Kaskus

Story

.rafferthaAvatar border
TS
.raffertha
Pelangi Diatas Laut
Quote:


Aku duduk didepan jendela kamarku.
Melihat langit yang biru dan awan putih yang menghiasi.
Hari ini cukup cerah.
Membuatku ingin sekali pergi keluar hanya untuk berkunjung ke tempat-tempat yang menyenangkan.

Namaku Andrea Raffertha.
Aku biasa dipanggil Rea.
Aku lahir dikeluarga yang berkecukupan, walaupun teman-temanku selalu mengatakan bahwa aku adalah anak orang kaya.
Ya memang ayahku seorang pegawai negeri sipil yang golongannya sudah tinggi dengan jabatan menjanjikan.
Apa lagi ibuku.
Ibuku seorang Sekretaris Direksi Utama disebuah perusahaan milik negara.

Aku duduk dibangku Sekolah Menegah Atas kelas 10.
Dan dari sinilah kisahku dimulai.


Quote:


Spoiler for Sambutan:


Quote:

Quote:

Quote:

Quote:
Polling
0 suara
Siapakah sosok yang abadi dalam hati Andrea Raffertha ?
Diubah oleh .raffertha 14-08-2017 05:52
samsung66Avatar border
fikrifbsAvatar border
Arsana277Avatar border
Arsana277 dan 5 lainnya memberi reputasi
6
838.1K
4.5K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
.rafferthaAvatar border
TS
.raffertha
#752
Part 27
Mama : "Re.."
Rea : "Ya, Ma.."
Mama : "Sebentar lagi adzan shubuh.. Ayo bangun.."
Rea : "Iya.."

Pagi itu, aku dibangunkan oleh mama ku.
Aku ambil HPku dan mencoba menghubungi Vania untuk membangunkannya.


Quote:


Aku segera mengambil air wudhu.
Adzan sudah berkumandang.
Aku segera shalat dan bersiap-siap menuju sekolah.
Sebelumnya, aku jemput Vania terlebih dahulu.
Tak membutuhkan waktu lama untuk sampai kerumah Vania.

Rea : "Assalamu 'alaikum, Vania.."
Vania : "Wa 'alaikum salam.. Masuk dulu, Re."

Aku masuk kedalam dan duduk diruang tamu.

Vania : "Udah sarapan ?"
Rea : "Belom.. Kamu udah ?"
Vania : "Belom juga.. Beli nasi uduk aja nanti didepan.. Kita makan disekolah.."
Rea : "Ya udah yuk berangkat."
Vania : "Ayo.."

Aku dan Vania berangkat bersama.
Tak lupa untuk membeli makanan untuk sarapan kami berdua disekolah.
Setelah itu, kami pergi kesekolah.

Rea : "Van.."
Vania : "Ya.."
Rea : "Makan ditempat aku nongkrong aja yuk.."
Vania : "Dimana ?"
Rea : "Dibelakang Lab bahasa.."
Vania : "Emang disana enak ?"
Rea : "Lumayan lah.. Ada bangku.. Biasanya aku nongkrong sama Zabir disitu.."
Vania : "Ya udah.. Yuk.."

Aku dan Vania berjalan ketempat yang aku maksud.
Ternyata disana sudah ada Kevin.

Rea : "Oi, Vin.. Sendirian ?"
Kevin : "Iya.. Gw biasa dateng pagi-pagi.. Biar bisa ngerokok dulu.."

Kevin : "Ini Vania kan ?"
Vania : "Iya.. Hehehehehehe.."
Kevin : "Gw pikir lo udah jadi sama Nando.."
Vania : "Ngga, Vin.. Gw ga suka sama dia.."
Rea : "Gw numpang makan ya.."
Kevin : "Oh iya.. Makan aja.."

Kami makan sambil mengobrol dengan Kevin.
Setelah itu, aku dan Vania masuk kekelas masing-masing.

Rea : "Vin, cabut ya.."
Vania : "Duluan ya, Vin.."
Kevin : "Okeh.."

Vania : "Kamu kok bisa deket sama Kevin ? Bukannya musuhan ?"
Rea : "Kemarin-kemarin iya.. Tapi sekarang udah ngga tuh.. Dia udah ga ngejar si Nia lagi.."
Vania : "Bagus deh kalo gitu.."

Rea : "Van.."
Vania : "...."
Rea : "Kamu lagi deket sama cowok selain aku ngga ?"
Vania : "Kenapa tiba-tiba tanya begitu ?"
Rea : "Mau tanya aja.. Aku penasaran.."
Vania : "Ada sih.. Tapi di LC.. Bukan disini.."
Rea : "Hhmm.."
Vania : "Cuma sekedar temen ngobrol aja di LC.."

Vania : "Kamu ada ?"
Rea : "....", aku menggelengkan kepalaku.
Vania : "Velina ?"
Rea : "Dia temen main doang.."
Vania : "hhmm.."

Vania : "Re, aku masuk kelas ya.. Jangan lupa nanti kita belajar bareng lagi.."
Rea : "Iya.. Nanti aku tunggu ya.."
Vania : "Oke.."
Rea : "Daah, Van.."

Aku masuk kekelasku.
Masih ada waktu beberapa menit sebelum bel masuk berbunyi.
Lalu, datanglah sesosok perempuan yang manis dan duduk disebelahku.

Lista : "Pagi, Rea.."
Rea : "Hai, Lis.."
Lista : "Re.."
Rea : "Apa ?"
Lista : "Gimana sama Vania ?"
Rea : "Ga gimana-gimana.. Gw sama dia udah kayak biasa lagi.."
Lista : "...."
Rea : "Kenapa ?"
Lista : "Ga apa-apa.. Dia suka cerita ke gw soal lo.."
Rea : "Cerita apa ?"
Lista : "Banyak.."

Lista : "Salah satunya.. Waktu dia nyerah dalam hubungan.."
Rea : "...."
Lista : "Kenapa kalian ga pacaran aja ?"
Rea : "Kenapa ya ? Gw ga tau juga, Lis.. Gw lebih nyaman kayak begini.."
Lista : "Biar lo bisa deket sama semua cewek, Re ? Vania sayang banget sama lo.."
Rea : "Iya gw tau.. Alasan gw sih karena gw ga mau hubungan gw berakhir gitu aja kalo pacaran.. Kayak gw sama Nia yang akhirnya musuhan.."
Lista : "...."
Rea : "Gw ga mau hubungan gw sama Vania kandas gitu aja.. Makanya gw mutusin untuk ga ada status pacaran.."
Lista : "Jangan gantungin hubungan gitu, Re.. Lo itu cowok.. Harusnya lo kasih kepastian dalam hubungan lo ini.."
Rea : "...."
Lista : "Gw bisa rasain apa yang Vania rasain, Re.. Dia cerita ke gw aja, gw sampe ikutan nangis.."
Rea : "...."
Lista : "Kalo emang lo ga bisa kasih kepastian, mendingan dari awal jangan kasih harapan ke dia.."
Rea : "Mau gimana lagi, Lis.. Udah takdir kita ketemu.."
Lista : "Ya gw juga ga bisa nyalahin itu.. Lebih baik lo kasih kepastian atau lo tinggalin dia daripada hubungan kalian bikin hatinya Vania lebih sakit lagi.."

Bel masuk berbunyi.
Calista kembali ke mejanya.
Soal ujian sudah dibagikan.
Aku mencoba menjawab soal ujian dengan kemampuanku.
Hingga akhirnya bel tanda ujian berakhir.

Adrian : "Oi, Re.. Main kan nanti ?"
Rea : "Wah.. Ga bisa gw.."
Adrian : "Mau ngapain lo ?"
Rea : "Vania mau ajarin gw Matematika.."
Adrian : "Anjrit ! Andrea belajar matematika.. Hahahahahahaha.. Kiamat dunia.."
Rea : "Songong lo.. Mau ga mau.. Sebenernya gw males.."
Adrian : "Jangan males.. Lagian ini buat kebaikan lo.. Emang ga bosen main mulu.."
Rea : "Iya sih.."
Adrian : "Nongkrong ga ?"
Rea : "Ngga deh.. Gw ngantuk.."
Adrian : "Ya udah.. Nongkrong dulu gw sama Kevin.. Rokok dulu sebatang.."
Rea : "Gih dah sono.."

Aku hanya tidur-tiduran dikelas ini.
Aku terbayang-bayang akan kata-kata Calista kepadaku.
Apa benar Vania sesakit itu ?
Kalau iya, begitu kejamnya diriku.

Bel masuk berbunyi.
Aku dan teman-temanku yang lain mulai mengerjakan soal ujian.
Otakku benar-benar buntu.
Aku tidak bisa menjawab pertanyaan yang ada di lembaran ujian ini.
Hingga akhirnya, waktu ujian berakhir.
Vania datang menghampiriku.

Vania : "Kok kami diem aja ?"
Rea : "Eh.. Ngga.. Hehehehehe.."
Vania : "Ada yang kamu pikirin ?"
Rea : "Mikirin sih ngga.. Kepikiran iya.."
Vania : "Kamu mikirin apa ?"
Rea : "Mikirin kamu.."
Vania : "Hahahahahaha.. Kenapa emang nya ?"
Rea : "Calista banyak cerita sama aku tadi.."
Vania : "...."
Rea : "Aku jadi bingung.."
Vania : "Ga usah bingung, Re.. Ikutin aja apa kata hati kamu.. Mendingan sekarang kita ke rumah kamu.. Kita belajar buat besok.."
Rea : "Hhmm.. Ya udah.. Ayo.."

Aku dan Vania pergi meninggalkan sekolah ini menuju rumahku.

Rea : "Kamu mau pulang dulu atau langsung ke rumahku ?"
Vania : "Langsung aja.. Tapi nanti kamu anterin aku pulang.."
Rea : "Iya nanti aku anterin.."

Setelah sampai dirumahku, aku ajak Vania makan siang terlebih dahulu.
Lalu kami masuk kekamarku dan kami mulai belajar.
Seketika kepalaku pusing melihat angka-angka.

Rea : "Aduuhh.. Aku pusing liat angkat keriting begini.."
Vania : "Payah ah kamu.."
Rea : "Kenapa harus ada matematika sih didunia ini ?"
Vania : "Hahahahahaha... Segitu bencinya kamu sama matematika.."
Rea : "Ya sama kayak kamu yang benci bahasa inggris dan bahasa jerman.. Hahahahahaha.."
Vania : Iya ih.. Bahasa nya ribet.. Bikin lidah kepleset.."
Rea : "Belom aja kamu belajar bahasa spanyol.."
Vania : "Emang kamu bisa ?"
Rea : "Bisa.. Aku sedikit belajar dari orang Mexico kalo di game.."
Vania : "Terus ini belajarnya gimana ?"
Rea : "Gimana ya ?"
Vania : "Pokoknya kamu harus bisa.."

Vania mulai mengajarkanku materi-materi yang akan keluar pada ujian besok.
Benar-benar membuat pikiranku kusut.
Akhirnya kepalaku sakit karena aku tidak bisa menyelesaikan soal yang diberikan Vania.

Rea : "Aduh.. Pusing aku.."
Vania : "Hahahahahahaha.."
Rea : "Nyerah aku..", sambil merebahkan badanku diatas tempat tidurku.

Vania mendekatiku.
Dia juga merebahkan tubuhnya disampingku.
Kami saling bertatapan.
Kenapa dia jadi cantik sekali ya hari ini ?
Jantungku berdetak kencang.
Nafasku menjadi tak beraturan.

Rea : "Van..", sambil mengelus pipinya.
Vania : "...."
Rea : "Kamu cantik, Van.."
Vania : "Hehehehe.. Makasih.."

Wajah kami semakin lama semakin dekat.
Bibirku dan Bibirnya sudah bersentuhan.
Kami saling berciuman.
Tanganku mulai bergerak kearah yang dia inginkan, tetapi Vania menahannya.

Vania : "Re.. Kemarin kan udah.."
JabLai cOY
JabLai cOY memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.