- Beranda
- Sains & Teknologi
MENJAWAB FLAT EARTH 101, MENGUNGKAP KEBOHONGAN PROPAGANDA BUMI DATAR - Part 1
...
TS
Lycma
MENJAWAB FLAT EARTH 101, MENGUNGKAP KEBOHONGAN PROPAGANDA BUMI DATAR - Part 1
MENJAWAB FLAT EARTH 101, MENGUNGKAP KEBOHONGAN PROPAGANDA BUMI DATAR.
Quote:
UPDATEI!!!!
THREAD INI SUDAH ADA VERSI YOUTUBE NYA. SILAHKAN DITONTON.
Jangan lupa, kalau setuju dan suka klik Like & Share

Kalau mau nonton bagian selanjtnya klik Subscribe
VIDEO SAYA YANG LAIN
Spoiler for Episode Berikutnya:

Quote:
PENDAHULUAN
Halo, selamat pagi, siang, sore, malam Gan, Bro, Sis, Bray dan apapun panggilannya. Belakangan ini muncul fenomena di Indonesia orang-orang yang meyakini bahwa bumi datarseperti piring. Dan orang-orang ini merasa bangga dan merasa dirinya sebagai orang yang tercerahkan. Orang yang lepas dari pembodohan sains modern yang didoktrin oleh guru-guru di sekolah. Mereka merasa dirinya bagian dari perjuangan melawan konspirasi besar para elit dunia yang disebut sebagai Globalist. Mereka adalah agen-agen yang menyebarkan kebangkitan kesadaran global atas dogma sains yang menyesatkan. Begitu pikirnya.
Kepercayaan bahwa bumi datar atau Flat Earth di era modern sudah ada sejak lama di Amerika dan Eropa dan booming sekitar tahun 2013 dengan banyaknya video di youtube yang dibuat oleh aktivis Flat Earth. Di Indonesia sendiri baru ramai belakangan ini. Dan yang mebuat banyak orang percaya adalah seri video Flat Earth101. Video berbahasa indonesia dan kemungkinan besar dibuat orang Indonesia. Yang membuat miris, banyak orang-orang bertitel sarjana ikut-ikutan percaya dan men-share video ataupun kepercayaan Flat Earth. Kemungkinan besar lebih banyak lagi orang yang terpengaruh dan percaya oleh video tersebut, hanya saja mereka tidak menunjukkannya karena takut dibully, dibilang bodoh dll.
Saya tidak menyalahkan atau menganggap bodoh orang-orang yang menonton video tersebut lalu terpengaruh. Mungkin ilmu IPA yang didapat di sekolah tidak disertai pemahaman, hanya sekedar hafalan. Maka ketika menonton video tersebut yang seolah-olah menyajikan fakta-fakta dan logika-logika, dan disajikan secara menarik mereka menganggapnya lebih benar. Yang disayangkan adalah jika mereka berhenti disitu dan tidak mau melakukan cross check atau tabayyun dengan mencari informasi lebih lanjut.
Saya sendiri karena bacaan dan tayangan dokumenter konspirasi, terus terang dulu pernah mempercayai hal-hal ini : David Copperfield menggunakan bantuan Jin sehingga bisa terbang. Pendaratan Bulan adalah Palsu. Pelaku Bom Bali bukan Imam Samudera, tetapi Agen CIA dengan bom micronuklir. Itu adalah proses belajar yang harus kita lewati. Proses agar kita bisa berfikir secara ilmiah.
Namun bagi sebagian orang, ketika mereka mendapatkan suatu keyakinan, mereka tidak mau berubah. Meskipun ditunjukkkan fakta yang bertentangan dengan keyakinan itu. Bagi Flat Earther die hard saat ditunjukkan bukti-bukti bumi bulat kebanyakan jawabannya adalah :
- Tonton dulu videonya, jangan asal ngebacot
- Haha, pasti belum nonton videonya nih
- Belum nonton kok udah bilang hoax. Tonton dulu biar nyahok
Dan semacam itu.
Intinya mereka menganggap video itu adalah referensi maha benar. Kalau nonton itu pasti tersadarkan. Dan orang yang tidak ikut-ikutan percaya bumi datar pasti dituduh belum melihat video Flat Earth 101.
untuk itu, saya membuat thread ini khusus untuk menjawab seri video Flat Earth 101 secara runut dan menyeluruh.
Quote:
Thread ini saya buat khusus untuk menjawab argumen-argumen dan klaim serta kebohongan Flat Earth 101. Kadangkala berseliweran di media sosial orang yang men-share video Flat Earth 101 dengan salah satu kutipan argumennya. Cukup merepotkan jika mengomentari satu satu. Maka dengan thread ini mudah-mudahan dengan satu komentar berisi link ke Kaskus ada argumen pembanding yang menyeluruh terhadap pengaruh Video Flat Earth 101.
Jika anda menganggap isi thread ini bermanfaat dan sejalan dengan pandangan anda, Saya mempersilahkan untuk meng-copas sebagian atau seluruh isi thread ini ke media internet lain baik itu blog, facebook, dan lain-lain.
Quote:
Pada akhirnya, saya tetaplah manusia biasa. Bukan orang yang tahu segalanya. Mungkin ada beberapa data atau argumen yang saya kemukakan salah. Saya terbuka untuk kritik dan diskusi yang ilmiah.
Baiklah, mari kita tonton videonya bersama-sama lalu kita komentari klaim-klaimnya.
Video 1 : Bangkitnya Kesadaran
Quote:
Video pertama adalah pembuka, isinya rangkuman dari argumen-argumen yang akan dijabarkan pada video selanjutnya. Jadi tidak perlu banyak dikomentari pada video pertama ini karena belum terlalu detail.
Inti dari pendahuluan di video pertama adalah teori bumi berbentuk bulat adalah sebuah kebohongan. Tapi coba dipikir, jika memang bumi bulat adalah sebuah kebohongan, berapa ratus ribu orang yang harus berbohong? Seluruh 17 ribu pegawai NASA harus berbohong, juga lembaga antariksa seluruh dunia baik Rusia, China, Perancis, Jepang termasuk pegawai LAPAN di Indonesia. Seluruh kontraktor yang berhubungan dengan lembaga antariksa, pembuat roket dan satelit. Ribuan pilot di seluruh dunia. Tentara yang KATANYA bertugas menjaga Kutub Selatan, dan masih banyak lagi.
Mengapa tak satupun membocorkan rahasia? Bukankah mereka bisa dapat uang banyak dengan memeras pembuat kebohongan? Atau kalau takut diancam keselamatannya, mengapa tidak ada yang masih punya hati nurani dan membuat wasiat yang membongkar kebohongan bumi bulat lalu dipublikasikan setelah meninggal sebagai penebus “dosa” kebohongan?
Quote:
Menit 20:10
Klaim FE : Foto-foto bumi dari luar angkasa yang dirilis NASA yang menunjukkan bumi berbentuk bulat semuanya adalah hasil dari CGI. Kalau dikumpulkan foto-foto bumi yang dirilis NASA dari tahun 1975 sampai 2015 terlihat bahwa artist yang membuat CGI NASA tidak konsisten, karena warna bumi berbeda-beda. Juga terdapat foto bumi dimana beberapa bagian awan hasil copy paste. Ada juga video yang menunjukkan bayangan kamera, artinya video tersebut dibuat di studio dengan menggunakan maket. Pertanyaanya, adakah foto bumi yang bukan hasil CGI? Silahkan anda cek sendiri, jawabanya adalah : TIDAK ADA!
Jawaban : Kalau yang dimaksud adalah foto bumi ‘seluruh badan’ memang tidak banyak. Kenapa? Karena untuk bisa memotret bumi secara keseluruhan maka harus dari jarak yang sangat jauh. Rata-rata ketinggian orbit satelit tidak memungkinkan memfoto bumi secara keseluruhan, namun hanya sebagian seperti ini.
Foto bumi dari ISS
Spoiler for Foto bumi:
Tapi bukan berarti foto bumi utuh yang asli tidak ada. Yang terkenal adalah foto bumi dari Apollo 17, juga ada beberapa foto dari lunar orbiter Kaguya milik jepang dan dari satelit Russia.
Spoiler for foto bumi:
Lalu kalau dibilang foto bumi tidak konsisten warnanya, ya jelas lah beda-beda warnanya karena difoto oleh dengan kondisi pencahayaan yang berbeda, menggunakan kamera beda, settingan kamera juga beda, jarak juga berbeda beda. Tapi pasti secara umum warna foto bumi adalah kebiru-biruan, ada foto yang biru kusam, ada yang biru jernih. Tapi nggak ada foto bumi warna pink.
Beberapa elemen awan sama persis dan hasil copy paste? Sayangnya di video tidak ditunjukkan link foto tersebut sehingga tidak bisa kita analisa bersama-sama.
Ada bayangan kamera? Itu sih bukan bayangan kamera, tapi pantulan matahari. Kalau mau membuktikan, cobalah naik motor atau sepeda di pagi hari di pinggir sawah yang daunnya masih basah. Maka pantulan sinar matahari akan berada tepat di bayangan kepala kita di daun-daun padi yang basah tadi, dan selalu mengikuti kita saat bergerak.
Quote:
Menit 21.45
Klaim FE : Ada ribuan (tepatnya 2.271) satelit di angkasa, dan ada ribuan teleskop di bumi. Apakah kita bisa melihat ribuan satelit tersebut dengan teleskop? Jawabanya adalah : TIDAK!
Semua foto satelit adalah CGI.
Silahkan anda lihat publikasi video NASA, judulnya : NASA TV Video File 2015. (You*tube.com/watch?v=Q_1SvFPeW6U)
Silahkan anda cari, adakah foto satelit yang bukan CGI, tetapi foto dari teleskop? Jawabannya adalah : TIDAK ADA!
Jawaban : Foto satelit dari teleskop? Jawabannya ADA! Tapi memang tidak bagus untuk ditampilkan.
Spoiler for foto satelit:




Saya kasih tau, nggak usah pake teleskop, beberapa satelit bisa dilihat dengan mata telanjang. Satelit low orbit yang orbitnya tidak geostasioner kadang bisa terlihat di malam hari. Sejak kecil tahun 90 an saya sudah sering melihatnya.
Bagaimana cara melihatnya? Pada malam hari yang cerah lihatlah ke langit. Jika beruntung anda akan melihat benda kecil bercahaya mirip seperti bintang. Bedanya kalau bintang diam, ini bergerak dengan kecepatan konstan. Tidak terlalu cepat, karena kalau sangat cepat dan membentuk garis itu berarti meteor. Juga tidak berkedip-kedip karena kalau berkedip-kedip berarti itu pesawat terbang dengan lampu navigasinya. Itu adalah satelit yang kebetulan terkena sinar matahari dan memantulkannya sehingga bisa terlihat dari bumi sebagai titik kecil bercahaya.
Perihal NASA TV Video File 2015, silahkan dilihat sendiri secara utuh. Memang ada banyak animasi terutama saat satelit berada di luar angkasa. Kenapa tidak video asli?
Lha kalo mau bikin video asli, terus siapa yang merekam? Agar bisa merekam maka harus meluncurkan satu roket lagi yang biayanya milliaran dollar. Atau satu roket diisi dua satelit dimana yang satu tugasnya merekam video satelit satunya. Biayanya juga milliaran. Padahal video itu juga nggak penting-penting amat. Maka animasi CGI dipakai sekedar untuk memberi gambaran yang terjadi disana.
Tetapi kalau kegiatan astronot dari pesawat ulang-alik sedang memperbaiki stasiun luar angkasa ISS atau teleskop Hubble maka videonya asli karena memungkinkan merekam dengan kamera asli. Masih tidak percaya? Kan itu bisa dipalsukan kayak di film Gravity atau Interstellar? Pesawat ulang-alik sudah ada sejak tahun 80an. Coba aja lihat kualitas film luar angkasa hollywood masa itu. Apakah sudah serealistis Gravity dan Interstellar?
Karena Video 1 hanya berisi pendahuluan, langsung saja kita lanjut ke Video 2.
Cek dibawah ya Gan.
UPDATE :
Bantahan Video 2 sampai 9 ada di Page One. Untuk Bantahan Video 10 dan seterusnya ada di halaman-halaman belakang. Untuk lebih mudahnya silahkan langsung klik link dibawah ini :
VIDEO 10 Ada di Page 45
VIDEO 10 : People Power VS Elit Global
Video Episode Bonus : Kubah Langit Selatan dan Tafsir Telur Burung Onta
Episode Bonus : Kubah Langit Selatan dan Tafsir Burung onta
Jawaban Episode 11, Part 1
Jawaban Episode 11, Part 2
FAQ (Frequently Asked Question)
FAQ 1 : Jika bumi berputar, mengapa pesawat ke barat dan ke timur waktu tempuhnya sama?
FAQ 2 : Kalau gravitasi ada, mengapa balon bisa terbang?
FAQ 3 : Mengapa tidak bisa melihat lengkungan horison di pantai?
Kelemahan Model Bumi Flat Earth
Kelemahan Model Bumi Flat Earth
Diubah oleh Lycma 25-01-2017 10:48
User telah dihapus dan udang.reborn memberi reputasi
2
675.8K
Kutip
10K
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sains & Teknologi
15.9KThread•13.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Lycma
#22
VIDEO 11 : REALITAS FLAT EARTH
Ini adalah jawaban terhadap video Episode 11. Karena panjangnya durasi episode 11 dan kesibukan saya di kator, Tulisan berisi bantahan ini akan dicicil.
Menit 00:00
Klaim FE : Pembuat video FE 101 alias Bossdarling mengatakan bahwa keterlambatan rilis video episode 11 karena bossdarling sedang mempersiapkan IPO perusahaannya yang akan go public.
Jawaban : Sungguh aneh jika seorang yang mengelola perusahaan besar yang akan go publik masih sempat untuk mengedit video sendiri dan mengelola forum internet FE 101.
Lebih aneh lagi, selama ini FE 101 berkoar-koar katanya bertujuan melawan elit global dengan sistem kapitalis yang zalim. Tapi nyatanya, (kalau memang benar) penggagas FE 101 malah mengurusi IPO perusahaan yang go publik. Dengan sistem saham yang berpihak pada pemilik modal. Bukankah ini juga salah satu sistem kapitalis yang katanya "elit Global" itu?
Menit 01:00
Klaim FE : Indonesia mendanai elit global, memberi pinjaman pada perusahaan-perusahaan elit dan pemrintahan asing yang kaya raya sebesar 1105 Trilliun (2x lebih besar daripada jumlah uang rupiah yang beredar). Semua data ada di depan mata
Jawaban : Dikatakan bahwa semua data ada di depan mata. Tetapi sama sekali tidak ditunjukkan data yang menunjukkan Indonesia mendanai elit global atau memberi pinjaman pada perusahaan-perusahaan elit dan pemerintah asing. Angka 1105 triliun juga tidak dijelaskan dari mana sumber datanya. Tidak juga disebutkan pemerintah asing mana dan perusahaan apa yang mendapat pinjaman dari Indonesia.
Satu-satunya sumber yang diberikan di layar video adalah laporan tahunan Bank Indonesia tentang jumlah uang yang beredar. Hanya itu!
Memang ternyata di bagian akhir video diberikan penjelasan bagaimana mekanismenya Indonesia mendanai Perusahaan asing dan elit global. Dengan penjelasan cepat dan membingungkan, maka kalau tidak teliti akan langsung percaya saja. Tapi kalau kita cermat, akan tampak kesalahan logikanya. Tapi itu nanti saja kita kupas di bagian akhir.
Menit 01:33
Klaim FE : Tertulis di video : Nikola Tesla, penemu Listrik AC (bukan Edison), Penemu Radio (Bukan Marconi), RADAR (Bukan Watson) X-Ray, Tesla Coil, Bola Lampu, Wireless Remote Control, Motor Elektrik
Jawaban : Kalau kita membaca buku pelajaran SD atau Rangkuman Pengetahuan Umum Lengkap (RPUL) tentang penemu-penemu misalnya penemu bola lampu, mikroskop, radio, telepon dan lain-lain, memang tidak semuanya akurat atau tepat. Namun juga tidak berarti salah. Yang tertulis di buku pelajaran sekolah biasanya disederhanakan misalnya. Penemu bola lampu adalah Thomas alfa Edison. Penemu Radio adalah Marconi dan sebagainya.
Kenyataanya, penemuan suatu teknologi biasanya melibatkan banyak orang, meskipun kadang mereka tidak bekerjasama. Suatu penemuan di tahap awal umumnya belum sempurna, masih banyak kekurangan disana-sini. Penemu lainnya menyempurnakan penemuan yang sudah ada tersebut. Kadangkala juga terjadi dua orang di tempat yang berbeda menemukan hal yang sama di waktu yang hampir bersamaan.
![kaskus-image]()
Nikola Tesla adalah seorang ilmuwan dan penemu yang produktif. Banyak penemuannya dimulai dari nol, namun tidak sedikit pula yang hanya menyempurnakan sesuatu yang sudah ada.
Tentang listrik arus bolak-balik atau Alternating Current (AC), tidak ada yang mengklaim Edison sebagai penemunya. Di buku manapun tertulis ditemukan oleh Tesla. Walaupun kenyataannya sebelum Tesla, listrik AC sudah diketahui. Namun Tesla-lah yang berhasil merancang sistem listrik AC yang terintegrasi dengan baik, berupa generator, motor, saluran transmisi, lampu, dll yang menjadikan listrik AC menjadi alternatif pengganti listrik DC (dirrect current).
Tesla juga secara tidak sengaja menemukan sinar-X ketika melakukan percobaan dengan tabung Crookes yang menyebabkan plat filmnya rusak. Disaat yang hampir sama Wilhelm Rontgen mengumumkan penemuan sinar X. Mendengar itu Tesla menyadari bahwa ia juga telah menemukan sinar X. Ia pun meyempurnakan percobaannya dan mengirimkan hasilnya kepada Rontgen. Wilhelm Rontgen sangat terkesan dengan hasil foto sinar X Tesla dan mengajak bekerjasama. Namun Tesla tidak tertarik melanjutkan penelitian tentang Sinar X karena ia lebih tertarik mengembangkan Wireless Transmission.
Demikian juga dengan penemuan-penemuan lainnya misalnya Radio, Wireless remote Control dll. Intinya Tesla adalah salah satu ilmuwan dan penemu besar. Namun bukan berarti dia paling hebat segala-galanya. Para penganut Flat Earth selama ini mendewa-dewakan Nikola Tesla dan sering menggunakan meme berisi tulisan yang konon adalah pernyataan dari Tesla. Padahal tidak ada bukti yang valid kalau pernyataan itu benar-benar dikatakan atau ditulis oleh Tesla.
Menit 02:36
Klaim FE : Cuplikan video The Illusion of Truth oleh Derek Muller. Seolah-olah teori bumi bulat dipropagandakan dengan teknik Cognitive Ease. orang hanya mau mudahnya saja dan menerima begitu saja ketika dikatakan bahwa bumi bulat.
Jawaban : Silahkan melihat sendiri secara utuh video tersebut untuk mengetahui pesan sesungguhnya dari vide tersebut.
Jika ingin lebih mengenal Derek Muller anda bisa menonton beberapa atau keseluruhan videonya di Channelnya : Veritasium
[url=[youtube]url]
Sesua[/youtube] judulnya : "The Illusion of Truth", video tersebut menunjukkan tentang ilusi kebenaran. Sesuatu yang tampak benar, belum tentu betul-betul benar.
Di bagian awal kita dikenalkan dengan Cognitive Ease, Otak kita cenderung menerima sesuatu yang mudah untuk dipahami dan sesuatu yang familiar. Kita cenderung lebih mudah menerima sesuatu dimana otak kita tidak perlu bekerja terlalu berat. Kita cenderung menerima dan menganggap benar informasi yang diberikan pada kita, padahal kalau kita mengecek fakta tersebut, belum tentu yang disampaikan itu benar.
Dalam video diberikan contoh pernyataan : Suhu tubuh ayam adalah 34 derajat celcius!
Saat mendengar itu, sebagian besar kita langsung percaya. Padahal informasi itu salah. Dijelaskan bahwa suhu tubuh ayam sebenarnya hampir 41 derajat celcius.
Nah, kecenderungan sebagian orang yang malas untuk mencari informasi pembanding inilah yang sebenarnya sering dimanafaatkan FE 101 untuk menyebarkan kebohongannya. Orang dengan mudahnya menerima dan percaya informasi yang diberikan oleh video FE101 misalnya :
-Tak ada satupun foto satelit dari teleskop
-Tak ada yang mampu melintasi Antarktika
-USGS mengatakan ini, Admiral Byrd mengatakan itu, Al Biruni mengatakan begini, Tesla mengatakan ini dan sebagainya.
-Tak ada penerbangan langsung dari Selatan ke Selatan.
-Penerbangan Bali ke LA mendarat darurat di Alaska
dan masih banyak lagi yang lainnya.
Padahal kalau kita mau mengecek sumber lain tentang informasi tersebut, ternyata informasi itu tidak benar atau paling tidak dipelintir oleh FE 101.
Pada bagian berikutnya dari video "The Illusion of Truth", dijelaskan bahwa kebenaran bisa dipalsukan melalui mekanisme Cognitive Ease. Banyak metode yang bisa digunakan. Misalnya sesuatu yang diulang-ulang akan membuat familiar dan terasa benar. Informasi yang ditulis dengan huruf tulisan yang jelas, tegas dan kontras akan lebih dipercaya daripada tulisan yang buram dan tidak jelas. Padahal belum tentu informasi dalam tulisan yang jelas itu benar. Informasi yang disajikan dengan gambar dan suara menarik lebih mudah untuk dipercaya.
Nah, lagi-lagi video FE 101 menggunakan teknik ini untuk membuat penontonnya terkesima dan akhirnya percaya dengan jargon "mengherankan Bukan"
Pada bagian akhir video "The Illusion of truth" diberikan pesan agar kita mengevaluasi kembali cara kita menerima informasi dan bisa membedakan mana yang informasi yang benar dan yang salah sebenarnya.
Mungkin dalam kehidupan sehari-hari yang sederhana kecenderungan otak untuk menggunakan cognitive ease ini tidak menjadi masalah. Namun dalam mempelajari Ilmu pengetahuan misalnya fisika dimana banyak fenomena-fenomena yang bertentangan dengan intuisi dan pengalaman sehari-hari, maka kita harus lebih skeptis dan mengedepankan bukti-bukti daripada intuisi.
Jika anda menonton beberapa atau keseluruhan video di Channel Veritasium, anda akan tahu bahwa itu channel tentang Sains dan sangat bertentangan dengan FE101.
Menit 05:54
Klaim FE : Cuplikan Video Matt Boylan yang katanya mantan karyawan NASA.
Jawaban : Sudah pernah dibahas di video bag 6. Tak perlu dibahas lagi.
Menit 07:16
Klaim FE : Cuplikan Video tentang bagaimana ahli astronomi mengukur jarak benda-benda luar angkasa. Dan di video itu dikatakan bahwa mengukur jarak benda luar angkasa adalah INTERESTING PROBLEM (Masalah yang Menarik). Jadi sebenarnya para saintis nggak tau jarak sebenarnya. Semua hanya teori.
Jawaban : Lagi-lagi Quote Mining (Mengambil sebagian/sepotong pernyataan sehingga keluar dari maksud aslinya). Video hanya ditayangkan sampai pada kalimat Interesting Problem dan dititikberatkan pada kata Problem (Masalah). Jadi seolah-olah cara mengukur jarak benda luar angkasa itu masih menjadi masalah yang belum terpecahkan.
Untuk memahami maksud sebenarnya dari video itu anda harus melihat secara keseluruhan. Silahkan tonton video lengkapnya dibawah ini :
Dalam video itu dijelaskan beberapa metode untuk mengukur jarak bintang dari bumi. Untuk mengukur jarak bintang yang relatif "Dekat" bisa digunakan metode triangulasi dengan trigonometri setelah diketahui perbedaan sudut bintang dilihat dari bumi dalam jangka waktu 6 bulan. Atau Stellar Parallax.
Ketika mendengar Stellar Parallax FE 101 langsung buru-buru mengkalim bahwa Stellar Parallax tak pernah bisa dibuktikan oleh Galileo. Memang benar bahwa Galileo tak bisa menunjukkan Stellar Parallax karena teleskop pada masa Galileo masih belum sempurna. Kenyatannya, Stellar Parallax berhasil dibuktikan oleh Friedrich Bessel pada tahun 1838. Jadi jika saat ini anda mengatakan Stellar Parallax belum berhasil dibuktikan, anda ketinggalan informasi 178 Tahun!
Namun pengukuran jarak bintang dengan metode sudut Parallax ini tidak bisa digunakan untuk bintang yang lebih jauh, karena semakin jauh bintang maka semakin kecil perbedaan sudutnya sehingga sangat sulit diukur. Maka metode lain yang digunakan adalah dengan spektrum dari cahaya bintang yang sampai ke bumi. Dalam video itu bahasanya disederhanakan menjadi brightness atau terangnya suatu bintang. Dan ini dimanfaatkan oleh FE 101 untuk menyerang dengan mempertanyakan apakah kita bisa mengukur jarak tiang lampu berdasarkan terang tidaknya. Dan penonton akan membayangkan mengukur dengan mata telanjang.
Tentu saja para ilmuwan tidak akan mengukur spektrum cahaya itu dengan mata telanjang. Teknologi sudah sangat maju dan canggih. Alat ukur di berbagai bidang bisa mengukur dengan keteliatian sangat akurat. Anda jangan seperti katak dalam tempurung mengira ilmuwan mengukur sesuatu dengan mata telanjang.
Kemudian disebutkan bahwa hasil pengukuran jarak tersebut hanya kira-kira dan salah. Jarak matahari dan jarak bulan salah sehingga semuanya menjadi salah.
Untuk jarak bintang-bintang dan galaksi yang sangat jauh dan diukur dengan spektrum cahaya mungkin masih belum akurat. Mungkin ada kesalahan ratusan ribu atau jutaan kilometer. Namun mengingat jaraknya sudah dalam satuan tahun cahaya, jika dipersentase kesalahanya sebenarnya kecil.
Tetapi untuk objek-objek "dekat" seperti bulan dan matahari pengukuran dengan trigonometri sudah sangat akurat. Bahkan untuk bulan, sudah diukur dengan sinar laser yang ditembakkan ke bulan dan dipantulkan oleh reflektor yang dipasang oleh misi Apollo 17. Akurasi pengukuran jarak bumi-bulan ini sudah pada tingkat keleitian centimeter.
Menit 10:28
Klaim FE : Tentang sejarah peradaban dunia. Menjelaskan kapan dan darimana asalnya teori bumi datar dan bumi bola. Mulai dari Babilonia, Mesir Kuno Hingga Yunani. Babilonia penyembah benda-benda langit. Mesir Kuno penyembah dewa matahari. Budaya musyrik penyembah matahari berlanjut hingga ke Yunani Kuno. Pada masa Yunani Kuno muncul teori matahari pusat alam semesta.
Jawaban : Ketika melihat bagian ini, langsung muncul pikiran di benak saya, Jika teori heliosentris dimana matahari pusat tata surya dikatakan muncul karena ajaran penyembah dewa Matahari, lalu apakah orang-orang yang menganggap bumi sebagai pusat alam semesta adalah penyembah dewa bumi?
Padahal kalo di film Kera Sakti dewa bumi nggak ada wibawanya sama sekali. Dimarahin mulu sama Sun Go Kong. hehehe..
Dikatakan bahwa teori bumi bulat dan matahari sebagai pusat tata surya berakar dari budaya pagan (penyembah berhala) yang menyembah dewa matahari. Padahal konsepsi bumi pada kebudayaan mesir kuno adalah bumi datar. Demikian juga dalam kebudayaan-kebudayaan kuno juga menganggap bahwa bumi datar, dan notabene mereka juga penyembah berhala (Pagan). Hal itu wajar karena pengetahuan umat manusia pada saat itu masih belum semaju sekarang. Jadi kalau saat ini anda percaya bumi datar, maka anda mundur ribuan tahun.
Konsep bumi dan langit Mesir Kuno
![kaskus-image]()
Konsep Maya Kuno
![kaskus-image]()
Konsep alam semesta suku Indian Navajo
![kaskus-image]()
Sejujurnya ini adalah bagian paling berbahaya dari video FE 101. Ilmu pengetahuan dicocoklogi dengan sejarah dan agama. Sains dituduh bagian dari ideologi penyembah Iblis. Tampak jelas sekali permusuhan dan kebencian terhadap Ilmu Pengetahuan. Saya tidak tau apa maksud dan tujuan sebenarnya dari pembuat video FE 101.
Jika dia memang percaya terhadap teori-teori yang disampaikannya, seharusnya dia juga sadar dalam mebuat video dia banyak melakukan kebohongan. Ada perbedaan yang jelas antara ketidaktahuan dan kebohongan.
Hal-hal tentang mengapa satelit tidak rontok meskipun tidak aerodinamis, mengapa roket lintasannya melengkung, Kapan satelit mengisi bahan bakar dan sebaginya bisa dimaklumi sebagai sebuah ketidak tahuan.
Namun menempatkan pointer di laut selatan untuk mengukur kiblat Jakarta (Episode Bonus), Mengatakan ada pertambangan milik australia di kutub utara dengan memakai gambar peta North Pole Mining Centre, sebuah wilayah di benua Autralia (Episode 5), merubah judul berita dari TAIWAN menjadi BALI adalah sebuah kebohongan yang disengaja. Saat membuat video itu, harusnya dia tahu sedang melakukan kebohongan. Tetapi tetap dilakukannya.
Jika dia membuat video hanya untuk meraup keuntungan dari Adsense dengan viewer Youtube yang banyak dan bisnis Merchandise Flat Earth, maka sungguh hina sekali meraup keuntungan dari menyesatkan dan membodohi banyak orang.
Menit 15:45
Klaim FE : Metode yang dipakai Aristarchus untuk menghitung jarak bulan keliru. Bulan dihitung dari mulai terbit hingga terlihat utuh perlu waktu 2 menit. Pada saat gerhana, bulan masuk bayangan bumi selama 3 jam. Dari data-data tersebut akhirnya dihitung dengan rumus lingkaran dan trigonometri diperoleh jarak bulan. Namun ada variabel-variabel yang tidak ikut dihitung, Yaitu:
1. Selain bulan terlihat bergerak karena rotasi bumi, namun tidak dihitung bahwa bulan juga bergerak (berevolusi). kalau revolusi bulan ikut dihitung, pasti hasilnya beda lagi.
2. Waktu yang dipakai yang dipakai untuk menghitung, apakah tepat? Kalau 2 menit apakah 2 menit pas? Kalau 3 jam apakah 3 jam 'teng'?
3. Bayangan bumi yang dipakai untuk menghitung dihitung 3/4. Apakah tepat 3/4? Bagaimana kalau 0,8 pasti hasil perhitungannya beda lagi.
4. Dari perhitungan jarak kira-kira tersebut, NASA mengaku sudah ke bulan. Bagaimana mungkin bisa sampai ke bulan kalau jaraknya saja kira-kira?
Jawaban : Pertama yang perlu diingat, perhitungan itu dilakukan lebih dari dua ribu tahun yang lalu. Jadi jangan dituntut untuk hasil yang sangat presisi hingga ketelitian meter. FE 101 menggiring opini seolah-olah perhitungan 2000 tahun yang lalu itu digunakan hingga saat ini tanpa ada perkembangan. Bahkan data jarak yang dihitung 2000 tahun yang lalu itu digunakan untuk misi pendaratan ke bulan oleh NASA. Ini adalah klaim yang konyol. Dalam Logical Fallacy ini disebut Logika Manusia Jeramy (Strawman Fallacy). Meenciptakan sendiri argumen yang seolah-olah merupakan argumen lawan, lalu diserang sendiri. Ibaratnya, bikin sendiri manusia jerami (orang-orangan sawah) lalu dihajar sendiri sampai hancur dan merasa menang dan hebat.
Strawan Fallacy
![kaskus-image]()
Tapi baiklah, kita bahas klaim diatas satu persatu.
1. Yang dihitung 2 menit dan tiga jam saat gerhana itu adalah pergerakan bulan yang dilihat oleh pengamat dari bumi. Jadi data-data tersebut adalah data pengamatan oleh pengamat yang berada di bumi pada suatu tempat tertentu. Artinya adalah apa yang kelihatan dari bumi. Sehingga pergerakan bulan yang diamati sudah termasuk pergerakan karena rotasi bumi dan revolusi bulan.
2. Perhitungan waktu yang tidak tepat. Memang alat ukur waktu pada saat itu belum presisi. Artinya ada perhitungan yang belum akurat. Namun seiring perkembangan jaman, alat-alat untuk mengukur waktu, sudut dan sebagainya semakin presisi. Sehingga perhitungan jarak dengan metode tersebut juga semakin akurat dari wkatu ke waktu.
3. Metode yang dipakai Aristarchus adalah metode sederhana (namun sangat cerdas) untuk menghitung jarak bulan dengan keterbatasan alat pada masa itu. Karena keterbatasan alat, maka hasilnya pasti juga tidak akurat. Ada kesalahan mungkin beberapa ratus atau ribu kilometer dari jarak sesungguhnya. Namun kesalahan ini jika dihitung persentasenya cukup kecil. Artinya hasil perhitungan jarak tersebut sudah cukup memberikan gambaran jarak bulan ke bumi selama ratusan tahun.
4. Apakah jika tidak mengetahui jaraknya secara persis tepat, kita tidak mampu sampai ke tempat tujuan? Jika anda ingin ke Bandung, Semarang atau Surabaya apakah anda harus tahu jaraknya secara persis tepat?
Pada saat misi ke bulan, Hasil perhitungan jarak dan data-data lain sudah semaik lengkap dan akurat. Sehingga ilmuwan bisa menghitung dan merancang lintasan untuk menuju bulan. Dengan memperhitungkan jarak, lintasan orbit bulan, gravitasi bumi, gravitasi bulan, daya dan kecepatan roket dan lain-lain. Selain itu pilot (astronot) Apollo juga bertugas melakukan koreksi-koreksi secara manual.
Perlu diingat juga, misi pendaratan di bulan tidak ujug-ujug misi pertama langsung mendaratkan manusia di bulan. Ada misi-misi sebelumnya sehingga jarak dan kondisi bisa diketahui lebih detail.
Dan FYI, biar anda tidak terpaku data perhitungan 2000 tahun yang lalu, Sekarang jarak bulan dihitung dengan laser rangefinder.
![kaskus-image]()
Sinar laser ditembakkan ke bulan dan dipantulkan oleh reflektor yang dipasang dibulan. Retroreflector ini jumlahnya tidak hanya satu, tapi ada lima. Tiga buah dipasang oleh Amerika, dan dua buah dipasang oleh Uni Sovyet (Russia). Dan kesemuanya masih berfungsi hingga saat ini.
Retroreflektor
![kaskus-image]()
Letak Retroreflektor
![kaskus-image]()
Dengan ini jarak bisa diukur dengan akurasi sangat presisi, hingga ketelitian 1 cm. Sehingga sekarang diketahui bulan semakin menjauh dari bumi sebesar 4 cm setiap tahunnya.
Lanjut bawah Gan...
Ini adalah jawaban terhadap video Episode 11. Karena panjangnya durasi episode 11 dan kesibukan saya di kator, Tulisan berisi bantahan ini akan dicicil.
Quote:
Menit 00:00
Klaim FE : Pembuat video FE 101 alias Bossdarling mengatakan bahwa keterlambatan rilis video episode 11 karena bossdarling sedang mempersiapkan IPO perusahaannya yang akan go public.
Jawaban : Sungguh aneh jika seorang yang mengelola perusahaan besar yang akan go publik masih sempat untuk mengedit video sendiri dan mengelola forum internet FE 101.
Lebih aneh lagi, selama ini FE 101 berkoar-koar katanya bertujuan melawan elit global dengan sistem kapitalis yang zalim. Tapi nyatanya, (kalau memang benar) penggagas FE 101 malah mengurusi IPO perusahaan yang go publik. Dengan sistem saham yang berpihak pada pemilik modal. Bukankah ini juga salah satu sistem kapitalis yang katanya "elit Global" itu?
Quote:
Menit 01:00
Klaim FE : Indonesia mendanai elit global, memberi pinjaman pada perusahaan-perusahaan elit dan pemrintahan asing yang kaya raya sebesar 1105 Trilliun (2x lebih besar daripada jumlah uang rupiah yang beredar). Semua data ada di depan mata
Jawaban : Dikatakan bahwa semua data ada di depan mata. Tetapi sama sekali tidak ditunjukkan data yang menunjukkan Indonesia mendanai elit global atau memberi pinjaman pada perusahaan-perusahaan elit dan pemerintah asing. Angka 1105 triliun juga tidak dijelaskan dari mana sumber datanya. Tidak juga disebutkan pemerintah asing mana dan perusahaan apa yang mendapat pinjaman dari Indonesia.
Satu-satunya sumber yang diberikan di layar video adalah laporan tahunan Bank Indonesia tentang jumlah uang yang beredar. Hanya itu!
Memang ternyata di bagian akhir video diberikan penjelasan bagaimana mekanismenya Indonesia mendanai Perusahaan asing dan elit global. Dengan penjelasan cepat dan membingungkan, maka kalau tidak teliti akan langsung percaya saja. Tapi kalau kita cermat, akan tampak kesalahan logikanya. Tapi itu nanti saja kita kupas di bagian akhir.
Quote:
Menit 01:33
Klaim FE : Tertulis di video : Nikola Tesla, penemu Listrik AC (bukan Edison), Penemu Radio (Bukan Marconi), RADAR (Bukan Watson) X-Ray, Tesla Coil, Bola Lampu, Wireless Remote Control, Motor Elektrik
Jawaban : Kalau kita membaca buku pelajaran SD atau Rangkuman Pengetahuan Umum Lengkap (RPUL) tentang penemu-penemu misalnya penemu bola lampu, mikroskop, radio, telepon dan lain-lain, memang tidak semuanya akurat atau tepat. Namun juga tidak berarti salah. Yang tertulis di buku pelajaran sekolah biasanya disederhanakan misalnya. Penemu bola lampu adalah Thomas alfa Edison. Penemu Radio adalah Marconi dan sebagainya.
Kenyataanya, penemuan suatu teknologi biasanya melibatkan banyak orang, meskipun kadang mereka tidak bekerjasama. Suatu penemuan di tahap awal umumnya belum sempurna, masih banyak kekurangan disana-sini. Penemu lainnya menyempurnakan penemuan yang sudah ada tersebut. Kadangkala juga terjadi dua orang di tempat yang berbeda menemukan hal yang sama di waktu yang hampir bersamaan.
Nikola Tesla adalah seorang ilmuwan dan penemu yang produktif. Banyak penemuannya dimulai dari nol, namun tidak sedikit pula yang hanya menyempurnakan sesuatu yang sudah ada.
Tentang listrik arus bolak-balik atau Alternating Current (AC), tidak ada yang mengklaim Edison sebagai penemunya. Di buku manapun tertulis ditemukan oleh Tesla. Walaupun kenyataannya sebelum Tesla, listrik AC sudah diketahui. Namun Tesla-lah yang berhasil merancang sistem listrik AC yang terintegrasi dengan baik, berupa generator, motor, saluran transmisi, lampu, dll yang menjadikan listrik AC menjadi alternatif pengganti listrik DC (dirrect current).
Tesla juga secara tidak sengaja menemukan sinar-X ketika melakukan percobaan dengan tabung Crookes yang menyebabkan plat filmnya rusak. Disaat yang hampir sama Wilhelm Rontgen mengumumkan penemuan sinar X. Mendengar itu Tesla menyadari bahwa ia juga telah menemukan sinar X. Ia pun meyempurnakan percobaannya dan mengirimkan hasilnya kepada Rontgen. Wilhelm Rontgen sangat terkesan dengan hasil foto sinar X Tesla dan mengajak bekerjasama. Namun Tesla tidak tertarik melanjutkan penelitian tentang Sinar X karena ia lebih tertarik mengembangkan Wireless Transmission.
Demikian juga dengan penemuan-penemuan lainnya misalnya Radio, Wireless remote Control dll. Intinya Tesla adalah salah satu ilmuwan dan penemu besar. Namun bukan berarti dia paling hebat segala-galanya. Para penganut Flat Earth selama ini mendewa-dewakan Nikola Tesla dan sering menggunakan meme berisi tulisan yang konon adalah pernyataan dari Tesla. Padahal tidak ada bukti yang valid kalau pernyataan itu benar-benar dikatakan atau ditulis oleh Tesla.
Quote:
Menit 02:36
Klaim FE : Cuplikan video The Illusion of Truth oleh Derek Muller. Seolah-olah teori bumi bulat dipropagandakan dengan teknik Cognitive Ease. orang hanya mau mudahnya saja dan menerima begitu saja ketika dikatakan bahwa bumi bulat.
Jawaban : Silahkan melihat sendiri secara utuh video tersebut untuk mengetahui pesan sesungguhnya dari vide tersebut.
Spoiler for Illusion of Truth:
Jika ingin lebih mengenal Derek Muller anda bisa menonton beberapa atau keseluruhan videonya di Channelnya : Veritasium
[url=[youtube]url]
Sesua[/youtube] judulnya : "The Illusion of Truth", video tersebut menunjukkan tentang ilusi kebenaran. Sesuatu yang tampak benar, belum tentu betul-betul benar.
Di bagian awal kita dikenalkan dengan Cognitive Ease, Otak kita cenderung menerima sesuatu yang mudah untuk dipahami dan sesuatu yang familiar. Kita cenderung lebih mudah menerima sesuatu dimana otak kita tidak perlu bekerja terlalu berat. Kita cenderung menerima dan menganggap benar informasi yang diberikan pada kita, padahal kalau kita mengecek fakta tersebut, belum tentu yang disampaikan itu benar.
Dalam video diberikan contoh pernyataan : Suhu tubuh ayam adalah 34 derajat celcius!
Saat mendengar itu, sebagian besar kita langsung percaya. Padahal informasi itu salah. Dijelaskan bahwa suhu tubuh ayam sebenarnya hampir 41 derajat celcius.
Nah, kecenderungan sebagian orang yang malas untuk mencari informasi pembanding inilah yang sebenarnya sering dimanafaatkan FE 101 untuk menyebarkan kebohongannya. Orang dengan mudahnya menerima dan percaya informasi yang diberikan oleh video FE101 misalnya :
-Tak ada satupun foto satelit dari teleskop
-Tak ada yang mampu melintasi Antarktika
-USGS mengatakan ini, Admiral Byrd mengatakan itu, Al Biruni mengatakan begini, Tesla mengatakan ini dan sebagainya.
-Tak ada penerbangan langsung dari Selatan ke Selatan.
-Penerbangan Bali ke LA mendarat darurat di Alaska
dan masih banyak lagi yang lainnya.
Padahal kalau kita mau mengecek sumber lain tentang informasi tersebut, ternyata informasi itu tidak benar atau paling tidak dipelintir oleh FE 101.
Pada bagian berikutnya dari video "The Illusion of Truth", dijelaskan bahwa kebenaran bisa dipalsukan melalui mekanisme Cognitive Ease. Banyak metode yang bisa digunakan. Misalnya sesuatu yang diulang-ulang akan membuat familiar dan terasa benar. Informasi yang ditulis dengan huruf tulisan yang jelas, tegas dan kontras akan lebih dipercaya daripada tulisan yang buram dan tidak jelas. Padahal belum tentu informasi dalam tulisan yang jelas itu benar. Informasi yang disajikan dengan gambar dan suara menarik lebih mudah untuk dipercaya.
Nah, lagi-lagi video FE 101 menggunakan teknik ini untuk membuat penontonnya terkesima dan akhirnya percaya dengan jargon "mengherankan Bukan"
Pada bagian akhir video "The Illusion of truth" diberikan pesan agar kita mengevaluasi kembali cara kita menerima informasi dan bisa membedakan mana yang informasi yang benar dan yang salah sebenarnya.
Mungkin dalam kehidupan sehari-hari yang sederhana kecenderungan otak untuk menggunakan cognitive ease ini tidak menjadi masalah. Namun dalam mempelajari Ilmu pengetahuan misalnya fisika dimana banyak fenomena-fenomena yang bertentangan dengan intuisi dan pengalaman sehari-hari, maka kita harus lebih skeptis dan mengedepankan bukti-bukti daripada intuisi.
Jika anda menonton beberapa atau keseluruhan video di Channel Veritasium, anda akan tahu bahwa itu channel tentang Sains dan sangat bertentangan dengan FE101.
Quote:
Menit 05:54
Klaim FE : Cuplikan Video Matt Boylan yang katanya mantan karyawan NASA.
Jawaban : Sudah pernah dibahas di video bag 6. Tak perlu dibahas lagi.
Quote:
Menit 07:16
Klaim FE : Cuplikan Video tentang bagaimana ahli astronomi mengukur jarak benda-benda luar angkasa. Dan di video itu dikatakan bahwa mengukur jarak benda luar angkasa adalah INTERESTING PROBLEM (Masalah yang Menarik). Jadi sebenarnya para saintis nggak tau jarak sebenarnya. Semua hanya teori.
Jawaban : Lagi-lagi Quote Mining (Mengambil sebagian/sepotong pernyataan sehingga keluar dari maksud aslinya). Video hanya ditayangkan sampai pada kalimat Interesting Problem dan dititikberatkan pada kata Problem (Masalah). Jadi seolah-olah cara mengukur jarak benda luar angkasa itu masih menjadi masalah yang belum terpecahkan.
Untuk memahami maksud sebenarnya dari video itu anda harus melihat secara keseluruhan. Silahkan tonton video lengkapnya dibawah ini :
Spoiler for video:
Dalam video itu dijelaskan beberapa metode untuk mengukur jarak bintang dari bumi. Untuk mengukur jarak bintang yang relatif "Dekat" bisa digunakan metode triangulasi dengan trigonometri setelah diketahui perbedaan sudut bintang dilihat dari bumi dalam jangka waktu 6 bulan. Atau Stellar Parallax.
Ketika mendengar Stellar Parallax FE 101 langsung buru-buru mengkalim bahwa Stellar Parallax tak pernah bisa dibuktikan oleh Galileo. Memang benar bahwa Galileo tak bisa menunjukkan Stellar Parallax karena teleskop pada masa Galileo masih belum sempurna. Kenyatannya, Stellar Parallax berhasil dibuktikan oleh Friedrich Bessel pada tahun 1838. Jadi jika saat ini anda mengatakan Stellar Parallax belum berhasil dibuktikan, anda ketinggalan informasi 178 Tahun!
Namun pengukuran jarak bintang dengan metode sudut Parallax ini tidak bisa digunakan untuk bintang yang lebih jauh, karena semakin jauh bintang maka semakin kecil perbedaan sudutnya sehingga sangat sulit diukur. Maka metode lain yang digunakan adalah dengan spektrum dari cahaya bintang yang sampai ke bumi. Dalam video itu bahasanya disederhanakan menjadi brightness atau terangnya suatu bintang. Dan ini dimanfaatkan oleh FE 101 untuk menyerang dengan mempertanyakan apakah kita bisa mengukur jarak tiang lampu berdasarkan terang tidaknya. Dan penonton akan membayangkan mengukur dengan mata telanjang.
Tentu saja para ilmuwan tidak akan mengukur spektrum cahaya itu dengan mata telanjang. Teknologi sudah sangat maju dan canggih. Alat ukur di berbagai bidang bisa mengukur dengan keteliatian sangat akurat. Anda jangan seperti katak dalam tempurung mengira ilmuwan mengukur sesuatu dengan mata telanjang.
Kemudian disebutkan bahwa hasil pengukuran jarak tersebut hanya kira-kira dan salah. Jarak matahari dan jarak bulan salah sehingga semuanya menjadi salah.
Untuk jarak bintang-bintang dan galaksi yang sangat jauh dan diukur dengan spektrum cahaya mungkin masih belum akurat. Mungkin ada kesalahan ratusan ribu atau jutaan kilometer. Namun mengingat jaraknya sudah dalam satuan tahun cahaya, jika dipersentase kesalahanya sebenarnya kecil.
Tetapi untuk objek-objek "dekat" seperti bulan dan matahari pengukuran dengan trigonometri sudah sangat akurat. Bahkan untuk bulan, sudah diukur dengan sinar laser yang ditembakkan ke bulan dan dipantulkan oleh reflektor yang dipasang oleh misi Apollo 17. Akurasi pengukuran jarak bumi-bulan ini sudah pada tingkat keleitian centimeter.
Quote:
Menit 10:28
Klaim FE : Tentang sejarah peradaban dunia. Menjelaskan kapan dan darimana asalnya teori bumi datar dan bumi bola. Mulai dari Babilonia, Mesir Kuno Hingga Yunani. Babilonia penyembah benda-benda langit. Mesir Kuno penyembah dewa matahari. Budaya musyrik penyembah matahari berlanjut hingga ke Yunani Kuno. Pada masa Yunani Kuno muncul teori matahari pusat alam semesta.
Jawaban : Ketika melihat bagian ini, langsung muncul pikiran di benak saya, Jika teori heliosentris dimana matahari pusat tata surya dikatakan muncul karena ajaran penyembah dewa Matahari, lalu apakah orang-orang yang menganggap bumi sebagai pusat alam semesta adalah penyembah dewa bumi?
Padahal kalo di film Kera Sakti dewa bumi nggak ada wibawanya sama sekali. Dimarahin mulu sama Sun Go Kong. hehehe..
Dikatakan bahwa teori bumi bulat dan matahari sebagai pusat tata surya berakar dari budaya pagan (penyembah berhala) yang menyembah dewa matahari. Padahal konsepsi bumi pada kebudayaan mesir kuno adalah bumi datar. Demikian juga dalam kebudayaan-kebudayaan kuno juga menganggap bahwa bumi datar, dan notabene mereka juga penyembah berhala (Pagan). Hal itu wajar karena pengetahuan umat manusia pada saat itu masih belum semaju sekarang. Jadi kalau saat ini anda percaya bumi datar, maka anda mundur ribuan tahun.
Konsep bumi dan langit Mesir Kuno

Konsep Maya Kuno

Konsep alam semesta suku Indian Navajo

Sejujurnya ini adalah bagian paling berbahaya dari video FE 101. Ilmu pengetahuan dicocoklogi dengan sejarah dan agama. Sains dituduh bagian dari ideologi penyembah Iblis. Tampak jelas sekali permusuhan dan kebencian terhadap Ilmu Pengetahuan. Saya tidak tau apa maksud dan tujuan sebenarnya dari pembuat video FE 101.
Jika dia memang percaya terhadap teori-teori yang disampaikannya, seharusnya dia juga sadar dalam mebuat video dia banyak melakukan kebohongan. Ada perbedaan yang jelas antara ketidaktahuan dan kebohongan.
Hal-hal tentang mengapa satelit tidak rontok meskipun tidak aerodinamis, mengapa roket lintasannya melengkung, Kapan satelit mengisi bahan bakar dan sebaginya bisa dimaklumi sebagai sebuah ketidak tahuan.
Namun menempatkan pointer di laut selatan untuk mengukur kiblat Jakarta (Episode Bonus), Mengatakan ada pertambangan milik australia di kutub utara dengan memakai gambar peta North Pole Mining Centre, sebuah wilayah di benua Autralia (Episode 5), merubah judul berita dari TAIWAN menjadi BALI adalah sebuah kebohongan yang disengaja. Saat membuat video itu, harusnya dia tahu sedang melakukan kebohongan. Tetapi tetap dilakukannya.
Jika dia membuat video hanya untuk meraup keuntungan dari Adsense dengan viewer Youtube yang banyak dan bisnis Merchandise Flat Earth, maka sungguh hina sekali meraup keuntungan dari menyesatkan dan membodohi banyak orang.
Quote:
Menit 15:45
Klaim FE : Metode yang dipakai Aristarchus untuk menghitung jarak bulan keliru. Bulan dihitung dari mulai terbit hingga terlihat utuh perlu waktu 2 menit. Pada saat gerhana, bulan masuk bayangan bumi selama 3 jam. Dari data-data tersebut akhirnya dihitung dengan rumus lingkaran dan trigonometri diperoleh jarak bulan. Namun ada variabel-variabel yang tidak ikut dihitung, Yaitu:
1. Selain bulan terlihat bergerak karena rotasi bumi, namun tidak dihitung bahwa bulan juga bergerak (berevolusi). kalau revolusi bulan ikut dihitung, pasti hasilnya beda lagi.
2. Waktu yang dipakai yang dipakai untuk menghitung, apakah tepat? Kalau 2 menit apakah 2 menit pas? Kalau 3 jam apakah 3 jam 'teng'?
3. Bayangan bumi yang dipakai untuk menghitung dihitung 3/4. Apakah tepat 3/4? Bagaimana kalau 0,8 pasti hasil perhitungannya beda lagi.
4. Dari perhitungan jarak kira-kira tersebut, NASA mengaku sudah ke bulan. Bagaimana mungkin bisa sampai ke bulan kalau jaraknya saja kira-kira?
Jawaban : Pertama yang perlu diingat, perhitungan itu dilakukan lebih dari dua ribu tahun yang lalu. Jadi jangan dituntut untuk hasil yang sangat presisi hingga ketelitian meter. FE 101 menggiring opini seolah-olah perhitungan 2000 tahun yang lalu itu digunakan hingga saat ini tanpa ada perkembangan. Bahkan data jarak yang dihitung 2000 tahun yang lalu itu digunakan untuk misi pendaratan ke bulan oleh NASA. Ini adalah klaim yang konyol. Dalam Logical Fallacy ini disebut Logika Manusia Jeramy (Strawman Fallacy). Meenciptakan sendiri argumen yang seolah-olah merupakan argumen lawan, lalu diserang sendiri. Ibaratnya, bikin sendiri manusia jerami (orang-orangan sawah) lalu dihajar sendiri sampai hancur dan merasa menang dan hebat.
Strawan Fallacy

Tapi baiklah, kita bahas klaim diatas satu persatu.
1. Yang dihitung 2 menit dan tiga jam saat gerhana itu adalah pergerakan bulan yang dilihat oleh pengamat dari bumi. Jadi data-data tersebut adalah data pengamatan oleh pengamat yang berada di bumi pada suatu tempat tertentu. Artinya adalah apa yang kelihatan dari bumi. Sehingga pergerakan bulan yang diamati sudah termasuk pergerakan karena rotasi bumi dan revolusi bulan.
2. Perhitungan waktu yang tidak tepat. Memang alat ukur waktu pada saat itu belum presisi. Artinya ada perhitungan yang belum akurat. Namun seiring perkembangan jaman, alat-alat untuk mengukur waktu, sudut dan sebagainya semakin presisi. Sehingga perhitungan jarak dengan metode tersebut juga semakin akurat dari wkatu ke waktu.
3. Metode yang dipakai Aristarchus adalah metode sederhana (namun sangat cerdas) untuk menghitung jarak bulan dengan keterbatasan alat pada masa itu. Karena keterbatasan alat, maka hasilnya pasti juga tidak akurat. Ada kesalahan mungkin beberapa ratus atau ribu kilometer dari jarak sesungguhnya. Namun kesalahan ini jika dihitung persentasenya cukup kecil. Artinya hasil perhitungan jarak tersebut sudah cukup memberikan gambaran jarak bulan ke bumi selama ratusan tahun.
4. Apakah jika tidak mengetahui jaraknya secara persis tepat, kita tidak mampu sampai ke tempat tujuan? Jika anda ingin ke Bandung, Semarang atau Surabaya apakah anda harus tahu jaraknya secara persis tepat?
Pada saat misi ke bulan, Hasil perhitungan jarak dan data-data lain sudah semaik lengkap dan akurat. Sehingga ilmuwan bisa menghitung dan merancang lintasan untuk menuju bulan. Dengan memperhitungkan jarak, lintasan orbit bulan, gravitasi bumi, gravitasi bulan, daya dan kecepatan roket dan lain-lain. Selain itu pilot (astronot) Apollo juga bertugas melakukan koreksi-koreksi secara manual.
Perlu diingat juga, misi pendaratan di bulan tidak ujug-ujug misi pertama langsung mendaratkan manusia di bulan. Ada misi-misi sebelumnya sehingga jarak dan kondisi bisa diketahui lebih detail.
Dan FYI, biar anda tidak terpaku data perhitungan 2000 tahun yang lalu, Sekarang jarak bulan dihitung dengan laser rangefinder.

Sinar laser ditembakkan ke bulan dan dipantulkan oleh reflektor yang dipasang dibulan. Retroreflector ini jumlahnya tidak hanya satu, tapi ada lima. Tiga buah dipasang oleh Amerika, dan dua buah dipasang oleh Uni Sovyet (Russia). Dan kesemuanya masih berfungsi hingga saat ini.
Retroreflektor

Letak Retroreflektor

Dengan ini jarak bisa diukur dengan akurasi sangat presisi, hingga ketelitian 1 cm. Sehingga sekarang diketahui bulan semakin menjauh dari bumi sebesar 4 cm setiap tahunnya.
Lanjut bawah Gan...
Diubah oleh Lycma 19-01-2017 10:58
0
Kutip
Balas