya yang sedikit meninggi seakan sedang ngomongin diri ane.
Engko Lee (lakinya Ci Ling) memberi ane kode agar ane minggir en jangan gabung dengan mereka karena ada yang risih. Yasudah mau ga mau ane balik lagi ke toko, saat posisi jarak ane sedikit dekat dengan engko-engko yang risih tadi, ya ane ngomong 'Puki Mai' ke doi !. Engko-engko yang lain pun heran dengan kelakuan orang item macem ane, mungkin mereka ga ngerti apa itu pukimai.
Puki Mai merupaken bahasa kasar dari maluku. Puki itu berarti vagina sedangken Mai itu berarti ibu. Jadi arti secara harafiah adalah ' Kau pake ibu mu !'.
Kasar banget bukan ? Sudah pasti. Mangkanya itu diusahaken jangan asal nyebut pukimai kalo tidak tau arti yang sebenarnya, karena lidah itu lebih tajam dari pedang.
Ane menunggu sekitar sepuluh menit hingga mingming kelar mandi, setelah itu gak lama kemudian ada suara wanita yang menyapa ane dengan suara lembut banget berdialeg cina.
nyong kemana ajah lu balu temuin gua lagi, tumben lambut lu sekalang makin gondlong. Jelek lu kaya pleman
Sapa mingming kepada ane, sambil menjambak rambut ane.
Tempo itu emang rambut sempat ane gondrongin sampe pinggang, rambut ikal panjang gak jelas gitu dah pokoknya. Maklum saat itu tren rambut gondrong sedang digandrungi para mahasiswa.
Ye begitu lah ming, lu ikut gw ke jakarta nyok ming. Gw mau nemuin orang dulu. Kasianin gw, gw ga ada temen ngobrol
Ane bujuk rayu mingming
Yaudah sekalian lu antelin gw ke kampus yah, tapi sebelum belangkat temenin gua ke klenteng dulu yah nyong. Bental gw dandan dulu
Mingming itu seorang mahasiswi binus, klenteng itu tempat beribadat orang cina yang terletak di jalan surya kencana bogor.
Yaudah sono buruan siap-siap ! gw juga buru-buru nih udeh mau masuk adzan dzuhur
Namanya juga cewe kalo dandan lama banget, padahal entar juga luntur itu makeup kalo keringetan. Lebay banget.
Sekian lama menunggu akhirnya mingming udah rapih. Baru kali ini ane lihat mingming tumben-tumbenan keliatan cakep macam selebritis hongkong yang filmnya pernah hitz di tivi indonesia.
Gw selama ini baru sadar kalo lu cantik juga ya ming
jujur ane, kalo itu bukan rayuan gombal.
Alahh gombal lu nyong, bilang aja lu nyuluh gua nanti isi bensin sama bayal tol
mingming sambil cengar-cengir
Buset deh dikate gombal, beneran ming perasaan dulu waktu lu bocah jelek dah haha
Ane sambil tertawa puas.
Lah lu kila lu dulu itu cakep apah ? Udah item, ompong, jelek juga lagi
Cekikan dia, kulitnya yang putih bening itu sampe berubah memerah karena tertawa.
Ane langsung masuk kedalam mobil lalu disusul mingming yang masuk dari pintu sebelah. Perjalanan ke klentang itu melalui jalan sudirman hingga mentok sampe istana bogor, kemudian ane belok kanan menuju balaikota bogor. (dulu jalanya itu masih bisa dilalui jalur 2 arah, sekarang khusus 1 arah saja/ oneway/ forbidden)
Ane lurus terus melewati Mall BTM, belok kiri dikit melewati gerbang utama Kebun Raya Bogor (Pintu 1), dan kemudian belok kanan menembus ke 'Jogja Lama', setelah jogja lama itulah ada jalan surya kencana yang terdapat klenteng cina yang cukup luas.
Ane tengok klenteng itu, cukup banyak sekali makhluk-makhluk halus yang berwujud laki-laki en berpakaian layaknya orang cina klasik zaman dinasti. Kelihatanya mereka semua itu adalah leluhur orang-orang cina.
Rambut semua makhluk halus itu botak didepan, namun panjang en berekor dibagian belakang. Mirip banget seperti di film-film pendekar Kung Fu yang biasa kita nonton di televisi.
Panjang ekor rambut kepang makhluk halus itu cukup variatif, ada yang hanya sepinggang en ada juga yang panjangnya sampe mentok di kaki. Semakin panjang ekor rambutnya maka semakin besar energi makhluk halus itu. Yah itu wajar, karena panjangnya ekor rambut seorang cina tempo dulu menandaken status en wibawanya.
Mangkanya itu kenapa hukuman berupa potong ekor rambut bagi setiap lelaki cina adalah sebuah penghinaan en aib dimasanya. Sangat hina bila ada orang cina saat itu yang rambutnya tak berekor, menandaken dia adalah sosok yang dipandang rendah.
Semua leluhur cina itu terlihat baik, bahkan terkesan gagah banget. Mereka semua para leluhur cina itu turut menjaga en melindung klenteng, en tentunya beliau itu saksi peradaban sejarah kaum cina. Ane aje sampe hormat grakkk sama beliau yang bersemayam di sudut-sudut bangunan klenteng.
Sebenarnya ane pengen nanya-nanya kepada beliau si leluhur orang cina itu. Cuma masalahye ane ga ngerti bahasa mandarin. Jadi gak ada yang bisa ane gali informasi dari beliau.
Saat masih menunggu mingming kelar sembahyang, ane pun iseng mengelilingi klenteng sambil memperhatiken detail-detail corak bangunan yang bermotif bangunan cina pada umumnya. Indah model bangunan cina itu, bernilai arsitektur tinggi.
Sungguh besar peradaban sejarah bangsa cina. Janganken klenteng yang cuma sepetak bidang tanah, tembok cina yang panjangnya berpuluh-puluh ribu kilometer saja bisa dibangun olehnya.
Orang eropa bisa seperti itu ? Gak bisa ! Orang Arab bisa seperti itu ? Gak bisa ! Orang Afrika bisa seperti itu ? Gak bisa ! Itu semua hanya bisa dilakuken oleh bangsa cina. Eksistensi bangsa cina sangat besar pengaruhnya bagi peradaban dunia.
Sssttttt...
Semilir angin meniupi raga ane.
Angin yang sejuk itu pun turut menghembusken ranting-ranting pohon yang berdiri tegap di halaman klenteng. Angin yang membawa kehidupan para leluhur yang bersemayam disudut ruang klenteng.
Mata ini melihat sesosok leluhur yang seakan melangkah melayang mendekati ane. Yah, beliau menghampiri en tepat berhenti didepan muka ane. Raut wajahnya tak menunjuken amarah en matanya pun tak menatap tajam kepada ane.
Mungkin beliau hanya sekedar menyambut kedatangan ane, sosok itu berbeda dengan sosok lain yang ada disekitarnya. Beliau memakai baju kerajaan berwarna merah, serta memakai penutup kepala yang ada semacam manik-manik disekitarnya. Dan tentunya ada ekor rambut yang sangat panjang tergulai lemas dibahunya.
Hallo Engkong
Hanya kata itu yang bisa ane ucapken ke dirinya. Engkong merupaken kata serapan bahasa mandarin yang biasa digunaken oleh masyarakat betawi. Termasuk encang, encing, dan sebagainya.
Dalam hati ane yang paling dalam, sebenarnya ane cukup prihatin dengan kondisi masyarakat etnis cina. Mereka sering sekali dijadiken tumbal pergolaken politik bangsa indonesia. Seperti contoh di tahun 1965 pasca kehancuran ideologi komunis, dimana tahun ini muncul huru-hara kaum anti cina.
Ya tentunya efek buruk dari hura-hara anti cina itu telah membuat gelombang eksodus besar-besaran orang cina keluar dari tanah indonesia. Banyak orang 'cina indo' yang menyelamatken diri ke singapura, malaysia, dan australia. Harta-harta etnis cina pun banyak yang direnggut paksa maupun di akuisasi oleh etnis pribumi.
Bukan hanya 1965 saja, muncul lagi huru-hara anti cina pada tahun 1998. Lagi-lagi etnis cina menjadi sasaran target pergolaken. Hanya karena faktor kecemburuan sosial, pribumi iri melihat cina menjadi tuan tanah seperti Meneer. Sedangken pribumi lagi-lagi menjadi kuli ditanah sendiri. Krisis moneter telah mengakibatken kekacauan antar etnis dibumi pertiwi.
Selama tahun 1965-1998 etnis cina itu hidup dalam diskriminasi di indonesia. Etnis Cina itu bagai warga yang tak dianggap, Rezim Orde Baru yang dipimpin oleh Soeharto pun merupaken musuh besar bagi etnis cina. Karena pada masa periode itu banyak hak-hak etnis cina yang dipaksa untuk di diamken en di bungkamken.
Kasian ? Ya itulah sejarah kelam. Setiap negara pasti mempunyai sejarah kelamnya masing-masing. Kita sebagai penerus bangsa ya harus pandai-pandai memperbaiki kesalahan agar sejarah kelam tak terulang kembali.
Saat lahirnya era reformasi, Abdurachman Wahid (GusDur) datang bagai pahlawan penolong etnis cina yang selama ini di diskriminasi. Yah.. GusDur mengembaliken hak-hak etnis cina yang sempat di bekuken paksa oleh Soeharto.
GusDur itu sosok yang paling sangat berjasa bagi etnis cina di indonesia. Masih ingat saat GusDur wafat ? Beribu-ribu etnis cina menangisi kepergian GusDur. Beribu-ribu etnis cina ikut mendoaken GusDur, dan beribu-ribu etnis cina yang mengangap GusDur itu sebagai titisan dewa penolong.
Yah.. itu semua telah menjadi drama kehidupan etnis cina di tanah indonesia.
Nyong sini lu, kita makan dulu balu belangkat
Panggilan mingming memacahken suasana, lalu ane bergegas menghampirinya.
Mau makan dimane ? Asal jangan yang pake minyak babi
berhubung ane mau umroh, jadi ane ga mau makan-makanan yang haram dulu. Takut kualat nanti.
Makan disitu ajah
Mingming sambil menunjuk tukang dagang makanan di ujung tikungan jalan surya kencana.
Jangan ming
sambil narik tangan mingming
Ane ga mau makan disitu karena ada sesosok jin yang membuat daganganya laris manis, dan membuat dagangan orang lain jadi sepi. Seperti biasa permainan tidak sehat, salah satu pedagang bermain api.
Ane dan mingming kembali melanjutken perjalanan, kawasan chinese town surya kencana ane lalui. Di daerah situ cukup banyak makhluk halusnya, seperti hantu cina en hantu belanda. Sebagian dari hantu tersebut tidak terlalu begitu menganggu masyarakat sekitar kawasan chinese town jalan surya kencana.
Ane teringat lagu bahasa mandarin beritme slow, entah judulnya apa yang jelas lagunya sangat enak sekali jika kita mendengarnya.
kira-kira lirik lagunya seperti ini :
Ni wen wo ai ni you duo shen
Wo ai ni you ji fen
Wo di qing ye zhen
Wo di ai ye zhen
Yue liang dai biao wo di xin ..
Perjalan ke jakarta pun dihiasi dengan lagu jadul berbahasa mandarin. Ane kalo denger lagu mandarin itu bawaanya pengen tidur, mata sudah sulit untuk diajak kompromi.
To be continue
Spoiler for PART 34:
Ane tertawa sendiri melihat tingkah tuyul yang sangat menggemasken itu. Yah.. Itu hanya tingkahnya saja, kalo soal fisiknya sih ga ada lucu-lucunya. Mata melotot, gigi bertaring, daun telinga yang meruncing, popok atau sempak yang terbuat dari kain kafan putih, dan sebagainya. Sangat jauh dari kesan menggemasken.
Banyak persepsi masyarakat yang keliru akan sesosok makhluk ghaib yang berwujud tuyul. Selama ini banyak masyarakat yang menduga bahwa tuyul itu merupaken anak bekas aborsi atau balita yang telah mati dibunuh. Kenyataanya ? Ya ga seperti itu.
Tuyul itu seperti bangsa jin pada umumnya, dia bisa beranak dan bisa juga diperanaken. Tuyul bisa kimpoi, bisa melahirken, dan hidupnya pun berkoloni layaknya mirip dengan bangsa manusia saja. Kok gitu sih ? Mane gue tau, kau tanyaken saja langsung pada tuyul !
Tuyul juga mempunyai raja atau pemimpin yang bisa mengatur dan menyuruh tuyul lainya untuk bersekutu dengan manusia. Jika ada manusia yang ingin mengadopsi tuyul, Yah tentunya harus melalui syarat-syarat dan kesepakatan tertentu. Tak bisa sembarangan asal nangkep tuyul yang kebetulan lewat.
Kalo pun ada manusia yang bisa nangkep tuyul juga percuma aja, karena kita ga akan bisa menyuruh si tuyul itu untuk mencuri. Ada dua persepsi menurut ane, pertama si Tuyul hanya mau menuruti perintah majikan dan pemimpinya saja. Dan kedua, si Tuyul ini emang belum dilatih atau diajari cara mencuri.
Siapa yang melatih tuyul untuk mencuri ? Mungkin raja tuyul atau mungkin juga dilatih oleh manusia yang mengadopsinya. Mungkin itu juga hanya sekedar pendapat ane, jujur aje ane kurang begitu memahami selak-beluk kehidupan tuyul.
Lagipula mengadopsi tuyul itu lebih banyak keburukenya ketimbang keuntunganya. Siapa pun bisa memelihara tuyul kalo berminat, cuma jangan salahken keadaan saja jika hanya enak diawal namun pahit di akhir.
Jika ada wanita yang merawat tuyul, sudah dipastiken badan en raganya sangat kurus kerontang diakibatken dilahap/disusui oleh si tuyul tersebut. Bukan hanya sekedar ASI'nya saja, bila ASI'nya telah habis maka darah yang menumpuk di payudara si ibu itu pun akan disedot paksa oleh tuyul. Ngeri gak ? Mangkanya itu jangan mau memelihara tuyul. Gak akan berkah nanti hidupnya.
Seperti anak-anak saja, tuyul pun wajib hukumnya untuk disusui agar tuyul tersebut kaga ngambek ataupun kaga susah dipekerjaken oleh tuanya si pemilik tuyul. Tau kan kalo anak kecil lagi ngambek ? Hampir mirip saja dengan tuyul namun bedanya tuyul itu lebih sadis.
Sepengetahuan ane tuyul itu banyak yang bermukim diwilayah pesisir pantai, hampir setiap daerah pesisir pantai yang ada dipulau jawa itu pasti aje ane bertemu dengan sesosok tuyul.
Kita ambil contoh salah satunya di sekitar area kepulauan seribu. Gak perlu ane sebutken satu persatu nama pulaunya, yang jelas di area kepulauan seribu ini banyak sekali tuyul yang berkeliaran.
Pernah saat tempo itu ane melihat para tuyul sedang bermain-main dan berlarian disekitar ranting-ranting pohon bakau. Ada juga dari sebagian tuyul yang sibuk bermain dengan binatang amfibi sejenis penyu, bulus, atau kura-kura.
Aneh kan kalo ada setan yang bermain dengan binatang ? Itulah istimewanya tuyul jika kita bandingken dengan makhluk ghaib lainya. Tuyul itu sangatlah unik, sosok itu betul ada, walaupun keberadaanya tidak bisa kita buktiken dengan kajian ilmiah.
Ada ga sih cara mencegah agar tuyul gak mencuri dirumah kita ? Ya pastinya ada cara-caranya menurut pandangan ane. Bagi siapapun tolong dikoreksi jika ada yang keliru dalam sudut pandang ane. Berikut cara agar uang kita tidak dicuri oleh tuyul.
1. Rajin Sedekah/ beramal/ zakat
Tuyul itu hanya mengambil uang dari orang-orang yang kikir, en orang yang ga suka beramal serta yang lupa akan zakat. Jangan takut miskin untuk bersedekah, karena sedekah itu justru mensuciken harta kita en pastinya akan diberkahi Tuhan. Mangkanya itu rajin-rajinlah sedekah en jangan lupaken zakat kalo hartanya ga mau dicuri tuyul. Gak percaya ? Buktikan saja sendiri.
2. Pagar Ghaib
Rumah yang dipagari ghaib itu gak akan bisa ditembusi oleh setan-setan yang jahat macam gunderowo, pocong, kuntilanak en terutama tuyul. Bahkan kiriman santet/teluh pun sulit untuk menembus rumah yang dipagari ghaib. Itu juga sih sangat tergantung seberapa kuat pagar ghaibnya.
3. Jin Penjaga/ khodam
Nah kalo ini cukup unik, dengan seseorang yang punya pelindung maka akan dijauhi tuyul. Tuyul itu tergolong makhluk jin yang lemah. Bila ada tuyul yang hendak mencuri di rumah calon korbanya, pasti tuyul akan mengurungken niat untuk mencuri. Andaiken tuyul itu masih nekat ya sudah pasti akan langsung di gaplok oleh jin penjaga calon korbanya. Dan masih banyak lainya yang ga bisa ane sebutken secara rinci.
Terus andaiken tuyul berhasil mencuri gimana ? Ya duit hasil curianya itu akan diletaken didalam sempak. Lagipula tuyul itu gak serakah, beda dengan koruptor senayan.
Koruptor senayan itu lebih busuk en hina ketimbang tuyul, jika 'koruptor senayan' mencuri uang sampe miliaran rupiah, lain hal'nya dengan 'Tuyul' yang hanya mencuri selembar uang dengan nominal yang terbesar.
Contoh jika si korban mempunyai uang selembar 100ribu, 50ribu, en 20ribu. Maka yang akan dicuri oleh tuyul itu hanya selembar uang 100ribu aja, en uang yang lain tidak akan dicuri olehnya.
Lebih serakah mana koruptor senayan dengan tuyul ?ya lebih serakah koruptor senayan lah. Setan-setan wakil rakyat itu jauh lebih sakti ketimbang tuyul.
Andaiken ane ditawari mau piara 'tuyul senayan' atau 'tuyul ghaib' ? maka ane akan lebih memilih miara 'tuyul senayan' yang lebih saketih en mandraguna. Karena tuyul senayan itu rajanya dari para raja setan elite.
Lupaken saja pembahasan tentang tuyul, kita lanjutken ke cerita
Ane belok kanan lalu banting stir ke arah utara jalan jenderal sudirman (Non Tol, arah menuju jakarta jika dari bogor). Setelah sampai di taman air mancur ane kemudian putar balik dan tepat berhenti di depan toko 'warung cina', seperti biasa mau beli rokok buat di perjalanan biar konsen. Sebenarnya sih tokonya itu masih satu RW sama rumah ane, cuma beda RT aje. Orang bogor pasti tau dengan toko 'warung cina' yang ane maksud, karena halaman 'warung cina' tersebut dipakai buat dagangan 'Bansus Air Mancur' yang cukup fenomenal itu. (sekarang warung cinanya sudah diganti dengan tempat penjilidan,banner, dsb)
Maaf bukanya rasis, lagipula ane ga tau nama tokonya. Ane biasa menyebut 'warung cina' atau kadang juga ane sebut 'warung mingming', karena yang punya toko tersebut adalah orang cina. Sedangken 'ming-ming' itu nama anak perempuan yang punya toko tersebut. Mingming itu temen semasa kecil ane, saat masih kecil dulu kita suka maen layangan en manjat pohon mangga en belimbing dihalaman rumah ane.
Ane langkahken kaki menuju toko, baru saja ane masuk toko sudah tercium aroma pembakaran dupa yang menyengati hidung. Wangi banget aromanya, enak untuk dihirup. Ane melihat dupa itu diletaken di dekat patung kecil dewa-dewi kepercayaan Kong Hu Chu. Entah apa nama dari patung dewa-dewi tersebut, ane kurang begitu memahami dogma-dogma dari ajaran kong hu chu.
PLAAK.. ada yang ngegaplok kepala ane dari belakang, hanya sekedar gaplokan pelan pake kipas kertas yang biasa dimiliki oleh orang-orang etnis cina.
Lah lu olang kemana aja, tumben lu olang balu mampil lagi ke toko gua
Sapaan wanita tua, ane biasanya manggil dia 'Ci Ling' yang kurang lebih berarti tante ling kalo ga salah itu juga. Layaknya kita manggil 'engko' saja gitu dah pokoknya.
Ane hanya membalas gaplokenya itu dengan senyuman dan beberapa kata-kata saja. Lagipula ga mungkin ane bales gaplok, karena itu hanya sekedar bercanda saja.
Buset dah, biasa ci anak muda punya kesibuken. Beli sampoerna mild ci sebungkus. Berapa mild ci ?
15000 nyong, nih ambil lu punya lokok
sambil menyerahken sebungkus rokok untuk ane
Mahal amat ci, biase juga goceng harganye
Goceng itu IDR : 5.000
Hayaah lu olang kacau juga ya. Lu cali sendili toko yang jual lokok sehalga goceng
Ci Ling sambil cengengesan dengan logat cadelnya.
Ane langsung buru-buru bayar pake IDR 20.000, setelah ngasih uang kembalian untuk ane. Ci Ling pun ngasih ane bonus berupa tiga bungkus roti untuk ane makan.
Nih owe kasih buat lu loti lasa keju
Ci Ling itu baek banget sama ane dari dulu juga.
Alhamdulilah ci, makasih ya rotinye. Aku terima nih
Sambil membuka salah satu bungkusan roti
iya sama-sama nyong, belajal yang lajin ya bial lu olang bisa dagang sepelti owe
seperti biasa nasehat emak-emak
Ming-Ming mane Ci ?
ane nanya temen masa kecil ane
Lagi mandi, lu masuk aja sana sendili temui ming-ming
tangan kananya sambil menunjuk kedalam rumah, sedangken tangan kirinya sibuk ngitungin duit.
Ane bergegas masuk kedalam rumah mau bertemu ming-ming, ada rasa kangen juga sih udah hampir setahun ga ketemu dia. Baru juga sampe ruang tamunya, ane lihat beberapa engko-engko yang lagi asoy maen judi mahyong (Semacam gapleh Cina). Buset deh udeh pada tua ga inget umur, ane bodo amat ga peduli.
Sebagian engko ada yang ane kenal en sebagianya lagi ane baru lihat, mereka berkomunikasi dengan bahasa mandarin yang gak ane ngerti sama sekali. Beberapa engko-engko yang asing itu ada yang risih atas kehadiran ane, terlihat dari raut wajahnya en nada bicaranya yang sedikit meninggi seakan sedang ngomongin diri ane.
Engko Lee (lakinya Ci Ling) memberi ane kode agar ane minggir en jangan gabung dengan mereka karena ada yang risih. Yasudah mau ga mau ane balik lagi ke toko, saat posisi jarak ane sedikit dekat dengan engko-engko yang risih tadi, ya ane ngomong 'Puki Mai' ke doi !. Engko-engko yang lain pun heran dengan kelakuan orang item macem ane, mungkin mereka ga ngerti apa itu pukimai.
Puki Mai merupaken bahasa kasar dari maluku. Puki itu berarti vagina sedangken Mai itu berarti ibu. Jadi arti secara harafiah adalah ' Kau pake ibu mu !'.
Kasar banget bukan ? Sudah pasti. Mangkanya itu diusahaken jangan asal nyebut pukimai kalo tidak tau arti yang sebenarnya, karena lidah itu lebih tajam dari pedang.
Ane menunggu sekitar sepuluh menit hingga mingming kelar mandi, setelah itu gak lama kemudian ada suara wanita yang menyapa ane dengan suara lembut banget berdialeg cina.
nyong kemana ajah lu balu temuin gua lagi, tumben lambut lu sekalang makin gondlong. Jelek lu kaya pleman
Sapa mingming kepada ane, sambil menjambak rambut ane.
Tempo itu emang rambut sempat ane gondrongin sampe pinggang, rambut ikal panjang gak jelas gitu dah pokoknya. Maklum saat itu tren rambut gondrong sedang digandrungi para mahasiswa.
Ye begitu lah ming, lu ikut gw ke jakarta nyok ming. Gw mau nemuin orang dulu. Kasianin gw, gw ga ada temen ngobrol
Ane bujuk rayu mingming
Yaudah sekalian lu antelin gw ke kampus yah, tapi sebelum belangkat temenin gua ke klenteng dulu yah nyong. Bental gw dandan dulu
Mingming itu seorang mahasiswi binus, klenteng itu tempat beribadat orang cina yang terletak di jalan surya kencana bogor.
Yaudah sono buruan siap-siap ! gw juga buru-buru nih udeh mau masuk adzan dzuhur
Namanya juga cewe kalo dandan lama banget, padahal entar juga luntur itu makeup kalo keringetan. Lebay banget.
Sekian lama menunggu akhirnya mingming udah rapih. Baru kali ini ane lihat mingming tumben-tumbenan keliatan cakep macam selebritis hongkong yang filmnya pernah hitz di tivi indonesia.
Gw selama ini baru sadar kalo lu cantik juga ya ming
jujur ane, kalo itu bukan rayuan gombal.
Alahh gombal lu nyong, bilang aja lu nyuluh gua nanti isi bensin sama bayal tol
mingming sambil cengar-cengir
Buset deh dikate gombal, beneran ming perasaan dulu waktu lu bocah jelek dah haha
Ane sambil tertawa puas.
Lah lu kila lu dulu itu cakep apah ? Udah item, ompong, jelek juga lagi
Cekikan dia, kulitnya yang putih bening itu sampe berubah memerah karena tertawa.
Ane langsung masuk kedalam mobil lalu disusul mingming yang masuk dari pintu sebelah. Perjalanan ke klentang itu melalui jalan sudirman hingga mentok sampe istana bogor, kemudian ane belok kanan menuju balaikota bogor. (dulu jalanya itu masih bisa dilalui jalur 2 arah, sekarang khusus 1 arah saja/ oneway/ forbidden)
Ane lurus terus melewati Mall BTM, belok kiri dikit melewati gerbang utama Kebun Raya Bogor (Pintu 1), dan kemudian belok kanan menembus ke 'Jogja Lama', setelah jogja lama itulah ada jalan surya kencana yang terdapat klenteng cina yang cukup luas.
Ane tengok klenteng itu, cukup banyak sekali makhluk-makhluk halus yang berwujud laki-laki en berpakaian layaknya orang cina klasik zaman dinasti. Kelihatanya mereka semua itu adalah leluhur orang-orang cina.
Rambut semua makhluk halus itu botak didepan, namun panjang en berekor dibagian belakang. Mirip banget seperti di film-film pendekar Kung Fu yang biasa kita nonton di televisi.
Panjang ekor rambut kepang makhluk halus itu cukup variatif, ada yang hanya sepinggang en ada juga yang panjangnya sampe mentok di kaki. Semakin panjang ekor rambutnya maka semakin besar energi makhluk halus itu. Yah itu wajar, karena panjangnya ekor rambut seorang cina tempo dulu menandaken status en wibawanya.
Mangkanya itu kenapa hukuman berupa potong ekor rambut bagi setiap lelaki cina adalah sebuah penghinaan en aib dimasanya. Sangat hina bila ada orang cina saat itu yang rambutnya tak berekor, menandaken dia adalah sosok yang dipandang rendah.
Semua leluhur cina itu terlihat baik, bahkan terkesan gagah banget. Mereka semua para leluhur cina itu turut menjaga en melindung klenteng, en tentunya beliau itu saksi peradaban sejarah kaum cina. Ane aje sampe hormat grakkk sama beliau yang bersemayam di sudut-sudut bangunan klenteng.
Sebenarnya ane pengen nanya-nanya kepada beliau si leluhur orang cina itu. Cuma masalahye ane ga ngerti bahasa mandarin. Jadi gak ada yang bisa ane gali informasi dari beliau.
Saat masih menunggu mingming kelar sembahyang, ane pun iseng mengelilingi klenteng sambil memperhatiken detail-detail corak bangunan yang bermotif bangunan cina pada umumnya. Indah model bangunan cina itu, bernilai arsitektur tinggi.
Sungguh besar peradaban sejarah bangsa cina. Janganken klenteng yang cuma sepetak bidang tanah, tembok cina yang panjangnya berpuluh-puluh ribu kilometer saja bisa dibangun olehnya.
Orang eropa bisa seperti itu ? Gak bisa ! Orang Arab bisa seperti itu ? Gak bisa ! Orang Afrika bisa seperti itu ? Gak bisa ! Itu semua hanya bisa dilakuken oleh bangsa cina. Eksistensi bangsa cina sangat besar pengaruhnya bagi peradaban dunia.
Sssttttt...
Semilir angin meniupi raga ane.
Angin yang sejuk itu pun turut menghembusken ranting-ranting pohon yang berdiri tegap di halaman klenteng. Angin yang membawa kehidupan para leluhur yang bersemayam disudut ruang klenteng.
Mata ini melihat sesosok leluhur yang seakan melangkah melayang mendekati ane. Yah, beliau menghampiri en tepat berhenti didepan muka ane. Raut wajahnya tak menunjuken amarah en matanya pun tak menatap tajam kepada ane.
Mungkin beliau hanya sekedar menyambut kedatangan ane, sosok itu berbeda dengan sosok lain yang ada disekitarnya. Beliau memakai baju kerajaan berwarna merah, serta memakai penutup kepala yang ada semacam manik-manik disekitarnya. Dan tentunya ada ekor rambut yang sangat panjang tergulai lemas dibahunya.
Hallo Engkong
Hanya kata itu yang bisa ane ucapken ke dirinya. Engkong merupaken kata serapan bahasa mandarin yang biasa digunaken oleh masyarakat betawi. Termasuk encang, encing, dan sebagainya.
Dalam hati ane yang paling dalam, sebenarnya ane cukup prihatin dengan kondisi masyarakat etnis cina. Mereka sering sekali dijadiken tumbal pergolaken politik bangsa indonesia. Seperti contoh di tahun 1965 pasca kehancuran ideologi komunis, dimana tahun ini muncul huru-hara kaum anti cina.
Ya tentunya efek buruk dari hura-hara anti cina itu telah membuat gelombang eksodus besar-besaran orang cina keluar dari tanah indonesia. Banyak orang 'cina indo' yang menyelamatken diri ke singapura, malaysia, dan australia. Harta-harta etnis cina pun banyak yang direnggut paksa maupun di akuisasi oleh etnis pribumi.
Bukan hanya 1965 saja, muncul lagi huru-hara anti cina pada tahun 1998. Lagi-lagi etnis cina menjadi sasaran target pergolaken. Hanya karena faktor kecemburuan sosial, pribumi iri melihat cina menjadi tuan tanah seperti Meneer. Sedangken pribumi lagi-lagi menjadi kuli ditanah sendiri. Krisis moneter telah mengakibatken kekacauan antar etnis dibumi pertiwi.
Selama tahun 1965-1998 etnis cina itu hidup dalam diskriminasi di indonesia. Etnis Cina itu bagai warga yang tak dianggap, Rezim Orde Baru yang dipimpin oleh Soeharto pun merupaken musuh besar bagi etnis cina. Karena pada masa periode itu banyak hak-hak etnis cina yang dipaksa untuk di diamken en di bungkamken.
Kasian ? Ya itulah sejarah kelam. Setiap negara pasti mempunyai sejarah kelamnya masing-masing. Kita sebagai penerus bangsa ya harus pandai-pandai memperbaiki kesalahan agar sejarah kelam tak terulang kembali.
Saat lahirnya era reformasi, Abdurachman Wahid (GusDur) datang bagai pahlawan penolong etnis cina yang selama ini di diskriminasi. Yah.. GusDur mengembaliken hak-hak etnis cina yang sempat di bekuken paksa oleh Soeharto.
GusDur itu sosok yang paling sangat berjasa bagi etnis cina di indonesia. Masih ingat saat GusDur wafat ? Beribu-ribu etnis cina menangisi kepergian GusDur. Beribu-ribu etnis cina ikut mendoaken GusDur, dan beribu-ribu etnis cina yang mengangap GusDur itu sebagai titisan dewa penolong.
Yah.. itu semua telah menjadi drama kehidupan etnis cina di tanah indonesia.
Nyong sini lu, kita makan dulu balu belangkat
Panggilan mingming memacahken suasana, lalu ane bergegas menghampirinya.
Mau makan dimane ? Asal jangan yang pake minyak babi
berhubung ane mau umroh, jadi ane ga mau makan-makanan yang haram dulu. Takut kualat nanti.
Makan disitu ajah
Mingming sambil menunjuk tukang dagang makanan di ujung tikungan jalan surya kencana.
Jangan ming
sambil narik tangan mingming
Ane ga mau makan disitu karena ada sesosok jin yang membuat daganganya laris manis, dan membuat dagangan orang lain jadi sepi. Seperti biasa permainan tidak sehat, salah satu pedagang bermain api.
Ane dan mingming kembali melanjutken perjalanan, kawasan chinese town surya kencana ane lalui. Di daerah situ cukup banyak makhluk halusnya, seperti hantu cina en hantu belanda. Sebagian dari hantu tersebut tidak terlalu begitu menganggu masyarakat sekitar kawasan chinese town jalan surya kencana.
Ane teringat lagu bahasa mandarin beritme slow, entah judulnya apa yang jelas lagunya sangat enak sekali jika kita mendengarnya.
kira-kira lirik lagunya seperti ini :
Ni wen wo ai ni you duo shen
Wo ai ni you ji fen
Wo di qing ye zhen
Wo di ai ye zhen
Yue liang dai biao wo di xin ..
Perjalan ke jakarta pun dihiasi dengan lagu jadul berbahasa mandarin. Ane kalo denger lagu mandarin itu bawaanya pengen tidur, mata sudah sulit untuk diajak kompromi.
To be continue
0
Kutip
Balas