- Beranda
- Stories from the Heart
Kumpulan Fiksi Tengah Malamku ^_^
...
TS
noiserewind
Kumpulan Fiksi Tengah Malamku ^_^
Permisi agan-agan
Ijinkan nubie ikut corat-coret di forum ini
. Sebelumnya nubie mohon maaf jika ada kesalahan tulisan, susunan kalimat, plot yang belum tertata rapi, dll (namanya juga nubie).
Sekali lagi nubie hanya ikut meramaikan saja..
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dinner
Hampir 7 hari ini ber- WhatsApp mesra dengan Geiya. Hingga akhirnya ku beranikan diri tuk berkencan dengannya, walau hanya sekedar makan malam. Tepat jam 8 malam kita janjian di salah satu resto di daerah Cikini. Lumayan eksotis dan unik tempatnya. Cahaya temaram dan segala aksesoris kuno menghias di penjuru interior resto.
Kulihat Geiya sudah duduk di salah satu sudut bagian belakang resto. Sempat kaget, ternyata orangnya jauh melebihi ekspektasiku. Putih, rambut lurus terurai rapi, dan tubuh seksi terbalut gaun merah magenta. Maklum, baru pertama ini kubertemu dengannya. Apalagi kita kenal hanya melalui medsos akibat salah kirim message.
Langsung saja ku bergabung dengannya. Kaget juga, ternyata di meja sudah disiapkan hidangan-hidangan yang sangat menggoda. Kita berdua menggobrol asyik, hingga gelak tawa sesekali memecah. Tatapan mata Geiya begitu tajam. Gerak bibirnya saat berucap begitu menggoda. Nyaris pikiran mesum hampir menguasai otakku.
Tak terasa 2 jam sudah kita mengobrol, hingga gelas minumanku sudah tiris airnya. Karena suasana masih asyik, kupanggil pelayan tuk memesan minuman.
“Mas.. boleh orange juicenya lagi..” pintaku
Masih kutatap lekat-lekat wajah Geiya, sampai kudapati balasan senyum manis darinya.
Beberapa menit kemudian, pelayan datang membawa pesananku sambil menepuk bahu kiriku.
“Ini mas pesanannya. Ngomong-ngomong mas dari tadi ngobrol sama siapa ya??”
“trus ini, kenapa ada sampah-sampah daun pisang dan bunga-bunga melati mas??”
The other stories:
Busway
Deadline
Radio
Apartemen
Breakfast
Hujan di Jalan Surabaya
Ex-Friend
Glodok-Kota Tua
Glodok-Kota Tua (chapter 2)
Dress Hitam
tunggu kisah yg lainnya ya gan
Ijinkan nubie ikut corat-coret di forum ini
. Sebelumnya nubie mohon maaf jika ada kesalahan tulisan, susunan kalimat, plot yang belum tertata rapi, dll (namanya juga nubie).Sekali lagi nubie hanya ikut meramaikan saja..
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dinner
Hampir 7 hari ini ber- WhatsApp mesra dengan Geiya. Hingga akhirnya ku beranikan diri tuk berkencan dengannya, walau hanya sekedar makan malam. Tepat jam 8 malam kita janjian di salah satu resto di daerah Cikini. Lumayan eksotis dan unik tempatnya. Cahaya temaram dan segala aksesoris kuno menghias di penjuru interior resto.
Kulihat Geiya sudah duduk di salah satu sudut bagian belakang resto. Sempat kaget, ternyata orangnya jauh melebihi ekspektasiku. Putih, rambut lurus terurai rapi, dan tubuh seksi terbalut gaun merah magenta. Maklum, baru pertama ini kubertemu dengannya. Apalagi kita kenal hanya melalui medsos akibat salah kirim message.
Langsung saja ku bergabung dengannya. Kaget juga, ternyata di meja sudah disiapkan hidangan-hidangan yang sangat menggoda. Kita berdua menggobrol asyik, hingga gelak tawa sesekali memecah. Tatapan mata Geiya begitu tajam. Gerak bibirnya saat berucap begitu menggoda. Nyaris pikiran mesum hampir menguasai otakku.
Tak terasa 2 jam sudah kita mengobrol, hingga gelas minumanku sudah tiris airnya. Karena suasana masih asyik, kupanggil pelayan tuk memesan minuman.
“Mas.. boleh orange juicenya lagi..” pintaku
Masih kutatap lekat-lekat wajah Geiya, sampai kudapati balasan senyum manis darinya.
Beberapa menit kemudian, pelayan datang membawa pesananku sambil menepuk bahu kiriku.
“Ini mas pesanannya. Ngomong-ngomong mas dari tadi ngobrol sama siapa ya??”
“trus ini, kenapa ada sampah-sampah daun pisang dan bunga-bunga melati mas??”
The other stories:
Busway
Deadline
Radio
Apartemen
Breakfast
Hujan di Jalan Surabaya
Ex-Friend
Glodok-Kota Tua
Glodok-Kota Tua (chapter 2)
Dress Hitam
tunggu kisah yg lainnya ya gan
Diubah oleh noiserewind 02-12-2016 18:06
anasabila memberi reputasi
1
2K
19
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
noiserewind
#11
HUJAN DI JALAN SURABAYA
Larut ku laju kendaraan menembus malam. Maklum minggu deadline begini wajar pulang pukul 01.00. Lengangnya ibu kota memaksaku menerobos jalanan dengan kecepatan 60km/jam. Tak terasa memasuki daerah Cikini gerimis menyapa. Masih kulaju dan kuabaikan gerimis, hingga pada akhirnya hujanpun menggeruduk tepat di jalan Surabaya.
Apes, jaket hujan lupa ku bawa. Terpaksa ku menepi meneduh di kios-kios penjual barang antik. Hening sekali malam ini, hanya bunyi pasukan hujan yang deras mengguyur ibu kota. Sepanjang kios hanya aku seorang yang meneduh. Sesekali melintas dua tiga mobil menerobos jalanan di depanku.
Pulangku ke daerah Kuningan masih setengah jalan lagi. G-shock’ku menunjukan angka 01.20. Harapku hujan segera reda. Sambil ku rogoh saku kiri celanaku, kuambil iphone. Earphone sudah tercolok dan menggantung di telinga. Jari-jariku asyik menyentuh playlist lagu dan kupalingkan bunyi hujan dengan dentuman musik dari David Gueta.
Hingar bingar musik elektro Gueta menepis semua sepiku. Menemani malamku yang terhalang pulang karna hujan. Udara dingin jelas menusuk ke tulangku. Semilir angin campur hujan menerpa tubuh kuyupku.
Suara dan kilatan petir sontak membuatku kaget. Saat itu juga musik di iphone ku mati tanpa suara. Aku lihat strip batere masih full. Aku sentuh list lagu lain juga tak kunjung bersuara. Aku naikkan volume hingga 90% hanya desis jelas terdengar di telingaku. Pikirku, apa karena kilat tadi iphone ku jadi error. Selang beberapa detik sayup-sayup terdengar suara gending jawa. Walau lirih, tapi jelas buatku kalau ini memang suara gamelan yang harmonis mengalun syahdu.
Sesegera aku lepas earphone. Aku cek playlist iphone masih di track David Gueta. Entah mengapa nada yang keluar justru gending Jawa?. Aku makin pucat. Keringatku deras mengucur, walaupun udara pada saat ini terasa dingin. Tengkukku berasa berat. Tak ku temui lagi laju-laju kendaraan di depanku.
Kakiku berat melangkah. Serasa ada yang menahannya. Aku berontak lepas dari ketakutan. Kunaiki sepeda motorku dengan tidak menghiraukan hujan yang masih menyerbu. Dengan susah payah ku berhasil menyalakan sepeda motor. Dari kaca spion sebelah kiri, samar-samar kudapati sesosok wanita berkebaya di belakangku dengan riasan luntur akan air hujan. Dan semakin jelas di telingaku nyanyian lagu Lingsir Wengi berkumandang!
"Lingsir wengi sliramu tucuming sirno
Ojo Tangi nggonmu guling
awas jo ngetoro
aku lagi bang wingo wingo
jin setan kang tak utusi
dadyo sebarang
Wojo lelayu sebet..."
Larut ku laju kendaraan menembus malam. Maklum minggu deadline begini wajar pulang pukul 01.00. Lengangnya ibu kota memaksaku menerobos jalanan dengan kecepatan 60km/jam. Tak terasa memasuki daerah Cikini gerimis menyapa. Masih kulaju dan kuabaikan gerimis, hingga pada akhirnya hujanpun menggeruduk tepat di jalan Surabaya.
Apes, jaket hujan lupa ku bawa. Terpaksa ku menepi meneduh di kios-kios penjual barang antik. Hening sekali malam ini, hanya bunyi pasukan hujan yang deras mengguyur ibu kota. Sepanjang kios hanya aku seorang yang meneduh. Sesekali melintas dua tiga mobil menerobos jalanan di depanku.
Pulangku ke daerah Kuningan masih setengah jalan lagi. G-shock’ku menunjukan angka 01.20. Harapku hujan segera reda. Sambil ku rogoh saku kiri celanaku, kuambil iphone. Earphone sudah tercolok dan menggantung di telinga. Jari-jariku asyik menyentuh playlist lagu dan kupalingkan bunyi hujan dengan dentuman musik dari David Gueta.
Hingar bingar musik elektro Gueta menepis semua sepiku. Menemani malamku yang terhalang pulang karna hujan. Udara dingin jelas menusuk ke tulangku. Semilir angin campur hujan menerpa tubuh kuyupku.
Suara dan kilatan petir sontak membuatku kaget. Saat itu juga musik di iphone ku mati tanpa suara. Aku lihat strip batere masih full. Aku sentuh list lagu lain juga tak kunjung bersuara. Aku naikkan volume hingga 90% hanya desis jelas terdengar di telingaku. Pikirku, apa karena kilat tadi iphone ku jadi error. Selang beberapa detik sayup-sayup terdengar suara gending jawa. Walau lirih, tapi jelas buatku kalau ini memang suara gamelan yang harmonis mengalun syahdu.
Sesegera aku lepas earphone. Aku cek playlist iphone masih di track David Gueta. Entah mengapa nada yang keluar justru gending Jawa?. Aku makin pucat. Keringatku deras mengucur, walaupun udara pada saat ini terasa dingin. Tengkukku berasa berat. Tak ku temui lagi laju-laju kendaraan di depanku.
Kakiku berat melangkah. Serasa ada yang menahannya. Aku berontak lepas dari ketakutan. Kunaiki sepeda motorku dengan tidak menghiraukan hujan yang masih menyerbu. Dengan susah payah ku berhasil menyalakan sepeda motor. Dari kaca spion sebelah kiri, samar-samar kudapati sesosok wanita berkebaya di belakangku dengan riasan luntur akan air hujan. Dan semakin jelas di telingaku nyanyian lagu Lingsir Wengi berkumandang!
"Lingsir wengi sliramu tucuming sirno
Ojo Tangi nggonmu guling
awas jo ngetoro
aku lagi bang wingo wingo
jin setan kang tak utusi
dadyo sebarang
Wojo lelayu sebet..."
0