Kaskus

Story

dianrophAvatar border
TS
dianroph
Hantu Di Tepi Danau
Sebelumnya perkenankan saya Dianroph (nama samaran) ingin menceritakan salah satu cerita fiksi yang saya buat, dari sekaian banyak cerita fiksi yang ada. Jadi kemungkinan kalo mood saya baik ini cerita bakal cepet tamat, kalo gak, ya sabar ajah dehh, yang penting niatan saya, mau ini cerita selesai dan memuaskan para pembaca. Aminn ya..emoticon-Salam Kenal

Oke jadi cerita pertama yang saya post disini mungkin bergenre misteri pilihan saya. berharap cerita ini di filmkanemoticon-televisi tapi yang namanya harapan kadang gak sesuai dengan keinginan emoticon-Sorry tapi tak apalah. Yang penting niat saya hanya ingin berbagi cerita khayalan saya yang udah berjamur "kemungkinan" emoticon-Ngakak

Spoiler for Sinopsis:


Spoiler for Genre:


Spoiler for Premis:


INDEX


PART 1 ''Siapa Gadis Itu?''
PART 2 "Berkenalan Dengan Gadis Tersebut"
PART 3 "Aroma Seperti Air Pada Danau"
Diubah oleh dianroph 03-11-2016 08:46
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
1.7K
9
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
dianrophAvatar border
TS
dianroph
#5
PART 2
Berkenalan Dengan Gadis Tersebut


Suara bel berbunyi menandakan waktu ujian selesai. Hari ini adalah hari pertama ujian pada semester pertama tahun ketiga. Jadi tinggal satu semester lagi aku akan lulus dari sekolah ini. Namun, tak terasa jika aku sudah lama bersahabat dengan Ray. Pertama kami bertemu, yaitu sejak umurku 9 tahun, saat keluargaku pindah untuk mencari kehidupan yang damai di pedesaan tempat tinggal kakek ku, dan kakek ku, ia sudah lama sekali meninggal dunia. Pertama kali bertemu dengan ray saat tetanggaku memiliki anak seumuran denganku yang bernama ray, berkunjung kerumahku. Disana aku melihat ada seorang anak yang seumuran denganku, lalu kami berenalan dan setelah itu kami pun menjadi akrab. Aku dan ray saling memberitahu apapun yang kami tidak ketahui, sering kami bermain bersama, ataupun membagi tempat tidur karena sering mengkhayal akan cerita yang kami buat. Dan disinilah kami saling mengerti satu sama lain.

Kembali lagi. Rencananya aku akan kembali melukis ke danau tersebut, dengan membawa payung saat panas menyingsing. Segera aku dan ray akan pulang. Namun, ray saat itu sedang tak ingin ikut denganku. Tak apa, kemungkinan aku akan menyelesaikan lukisan ini dengan cepat. Lalu kusiapkan perlengkapan lukisku, dengan cepat aku pergi ke danau dengan sepedahku.

Sampailah aku ke danau tersebut tepat di tempat sebelumnya aku melukis, kupersiapkan alat lukisku. Seperti biasanya jika aku melukis aku selalu terbawa dalam suasana pada lukisanku. Entah siapa orang yang melewati ku atau pun memperhatikanku, aku tak pernah peduli. Dengan semangat, kukerahkan bakat ini agar mencapai hasil yang memuaskan. Lalu selesai lah lukisanku, jika dihitung-hitung sekitar 1 jam setengah untuk menyelesaikannya. Perasaan lega menghampiriku lalu diikuti pula teriakan akan keberhasilanku, namun aku mendengar suara tepuk tangan halus dibelakangku. Tunggu sebentar aku mendengar suara tepuk tangan. Dan setelah kulihat ke sosok dibelakangku ternyata dia adalah gadis yang kemarin kutemui. Saat itu, aku pun kaget dengan teriakan ku, aku pun tersungkur dari bangku ku. Pada saat aku masih terduduk di tanah gadis itu pun menanyaiku.

Gadis Misterius :“kau sedang gambar apa?”

Aku :“Lukis. Ya,, aku sedang melukis pemandangan danau ini”

Namun keanehan pada gadis tersebut tak berubahnya, tak ada ekspresi pada wajahnya. Saat itu entah kenapa dengan gadis tersebut kulihat ia berjalan ketepi danau dan berdiri disana entah memandang apa. Melihat keanehan gadis itu, aku pun mendekatinya. Aku pun bertanya.

Aku :“kau sedang melihat apa?”

Gadis itu tak menjawab.

Aku :“Baiklah, tidak apa-apa, tapi apakah rumahmu disekitar sini”

Gadis itu tetap tak menjawab.

Aku :“apakah kau tahu villa yang terlihat pada hutan tersebut? villa itu kakekku lah yang membuatnya, tidak maksudku desain bangunannya kakek ku lah yang membuatnya, karena kakek ku adalah arsitek yang berbakat, suatu saat pasti aku akan seperti dia”

Gadis Misterius :“ya aku tahu”

Aku :“apa. Kau mengetahuinya”

Kembali gadis itu pun hanya berdiam diri.

Aku :“kau aneh sekali, baru pertama kali ini aku melihat wanita sepertimu”

Pada sekian kali nya gadis itu kembali tak menjawab apa-apa.

Aku :"Ngomong-ngomong bolehkah aku tau siapa nama mu?"

Saat itu aku merasa ada yang aneh dengan gadis tersebut. Entah lah jika seperti ini aku tidak tahu harus berbuat apa lagi, bahkan sangat disayangkan jika pertemuanku dengannya hanya seperti ini. Maka sudahlah pikirku. Perlahan aku pun menjauh darinya. Namun sesaat setalah aku beranjak pergi gadis itu berkata.

Gadis Misterius :“Namaku Islan”

Terkejut aku pun berbalik dan berkata.

Aku :“kalau begitu namaku feby”

Saat aku berbalik ia telah menghilang tanpa jejak maupun tanda. Saat kupikir, sungguh gadis yang aneh. Namun pikirku mungkin, ini adalah awal pertemuan yang bagus. Sekarang jika aku bertemu dengannya lagi. Aku bisa memanggilnya dengan sebutan Islan.

Suatu ketika saat hal itu selesai, aku pun kembali ketempat lukisanku. Saat itu aku melihat ray duduk disamping lukisanku. Dengan memakan snack ia bertanya padaku.

Ray :“Feb, lu abis ngomong ama siapa?”

Aku :“Gw gak ngomong kok, gw tadi abis teriak kalo gw udah nyelesain lukisan itu”

Ray :“Jangan bohong”

Seketika Ray datang padaku. Dan secara langsung ia menyungkurkan aku ketanah dan bergulat denganku. Diatas rerumputan kami saling beradu kekuatan seperti apa yang kita lakukan saat pertama kita bertemu. Sambil bergulat ray berbicara.

Ray :“Lu pikir bisa boongin gw, gw ini sahabat lu”

Aku :“Yaudah, kalo lu bisa ngalahin gw, gw akan kasih tau cewek itu”

Ray :“Wahhhh, ternyata bener, kalo lu abis ketemuan ama cewek itu”

Seketika kekuatan ray bertambah, dirasa tak ada pilihan lain aku pun memperkuat pertahanan ku. Dan seketika karena kuatnya ray aku pun dikalahkannya.

Aku :“Lu gila ya,, kalo udah urusan sama cewek”

Ray :“Cepat feb kasih tau gw dimana cewek itu”

Aku :“Dia udah pergi”

Ray :“Apa,, Sialll”#Ray berteriak menyesal.

Saat itu ray menyesal dengan memukul tanah, kelakuannya membuatku jengkel dan saat itu aku pun merapihkan lukisan ku. Dan tak lama ray ikut membantu merapihkan lukisanku dan kami pun pulang bersama. Saat pulang, ray tak membahas apapun. Namun saat itu aku mulai takut padanya. dan ray berkata.

Ray :“Feb kalo lu mau ke danau itu lagi, apapun kondisinya gw akan ikut dengan lu”

Ternyata dugaan ku benar. Ray semakin gila. Pada saat ia berbicara seperti itu, saat itu pula aku akan semakin merahasiakan tentang islan.



Diubah oleh dianroph 03-11-2016 06:53
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.