- Beranda
- Stories from the Heart
Go, Loving and be loved
...
TS
anism
Go, Loving and be loved
Another Thread :
💾T university
🏢T University Season 2
📮Neighbour HOOD?
🔮Reincarnation of Love
🎁Black Part of Woman
#1 Cinta Pertama
Cinta Pertamaku

Bersambung
💾T university
🏢T University Season 2
📮Neighbour HOOD?
🔮Reincarnation of Love
🎁Black Part of Woman
#1 Cinta Pertama
Quote:
Spoiler for Daftar Isi:
Cinta Pertamaku
Sebut saja namaku Black, waktu itu adalah hari yang biasa di kelas.Saat itu aku duduk dibangku SD kelas 6, terjadi rotasi tempat duduk untuk satu semester ke depan. Karena mendekati ujian. Saya duduk di bangku kedua paling belakang dikarenakan postur saya yang cukup tinggi untuk ukuran anak SD.
Sebagai cewek, saya cukup tomboy. Saya dekat dengan teman kelas cowok dan bermain permainan bersama mereka. Sehingga, saat sudah beranjak dewasa. Jujur teman-teman yang masih saya kenal adalah anak kelas cowok.
Saya memiliki seorang sahabat atau teman kecil. Namanya Liya. Ditahun terakhir itu kami sekelas. Kami, tepatnya aku sangat dekat dengannya. Kami selalu kemana-mana bersama. Sampailah saat itu, saya duduk didepan seorang anak laki-laki berkulit sawo matang dengan mata sipit. Dia muncul begitu tiba-tiba dan menghancurkan segala pertahanan diriku.

Bersambung
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 1 suara
Apakah Black akan memiliki kesempatan berpacaran dengan Pan?
Ya
0%
Tidak
100%
Diubah oleh anism 30-05-2017 19:34
anasabila memberi reputasi
1
6.5K
66
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33.1KThread•55.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
anism
#38
#17 First Boy But Not A Man (Pembelajaran)
Aku berpacaran pertama kali saat duduk di bangku SMA. Sebut nama pria tersebut adalah Blo. Blo adalah pria yang biasa saja. Pada mulanya dia kelihatan normal. Dan baik, karena dia sedang mendekatiku.
Aku bisa merasakan hal-hal seperti itu, atau mungkin semua wanita bisa.
Menyadari pria yang sedang mencoba mendekati.
Lalu, jujur. Adalah sebuah kesalahan. Aku memilih berpacaran dengannya tanpa mencintainya. Aku merasa dia asyik saat ngechat dengan dia. (Tentu saja, wong lagi ngejar). Hingga akhirnya dia menembak lewat chat.
Aku menerimanya. Sungguh ini kuakui adalah kesalahanku. Aku tidak mencintainya. Aku hanya belum pernah pacaran. Jadi aku mau coba.
Dan kami chat-chatnya pun sangat biasa. Kami tidak seperti pacaran. Dia sering mau mengajakku keluar. Tapi selalu aku tolak. Dia hanya pernah sekali kerumah. Untuk diperkenalkan sebagai pacar pada orang tua ku. Karena aku punya prinsip tidak mau backstreet.
Hingga suatu hari sepertinya dia tidak sanggup dan memaksa bahwa minggu itu dia akan ke rumah dan membawaku keluar. Itu masih tiga hari lagi. Aku sangat ketakutan. Aku tidak bisa tidur. Hingga hari Sabtu tiba.
Aku tidak bisa lagi.
Aku langsung mengambil hp dan meng sms nya.
Lalu aku mengontak Blue (Sekedar info saat kami naik ke bangku SMA, White memutuskan untuk pindah sekolah. Sekolah yang sama dengan Pan. Jadi sisa aku dan Blue).
Pokoknya hari itu aku sangat ketakutan karena dia mengejar-ngejar ku. Tentunya lewat sms. Tentang apa kesalahannya.
Aku sangat ketakutan. Tapi dia nampak sangat mencintaiku?
Kelihatannya memang iya. Namun sebenarnya tidak. Dan masalahnya aku pun tidak peduli. Karena pada akhirnya aku sadar kalau keputusanku yang nampak tidak berdasar itu akhirnya menyelamatkan diriku.
Quote:
Aku berpacaran pertama kali saat duduk di bangku SMA. Sebut nama pria tersebut adalah Blo. Blo adalah pria yang biasa saja. Pada mulanya dia kelihatan normal. Dan baik, karena dia sedang mendekatiku.
Aku bisa merasakan hal-hal seperti itu, atau mungkin semua wanita bisa.
Menyadari pria yang sedang mencoba mendekati.

Lalu, jujur. Adalah sebuah kesalahan. Aku memilih berpacaran dengannya tanpa mencintainya. Aku merasa dia asyik saat ngechat dengan dia. (Tentu saja, wong lagi ngejar). Hingga akhirnya dia menembak lewat chat.
Aku menerimanya. Sungguh ini kuakui adalah kesalahanku. Aku tidak mencintainya. Aku hanya belum pernah pacaran. Jadi aku mau coba.
Dan kami chat-chatnya pun sangat biasa. Kami tidak seperti pacaran. Dia sering mau mengajakku keluar. Tapi selalu aku tolak. Dia hanya pernah sekali kerumah. Untuk diperkenalkan sebagai pacar pada orang tua ku. Karena aku punya prinsip tidak mau backstreet.
Hingga suatu hari sepertinya dia tidak sanggup dan memaksa bahwa minggu itu dia akan ke rumah dan membawaku keluar. Itu masih tiga hari lagi. Aku sangat ketakutan. Aku tidak bisa tidur. Hingga hari Sabtu tiba.
Aku tidak bisa lagi.
Aku langsung mengambil hp dan meng sms nya.
Quote:
, tanpa basa-basi.Lalu aku mengontak Blue (Sekedar info saat kami naik ke bangku SMA, White memutuskan untuk pindah sekolah. Sekolah yang sama dengan Pan. Jadi sisa aku dan Blue).
Pokoknya hari itu aku sangat ketakutan karena dia mengejar-ngejar ku. Tentunya lewat sms. Tentang apa kesalahannya.
Aku sangat ketakutan. Tapi dia nampak sangat mencintaiku?
Kelihatannya memang iya. Namun sebenarnya tidak. Dan masalahnya aku pun tidak peduli. Karena pada akhirnya aku sadar kalau keputusanku yang nampak tidak berdasar itu akhirnya menyelamatkan diriku.

Diubah oleh anism 14-12-2016 20:07
0