- Beranda
- Stories from the Heart
HIJRAH
...
TS
bejoajjah
HIJRAH




ane mohon izin share cerita ketika perjalanan hijrah dari kehidupan ane yang gelap menuju cahaya Allah,gak ada maksud riya atau pun pamer karna gak ada guna buat ane dan motivasi ane bikin ini cerita buat ngecharge keimanan ane ketika down dan ingin berbagi pengalaman juga untuk kaskuser semoga bisa jadi pembelajaran untuk semua termasuk ane.
cerita ini di awali ketika tahun 2011 ketika ane kehilangan panutan,kehilangan sang motivator dalam hidup ane yaitu Ayah,kehidupan ane jadi absurd dan gak tau harus kemana kaki ini ingin berjalan,ane Islam namun hanya di KTP,mulai lulus SD hingga Lulus SMA gak pernah yang namanya Sholat namun ane sadar dan tahu kalau Allah itu ada.
kehidupan ane penuh ama yang namanya kemaksiatan seperti,minum2 an keras,judi,sex dan dosa2 besar yang lainnya komplit pokoknya namun mohon maaf gak akan ane share karna aib buat ane,ane skip ketika Ayah ane meninggal pada tahun 2011 karna pada tahun itu alhamdulillah udah kurang yang namanya minuman keras,sex cuman satu yang ane belum tinggal kan yaitu Judi.
ane bakal lanjut cerita ini mohon tinggalkan komen agan2 dan ane gak menerima debat,cerita ane lanjut besok pagi wassalamu'alaikum...
Spoiler for Update:
Spoiler for INDEX:
Diubah oleh bejoajjah 23-12-2016 16:39
bukhorigan dan 4 lainnya memberi reputasi
5
16.3K
76
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bejoajjah
#2
PART 1
Kisah ini terjadi ketika tahun 2011 ketika ane kehilangan orang yang paling ane sayangi yaitu Ayah ane sang motivator ketika ane butuh penyemangat,beliau semoga Allah merahmatinya meninggalkan sebuah warisan yaitu sebidang tanah berukuran 8 borong tanah.
Karna dibelakang tanah ane terdapat pembangunan proyek perumahan seribu dan jalan alternatif menuju komplek adalah melalui tanah ane mau gak mau pemilik perumahan ingin membeli tanah ane seharga 40ribu permeter dan dihitung seluruhnya total 400juta harga tanah ane mau dibeli,tercengang lah ane dan ibu melihat harga yang fantastik itu karna seumur hidup ane gak pernah yang namanya pegang duit segitu banyaknya.
Ane "mak,gimana tanahnya mau dijual gak?"
Emak "ya itu terserah kamu nak,kan hak waris ada di kamu"
Ane "dijual aja deh Mak,lagian aku masih nganggur,itung2 bisa jadi ongkos haji kita entar Mak"
Emak "iya Nak emak juga pengen naik haji,pengen liat ka'bah,pengen nyium hajar aswad"
Ane "yasudah Pak kami deal dengan harga penjualan yang Bapak kasih"
Pemilik perumahan "oke Mas entar saya bikinin sertifikat dulu tanah nya,masalahnya masih kondisi segel kan,biar kuat gak ada yang nuntut entar"
Ane "iyah Pak silahkan"
Obrolan kami pun selesai dengan pengusaha perumahan dan selama 2 bulan kami menunggu proses sertifikat tanah tersebut jadi baru kami bisa menerima uang itu,kehidupan ane sangat sederhana,bisa dikatakan cukup untuk makan nasi doang,karna ibu bekerja di rumah makan yang gaji nya hanya 800 ribu yang kadang habis untuk menutupi hutang2 dari para reinternir,terkadang ane terganggu akan tindakan kasar para penagih hutang,mulai dari gedor2 pintu yang bunyinya bisa kedengaran tetangga.
Terkadang ane udah gak kuat dan hampir ingin berkelahi sama penagih hutang tersebut,itulah alasan kenapa ane jual kebun warisan dari Ayah ane,selain untuk memenuhi kebutuhan sehari hari juga untuk melunasi hutang2 ibu kepada renternir itu.
Setelah 2 bulan lebih akhirnya ane dapet kabar kalau sertifikat udah jadi dan ane disuruh untuk menemui pengusaha properti dirumahnya untuk mencairkan uang dari menjual tanah,begitu gembiranya ane dan ibu mendengar kabar tersebut.
Pergilah ane dan ibu kerumah pengusaha properti untuk mengambil uang kami,dan uanv itu kami terima dalam bentuk cek senilai 400juta gemetar tangan ini memegang uang sebanyak itu karna seumur hidup belum pernah yang namanya megang duit banyak.
Buru2 kami cairkan uang tersebut di bank B*I dan kami mengambil 50juta untuk membayar hutang kepada renternier sisanya kami tabung,gw masih gak percaya uang 50juta ada ditas Ane,uang sebanyak ini bingung bakal ane apain.
Dirumah ane dikasih 10juta jatah buat ane yang dikasih emak untuk beli hp yang ane pengen,maklum ditahun 2011 umur ane masih 23 tahun masih belum mikir kedepan yang penting ane bisa kayak anak yang lainnya udah pada punya gadget.
Beli lah ane hp bermerek Samsul yang saat itu masih buming2 nya dengan harga 2juta an,hp layar sentuh yang buat ane terpesona hingga lupa akan syukurnya ane kepada Allah yang ngasih ane kecukupan rezeki berupa uang dari warisan Ayah.
Ane gak berpikiran uang itu untuk di infaq kan ke anak yatim,ane juga gak berpikir uang itu untuk mod usaha yang ane pikir adalah hidup ane sekarang jadi orang berada yang mengira uang itu gak akan habis.
Ane bisa seperti orang yang mau beli ini itu tinggal gesek di Atm,apapun yang ane mau pasti tercapai,seperti banyaknya teman ketika ane berduit,banyaknya cewek2 yang mendekat tanpa harus ane deketin,namun dibalik itu Allah telah menguji ane dengan harta yang melimpah apakah ane beriman atau makin jauh dari Allah.
Kisah ini terjadi ketika tahun 2011 ketika ane kehilangan orang yang paling ane sayangi yaitu Ayah ane sang motivator ketika ane butuh penyemangat,beliau semoga Allah merahmatinya meninggalkan sebuah warisan yaitu sebidang tanah berukuran 8 borong tanah.
Karna dibelakang tanah ane terdapat pembangunan proyek perumahan seribu dan jalan alternatif menuju komplek adalah melalui tanah ane mau gak mau pemilik perumahan ingin membeli tanah ane seharga 40ribu permeter dan dihitung seluruhnya total 400juta harga tanah ane mau dibeli,tercengang lah ane dan ibu melihat harga yang fantastik itu karna seumur hidup ane gak pernah yang namanya pegang duit segitu banyaknya.
Ane "mak,gimana tanahnya mau dijual gak?"
Emak "ya itu terserah kamu nak,kan hak waris ada di kamu"
Ane "dijual aja deh Mak,lagian aku masih nganggur,itung2 bisa jadi ongkos haji kita entar Mak"
Emak "iya Nak emak juga pengen naik haji,pengen liat ka'bah,pengen nyium hajar aswad"
Ane "yasudah Pak kami deal dengan harga penjualan yang Bapak kasih"
Pemilik perumahan "oke Mas entar saya bikinin sertifikat dulu tanah nya,masalahnya masih kondisi segel kan,biar kuat gak ada yang nuntut entar"
Ane "iyah Pak silahkan"
Obrolan kami pun selesai dengan pengusaha perumahan dan selama 2 bulan kami menunggu proses sertifikat tanah tersebut jadi baru kami bisa menerima uang itu,kehidupan ane sangat sederhana,bisa dikatakan cukup untuk makan nasi doang,karna ibu bekerja di rumah makan yang gaji nya hanya 800 ribu yang kadang habis untuk menutupi hutang2 dari para reinternir,terkadang ane terganggu akan tindakan kasar para penagih hutang,mulai dari gedor2 pintu yang bunyinya bisa kedengaran tetangga.
Terkadang ane udah gak kuat dan hampir ingin berkelahi sama penagih hutang tersebut,itulah alasan kenapa ane jual kebun warisan dari Ayah ane,selain untuk memenuhi kebutuhan sehari hari juga untuk melunasi hutang2 ibu kepada renternir itu.
Setelah 2 bulan lebih akhirnya ane dapet kabar kalau sertifikat udah jadi dan ane disuruh untuk menemui pengusaha properti dirumahnya untuk mencairkan uang dari menjual tanah,begitu gembiranya ane dan ibu mendengar kabar tersebut.
Pergilah ane dan ibu kerumah pengusaha properti untuk mengambil uang kami,dan uanv itu kami terima dalam bentuk cek senilai 400juta gemetar tangan ini memegang uang sebanyak itu karna seumur hidup belum pernah yang namanya megang duit banyak.
Buru2 kami cairkan uang tersebut di bank B*I dan kami mengambil 50juta untuk membayar hutang kepada renternier sisanya kami tabung,gw masih gak percaya uang 50juta ada ditas Ane,uang sebanyak ini bingung bakal ane apain.
Dirumah ane dikasih 10juta jatah buat ane yang dikasih emak untuk beli hp yang ane pengen,maklum ditahun 2011 umur ane masih 23 tahun masih belum mikir kedepan yang penting ane bisa kayak anak yang lainnya udah pada punya gadget.
Beli lah ane hp bermerek Samsul yang saat itu masih buming2 nya dengan harga 2juta an,hp layar sentuh yang buat ane terpesona hingga lupa akan syukurnya ane kepada Allah yang ngasih ane kecukupan rezeki berupa uang dari warisan Ayah.
Ane gak berpikiran uang itu untuk di infaq kan ke anak yatim,ane juga gak berpikir uang itu untuk mod usaha yang ane pikir adalah hidup ane sekarang jadi orang berada yang mengira uang itu gak akan habis.
Ane bisa seperti orang yang mau beli ini itu tinggal gesek di Atm,apapun yang ane mau pasti tercapai,seperti banyaknya teman ketika ane berduit,banyaknya cewek2 yang mendekat tanpa harus ane deketin,namun dibalik itu Allah telah menguji ane dengan harta yang melimpah apakah ane beriman atau makin jauh dari Allah.
0