- Beranda
- Stories from the Heart
Don't say "I Love You" too much
...
TS
dewiskumaneko
Don't say "I Love You" too much
*Judul diganti (sebelumnya Don't say "I Love You" too much) karena judul yg lama kesannya agak terlalu dramatis
*Selamat pagi buat semua momod, agan, sista dan para master lainnya yang sudah terlebih dulu meramaikan jagad SFTH
setelah sering baca kisah yang ada di SFTH ini, saya jadi tergelitik untuk menuliskan kisah yang saya alami ini. hehehe
ini murni aku alami semuanya, ceritanya agak gak penting dan maybe kurang menarik. tapi ini murni pengen cerita karena aku gak mau inget-inget ini sendirian, maunya bisa berbagi sama yg lainnya, semoga bisa berguna ya cerita ini
mungkin ada beberapa bagian yang kurang sesuai sama kejadian aslinya, harap maklum dikarenakan ingatanku yang super duper payah jadi ya agak lupa gitu, tapi tetep bakal diceritakan kok meski gak detail dan gak bakal ngerubah esensi ceritanya
dan seperti kisah SFTH pada umumnya, semua nama tokoh dalam cerita ini disamarkan ya kak (mohon pengertiannya
)RULES!
1. Kepo diperbolehkan asal masih batas wajar
2. dilarang komentar dengan kata-kata kasar
3. kritik, saran sangat diperbolehkan asal masih dalam batas wajar dan tidak menyudutkan pihak manapun
4. selebihnya saya manut sama general rules SFTH
RALAT
Update aku usahakan tiap hari kalo lagi mood/udah inget lagi sama kejadiannya
"aku menghargai readers yang kasih semangat buat update, jadi meski mungkin dalam penulisan cerita ini masih banyak kekurangan, aku berjanji tidak akan ada kentang diantara kita alias cerita ini akan aku selesaikan
" Quote:
so, bisa kita mulai ceritanya?
Quote:
Diubah oleh dewiskumaneko 22-10-2017 19:08
anasabila memberi reputasi
1
4K
35
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
dewiskumaneko
#21
Part 5
Dari kecil aku suka banget baca manga, aku inget manga pertama yang aku baca itu Sailor Moon karena mbak dan sepupuku koleksi manga Sailor Moon dalam versi yang berbeda. Sedangkan manga pertama yang aku punya adalah detective conan. Setelah itu sepupuku yang pindahan rumah memberikan sebagian besar koleksi manga dan novelnya ke aku dan mbakku.
Salah satu manga pemberian sepupuku itu judulnya Salad Days, sebuah shojo manga yang ceritanya romantis banget. Di manga itu ada adegan dimana cewek yang menyatakan cintanya duluan ke si cowok dan si cowok membalasnya dengan manis atau jika menolak juga dengan penolakan yang halus sehingga gak akan menyakiti perasaan si cewek. Karena itu juga, aku beranggapan kalo cewek menyatakan perasaan ke cowok yang dia sukai bukan merupakan kesalahan.
Terinspirasi dari situ, gak lama setelah masuk SMP aku memberanikan diri menyatakan perasaanku ke Adi. Aku gak menyatakan langsung sih, aku nulis surat dan suratnya aku titipkan ke Liani salah seorang temanku yang satu sekolah sama Adi. Aku gak berani dapet jawaban Adi sama sekali, hingga suatu hari aku dapet sms dari dia
Baca jawaban itu rasanya sedih, tapi di sisi lain aku lega karena perasaan yang udah dipendam ini tersampaikan. Ada sedikit perasaan takut Adi bakal menjauhiku dan berubah sikapnya ke aku dan aku pun memberanikan diri untuk memastikan rasa takutku.
Hari itu, sekolahku pulang agak lebih cepat dan aku sampai rumah lebih dulu dari jam pulang sekolah Adi. Begitu sampai rumah aku gak langsung masuk tapi duduk-duduk dulu di teras rumah. Lagi asik-asiknya perhatiin sekolah depan rumah, dari dalam ibuku memanggil, minta aku ke warung depan rumah beli sesuatu. Setelah lepas sepatu dan naruh tas, tanpa ganti seragam aku langsung ke warung depan rumah. Bersamaan dengan sampainya aku di warung, segerombolan anak smpn 44 keluar dari sekolah. Mataku langsung tertuju ke gerombolan anak-anak itu, mencari sosok Adi. Namun sampai transaksiku selesai aku juga gak menemukan Adi, akhirnya aku memutuskan untuk pulang kerumah. Saat aku memasuki gerbang komplek perumahanku, aku melihat seorang anak berseragam putih-biru sedang memperhatikan pohon mangga di halaman rumahku. Aku cuek aja toh banyak anak iseng yang suka merhatiin pohon mangga di rumahku. Tapi.. kok rasanya anak itu gak asing ya buat aku? Aku perhatiin lagi, perhatiin lagi… EH? ITU KAN ADI??
Aku berjalan menuju rumahku sambil terus perhatiin Adi, setelah aku sampe halaman rumahku, aku langsung aja nyapa dia.
Dia pulang lewat jalan samping rumahku yang memang mengarah ke kampung belakang komplekku. Aku terus liatin dia sampai dia udah gak keliatan lagi.
Berarti dia kalo berangkat atau pulang sekolah lewat sini?Aku tersenyum senang, berarti ada kesempatan buat aku lebih sering ketemu dia. Baru aja aku merebahkan badan di kasur aku menyadari sesuatu yang penting. Eh?? Tadi anak itu sikapnya biasa aja, kayak gak ada apa-apa.. berarti… aku ketawa lega, karena apa yang aku takutkan sama sekali gak terbukti.
Salah satu manga pemberian sepupuku itu judulnya Salad Days, sebuah shojo manga yang ceritanya romantis banget. Di manga itu ada adegan dimana cewek yang menyatakan cintanya duluan ke si cowok dan si cowok membalasnya dengan manis atau jika menolak juga dengan penolakan yang halus sehingga gak akan menyakiti perasaan si cewek. Karena itu juga, aku beranggapan kalo cewek menyatakan perasaan ke cowok yang dia sukai bukan merupakan kesalahan.
Terinspirasi dari situ, gak lama setelah masuk SMP aku memberanikan diri menyatakan perasaanku ke Adi. Aku gak menyatakan langsung sih, aku nulis surat dan suratnya aku titipkan ke Liani salah seorang temanku yang satu sekolah sama Adi. Aku gak berani dapet jawaban Adi sama sekali, hingga suatu hari aku dapet sms dari dia
Quote:
Baca jawaban itu rasanya sedih, tapi di sisi lain aku lega karena perasaan yang udah dipendam ini tersampaikan. Ada sedikit perasaan takut Adi bakal menjauhiku dan berubah sikapnya ke aku dan aku pun memberanikan diri untuk memastikan rasa takutku.
Hari itu, sekolahku pulang agak lebih cepat dan aku sampai rumah lebih dulu dari jam pulang sekolah Adi. Begitu sampai rumah aku gak langsung masuk tapi duduk-duduk dulu di teras rumah. Lagi asik-asiknya perhatiin sekolah depan rumah, dari dalam ibuku memanggil, minta aku ke warung depan rumah beli sesuatu. Setelah lepas sepatu dan naruh tas, tanpa ganti seragam aku langsung ke warung depan rumah. Bersamaan dengan sampainya aku di warung, segerombolan anak smpn 44 keluar dari sekolah. Mataku langsung tertuju ke gerombolan anak-anak itu, mencari sosok Adi. Namun sampai transaksiku selesai aku juga gak menemukan Adi, akhirnya aku memutuskan untuk pulang kerumah. Saat aku memasuki gerbang komplek perumahanku, aku melihat seorang anak berseragam putih-biru sedang memperhatikan pohon mangga di halaman rumahku. Aku cuek aja toh banyak anak iseng yang suka merhatiin pohon mangga di rumahku. Tapi.. kok rasanya anak itu gak asing ya buat aku? Aku perhatiin lagi, perhatiin lagi… EH? ITU KAN ADI??

Aku berjalan menuju rumahku sambil terus perhatiin Adi, setelah aku sampe halaman rumahku, aku langsung aja nyapa dia.
Quote:
Dia pulang lewat jalan samping rumahku yang memang mengarah ke kampung belakang komplekku. Aku terus liatin dia sampai dia udah gak keliatan lagi.
Berarti dia kalo berangkat atau pulang sekolah lewat sini?Aku tersenyum senang, berarti ada kesempatan buat aku lebih sering ketemu dia. Baru aja aku merebahkan badan di kasur aku menyadari sesuatu yang penting. Eh?? Tadi anak itu sikapnya biasa aja, kayak gak ada apa-apa.. berarti… aku ketawa lega, karena apa yang aku takutkan sama sekali gak terbukti.
Diubah oleh dewiskumaneko 17-11-2016 12:45
0
(ini udah tahun ketujuh aku kuliah, semoga kuliahku cepet kelar :'( )