- Beranda
- Stories from the Heart
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
...
TS
taucolama
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
Quote:
Quote:
Quote:
Spoiler for Prolog:
Quote:
Quote:
Yang suka mohon Rate,Komen, Share.Diubah oleh taucolama 28-02-2017 07:49
afrizal7209787 dan 47 lainnya memberi reputasi
42
1M
1.8K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
taucolama
#34
SANTET 5
malam pun tiba suasana didekat rumah Deni pun menjadi sepi mencekam. Tak lama kemudian hujan pun turun. Keluarga pa Rudi,bi inah, pa Jamil, aku dan abah Panca kumpul diruang tengah. Kami terlibat obrolan ringan kecuali pa Rudi yang banyak diam karena masih sakit. Tiba tiba rumah terasa bergoyang keras dan tiba tiba terdengar suara tertawa nenek nenek tua. kontan kami semua terdiam, Tasya langsung memeluk erat ibunya.
"sudah dimulai, Jamil kau disini saja pimpin mereka berdoa, nak aka kita keruang tamu.": kata abah Panca
"iya": kataku dan pa jamil
aku dan abah panca keruang tamu. setelah sampai diruang tamu abah panca mematikan lampu dan menyalakan lilin. Aku tak berani menanyakan kenapa lampu dimatikan.
"abah yakin nak aka mampu menghadapi serangan santet ini berdua dengan abah, karena kamu mempunyai garis keturunan yang kuat.
nanti bila kedepan kamu banyak masalah jadikan gelap kawanmu. meditasi fokuskan pikiranmu maka kamu akan temukan jawaban masalahmu. Ini serangan santet pamungkas dari musuh pa Rudi mungkin mereka akan habis habisan kita harus kuat menghadapinya. Sekarang pejamkan matamu baca doa atau wirid yang kau tau fokuskan. lihat lah dengan mata hatimu" . kata abah panca.
aku pun duduk bersila disofa dan mulai memejamkan mata. ku lafadkan dzikir mengagungkan Tuhan ku berdoa diberi perlindungan dan kekuatan dari gangguan mereka yang dholim. Kutingkatkan rasa ku fokuskan di mata batinku...
suara dentuman dentuman menggelegar ku fokus berdoa Dan....
secercah cahaya terlihat walau mata ini terpejam tampak keadaan rumah deni dengan jelas walau mataku terpejam aku bisa melihat keluarga pa rudi dan pa jamil diruang tengah. bisa kulihat abah panca sedang bersila diruang tamu, aku bisa melihat keadaan diluar rumah. seakan penglihatanku tak terbatas ruangan ini. Kaget ku bukan kepalang melihat sosok seorang nenek terbang dan berusaha masuk kerumah pa Rudi setiap berusaha masuk kembali sosok nenek ini terpental karena ada kabut tipis menyelimuti rumah Deni. Nenek itu terus terbang berusaha masuk berkeliling dan sesekali mencoba masuk. Setiap kali tubuh nenek itu beradu dengan kabut tipis terdengar dentuman keras jeritan terdengar keras dan kemudian nenek itu tertawa keras. Aku bisa melihat semua yang diruang tengah ketakutan mendengar suara dentuman dan tertawa nenek itu. lalu muncul diluar rumah seperti api terbang menghantam rumah deni untung kabut tipis itu masih bisa menahan api terbang itu setiap tabrakan api dan kabut itu rumah pun bergoyang seperti gempa. Dan tiba tiba muncul makhluk yang sangat mengerikan bulu kudukku merinding makhluk itu tinggi besar berwarna hitam dengan bola mata besar taringnya panjang lidahnya panjang menjulur. kukunya panjang panjang. makhluk itu menjulurkan tangannya kearah pintu depan rumah Deni dan astagaaaa tangan makhluk itu bisa menembus kabut tipis yang melindungi rumah Deni, bahkan kuku makhluk itu tembus melewati pintu dan mengarah padaku...
malam pun tiba suasana didekat rumah Deni pun menjadi sepi mencekam. Tak lama kemudian hujan pun turun. Keluarga pa Rudi,bi inah, pa Jamil, aku dan abah Panca kumpul diruang tengah. Kami terlibat obrolan ringan kecuali pa Rudi yang banyak diam karena masih sakit. Tiba tiba rumah terasa bergoyang keras dan tiba tiba terdengar suara tertawa nenek nenek tua. kontan kami semua terdiam, Tasya langsung memeluk erat ibunya.
"sudah dimulai, Jamil kau disini saja pimpin mereka berdoa, nak aka kita keruang tamu.": kata abah Panca
"iya": kataku dan pa jamil
aku dan abah panca keruang tamu. setelah sampai diruang tamu abah panca mematikan lampu dan menyalakan lilin. Aku tak berani menanyakan kenapa lampu dimatikan.
"abah yakin nak aka mampu menghadapi serangan santet ini berdua dengan abah, karena kamu mempunyai garis keturunan yang kuat.
nanti bila kedepan kamu banyak masalah jadikan gelap kawanmu. meditasi fokuskan pikiranmu maka kamu akan temukan jawaban masalahmu. Ini serangan santet pamungkas dari musuh pa Rudi mungkin mereka akan habis habisan kita harus kuat menghadapinya. Sekarang pejamkan matamu baca doa atau wirid yang kau tau fokuskan. lihat lah dengan mata hatimu" . kata abah panca.
aku pun duduk bersila disofa dan mulai memejamkan mata. ku lafadkan dzikir mengagungkan Tuhan ku berdoa diberi perlindungan dan kekuatan dari gangguan mereka yang dholim. Kutingkatkan rasa ku fokuskan di mata batinku...
suara dentuman dentuman menggelegar ku fokus berdoa Dan....
secercah cahaya terlihat walau mata ini terpejam tampak keadaan rumah deni dengan jelas walau mataku terpejam aku bisa melihat keluarga pa rudi dan pa jamil diruang tengah. bisa kulihat abah panca sedang bersila diruang tamu, aku bisa melihat keadaan diluar rumah. seakan penglihatanku tak terbatas ruangan ini. Kaget ku bukan kepalang melihat sosok seorang nenek terbang dan berusaha masuk kerumah pa Rudi setiap berusaha masuk kembali sosok nenek ini terpental karena ada kabut tipis menyelimuti rumah Deni. Nenek itu terus terbang berusaha masuk berkeliling dan sesekali mencoba masuk. Setiap kali tubuh nenek itu beradu dengan kabut tipis terdengar dentuman keras jeritan terdengar keras dan kemudian nenek itu tertawa keras. Aku bisa melihat semua yang diruang tengah ketakutan mendengar suara dentuman dan tertawa nenek itu. lalu muncul diluar rumah seperti api terbang menghantam rumah deni untung kabut tipis itu masih bisa menahan api terbang itu setiap tabrakan api dan kabut itu rumah pun bergoyang seperti gempa. Dan tiba tiba muncul makhluk yang sangat mengerikan bulu kudukku merinding makhluk itu tinggi besar berwarna hitam dengan bola mata besar taringnya panjang lidahnya panjang menjulur. kukunya panjang panjang. makhluk itu menjulurkan tangannya kearah pintu depan rumah Deni dan astagaaaa tangan makhluk itu bisa menembus kabut tipis yang melindungi rumah Deni, bahkan kuku makhluk itu tembus melewati pintu dan mengarah padaku...
Diubah oleh taucolama 25-11-2016 17:51
itkgid dan 12 lainnya memberi reputasi
13
![Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2016/12/02/9119792_201612020532230372.jpg)
![Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]](https://dl.kaskus.id/i1109.photobucket.com/albums/h440/awtian/ob9bzx9x-1.gif)
A :
INDEX