Kaskus

Story

dewiskumanekoAvatar border
TS
dewiskumaneko
Don't say "I Love You" too much

*Judul diganti (sebelumnya Don't say "I Love You" too much) karena judul yg lama kesannya agak terlalu dramatis emoticon-Wink*

Selamat pagi buat semua momod, agan, sista dan para master lainnya yang sudah terlebih dulu meramaikan jagad SFTH emoticon-shakehand
setelah sering baca kisah yang ada di SFTH ini, saya jadi tergelitik untuk menuliskan kisah yang saya alami ini. hehehe

ini murni aku alami semuanya, ceritanya agak gak penting dan maybe kurang menarik. tapi ini murni pengen cerita karena aku gak mau inget-inget ini sendirian, maunya bisa berbagi sama yg lainnya, semoga bisa berguna ya cerita ini emoticon-Kiss (S)
mungkin ada beberapa bagian yang kurang sesuai sama kejadian aslinya, harap maklum dikarenakan ingatanku yang super duper payah jadi ya agak lupa gitu, tapi tetep bakal diceritakan kok meski gak detail dan gak bakal ngerubah esensi ceritanya
dan seperti kisah SFTH pada umumnya, semua nama tokoh dalam cerita ini disamarkan ya kak (mohon pengertiannya emoticon-Belo )

RULES!
1. Kepo diperbolehkan asal masih batas wajar
2. dilarang komentar dengan kata-kata kasar
3. kritik, saran sangat diperbolehkan asal masih dalam batas wajar dan tidak menyudutkan pihak manapun
4. selebihnya saya manut sama general rules SFTH emoticon-Embarrassment

RALAT
Update aku usahakan tiap hari kalo lagi mood/udah inget lagi sama kejadiannya emoticon-Blue Guy Peace
"aku menghargai readers yang kasih semangat buat update, jadi meski mungkin dalam penulisan cerita ini masih banyak kekurangan, aku berjanji tidak akan ada kentang diantara kita alias cerita ini akan aku selesaikan emoticon-Smilie"


Quote:


so, bisa kita mulai ceritanya? emoticon-Big Grin

Quote:

Diubah oleh dewiskumaneko 22-10-2017 19:08
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
4K
35
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
dewiskumanekoAvatar border
TS
dewiskumaneko
#28
Part 6
Quote:


Namanya Dana, pertama kali aku ngomong sama dia itu waktu hari pertama sekolah (satu hari setelah MOS). Waktu itu aku di lapangan sekolah sedang kebingungan mencari letak kelasku (selama MOS kami menempati ruang kelas 9-1), tiba-tiba dia menghampiriku.

Quote:


Aku mengikuti Dana dari belakang, lalu waktu kita naik tangga juga ada temen sekelas kita yang baru datang dan sama-sama gak tau dimana kelasnya. Gak lama kemudian kami berhasil menemukan kelas kami dan segera masuk ke dalam. Aku memilih bangku di bagian tengah kelas, bersebelahan sama cewek berambut pendek, namanya Indri.
Gak ada yang menarik di hari pertama pelajaran, karena cuma perkenalan aja jadi belum ada pelajaran, Cuma kenalan-kenalan sama temen-temen sekelas, Tanya-tanya “dari SD mana?” atau “rumahnya dimana?”. Dan seperti biasa, banyak yang heran waktu aku sebutin asal SD ku, gak jarang juga ada yang ngetawain. Aku cuma bisa meringis aja, udah biasa juga hehehe. Selain itu di kelas mulai ada pembagian kelompok, jadi aku sama indri udah gak bisa sebangku lagi emoticon-Frown. Indri satu kelompok dengan empat anak di belakangku dan aku satu kelompok dengan empat anak di depanku. Entah kenapa, seharian itu yang perhatikan di kelas cuma Dana. Apa aku suka dia ya? Buru-buru aku membuang pikiran itu. Gak mungkin, aku kan sukanya sama Adi.

Oke skip..

Aku sama Dana lumayan sering lah ngobrol bareng. Dia sering curhat kalo dia suka sama salah satu temen sekelompokku yang namanya Uli. Aku sama Uli sebenernya deket sih, toh kami duduknya deketan. Walaupun aku suka sebel sama Uli yang aku anggap nyebelin dan caper. Dan tiap denger curhatannya Dana kok aku jadi sebel yak? Apa karena aku dasarnya udah sebel sama Uli? Atau… ah tapi gak mungkin, kan aku cuma suka Adi. Tapi meski nyangkal, namanya hati emang gak bisa bohong. Makin lama aku makin ngerasa suka sama Dana dan dia tiap curhat soal Uli, aku juga makin sebel.
Suatu hari, pelajaran bahasa inggris kami ke Lab. Bahasa, aku memilih duduk di belakang Dana. Pelajaran hari itu terasa membosankan, jadi aku iseng kirim2 surat ke Dana.

Quote:


Dengan gemetar aku kasih surat itu ke Dana. Setelah nulis itu, Dana langsung noleh ke arahku dengan ekspresi kaget dan mulutnya berbicara tanpa suara, “serius?” dan sebagai jawabannya aku Cuma mengangguk pelan. Gak ada senyuman malu-malu sama sekali di wajahku saat itu, yang ada cuma ekspresi takut dan ragu. Setelah itu Dana gak banyak bicara lagi, dia cuma diem aja sampe pelajaran selesai. Hari-hari selanjutnya udah bisa ditebak… Dana fix jauhin aku. Ini bikin aku makin ngerasa gak enak, masalahnya selain sekelas, aku sama dia sama-sama ambil kelas seni music jadilah suasana antara aku sama dia jadi bener-bener canggung. Padahal sebelumnya kami lumayan akrab.emoticon-Frown

Dalam hatiku sebenernya ada perasaan nyesel sekaligus kecewa. Nyesel karena aku merasa bodoh banget udah bilang “aku suka kamu” ke dia, kecewa karena dia langgar janjinya untuk gak ngerubah hubungan pertemanan kita. Berita ini tentu saja cepet nyebar di kelas. Awalnya aku gak tau sih, tapi suatu hari waktu aku satu angkot sama Setya, temen sekelasku, dia cerita

Quote:


Waktu itu rasanya kayak kesamber petir. Dana? Cerita ke anak sekelas? NGAPAIN DIA CERITA BEGITUAN???emoticon-Mad (S)Mau marah tapi yowes lah, kebodohanku juga ini. Tiba-tiba aku ngelamun.. Aku juga nyatain perasaanku ke Adi, tapi kenapa responnya beda ya? Jadi kangen Adi.
Gara-gara omongan Setya kemaren, aku jadi ngerasa beberapa temenku ngejauhin aku. Walaupun masih ada juga yang baik dan gak ambil pusing soal aku sama Dana. Kira-kira sebulan setelah kejadian itu, suasana kelas udah mulai normal lagi. Dana juga mulai mau ngomong sama aku walau seperlunya aja, paling perasaanku udah lega banget lah.
**
Suatu hari, aku pulang agak sedikit lebih lama dari temen-temenku. Ini karena aku mampir dulu ke persewaan buku di deket sekolahku untuk pinjem beberapa novel sama komik. Setelah dari persewaan, aku nyetop sebuah angkot lalu naik ke dalamnya. Gak lama, angkot itu berhenti di depan gerbang sekolahku dan naiklah segerombolan anak sekolahku. Diliat dari badgenya sih, dia anak 7-3. Salah satu dari mereka nyapa aku dan kami pun kenalan

Quote:


Diubah oleh dewiskumaneko 21-11-2016 09:44
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.