- Beranda
- Stories from the Heart
Kisah Petualangan Mistis Ane (Horor dan Cinta)
...
TS
randik590
Kisah Petualangan Mistis Ane (Horor dan Cinta)
Hai, Salam kenal semua, gue salah satu SR di kaskus heheh, gue baca-baca banyak thread horor dikaskus jadi gue pengen berbagi cerita gue ke agan-agan semua, oke langsung aja kita mulai.
Thread ini dijamin ada 17+ bagi yang dibawah umur, harus bijak ya nanggepinnya (apalah gitu bahasanya)
Dikasih
enak ya sambil ngetik update-an selanjutnya
apalagi
wuhuhuhu. makasih buat reader yang udah
Spoiler for Perhatian:
Thread ini dijamin ada 17+ bagi yang dibawah umur, harus bijak ya nanggepinnya (apalah gitu bahasanya)
Quote:
Index
Part 1 : Lingkungan Baru
Part 2 : Lingkungan Baru 2
Part 3 : Kebeneran di balik Kostan
Part 4 : Lisa Kesurupan
Part 5 : Kamar Agung
Part 6 : Wisma Angker (1)
Part 7 : Wisma Angker (2)
Part 8 : Menjelajah Wisma Angker
Part 9 : Riska
Part 10 : Riska (2)
Part 11 : Insiden
Part 12 : Insiden (2)
Part 13 : Ketulusan Hati
Part 14 : Perasaan & Sebelum hari itu[
Part 15 : Feriska
Part 1 : Lingkungan Baru
Part 2 : Lingkungan Baru 2
Part 3 : Kebeneran di balik Kostan
Part 4 : Lisa Kesurupan
Part 5 : Kamar Agung

Part 6 : Wisma Angker (1)
Part 7 : Wisma Angker (2)
Part 8 : Menjelajah Wisma Angker
Part 9 : Riska
Part 10 : Riska (2)
Part 11 : Insiden
Part 12 : Insiden (2)
Part 13 : Ketulusan Hati
Part 14 : Perasaan & Sebelum hari itu[
Part 15 : Feriska
Quote:
FAQ
Q : Gan, kok tempat kejadiannya gak jelas ya?
A : Bener gan, gue emang sengaja nyeritainnya gak terlalu detail soal tempat
Q : Kayak Boongan ya?
A : Itu terserah agan, saya hanya berbagi cerita doang
Q : Boleh kepo-kepo dikit gan?
A : GAK BOLEH
Q : Update kapan?
A : Sebisa ane
Q : Gan, kok tempat kejadiannya gak jelas ya?
A : Bener gan, gue emang sengaja nyeritainnya gak terlalu detail soal tempat
Q : Kayak Boongan ya?
A : Itu terserah agan, saya hanya berbagi cerita doang
Q : Boleh kepo-kepo dikit gan?
A : GAK BOLEH
Q : Update kapan?
A : Sebisa ane
Spoiler for Warning:
Update tunggu aja dari jam 19.00 - 22.00 SETIAP HARI LHO GAN!! kalau tidak update seperti jam itu berarti gue sedang sibuk tanpa sempat mengabarin reader sekalian
Dikasih
enak ya sambil ngetik update-an selanjutnya
apalagi
wuhuhuhu. makasih buat reader yang udah
Diubah oleh randik590 13-12-2016 11:27
0
44.7K
Kutip
144
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
randik590
#82
Part 11 : Insiden
Quote:
Setelah gue ngomong gitu, Riska mulai menyeka air matanya dengan tangannya sendiri. "Daritadi dong."
"Maaf Ran." Ucap Riska
"Iya gpp, kalau ada apa-apa lo cerita aja ama gue." Ucap gue
"Gue punya permintaan." Ucap Riska
"Iya apa?" Tanya gue
"Mulai sekarang lo jauhin gue jangan dekat-dekat sama gue lagi. Bye." Ucapnya
Dia berlalu pergi, gue pun segera mengejarnya.
"Eh lo kenapa sih Ka?" Tanya gue
"Udah gpp kalau lo bener temen gue, penuhin permintaan gue, gue bisa pulang sendiri kok." Ucapnya
Riska pergi dengan penuh tanda tanya di otak gue pada saat itu.
"Apaan nih?" "Gue gak ngerti." "Ah masabodo lah." Cuma itu doang yang gue pikirin.
Lalu gue segera pulang kerumah lalu tidur.
Gue terbangun di pagi harinya. Pagi itu baru pukul 5 lewat gue lalu mengambil wudu dan melaksanakan sholat subuh
Dengan suasana kamar gue, dan kostan gue, gue udah mulai terbiasa dengan semuanya walau kadang kaget dan mengalami mimpi aneh.
Setelah sholat gue tidur-tidur doang dikamar, hinggal pukul 7 gue segera keluar buat nyari makan. Gue mencoba buat sms Riska
namun tak ada balasan, gue coba nelpon tapi gak diangkat.
.........................
Siang itu gue coba mau menghampiri Riska kerumahnya, saat dijalan gue dicegat oleh beberapa orang. Gue dipaksa turun dari motor gue, 5 lawan 1? gak bakal menang gue. walaupun begitu gue coba melawan lima orang tersebut. Gue berhasil unggul dari mereka semua. Hinggal akhirnya salahs satu dari mereka memukul kepala gue memakai helm. 'Pusing' mata gue udah berkunang-kunang (kurang fokus akibat pusing tadi) samar-samar gue liat ternyata yang mukulin gue adalah kakak kelas kemaren.
Gue marah, gue coba melawan lagi berontak bagai orang lagi kesurupan.
"Anjing lo kalau berani jangan keroyokan."
Tangan gue dipegang. Tiba-tiba diperut gue rasa sakit. gue terjatuh rasanya mata gue udah gelap.
"Hei hei." Mungkin ini suara warga yang melihat gue dikroyok
"Mampus lu." Kata Kakak kelas yang kemaren
Gue pegang perut gue ternyata darah. Gue lalu pingsan
........................
Entah berapa lama, entah dimana gue terbangun gue liat ada seorang wanita disamping gue dan terdapat ayah ibu gue diruangan tersebut.
"Gue dimana?" Tanya gue
"Lo di RS." Ucap Riska
Lalu orang tua gue memberikan segudang pertanyaan seputar apakah gue tau pelaku penusukan ini, dan mungkin salah sasaran. Gue terpaksa bohong karena Ayah gue orangnya gak suka urusan ama polisi dia urusannya dengan Kapaknya. Mungkin abis tuh Kakak kelas gue ama bokap gue. Ruginya juga Ayah gue bakal masuk penjara kalau gitu.
Lalu gue minta ijin mau ngomong berdua sama Riska ke Ortu gue.
"Hei, udah lama disini?" Tanya gue
"Bodoh." Ucapnya
"Bodoh." Tambahnya
"Kamu Bodoh."
"Bodohh."
"Maafin aku Ran, gara-gara aku kamu jadi seperti ini." Ucapnya
"Tenang aja udah gpp kok, gak parah juga nih." Ucap gue
"Gak parah? Liat muka lo, lo juga udah kena tusuk gitu." Ucapnya sambil nangis
"Kamu gak perlu khawatir gini, sekarang gue udah gpp, jangan sedih lagi Ka." Ucap gue
Lalu gak berapa lama temen-temen dari kampung gue dateng. Mereka hanya menanyakan siapa yang melakukan ini, gue mulai bercerita tentang apa yang terjadi. Seakan mengerti salah satu temen gue bilang.
"Kita udah temenan udah lama, dari kecil kita udah bareng. Apapun yang pengen lo lakuin habis ini tenang kita bakal bantuin."
"Jangan bilang Ayah gue." Ucap gue
"Hahah tenang kita juga ngerti kok
."
Lalu semua temen gue ijin buat pulang, sementara Riska
"Eh lo belom mau balik?" Tanya gue ke Riska
"Belom, mau nemenin kamu aja." Ucapnya
"Nak Riska belom mau pulang." Ucap Ibu gue
"Belum tante." Ucapnya
"Kalau gitu jagain Randi dulu ya tante sama om mau pergi sebentar beli keperluan buat Randi."
"Iya tante."
..................................
Hening, Riska tidak mau ngobrol ama gue
"Hoi Ka, ngomong kek." Ucap gue
"Kamu tuh kalau lagi sakit itu tiduran aja jangan banyak gerak. pake selimut." Ucapnya sambil makein selimut ke gue
"Kamu cepet sembuh ya dan sana tidur." Ucapnya lalu mencium kening gue
Love is Incident and Incident is Love
"Maaf Ran." Ucap Riska
"Iya gpp, kalau ada apa-apa lo cerita aja ama gue." Ucap gue
"Gue punya permintaan." Ucap Riska
"Iya apa?" Tanya gue
"Mulai sekarang lo jauhin gue jangan dekat-dekat sama gue lagi. Bye." Ucapnya
Dia berlalu pergi, gue pun segera mengejarnya.
"Eh lo kenapa sih Ka?" Tanya gue
"Udah gpp kalau lo bener temen gue, penuhin permintaan gue, gue bisa pulang sendiri kok." Ucapnya
Riska pergi dengan penuh tanda tanya di otak gue pada saat itu.
"Apaan nih?" "Gue gak ngerti." "Ah masabodo lah." Cuma itu doang yang gue pikirin.
Lalu gue segera pulang kerumah lalu tidur.
Gue terbangun di pagi harinya. Pagi itu baru pukul 5 lewat gue lalu mengambil wudu dan melaksanakan sholat subuh
Dengan suasana kamar gue, dan kostan gue, gue udah mulai terbiasa dengan semuanya walau kadang kaget dan mengalami mimpi aneh.
Setelah sholat gue tidur-tidur doang dikamar, hinggal pukul 7 gue segera keluar buat nyari makan. Gue mencoba buat sms Riska
namun tak ada balasan, gue coba nelpon tapi gak diangkat.
.........................
Siang itu gue coba mau menghampiri Riska kerumahnya, saat dijalan gue dicegat oleh beberapa orang. Gue dipaksa turun dari motor gue, 5 lawan 1? gak bakal menang gue. walaupun begitu gue coba melawan lima orang tersebut. Gue berhasil unggul dari mereka semua. Hinggal akhirnya salahs satu dari mereka memukul kepala gue memakai helm. 'Pusing' mata gue udah berkunang-kunang (kurang fokus akibat pusing tadi) samar-samar gue liat ternyata yang mukulin gue adalah kakak kelas kemaren.
Gue marah, gue coba melawan lagi berontak bagai orang lagi kesurupan.
"Anjing lo kalau berani jangan keroyokan."
Tangan gue dipegang. Tiba-tiba diperut gue rasa sakit. gue terjatuh rasanya mata gue udah gelap.
"Hei hei." Mungkin ini suara warga yang melihat gue dikroyok
"Mampus lu." Kata Kakak kelas yang kemaren
Gue pegang perut gue ternyata darah. Gue lalu pingsan
........................
Entah berapa lama, entah dimana gue terbangun gue liat ada seorang wanita disamping gue dan terdapat ayah ibu gue diruangan tersebut.
"Gue dimana?" Tanya gue
"Lo di RS." Ucap Riska
Lalu orang tua gue memberikan segudang pertanyaan seputar apakah gue tau pelaku penusukan ini, dan mungkin salah sasaran. Gue terpaksa bohong karena Ayah gue orangnya gak suka urusan ama polisi dia urusannya dengan Kapaknya. Mungkin abis tuh Kakak kelas gue ama bokap gue. Ruginya juga Ayah gue bakal masuk penjara kalau gitu.
Lalu gue minta ijin mau ngomong berdua sama Riska ke Ortu gue.
"Hei, udah lama disini?" Tanya gue
"Bodoh." Ucapnya
"Bodoh." Tambahnya
"Kamu Bodoh."
"Bodohh."
"Maafin aku Ran, gara-gara aku kamu jadi seperti ini." Ucapnya
"Tenang aja udah gpp kok, gak parah juga nih." Ucap gue
"Gak parah? Liat muka lo, lo juga udah kena tusuk gitu." Ucapnya sambil nangis
"Kamu gak perlu khawatir gini, sekarang gue udah gpp, jangan sedih lagi Ka." Ucap gue
Lalu gak berapa lama temen-temen dari kampung gue dateng. Mereka hanya menanyakan siapa yang melakukan ini, gue mulai bercerita tentang apa yang terjadi. Seakan mengerti salah satu temen gue bilang.
"Kita udah temenan udah lama, dari kecil kita udah bareng. Apapun yang pengen lo lakuin habis ini tenang kita bakal bantuin."
"Jangan bilang Ayah gue." Ucap gue
"Hahah tenang kita juga ngerti kok
."Lalu semua temen gue ijin buat pulang, sementara Riska
"Eh lo belom mau balik?" Tanya gue ke Riska
"Belom, mau nemenin kamu aja." Ucapnya
"Nak Riska belom mau pulang." Ucap Ibu gue
"Belum tante." Ucapnya
"Kalau gitu jagain Randi dulu ya tante sama om mau pergi sebentar beli keperluan buat Randi."
"Iya tante."
..................................
Hening, Riska tidak mau ngobrol ama gue

"Hoi Ka, ngomong kek." Ucap gue
"Kamu tuh kalau lagi sakit itu tiduran aja jangan banyak gerak. pake selimut." Ucapnya sambil makein selimut ke gue
"Kamu cepet sembuh ya dan sana tidur." Ucapnya lalu mencium kening gue
Love is Incident and Incident is Love
0
Kutip
Balas