- Beranda
- Supranatural
[true story] The Curious Cases of Forsup Kaskus
...
TS
stryker
[true story] The Curious Cases of Forsup Kaskus
Open Thread ya.
Jadi siapa aja boleh ngisi. asal gak ngejunk n bikin rusuh.
Thread ini bertujuan untuk mendokumentasikan kasus-kasus yang ditangani oleh rekan-rekan kaskus.
untuk menjadi best practice atau referensi di kemudian hari bila rekan menghadapi sebuah kasus
baik dari sisi penghusada maupun dari sisi klien.
Dengan membaca thread ini, klien dan penghusada bisa mendapatkan cara pandang yang tepat ketika
bisa menghadapi sebuah fenomena supranatural, maupun ketika menghadapi sebuah kasus.
Teori hanyalah teori. Tapi eksekusi lapangan adalah guru yang paling berharga. kalo kata orang, Ilmu iku kelakone kanthi laku.
index :
1. cerita dari kiayu
2. santet istri muda - cerita dari winehsuka
3. penyakit fisik dan kotoran eterik - cerita dari h044m
Sengkolo Pesugihan by Citronelle
prolog
part 1
datangnya jin pesugihan
ngunduh wohing pakarti - hitman got hit
part 1
part 2
part 3 - TAMAT
hantu baju pengantin merah
part 1
part 2
part 3
part 4 - TAMAT
dendam mantan pacar dari yudhipri
part 1 - TAMAT
rumah tusuk sate dari kiayu
part 1 - TAMAT
santet mayat dari kanthil.gondok
part 1 - TAMAT
Jadi siapa aja boleh ngisi. asal gak ngejunk n bikin rusuh.
Thread ini bertujuan untuk mendokumentasikan kasus-kasus yang ditangani oleh rekan-rekan kaskus.
untuk menjadi best practice atau referensi di kemudian hari bila rekan menghadapi sebuah kasus
baik dari sisi penghusada maupun dari sisi klien.
Dengan membaca thread ini, klien dan penghusada bisa mendapatkan cara pandang yang tepat ketika
bisa menghadapi sebuah fenomena supranatural, maupun ketika menghadapi sebuah kasus.
Teori hanyalah teori. Tapi eksekusi lapangan adalah guru yang paling berharga. kalo kata orang, Ilmu iku kelakone kanthi laku.
index :
1. cerita dari kiayu
2. santet istri muda - cerita dari winehsuka
3. penyakit fisik dan kotoran eterik - cerita dari h044m
Sengkolo Pesugihan by Citronelle
prolog
part 1
datangnya jin pesugihan
ngunduh wohing pakarti - hitman got hit
part 1
part 2
part 3 - TAMAT
hantu baju pengantin merah
part 1
part 2
part 3
part 4 - TAMAT
dendam mantan pacar dari yudhipri
part 1 - TAMAT
rumah tusuk sate dari kiayu
part 1 - TAMAT
santet mayat dari kanthil.gondok
part 1 - TAMAT
Diubah oleh stryker 27-11-2016 17:37
grg. memberi reputasi
1
64.7K
Kutip
396
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Supranatural
15.9KThread•14.3KAnggota
Tampilkan semua post
yudhipri
#148
Cerita dari sisi awam
Mohon ijin Puh TS, dan juga mbah sesepuh penghuni di sini,
perkenankan saya bercerita pengalaman saya seorang yang awam dari Jogja.
(Beberapa kejadian saya hilangkan di tulisan ini)
Saya bersyukur, bisa mengalami pelajaran hidup yang sangat bermakna 4 tahun silam..
Kala itu, saya akan menikah 3 bulan lagi...
Yang saya rasakan, pertama adalah perubahan pada calon istri saya.
Mulai dari tingkahnya yang aneh, sering pelupa, ga jelas, pergi tanpa tujuan, ga ada kabar, dsb..
Entah keyakinan dari mana, saya bisa menebak karena ini dibuat oleh seseorang.
Saya tidak tahu siapa yang membuatnya.
Mulai bertanya kepada teman kerja saya, sebut saja mas Eru.
Mas Eru merasakan ada energi hitam pekat di calon istri saya. Ritual pembersihan akan dilakukan jarak jauh, karena jarak dan kesibukannya yang sedang punya anak bayi.
3 Hari tanpa hasil,, sesaat setelah pembersihan, energi hitam selalu kembali menyelimuti lagi. Mas Eru bilang, ada "barang" yang digunakan tapi tidak terlacak. Mas Eru pun menyerah. Dan dia juga sempat di teror dari si Dukun itu, demi keamanan keluarganya dia mundur.
Semakin hari, calon istri saya semakin parah.
Pandangannya kosong, dan puncaknya dia marah-marah tidak jelas dan membatalkan pernikahan.
Hancur sudah saya...
2 Keluarga sangat gaduh akan peristiwa ini.
Semalaman saya berdoa hingga dini hari, di bawah langit malam...
Pasrah seandainya ini memang jalan yang sudah digariskan Tuhan...
Pagi hari, om saya datang dan mendengarkan cerita kami.
Dia teringat, punya teman pindahan dari Cilacap.
Ternyata tempat tinggalnya tidak sampai 1km dari calon istri saya tetapi beda kampung.
Panggil saja beliau Mas Edi.
Hari berikutnya, Om saya mendatangi kami sekeluarga dan menceritakan saat meminta bantuan mas Edi.
Mas Edi bilang bahwa beliau tidak bersedia membantu kalau tidak ada sesuatu yang "ngeh" (berjodoh mungkin maksudnya). Awalnya beliau menolak.
Tetapi, Om saya memberikan foto calon istri saya, Mas Edi memejamkan mata dan langsung berkata, "Wow.. menarik sekali ini.. Nanti saya bantu."
Akhirnya kami bertemu dengan Mas Edi. Beliau masih muda, dan memiliki kemampuan ini sejak lahir. Beliau juga bercerita kenal baik dengan Ki Kusumo. Pernah juga ia ditawari salah satu stasiun TV untuk acara yang terkenal, tapi beliau menolaknya.
Mas Edi minta waktu dulu untuk melakukan penyelidikan dan "ngudhari benang ruwet" (mengowali kahanan). Beliau berkata, "Jangan kaget kalau ada sekelebat bayangan di rumah calon istri ya, itu hanya saya."
Saya memulai puasa dan juga laku prihatin. Setiap tengah malam saya juga berdoa di bawah langit malam.
Pertemuan kedua dengan Mas Edi (diluar komunikasi dengan SMS setiap hari), selang 5 hari kemudian.
Mas Edi berkata, "Doamu tiap malam sangat membantu saya bagai lampu tambahan di mata saya, lanjutkan tiap hari ya. Saya sudah menemukan ada 2 barang yang ditanam di halaman rumah calon istri kamu, dan ada 1 barang lagi yang sudah lama di samping rumah tetapi sudah dijawab sama si Dukun agar membantu memperlancar kerja si dukun. Sepertinya kamu punya masalah dengan mantan pacar calon istri kamu ya?"
Saya terkejut, dan saya bilang bahwa saya tidak pernah berurusan dengan mantan pacarnya. Kemungkinan ini adalah dendam dari si mantan itu.
Untuk sementara, energi ketiga benda itu ditutup oleh beliau. benda-benda itu belum ditarik, masih menunggu waktu yang tepat kata beliau.
Untuk sementara, agar lebih mudah dalam menggarap, calon istri saya bisa diungsikan ke rumah saya dulu.
Bukan kebetulan, di rumah saya ada beberapa benda pusaka peninggalan simbah saya. Simbah saya juga seorang supranatural, dan tidak diturunkan ke anak atau cucunya, tetapi ke ahli waris yang masih saudara dengan kami. Rumah kami ada pagar gaib peninggalan simbah buyut saya, hanya perlu diperkuat lagi. Begitu juga benda pusaka peninggalan tersebut baik terhadap keluarga kami, selalu membantu kami, kata Mas Edi
Anak dari ahli waris keluarga kami tersebut juga pernah mendatangi saya, dia menangis karena bisa merasakan, bisa melihat ini semua, tetapi dia tidak mampu untuk berbuat apa-apa, beda jauh ilmunya.
Pernah dia mencoba membantu saya, tetapi dia malah dibuat lumpuh selama 3 hari oleh dukunnya, tidak bisa bangun dari tempat tidur.
Saat dia saya pertemukan dengan Mas Edi, dia dinasihati Mas Edi, "Kamu itu baru disentil sama dukunnya sudah lumpuh 3 hari, kalau lebih bisa-bisa ga bisa bangun seumur hidupmu. Berhati-hatilah!"
Sedikit cerita tentang keluarga saya.
Sejak dulu, saya selalu dibiasakan oleh simbah kakung saya untuk berdampingan dengan makluk alus. Kami punya gamelan, dan saya mengalami sendiri bahwa Gong gamelan akan berbunyi sendiri saat malam Jumat Kliwon ketika simbah saya lupa membakar kemenyan/dupa.
Di Depan rumah ada kebun dengan pohon beringin besar, dan setiap simbah saya lupa membakarkan kemenyan/dupa pasti akan terdengar suara bayi menangis.
Hal itu semua sudah biasa di keluarga kami, kami tidak merasa takut karena itu.
Pernah simbah kakung didatangi orang yang berniat membeli keris. Simbah kakung tidak memberikannya, tetapi entah bagaimana akhirnya keris tersebut bisa terjual.
Selang 1 bulan si pembeli datang lagi ke simbah kakung.
Menanyakan keris tersebut.
Simbah kakung langsung membuka lemari dan didapati keris yang dijual kemarin berada di bawah tumpukan baju-bajunya.
Si pembeli mengiklaskannya dan pergi.
Lanjut lagi....
Mas Edi tetap melanjutkan hasil penyelidikannya, seperti penyadapan, mendatangi dengan tubuh alusnya, dsbnya..
2 Minggu kemudian, calon istri saya mulai membaik. Sifat marah-marah ga jelas sudah berkurang. Tetapi sikapnya menjadi linglung, seperti orang bingung, sering bengong melamun sendiri.
6 Minggu kemudian, tibalah saatnya untuk penarikan barang yang ditanam di halaman rumah.
Beberapa hari sebelum hari yang ditentukan, terjadi sebuah insiden.
Perabot rumah tangga di dalam rumah Mas Edi porak-poranda tidak karuan. Mas Edi menanggapi santai, itu ulah dukunnya yang sudah mulai putus asa. Tidak apa-apa, anggota keluarga saya baik-baik saja.
Sebelumnya, kami sudah menyiapkan syarat yang diminta.
Yang paling sulit, saya ingat harus mencari minyak yang saya cari di area Jogja sampai Magelang tidak ketemu.
Akhirnya ada teman Mas Edi yang bersedia mencarikannya dari Yaman.
Saat itu malam Minggu jam 22.00 dimulai ritual penarikannya.
Kedua keluarga berkumpul. Mas Edi datang bersama Om saya dan tetangganya yang kebetulan kami dalam satu kelompok grup musik Keroncong.
Mas Edi membawa handphone jadul, dan sering berdering disaat-saat tertentu.
Beliau menjawab telepon dengan berkata sangat halus dan sopan.
Saya penasaran saya bertanya dari siapa.
Beliau tersenyum dan menjawab, Kanjeng Ratu Kidul.
Kebetulan saya orang IT, penasaran juga bagaimana teknisnya kok bisa masuk ke jaringan telepon. Tetapi saya sungkan untuk menanyakannya.
Benda pertama yang ditarik adalah yang paling mudah dulu.
Dengan media baskom diisi air dan bunga.
Lampu ruangan dimatikan, kami diminta duduk bersila di sekitar mas Edi.
Hawa ruangan berubah menjadi berbeda.
Kemudian terdengar suara benda tercebur di air.
Ini sudah,, ini yang berfungsi mengontrol pikiran calon istri kamu.
Lampu dinyalakan, dan kami melihatnya..
"Jangan sampai jatuh ke tanah, segera di bakar dulu." kata mas Edi.
![kaskus-image]()
Lampu dimatikan lagi...
Benda kedua mulai ditarik...
Hawa ruangan mulai berubah...
Mas Edi tampak kewalahan...
Dia meminta bantuan Om saya dan Teman Grup Keroncong saya untuk membersihkan makluk alus yang menempel di badannya.
10 menit berlalu belum berhasil..
Kami semua yang ada diminta untuk berdoa dalam hati...
Tiba-tiba ruangan gelap muncul kilatan cahaya seperti lampu flash foto.
Kemudian terdengar suara benturan besi, dan teriakan mas Edi.
Baru pertama itu saya lihat sendiri secara langsung, seperti di TV.
Lampu dinyalakan, Mas Edi tergeletak dengan nafas tersengal-sengal.
Benda ini sangat berat ditarik, dan saat berhasil menariknya, si dukun memberi hantaman ke Mas Edi. Beruntung Mas Edi dibantu temannya secara jarak jauh, jadi lukanya tidak terlalu parah.
Ini fungsinya membuat calon istri saya tidak bisa memiliki keturunan.
![kaskus-image]()
Mas Edi bilang, tubuh alusnya yang di alam lain sudah babak belur.
Mas Edi minta istirahat dulu.
Di saat yang sama, Anak ahli Waris keluarga juga sedang perjalanan ke TKP.
HP Mas Edi berdering lagi, dia bangun dan berkata dari Kanjeng Ratu kemudian pergi keluar rumah dan mengangkat teleponnya.
Masuk rumah, lalu melihat ke atas ruangan.
Tuh, kita diketawain sama makluk-makluk di sini.
Terus nunjuk pojok ruangan, itu benda yang ketiga sudah di ujung gerbang, minta diambil.
Mas Edi duduk di kursi, tidak butuh media apa-apa seperti dua benda tadi, lampu dimatikan tiba-tiba terdengar suara besi jatuh..
Lampu dinyalakan lagi lalu mencari benda ketiga, ternyata sebuah keris kecil.
Dikasih tahu namanya, saya malah lupa..
Ini yang membuat suasana di rumah tidak harmonis.
![kaskus-image]()
Malam hari sebelum kembali, Mas Edi memberikan pertanyaan ke saya:
"Kamu minta apa untuk si Dukun dan si Mantan?"
Saya jawab, "Seandainya dibiarkan saja bagaimana Mas? Sopo Nandur, bakal ngundhuh wohing pakarti. Karma itu akan berlaku."
Mas Edi mengangguk dan tersenyum, "Becik kuwi."
3 hari kemudian, saya mendapat kabar kalau mas Edi sedang sakit di rumahnya. Orang tua kami menjenguk, saya malah tidak sempat menjenguknya.
Menjelang pernikahan...
Mas Edi berkomitmen akan mengawal kami hingga pernikahan selesai digelar.
Mas Edi membuat pagar di rumah calon istri dan rumah saya.
Mas Edi datang dan menunjukkan batu Merah Delima. Baru pertama itu juga saya lihat dan pegang sendiri. Masuk ke air, warnanya air jadi merah...
Saya diminta minum, dan 1 gelas air dikembalikan ke sumur saya.
Hari H-1 saya masih berpuasa, dan tidak pernah terpikirkan ketika baju yang sudah disiapkan jadi longgar karena berat badan saya turun 9kg.
Hari H, ahli waris keluarga saya mengeluarkan pusaka Kyai Singkir.
Karena setiap hari hujan terus-menerus.
Saat acara pesta berlangsung, Mas Edi berpamitan bahwa semua sudah berjalan baik, mau pulang dulu.
Sampai di parkiran, Mas Edi balik lagi.
Mendung hitam tebal datang dan akan segera hujan deras.
Mas Edi meminta mengambil alih Kyai Singkir dari ahli waris keluarga.
Para tamu yang hadir dan menyalami saya bercerita, sekitar kampung hujan, pas masuk kampung ini malah tidak hujan...
Sampai pesta selesai, langit masih gelap karena awan hujan. Mas Edi pamit pulang, 10 menit kemudian hujan turun sangat deras sampai menggenangi tempat pesta tadi.
perkenankan saya bercerita pengalaman saya seorang yang awam dari Jogja.
(Beberapa kejadian saya hilangkan di tulisan ini)
Spoiler for Cerita Saya:
Quote:
Saya bersyukur, bisa mengalami pelajaran hidup yang sangat bermakna 4 tahun silam..
Kala itu, saya akan menikah 3 bulan lagi...
Yang saya rasakan, pertama adalah perubahan pada calon istri saya.
Mulai dari tingkahnya yang aneh, sering pelupa, ga jelas, pergi tanpa tujuan, ga ada kabar, dsb..
Entah keyakinan dari mana, saya bisa menebak karena ini dibuat oleh seseorang.
Saya tidak tahu siapa yang membuatnya.
Mulai bertanya kepada teman kerja saya, sebut saja mas Eru.
Mas Eru merasakan ada energi hitam pekat di calon istri saya. Ritual pembersihan akan dilakukan jarak jauh, karena jarak dan kesibukannya yang sedang punya anak bayi.
3 Hari tanpa hasil,, sesaat setelah pembersihan, energi hitam selalu kembali menyelimuti lagi. Mas Eru bilang, ada "barang" yang digunakan tapi tidak terlacak. Mas Eru pun menyerah. Dan dia juga sempat di teror dari si Dukun itu, demi keamanan keluarganya dia mundur.
Semakin hari, calon istri saya semakin parah.
Pandangannya kosong, dan puncaknya dia marah-marah tidak jelas dan membatalkan pernikahan.
Hancur sudah saya...
2 Keluarga sangat gaduh akan peristiwa ini.
Semalaman saya berdoa hingga dini hari, di bawah langit malam...
Pasrah seandainya ini memang jalan yang sudah digariskan Tuhan...
Pagi hari, om saya datang dan mendengarkan cerita kami.
Dia teringat, punya teman pindahan dari Cilacap.
Ternyata tempat tinggalnya tidak sampai 1km dari calon istri saya tetapi beda kampung.
Panggil saja beliau Mas Edi.
Hari berikutnya, Om saya mendatangi kami sekeluarga dan menceritakan saat meminta bantuan mas Edi.
Mas Edi bilang bahwa beliau tidak bersedia membantu kalau tidak ada sesuatu yang "ngeh" (berjodoh mungkin maksudnya). Awalnya beliau menolak.
Tetapi, Om saya memberikan foto calon istri saya, Mas Edi memejamkan mata dan langsung berkata, "Wow.. menarik sekali ini.. Nanti saya bantu."
Akhirnya kami bertemu dengan Mas Edi. Beliau masih muda, dan memiliki kemampuan ini sejak lahir. Beliau juga bercerita kenal baik dengan Ki Kusumo. Pernah juga ia ditawari salah satu stasiun TV untuk acara yang terkenal, tapi beliau menolaknya.
Mas Edi minta waktu dulu untuk melakukan penyelidikan dan "ngudhari benang ruwet" (mengowali kahanan). Beliau berkata, "Jangan kaget kalau ada sekelebat bayangan di rumah calon istri ya, itu hanya saya."
Saya memulai puasa dan juga laku prihatin. Setiap tengah malam saya juga berdoa di bawah langit malam.
Pertemuan kedua dengan Mas Edi (diluar komunikasi dengan SMS setiap hari), selang 5 hari kemudian.
Mas Edi berkata, "Doamu tiap malam sangat membantu saya bagai lampu tambahan di mata saya, lanjutkan tiap hari ya. Saya sudah menemukan ada 2 barang yang ditanam di halaman rumah calon istri kamu, dan ada 1 barang lagi yang sudah lama di samping rumah tetapi sudah dijawab sama si Dukun agar membantu memperlancar kerja si dukun. Sepertinya kamu punya masalah dengan mantan pacar calon istri kamu ya?"
Saya terkejut, dan saya bilang bahwa saya tidak pernah berurusan dengan mantan pacarnya. Kemungkinan ini adalah dendam dari si mantan itu.
Untuk sementara, energi ketiga benda itu ditutup oleh beliau. benda-benda itu belum ditarik, masih menunggu waktu yang tepat kata beliau.
Untuk sementara, agar lebih mudah dalam menggarap, calon istri saya bisa diungsikan ke rumah saya dulu.
Bukan kebetulan, di rumah saya ada beberapa benda pusaka peninggalan simbah saya. Simbah saya juga seorang supranatural, dan tidak diturunkan ke anak atau cucunya, tetapi ke ahli waris yang masih saudara dengan kami. Rumah kami ada pagar gaib peninggalan simbah buyut saya, hanya perlu diperkuat lagi. Begitu juga benda pusaka peninggalan tersebut baik terhadap keluarga kami, selalu membantu kami, kata Mas Edi
Anak dari ahli waris keluarga kami tersebut juga pernah mendatangi saya, dia menangis karena bisa merasakan, bisa melihat ini semua, tetapi dia tidak mampu untuk berbuat apa-apa, beda jauh ilmunya.
Pernah dia mencoba membantu saya, tetapi dia malah dibuat lumpuh selama 3 hari oleh dukunnya, tidak bisa bangun dari tempat tidur.
Saat dia saya pertemukan dengan Mas Edi, dia dinasihati Mas Edi, "Kamu itu baru disentil sama dukunnya sudah lumpuh 3 hari, kalau lebih bisa-bisa ga bisa bangun seumur hidupmu. Berhati-hatilah!"
Sedikit cerita tentang keluarga saya.
Sejak dulu, saya selalu dibiasakan oleh simbah kakung saya untuk berdampingan dengan makluk alus. Kami punya gamelan, dan saya mengalami sendiri bahwa Gong gamelan akan berbunyi sendiri saat malam Jumat Kliwon ketika simbah saya lupa membakar kemenyan/dupa.
Di Depan rumah ada kebun dengan pohon beringin besar, dan setiap simbah saya lupa membakarkan kemenyan/dupa pasti akan terdengar suara bayi menangis.
Hal itu semua sudah biasa di keluarga kami, kami tidak merasa takut karena itu.
Pernah simbah kakung didatangi orang yang berniat membeli keris. Simbah kakung tidak memberikannya, tetapi entah bagaimana akhirnya keris tersebut bisa terjual.
Selang 1 bulan si pembeli datang lagi ke simbah kakung.
Menanyakan keris tersebut.
Simbah kakung langsung membuka lemari dan didapati keris yang dijual kemarin berada di bawah tumpukan baju-bajunya.
Si pembeli mengiklaskannya dan pergi.
Lanjut lagi....
Mas Edi tetap melanjutkan hasil penyelidikannya, seperti penyadapan, mendatangi dengan tubuh alusnya, dsbnya..
2 Minggu kemudian, calon istri saya mulai membaik. Sifat marah-marah ga jelas sudah berkurang. Tetapi sikapnya menjadi linglung, seperti orang bingung, sering bengong melamun sendiri.
6 Minggu kemudian, tibalah saatnya untuk penarikan barang yang ditanam di halaman rumah.
Beberapa hari sebelum hari yang ditentukan, terjadi sebuah insiden.
Perabot rumah tangga di dalam rumah Mas Edi porak-poranda tidak karuan. Mas Edi menanggapi santai, itu ulah dukunnya yang sudah mulai putus asa. Tidak apa-apa, anggota keluarga saya baik-baik saja.
Sebelumnya, kami sudah menyiapkan syarat yang diminta.
Yang paling sulit, saya ingat harus mencari minyak yang saya cari di area Jogja sampai Magelang tidak ketemu.
Akhirnya ada teman Mas Edi yang bersedia mencarikannya dari Yaman.
Saat itu malam Minggu jam 22.00 dimulai ritual penarikannya.
Kedua keluarga berkumpul. Mas Edi datang bersama Om saya dan tetangganya yang kebetulan kami dalam satu kelompok grup musik Keroncong.
Mas Edi membawa handphone jadul, dan sering berdering disaat-saat tertentu.
Beliau menjawab telepon dengan berkata sangat halus dan sopan.
Saya penasaran saya bertanya dari siapa.
Beliau tersenyum dan menjawab, Kanjeng Ratu Kidul.
Kebetulan saya orang IT, penasaran juga bagaimana teknisnya kok bisa masuk ke jaringan telepon. Tetapi saya sungkan untuk menanyakannya.
Benda pertama yang ditarik adalah yang paling mudah dulu.
Dengan media baskom diisi air dan bunga.
Lampu ruangan dimatikan, kami diminta duduk bersila di sekitar mas Edi.
Hawa ruangan berubah menjadi berbeda.
Kemudian terdengar suara benda tercebur di air.
Ini sudah,, ini yang berfungsi mengontrol pikiran calon istri kamu.
Lampu dinyalakan, dan kami melihatnya..
"Jangan sampai jatuh ke tanah, segera di bakar dulu." kata mas Edi.
Spoiler for benda 1:

Lampu dimatikan lagi...
Benda kedua mulai ditarik...
Hawa ruangan mulai berubah...
Mas Edi tampak kewalahan...
Dia meminta bantuan Om saya dan Teman Grup Keroncong saya untuk membersihkan makluk alus yang menempel di badannya.
10 menit berlalu belum berhasil..
Kami semua yang ada diminta untuk berdoa dalam hati...
Tiba-tiba ruangan gelap muncul kilatan cahaya seperti lampu flash foto.
Kemudian terdengar suara benturan besi, dan teriakan mas Edi.
Baru pertama itu saya lihat sendiri secara langsung, seperti di TV.
Lampu dinyalakan, Mas Edi tergeletak dengan nafas tersengal-sengal.
Benda ini sangat berat ditarik, dan saat berhasil menariknya, si dukun memberi hantaman ke Mas Edi. Beruntung Mas Edi dibantu temannya secara jarak jauh, jadi lukanya tidak terlalu parah.
Ini fungsinya membuat calon istri saya tidak bisa memiliki keturunan.
Spoiler for benda 2:

Mas Edi bilang, tubuh alusnya yang di alam lain sudah babak belur.
Mas Edi minta istirahat dulu.
Di saat yang sama, Anak ahli Waris keluarga juga sedang perjalanan ke TKP.
HP Mas Edi berdering lagi, dia bangun dan berkata dari Kanjeng Ratu kemudian pergi keluar rumah dan mengangkat teleponnya.
Masuk rumah, lalu melihat ke atas ruangan.
Tuh, kita diketawain sama makluk-makluk di sini.
Terus nunjuk pojok ruangan, itu benda yang ketiga sudah di ujung gerbang, minta diambil.
Mas Edi duduk di kursi, tidak butuh media apa-apa seperti dua benda tadi, lampu dimatikan tiba-tiba terdengar suara besi jatuh..
Lampu dinyalakan lagi lalu mencari benda ketiga, ternyata sebuah keris kecil.
Dikasih tahu namanya, saya malah lupa..
Ini yang membuat suasana di rumah tidak harmonis.
Spoiler for benda 3:

Malam hari sebelum kembali, Mas Edi memberikan pertanyaan ke saya:
"Kamu minta apa untuk si Dukun dan si Mantan?"
Saya jawab, "Seandainya dibiarkan saja bagaimana Mas? Sopo Nandur, bakal ngundhuh wohing pakarti. Karma itu akan berlaku."
Mas Edi mengangguk dan tersenyum, "Becik kuwi."
3 hari kemudian, saya mendapat kabar kalau mas Edi sedang sakit di rumahnya. Orang tua kami menjenguk, saya malah tidak sempat menjenguknya.
Menjelang pernikahan...
Mas Edi berkomitmen akan mengawal kami hingga pernikahan selesai digelar.
Mas Edi membuat pagar di rumah calon istri dan rumah saya.
Mas Edi datang dan menunjukkan batu Merah Delima. Baru pertama itu juga saya lihat dan pegang sendiri. Masuk ke air, warnanya air jadi merah...
Saya diminta minum, dan 1 gelas air dikembalikan ke sumur saya.
Hari H-1 saya masih berpuasa, dan tidak pernah terpikirkan ketika baju yang sudah disiapkan jadi longgar karena berat badan saya turun 9kg.
Hari H, ahli waris keluarga saya mengeluarkan pusaka Kyai Singkir.
Karena setiap hari hujan terus-menerus.
Saat acara pesta berlangsung, Mas Edi berpamitan bahwa semua sudah berjalan baik, mau pulang dulu.
Sampai di parkiran, Mas Edi balik lagi.
Mendung hitam tebal datang dan akan segera hujan deras.
Mas Edi meminta mengambil alih Kyai Singkir dari ahli waris keluarga.
Para tamu yang hadir dan menyalami saya bercerita, sekitar kampung hujan, pas masuk kampung ini malah tidak hujan...
Sampai pesta selesai, langit masih gelap karena awan hujan. Mas Edi pamit pulang, 10 menit kemudian hujan turun sangat deras sampai menggenangi tempat pesta tadi.
Diubah oleh yudhipri 17-11-2016 12:11
0
Kutip
Balas