- Beranda
- Stories from the Heart
[FANTASY] Darkness by storyteller Q
...
TS
esteller2
[FANTASY] Darkness by storyteller Q
Darkness
Asswrwb.
agan agan sekalian yang saya hormati. ane akan membagikan cerita yang sebenarnya telah ane pikirkan dari dulu yang sekarang ane coba share kepada agan sekalian. Tolong dimaafkan jika ada kesalahan atau kurang menarik karena ini pertama kalinya ane buat cerita kaya begini. Karena ini pengalaman pertama ane, tolong diberi kritik dan saran agar ane bisa berkembang menjadi penulis ceriita yang lebih baik.
Intro Song
Spoiler for Prologue:
Dunia di masa depan sangatlah berbeda dengan dunia di masa lalu, sejak manusia melakukan kontak pertama dengan mahluk luar angkasa. mahluk luar angkasa ternyata sangat berbeda dari yang diimajinasikan manusia, ternyata di luar sana terdapat banyak planet seperti bumi dan kebanyakan planet dihuni oleh spesies yang sangat beragam, namun kebanyakan dari mereka sangatlah mirip dengan manusia terlepas dari beberapa perbedaan seperti anggota tubuh tambahan seperti ekor,tanduk atau duri di tubuh mereka. Para mahluk luar angkasa membawa perubahan besar bagi manusia, mereka memperkenalkan teknologi yang membuat manusia dapat menjelajahi luar angkasa, tapi yang paling penting adalah mereka memperkenalkan manusia pada "zai", "skill", dan "magic" .
zai adalah tenaga dalam yang tersimpan dalam diri semua mahluk. zai dapat dimanfaatkan untuk banyak hal seperti menguatkan badan, meningkatkan kemampuan otot dan lain lain yang memungkinkan orang untuk melakukan hal luar biasa seperti mengangkat benda yang sangat berat dan menjadi kebal peluru, semua orang dapat menggunakan zai tetapi dibutuhkan kerja keras agar seseorang dapat mengontrol zai yang tersimpan dalam dirinya sendiri. zai seperti stamina orang biasa jika digunakan akan berkurang dan jika tidak digunakan akan pulih kembali. magic adalah partikel yang memenuhi ruang yang jika digunakan dapat menghasilkan efek sihir seperti menyemburkan api, memanggil hewan dari jarak jauh dan lain lain. Tidak seperti zai ,tidak semua orang dapat menggunakan magic hanya orang orang yang bertalenta dan sangat pintarlah yang dapat memanfaatkan magic. Magic juga tidak akan habis habis, tapi menggunakan magic menguras stamina orang yang menggunakannya. kemudian ada skill yaitu kemampuan unik yang dimiliki orang orang tertentu dari saat mereka lahir, orang yang memiliki skill sangatlah sedikit hanya sekitar 1 dari 1 milyar orang, menggunakan skill akan menghabiskan zai seseorang, skill adalah kemampuan yang sangat kuat dan setiap orang memiliki skill yang berbeda-beda.
Manusia sekarang tergabung dalam solar federation yaitu negara federal yang merupakan gabungan dari koloni planet- planet di tata surya matahari, solar federation sendiri adalah bagian dari kerajaan Dacuria yang menguasai galaksi Bima Sakti, kerajaan Dacuria dipimpin oleh raja Gid Dacuria, dan spesies utama dari kerajaan ini adalah spesies Dacurian, spesies mirip manusia tetapi memiliki ekor seperti ekor setan.
zai adalah tenaga dalam yang tersimpan dalam diri semua mahluk. zai dapat dimanfaatkan untuk banyak hal seperti menguatkan badan, meningkatkan kemampuan otot dan lain lain yang memungkinkan orang untuk melakukan hal luar biasa seperti mengangkat benda yang sangat berat dan menjadi kebal peluru, semua orang dapat menggunakan zai tetapi dibutuhkan kerja keras agar seseorang dapat mengontrol zai yang tersimpan dalam dirinya sendiri. zai seperti stamina orang biasa jika digunakan akan berkurang dan jika tidak digunakan akan pulih kembali. magic adalah partikel yang memenuhi ruang yang jika digunakan dapat menghasilkan efek sihir seperti menyemburkan api, memanggil hewan dari jarak jauh dan lain lain. Tidak seperti zai ,tidak semua orang dapat menggunakan magic hanya orang orang yang bertalenta dan sangat pintarlah yang dapat memanfaatkan magic. Magic juga tidak akan habis habis, tapi menggunakan magic menguras stamina orang yang menggunakannya. kemudian ada skill yaitu kemampuan unik yang dimiliki orang orang tertentu dari saat mereka lahir, orang yang memiliki skill sangatlah sedikit hanya sekitar 1 dari 1 milyar orang, menggunakan skill akan menghabiskan zai seseorang, skill adalah kemampuan yang sangat kuat dan setiap orang memiliki skill yang berbeda-beda.
Manusia sekarang tergabung dalam solar federation yaitu negara federal yang merupakan gabungan dari koloni planet- planet di tata surya matahari, solar federation sendiri adalah bagian dari kerajaan Dacuria yang menguasai galaksi Bima Sakti, kerajaan Dacuria dipimpin oleh raja Gid Dacuria, dan spesies utama dari kerajaan ini adalah spesies Dacurian, spesies mirip manusia tetapi memiliki ekor seperti ekor setan.
Spoiler for INDEX:
BAB I :
BAB I
BAB II : The Challange
BAB II part 1
BAB II part 2
BAB III : The Chosen 10
BAB III part 1
BAB III part 2
BAB IV : Supernatural Club
BAB IV part 1
BAB IV part 2
BAB V : Mid-Tem
BAB V part 1
BAB V part 2
BAB V part 3
BAB VI : Ghost of Classroom
BAB VI part 1
BAB VI part 2
BAB VII: Missing
BAB VII part 1
BAB VII part 2
BAB VIII: Demon and Human
BAB VIII part 1
BAB VIII part 2
BAB IX: Training
BAB IX part 1
BAB IX part 2
BAB IX part 3
BAB X: A New Day
BAB X part 1
BAB X part 2
BAB XI: Dread Wood
BAB XI part 1
BAB XI part 2
BAB XI part 3
BAB XII: Nero Caesar
BAB XII part 1
BAB XII part 2
BAB XII part 3
BAB XII part 4
BAB XIII: Axiom Tournament
BAB XIII part 1
BAB XIII part 2
BAB XIII part 3
BAB XIV: End of The Year
BAB XIV part 1
BAB XIV part 2
BAB XIV part 3
BAB XV: Life and Death
BAB XV part 1
BAB XV part 2
BAB XV part 3
BAB XVI: New Semester
BAB XVI part 1
BAB XVI part 2
BAB XVI part 3
BAB XVII: Howl of Terror
BAB XVII part 1
BAB XVII part 2
BAB XVII part 3
BAB XVII part 4
BAB XVIII: Proof of Power
BAB XVIII Part 1
BAB XVIII part 2
BAB XVIII part 3
BAB XVIII part 4
BAB XIX: King of the Beach
BAB XIX part 1
BAB XIX part 2
Selamat Menikmati
Diubah oleh esteller2 15-01-2017 14:26
0
33.9K
Kutip
269
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
esteller2
#237
Spoiler for BAB XVIII part 2:
Part 2
2 Bulan Kemudian.
Ketu menunggu di dermaga, angin laut pagi yang dingin berhembus dengan kencang. Ketu tersenyum saat melihat sebuah titik putih di cakrawala. Titik tersebut semakin lama semakin besar dan membentuk sebuah kapal.
"KO!" Teriak Ketu gembira saat kapal sudah dekat.
"KETU!" Balas Ko Senang.
Beberapa bulan yang lalu ayah Ko meninggal dan ia harus melanjutkan perusahaan ayahnya. Dia masih merupakan mahasiswa disini, tapi ia hanya datang dalam hari-hari tertentu saja, dan kali ini dia diundang untuk mengikuti Axiom Tournament.
"Kau sudah mendapat format tournamennya Ketu?" Tanya Ko penasaran.
"Ya, kemarin baru dikeluarkan. Akan ada 32 peserta dan untungnya kita tidak akan bertemu kecuali kalau kita sampai di semifinal. " Kata Ketu sambil menunjukan foto format turnamenya pada Ko.
"Untunglah Kita berada di sisi berlawanan dengan Jade. Salah satu dari kita baru akan bertemu dengan Eva kalau kita bisa masuk final." Kata Ko lega.
"Ya tapi kita harus berhati-hati juga, Kalau kau menang terus kau akan bertemu Richard sebelum masuk semifinal, dan aku akan menghadapi Farid sebelum semifinal." Kata Ketu. Ko tersenyum.
"Memang Richard akan menjadi lawan yang tangguh, tapi jangan remehkan aku Ketu." Kata Ko sambil tersenyum lebar.
"Iya." Balas Ketu. Kemudian ia membalikan badan dan melihat ke arah gedung kampus. Sudah mulai banyak orang yang berdatangan, sama seperti waktu itu.
Untuk memenuhi tantangan Richard, Ketu harus mengalahkan 3 orang terlebih dahulu. Ke tiga orang tersebut bukanlah lawan yang mudah, mereka bertiga sudah dipilih secara khusus oleh Richard. Namun, Ketu tidak berniat untuk berhenti sampai disana saja, dia akan mengalahkan Richard di semifinal dan maju ke final untuk melawan Eva.
2 hari berlalu sejak Ko kembali ke Axiom Academy. Stadium utama sudah dipersiapkan untuk Axiom Tournament tahun ini. Ketu tidak memperhatikan sebelumnya, tapi di bangku penonton VIP terdapat beberapa pejabat-pejabat penting yang pernah ia lihat di TV. Bahkan di bangku penonton VIP ada Shingen Yamada, orang yang ia panggil kakek. Awalnya NiO juga berencana akan datang untuk melihat Ketu, tapi karena jadwal konsernya terlalu padat dia tidak bisa mnyempatkan waktu untuk datang.
Setelah pembukaan Axiom Tournamen yang spektakuler seperti tahun lalu, semua peserta dipanggil ke ruang tunggu untuk persiapan babak penyisihan pertama.Di ruang tunggu mereka diberi penjelasan tentang sistematika dan peraturan pertandingan ini. Dalam satu hari akan ada dua sesi pertandingan kecuali untuk final. Untuk babak penyisihan pertama dalam satu sesi akan langsung diadakan 4 pertandingan sekaligus, yang berarti babak penyisihan pertama akan memakan waktu dua hari. Ketu kebagian sesi pertandingan besok siang.
Setelah semua persiapan selesai semua peserta yang bertanding siang ini memasuki arena sementara sisanya dibiarkan bebas. Walaupun dibiarkan bebas, sangat sedikit peserta yang pergi ke tempat lain. Sebagian besar peserta lebih memilih untuk menonton pertandingan. Karena dengan menonton, mereka dapat mengetahui kekuatan para peserta yang lain yang nantinya bisa menjadi lawan mereka. Tentu, ada beberapa orang seperti Richard dan teman temanya yang sangat percaya diri dan pergi ke tempat lain.
Untuk siang hari ini yang membuat Ketu tertarik dari 4 pertandingan adalah pertandingan Ko. Dia mendapat lawan yang cukup tangguh dari Asrama B. Ketu memperhatikan mereka dengan seksama. Walaupun mereka dekat, Ketu sama sekali belum pernah melihat Ko bertarung menggunakan kekuatanya.
Ko naik ke atas salah satu dari 4 arena yang sudah dipersiapkan. Seorang wasit juga masuk arena tersebut.
"Sebelum pertandingan dimulai akan saya bacakan peraturan untuk pertandingan babak penyisihan 1." Kata wasit tersebut. " Batas waktu setengah jam. Jika salah satu peserta pingsan atau mengaku kalah, pertandingan akan selesai. Jika ada peserta yang keluar dari arena maka dia akan langsung dianggap gugur. Mengerti?"
"Mengerti!" Jawab Ko dan lawanya serentak.
"Mulai!" Terak wasit.
Mereka berdua mulai mengeluarkan aura mereka. Ketu tersenyum, aura lawan Ko lebih besar, tapi aura Ko terlihat jauh lebih terlatih.
"Hah? Cuma segitu auramu? Kalau cuma seperti itu menyerah saja, anak D sepertimu tidak akan mungkin menang melawanku." Ejek lawanya. Ko tersenyum.
"Aura tidak menentukan segalanya, bisa saja orang yang lebih hebat malah mengeluarkan sedikit aura untuk mengelabui musuhnya." Balas Ko dengan senang. Mendengar balasan Ko musuhnya menjadi kesal.
"Beast Transform: Beast Form."
Tubuh Ko mengalami perubahan, badanya yang awalnya gemuk berubah menjadi kekar dan berotot. Rambut tumbuh dari tanganya dan kakinya.
Ko mengambil posisi sprint. Dalam seketika Ko muncul di depan musuhnya dan sedang melakukan pukulan. Musuhnya terkejut, dalam paniknya ia menutup mukanya dengan tangan. Ko tetap memukulnya dengan keras. Pukulanya sangat keras sehingga lawanya terdorong beberapa meter. Belum sempat ia melawan balik, Ko melanjutkan seranganya. Ia memukul bertubi-tubi dengan kekuatan yang sama seperti pukulan sprint tadi. Lawanya tidak bisa berbuat apa-apa selain bertahan. Pertahananya cukup kuat, tapi tubuhnya tetap terdorong perlahan lahan. Kalau begini terus ia pasti akan terdorong keluar arena.
Panik, lawanya melepas pertahananya dan balik memukul Ko. Namun, Ko sudah bisa membaca gerakanya. Dengan mudahnya Ko menghindar ke samping. Mengambil kesempatan pertahanan musuhnya yang sudah diturunkan, Ko melakukan tendangan memutar yang diarahkan ke leher musuhnya. Tendanganya terjadi sangat cepat. Dalam seketika kaki Ko sudah berada di leher musuhnya dan menjatuhkanya ke tanah.
Ko mengangkat kakinya untuk melanjtkan serangan.
"AKU MENYERAH!" Teriak lawanya. Kaki Ko benar-benar ada di depan kepalanya, terlambat sesaat saja dia menyerah pasti ia sudah pingsan karena serangan Ko.
Ko tersenyum dengan lebar. Kemudian ia menawarkan tanganya pada lawanya.
"Aura memang bisa menentukan kekuatan Zai musuhmu, tapi tidak bisa menentukan kekuatan fisiknya." Jelas Ko. Lawanya bru tersadar, Ko sama sekali tidak menggunakan Zai tadi. Semua kecepatan dan kekuatanya murni kekuatan fisik.
Setelah sesi siang selesai mereka harus menunggu untuk sesi malam. Untuk menghabiskan waktu, Ketu bersama Lea berkeliling mencoba-coba makanan di sekitar bazar.
Saat matahari sudah tenggelam, Ketu kembali ke stadium utama. Malam ini, semua peserta datang, bahkan Richard pun datang. Karena malam ini, Eva bertanding. Walaupun ada 4 pertandingan yang terjadi, semua mata terfokus hanya pada arena utara tempat Eva akan bertanding.
Eva berdiri di salah satu arena. Lawanya berasal dari asrama A juga, dan ia tidak terlihat takut sama sekali. Seorang wasit naik ke atas Arena.
"Sebelum dimulai saya ak-"
"Kami tau peraturanya!" Potong lawanya. "Aku tidak sabar untuk membuktikan apa kau sekuat yang rumor katakan."
Eva memejamkan matanya. Ia tidak suka sifat lawanya yang tidak memiliki rasa hormat pada wasit.
"Bodoh!" Kata Richard dari bangku penonton. "Kalau kau berlagak sok jago begitu melawan Eva, kau akan dihancurkan. "
"Mulai!" Teriak wasit menandakan dimulainya pertandingan. Lawannya Eva mulai mengeluarkan auranya. Auranya besar, dengan diameter 15 meter, auranya juga sangat terlatih.
"Ayo! Keluarkan auramu!" Tantangnya pada Eva. Eva perlahan membuka matanya.
Semua orang disana langsung merinding. Eva mengeluarkan aura yang luar biasa besar dan keinginan membunuh yang sangat kuat. Ketu pernah merasakan perasaan ini sebelumnya, perasaan yang dirasakan saat melawan orang yang pernah bertarung sesungguhnya, Eva mengeluarkan perasaan yang sama seperti pada saat Ketu menghadapi Reznov. Perasaan seperti melawan mahluk buas. Aura yang dikeluarkan Eva hanya bisa didapatkan oleh orang yang
"Bagaimana? Masih mau melawan?" Tantang Eva.
Musuhnya sudah berlutut di depanya sekarang. Untuk bernafas saja ia kesusahan. Dengan seluruh kekuatanya ia mencoba untuk mejawab.
"A-aku Menye-"
Belum sempat ia menyelesaikan jawabanya. Eva memukul belakang kepalanya hingga ia pingsan.
"Tidak, kau pikir kau bisa menyerah dan semuanya akan berjalan sesuai yang kau mau?" Kata eva sambil berjalan menjauh. "Kau bahkan tidak pantas untuk pedangku."
Semua orang tidak bisa berkata apa-apa. Semua orang memang tau Eva akan menang telak, tapi tidak ada yang menyangka perbedaan kekuatanya akan sebesar ini.
Setelah sesi pertandingan kedua selesai, hari sudah larut malam. Walaupun begitu, Axiom Academy masih terang dan masih penuh aktivitas. Namun, Ketu sendiri sudah lumayan kelelahan hari itu. Ia langsung kembali ke kamarnya dan langsung berbaring di tempat tidur. Ia mengambil nafas yang panjang dan muali menutup matanya.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka lebar. Karm dan seorang perempuan dari asrama A masuk dan mulai berciuman. Setelah agak lama mereka baru tersadar akan keberadaan Ketu.
"Eh kau ada disitu Ketu? Maaf, bisa tolong malam ini kau tidur di tempat lain." Tanya Karm.
"Karm, kau tau tempat ini tempat terburuk untuk melakukan hal seperti itu. Kenapa tidak di kamar perempuanmu saja?" Tanya Ketu.
"Asrama A kan dijaga ketat." Jawab Karm. Ketu menghela nafas.
"Oke-oke. Terserah kalianlah, asal kalian jangan gunakan tempat tidurku." Kata Ketu menyerah sambil turun dari tempat tidur.
Kemudian Ketu keluar dari kamar sambil menutup pintu. Dia sendiri sebenarnya tidak tau malam ini mau tidur dimana.
"Paling aku menginap di kamar Gerard atau Renggo." Gumam Ketu. Tapi setelah tidurnya diganggu, rasa kantuk Ketu sudah hilang.Entah kenapa malam itu ia ingin melihat lau dan menuju ke dermaga.
Saat ia sampai di dermaga ia melihat sesuatu yang jarang ia lihat. Eva sedang berdiri di samping mercusuar dan memandang ke laut. Rambut putih kesilveran terurai terkena angin malam. Pandangan matanya jauh seperti menunggu sesuatu. Tiba-tiba ada suara dari belakang Ketu.
"Kau tau memata-matai perempuan saat kau sudah punya pacar itu tidak bagus."
"Siapa yang-" Bantah Ketu. Saat ia melihat kebelakang ada seorang laki-laki berambut silver sedang duduk. "Siapa kamu?"
"Aku dipilih Richard untuk jadi lawanmu besok." Kata orang tersebut. "Dia setiap malam selalu datang kesini, selalu memandang ke ujung laut seperti mencari atau menunggu sesuatu."
"Oh, sekarang siapa yang memata-matai?" Tanya Ketu.
"Aku tidak akan bohong, dari pertama kali aku melihatnya, hatiku langsung terpikat. Aku sudah pernah menembaknya, sayangnya dia tidak tertarik denganku." Kata orang itu sambil tertawa kecil.
"kau kesini setiap hari? Memperhatikanya dari jauh?" Tanya Ketu.
"Tidak setiap hari, tapi cukup sering." Balas orang itu.
"Kalau begitu aku pergi dulu." Kata Ketu. "Kutunggu kau besok."
“Kau lebih baik tidak meremehkanku hanya aku yang pertama melawanmu.” Balas orang itu.
***
Keesokan siang adalah giliran Ketu. Orang yang kemarin malam ada di dermaga sekarang berdiri di hadapanya. Wasit sudah naik panggung dan membacakan peraturanya.
“Ada pertanyaan?” Tanya wasit.
“Kita boleh pakai senjata apapun kan? Senjata asli juga?” Tanya lawan Ketu.
“Iya, dan Jangan takut untuk berniat membunuh musuhmu, kau akan dihentikan oleh petugas keamanan sebelum kau bisa melakukan serangan yang dapat mengakibatkan kematian. ” Jawab wasit.
Lawan Ketu kemudian mengeluarkan dua buah pisau dari sakunya. “Kau juga kalau memiliki senjata lebih baik keluarkan sekarang, aku bukan lawan yang bisa kau kalahkan setengah hati.”
Ketu tersenyum. “Aku memang punya senjata, tapi aku lebih serius kalau tangan kosong.”
“Baiklah.” Balas lawanya.
“MULAI!” Teriak wasit.
“Axel” Bisik lawan Ketu. Dia tiba-tiba muncul di sebelah Ketu. Ketu tidak mengira lawanya akan langsung memakai axel sebagai serangan pertama, dia jelas tidak segan-segan.
Lawanya mengayunkan seluruh lenganya untuk menyerang Ketu. Ketu menunduk dan melakukan tendangan bawah. Musuhnya kehilangan keseimbangan dan jatuh, tapi saat ia jatuh ia memutar seluruh badanya agar Ketu tidak bisa mendekat.
Ketu melompat mundur dan msuuhnya berdiri lagi.
“Aku tidak mengira ada yang bisa menghindari serangan Axel di detik pertama.” Kata lawanya senang.
“Dan aku tidak mengira akan ada yang menggunakan Axel untuk serangan pertama.” Balas Ketu.
“Double Axel.”
Ketu kaget, ia tidak mengira musuhnya bisa melakukan double Axel. Ia tidak bisa merasakan musuhnya akan muncul dimana. Tiba-tiba ia merasakan ada hawa membunuh dari belakang yang ditargetkan pada lehernya. Ia membungkukan badanya dengan sekuat tenaga, tidak itu tidak akan cukup cepat, ia menggunakan skillnya untuk menarik badanya ke bawah sampai punggunya sakit, tapi begitupun leher Ketu masih terluka. Saat badanya sudah membungkuk ia mengangkat kakinya ke atas dan menendang ke belakang sekuat tenaga.
Krak! Ketu melihat ke belakang.
Tendanganya ditahan oleh lawanya dengan menggunakan tanganya, tapi walaupun ditahan ia harus mengorbankan tanganya untuk menahan serangan Ketu. Ia merintih kesakitan. Tanpa pikir panjang Ketu menyerang. Musuhnya yang masih kesakitan tidak dapat menghindar. Kali ini Ketu melakukan tendangan melingkar yang diarahkan ke leher musuhnya. Badan musuhnya terjatuh, lebih tepatnya ia menjatuhkan diri untuk mengurangi dampak dari tendangan Ketu.
“Aku menyerah.” Kata lawanya pelan. Ketu menghela nafas. “Sekarang aku tau kenapa Richard ingin bertarung denganmu.”
Ketu mengulurkan tanganya. “Aku tidak menyangka kau bisa double Axel.”
“Ya tapi karena itu aku harus memfokuskan semua Zai ke kaki, jadi aku tidak bisa bertahan dari tendanganmu.”
Dengan begitu sesi siang selesai. Untuk sesi malam ada pertandingan Richard. Lawanya terlihat lumayan tangguh dari asrama B.
“Kau selalu menyombongkan kalau kau seorang yang kuat, tapi apa itu benar?” Ejek lawanya.
“Cepat, aku tidak punya waktu untuk meladeni serangga sepertimu.” Balas Richard. Lawanya jadi kesal. Ia mengeluarkan sebuah katana panjang dan langsung berlari ke arah Richard.
“Dragon transform: Steel Skin” Gumam Richard.
Richard berdiri tidak bereaksi sementara musuhnya mengayunkan katana ke arahnya. Trang katananya tertahan. Kulit Richard yang diayunkan katana menjadi bersisik hitam.
“Apa? Tidak bisa menebasku?” Ejek Richard.
Lawanya menebas lagi, tapi sama saja itu percuma. Berapa kali pun ia menebas tubuh Richard, seranganya tertahan oleh sisik hitam. Richard langsung memegang katana lawanya, tanganya berubah seperti cakar naga. Dengan satu cengkraman katana musuhnya patah. Musuhnya terlihat sangat shock. Richard tidak peduli, ia memukul perut musuhnya hingga ia muntah darah.
Pertandingan itu dimenangkan oleh Rihard, dan begitu saja babak penyisihan pertama selesai.
Maaf apdetnya telat. Sekarang ane lagi ujian jadi apdet berikutnya juga mungkin bakal telat.
0
Kutip
Balas