Kaskus

Story

carienneAvatar border
TS
carienne
Dunia Yang Sempurna [TAMAT]
Dunia Yang Sempurna [TAMAT]


Dunia Yang Sempurna [TAMAT]
(credit to : risky.jahatfor the beautiful cover)


PROLOG :


Gue selalu percaya, apapun yang kita alami di dunia ini selalu memiliki alasan tersendiri. Ga terkecuali dengan kehadiran orang-orang di kehidupan kita. Setiap orang, setiap hal, memiliki perannya masing-masing di kehidupan kita ini. Ada yang datang untuk sekedar menguji kesabaran kita, ada yang datang untuk menyadarkan kita akan mimpi dan harapan yang selalu mengiringi kita.

Gue menulis cerita ini, sebagai wujud rasa cinta gue terhadap segala yang pernah terjadi kepada gue. Ada yang ingin gue lupakan, dan ada yang ingin gue kenang selamanya. Tapi pada satu titik gue menyadari, bahwa ga ada yang harus gue lupakan, melainkan gue ambil pelajarannya. Dan untuk segala yang pernah hadir di hidup gue, ataupun yang akan hadir, gue mengucapkan terima kasih dari hati gue yang terdalam.

Cerita ini berawal pada tahun 2006, pada saat gue masih culun-culunnya menjalani kehidupan. Gue baru saja lulus SMA, dan memutuskan untuk merantau, meskipun ga jauh-jauh amat, ke ibukota untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi lagi. Gue masih mengingat dengan jelas momen ketika gue mencium tangan ibu, dan elusan kepala dari bapak, yang mengantarkan gue ke gerbang rumah, sebelum gue menaiki angkutan umum yang akan membawa gue ke ibukota.

Ketika angkutan umum yang membawa gue ke ibukota itu mulai berjalan, gue sama sekali ga bisa membayangkan apa yang akan terjadi di hidup gue selanjutnya. Tentu saja gue ga bisa membayangkan kehadiran seseorang, yang dengan segala keunikan dan keistimewaannya, memberikan warna tersendiri di hati gue.

Nama gue Gilang, dan semoga sekelumit cerita gue ini bisa berkenan bagi kalian semua.


Quote:
Diubah oleh carienne 27-03-2017 21:48
radoradaAvatar border
elbe94Avatar border
corneelooAvatar border
corneeloo dan 52 lainnya memberi reputasi
53
2M
5.4K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.6KAnggota
Tampilkan semua post
carienneAvatar border
TS
carienne
#3067
PART 66

“Ara udah berangkat?”

Sebuah suara menyadarkan gw dari balik punggung, sementara gw sedang merapikan meja. Gw menoleh.

“oh, elo. Iya udah kok, tadi dia berangkat.” jawab gw setelah melihat sosok Jihan berdiri di pintu kamar gw, bersandar pada kusen.

“tadinya mau pamitan sama lo, tapi lo nya belum balik. Sorry yah...” sambung gw sambil mengelap telapak tangan.

Jihan tersenyum sambil mengibaskan tangannya. “ah apaan sih, ga perlu sampe minta maaf kali. Malah gw yang sorry tadi ga ada di tempat...”

gw tersenyum mendengar jawabannya itu.

“kehujanan ga lo tadi?” tanya gw setelah melihat langit di luar kamar gw cukup mendung.

Jihan menggeleng. “nyaris sih.”

“sekarang udah hujan emang?”

“gerimis doang.” jawabnya sambil melangkah masuk ke kamar gw dan duduk di lantai, bersandar pada tembok.

“jangan duduk di lantai, dingin. Tuh duduk di kasur gw aja gapapa.” gw menyarankan. “kalo mau teh, bikin sendiri tuh, udah biasa kan...”

“iya ntaran aja, lagi gw dateng-dateng masa langsung bikin teh...”

gw tertawa. “ya gapapa lah, cuma teh doang ini.”

dia memandangi sekeliling kamar gw, sementara gw melanjutkan merapikan barang-barang gw sekaligus sedikit mengelap debu yang sudah menempel. Dari kejauhan terdengar suara gemuruh, pertanda sebentar lagi akan hujan deras.

Gw memandangi beberapa barang di meja gw, dan mendadak gw baru menyadari kalau ternyata gw ga punya satu lembar pun foto Ara, cewek yang telah tinggal di samping gw selama tiga tahun ini. Gw membuka dompet, dan meyakinkan diri gw sekali lagi bahwa memang ga ada foto Ara yang gw miliki. Gw tersenyum sedih, dan menggelengkan kepala, mencoba mengikhlaskan keadaan ini.

“ikhlasin aja...” kata sebuah suara di belakang gw.

gw sedikit tersentak, dan menoleh. Gw terkejut karena dia seperti bisa membaca pikiran gw, dan apa yang gw rasakan waktu itu.

“semua ini pasti ada hikmahnya kok...” lanjutnya. “klise sih emang, tapi gw percaya semua yang terjadi diantara lo dan Ara itu ada alasannya. Yang penting lo harus bersabar aja...”

gw tertunduk dan terdiam, memandangi kasur, dan mencoba mencerna apa yang dikatakan Jihan barusan. Bagi gw, ini bukan hal sesimpel itu. Bagi gw, ini adalah segalanya.

“rasanya gw seperti orang linglung....” kata gw akhirnya.

“iya gw ngerti kok, pasti berat buat lo...”

“gw masih menganggap, “ suara gw tercekat, “....kalo ini semua cuma mimpi. Kadang-kadang gw berharap gw bangun di suatu pagi dan menemukan ternyata ini semua cuma mimpi buruk.”

Jihan memandangi gw, dan menghela napas berat.

“iya, gw ngerti...” katanya sambil memainkan jemarinya.

“cuma lo harus tetep bersyukur apapun yang terjadi, cintai apa yang lo punya, karena suatu saat nanti, lo bakal merindukan itu semua kalo udah hilang...” lanjutnya.

gw mengangguk-angguk pelan. “ya, gw tahu...” jawab gw lirih.


---- * * * ----


Beberapa minggu kemudian.

Gw masih di perpustakaan kampus, sedang menyusun skripsi gw. Di sela-sela konsentrasi gw mencari data-data itu, gw beberapa kali terhenyak dan menghentikan kegiatan gw untuk beberapa saat. Gw masih ga percaya bahwa sebentar lagi perkuliahan gw akan berakhir. Hari-hari ini adalah waktu-waktu terakhir gw di kampus, karena memang sudah ga ada kuliah lagi yang harus gw jalani, sedangkan skripsi gw hampir selesai.

Gw membuka-buka buku literatur tebal, dan membolak-balik halamannya. Ga ada satupun data yang masuk ke otak gw untuk gw tuangkan ke dalam skripsi. Pikiran gw melayang jauh, ke masa-masa awal gw kuliah disini. Ga terasa sudah tiga tahun lebih gw merantau disini, dengan segala suka dukanya. Dan semua itu membuat pikiran gw bermuara ke satu hal. Soraya.

Hari itu merupakan hari kesekian dia ga memberi kabar ke gw. Sebelum-sebelumnya memang beberapa kali dia seperti itu, karena sedang menjalani terapi. Gw pikir kali ini juga sama, dia sedang menjalani pengobatan. Gw selalu berdoa agar dia diberikan kesembuhan, dan dia bisa kembali bersama gw disini, atau dimanapun nanti kami akan berada. Cuma hari itu gw merasakan ada sesuatu yang aneh di hati gw. Sesuatu yang memaksa gw untuk mengecek lebih jauh lagi.

Gw menelepon Ara. Sekali, dua kali, ga ada yang menyahut. Gw mengirimkan SMS.

“Cha, apa kabar? Lo baik-baik aja kan?”

Hingga beberapa waktu kemudian tetap ga ada balasan darinya. Gw mencoba untuk meneleponnya sekali lagi. Kali ini ada yang mengangkat telepon gw itu.

“halo?” sapa gw.

“halo, ini mas Gilang ya? ini mamanya Acha...”

gw terkejut. “halo tante, maaf mengganggu, Acha nya ada?”

yang ada hanya kesunyian selama beberapa detik di ujung sana, dan suara-suara lain yang gw ga bisa menangkap.

“halo, tante?” gw mengulangi.

“Acha di ICU, mas Gilang, sudah dua hari... maaf tante belum sempat kasih kabar...” suara mama Ara terdengar serak.

gw terdiam, terhenyak. Rasanya seluruh dunia gw terhenti pada saat itu. Jemari tangan gw mendadak terasa sangat dingin.

“Acha gimana kondisinya, Tante?” tanya gw setelah beberapa saat.

“kondisinya lemah sekali, mas. Kemarin sempat drop, makanya dokter langsung memerintahkan untuk masuk ke ICU...”

“tapi Acha nya sadar, tante?”

“sadar, cuma lemah sekali. Kondisinya sekarang—“ omongan mama Ara mendadak terputus. “sebentar ya, mas Gilang, tante dipanggil dokter.”

“oh iya, Tante.” gw bergegas menutup telepon.

Gw tetap memegang hape di tangan gw, dan mematung. Perasaan gw sangat ga karuan. Dada gw terasa sesak mendengar Ara kembali drop kondisinya, dan sekarang ada di ICU. Mata gw terasa panas, dan air mata sepertinya hampir terbit di sudut-sudutnya. Gw bergegas merapikan semua buku, dan menumpuknya, kemudian kembali ke kosan. Ga mungkin gw tetap mengerjakan skripsi di kondisi seperti ini.

Sesampai di kosan, entah ada kebetulan seperti apa lagi di hidup gw, gw berpapasan dengan Jihan di parkiran motor. Dia melihat raut wajah gw yang kusut, dan tingkah gw yang memarkirkan motor dengan agak serampangan. Dia menatap gw dengan heran, tapi sepertinya dia kemudian menyadari bahwa ada sesuatu yang terjadi dengan gw.

“lo baik-baik aja, Lang?” tanyanya.

gw hanya diam, ga menjawab pertanyaannya. Dia melangkah mendekati gw.

“lo kenapa? ada yang bisa gw bantu?”

“gw mau cerita sesuatu ke lo.” jawab gw singkat.
khuman
sormin180
jenggalasunyi
jenggalasunyi dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.