- Beranda
- Stories from the Heart
Balai desa merah
...
TS
achanyoe
Balai desa merah
Quote:
]
Untuk Agan agan pembaca setia thread ane terimakasih ane ucapkan atas kesetiannya. Mau menunggu dan bersabar, Ane setelah rutin nulis ini sering diteror gan, mulai dari mimpi aneh. Dan beberapa kejadian yang aneh seperti laptop rusak yang sebelumnya gak kenapa kenapa. Jatuh juga gak padahal dan kemarin sempet sakit juga. Jadi ane ucapkan terimakasih buat pembaca setia thread ane yang mau bersabar.
Dan juga ane ucapkan Mohon maaf lahir dan batin karena ini masih suasana lebaran. Terimakasih.
Yaudah gan langsung aja di nikmati threadnya gan.

Untuk Agan agan pembaca setia thread ane terimakasih ane ucapkan atas kesetiannya. Mau menunggu dan bersabar, Ane setelah rutin nulis ini sering diteror gan, mulai dari mimpi aneh. Dan beberapa kejadian yang aneh seperti laptop rusak yang sebelumnya gak kenapa kenapa. Jatuh juga gak padahal dan kemarin sempet sakit juga. Jadi ane ucapkan terimakasih buat pembaca setia thread ane yang mau bersabar.
Dan juga ane ucapkan Mohon maaf lahir dan batin karena ini masih suasana lebaran. Terimakasih.

Yaudah gan langsung aja di nikmati threadnya gan.

Balai desa merah
Quote:
Part I
Wanita penjaga pintu masuk
Wanita penjaga pintu masuk
Spoiler for Kuntilanak:

Quote:
Waktu itu, gerimis menyambut kedatanganku. Suasana gelap ditambah sepinya jalan yang kulalui membuat suasana malam itu jadi sedikit menakutkan. Supir becak yang umurnya sudah lumayan tua, mengayuh becak dengan tenaga ala kadarnya. Jadilah perjalananku menuju kampugku terasa begitu lama. Waktu itu pukul 9 malam, namun tidak ada satupun warga yang kelihatan. Mungkin faktor gerimis membuat orang orang malas keluar rumah. Jalanan yang kulalui banyak lubang sana sini. Menambah ketidaknyamanan perjalanan ku. Aku heran kenapa jalanan yang sudah hancur lebur seperti ini masih dipiara saja. Apa yang dilakukan pak lurah selama menjabat. Untuk memecah keheningan aku coba mengajak supir becak yang dari tadi susah payah mengayuh becaknya bicara
.
Aku : “Pak ini ko jalan gak dibenerin sih pak, udah ancur gini padahal?”
Pak Becak :“Oh nganu mas, ga tau juga saya udah lama gak dibenerin udah 6 tahun dibiarin gini aja mas”
Aku : “ Udah lama juga yah pak, terakhir saya kesini 6 tahun lalu pak, makannya saya bingung ko jalannya bukan nambah bagus malah nambah parah. Apa ngga ditanyain sama lurahnya Pak”
Pak becak : “ Sudah mas, tapi jawabnya ya gitu mas. Dananya belum ada katanya”
Saat asik berbicara tiba tiba ada sekelebat bayangan lewat tepat didepan becak. Tiba tiba saja aku merinding.
Aku : “ Pak tadi liat ada bayangan lewat ga pak?”
Pak becak tidak menjawab pertanyaanku. Aku coba bertanya lagi namun pak becak masih diam seribu bahasa. Tapi entah kenapa aku merasa becaknya melaju lebih cepat dari sebelumnya. Aku lihat kebelakang pak becak nampak berkeringat disekujur tubuhnya. Lantas ia memberi isyarat kepadaku untuk jangan berbicara. Aku tidak mengerti maksud pak becak. Namun aku yakin isyarat itu ada hubungannya dengan bayangan yang lewat tadi. Aku menurut saja dengan pak becak. Sepanjang jalan kami hanya diam. Dan sepanjang jalan itu juga bulu kudukku merinding bukan main. Sampai akhirnya kami melewati sebuah balai desa. Balai desa itu adalah balai desa kampungku. Balai desa yang tidak terlalu besar namun memiliki lapangan yang luas. Di sisi kanannya ada pohon beringin besar. Didepan balai desa ada 4 pohon cemara yang sudah sangat tinggi. Entah kenapa tepat sampai disini aku merasa pak becak semakin cepat mengayuh becaknya. Firasatku makin tak enak, sepertinya pak becak tau sesuatu tentang tempat ini. Becak melaju dengan cepat gerimis masih menemani perjalanan kami sepi lengang ditambah dengan suasana ganjil ini. Sampai akhirnya kita akan melewati sebuah jembatan. Aku melihat ada wanita yang sedang duduk dijembatan itu. Mengadap kebelakang sambil mengayun ayunkan kakinya. Aku tau kalau itu bukan manusia. Malam malam begini ditambah suasana ganjil ini mana mungkin wanita itu manusia. Aku merinding bukan main. Aku menengok ke pak becak. Terlihat kringat pak becak makin membanjir Dia menggeleng gelengkan kepala dan memberi isyarat kepadaku untuk tetap diam. Aku tak tau harus bagaimana jadi aku menurut saja dengan yang dikatakan oleh pak becak. Wanita itu masih ada di jembatan itu masih mengayun ayukan kakinya. Rambutnya panjang sepinggang. Baju putih yang sudah tercampur dengan tanah menjadi lusuh dan berwarna kecoklat coklatan. Hingga akhirnya kami lewat tepat dibelakangnya aku tak berani menoleh. Bau busuk menusuk hidung. Benar benar busuk baunya sampai sampai aku mau muntah. Kami makin jauh melewati wanita tadi sekarang baunya sudah tidak begitu terasa. Pak becak mulai menghela nafas, becak kembali berjalan lambat. Aku pun sudah tidak mencium bau busuk lagi. Aku mulai memberanikan diri bertanya kembali dengan pak becak.
Aku : “ Pak yang tadi itu bukan manusia kan ?”
Pak becak : “ Demit itu mas, mana mungkin manusia malem malem duduk dijembatan sendirian. Mana perempuan lagi, sebenernya bayangan yang mas liat itu perempuan yang tadi dijembatan mas’
Aku : “ Owh, saya bener bener takut pak. Hampir kencing dicelana saya. Terus tadi kenapa bapak suruh saya diem aja?
Pak Becak : “ Mas emang pas 6 tahun lalu kesini ga tau apa apa mas tentang cerita kampung mas?”
Aku : “ Gak pak, Saya kesini 6 tahun lalu kesini Cuma main beberapa hari aja. Itupun saya naik mobil tau tau udah sampai rumah nenek.”
Pak becak : “ Jalan yang pas mas liat bayangan itu pintu masuk kampung demit mas, didesa mas ini ada kampung demit mas. Nah balai desa sampai ngelewatin jembatan itu pasarnya mas. Kenapa saya suruh mas diem aja. Soalnya konon kalau kita liat penampakan perempuan tadi terus dia noleh kekita terus senyum sambil nunjukin wajah ancurnya dia bakalan buka pintu pasar demitnya mas. Dan kita bisa kesasar disana mas. Kalau kita diem dia kira kita sopan mas.
Aku : Waduh serem amat pak, terus kalau sampai masuk pasar itu gimana pak?
Pak becak : Ya kalau kita ga kuat bisa pingsan dijalan pak. Disana bakalan ditampakin penduduk desa demitnya mas,
Dalam hati aku bersyukur untung ga sampai mampir kepasar demit. Hufft,ibu ku kenapa ga cerita masalah ini yah. Kalau saja sudah diceritakan kan jadi ada persiapan, Mau kirim anaknya buat sekolah dikampung tapi ga bilang apa apa. Untung aja anakmu ga pingsan dijalan.
Pak becak : Mas kan rumahnya deket balai desa jangan aja main kesitu lebih dari jam 9 malem yah mas..
Aku : Emangnya kenapa pak ? Angker yah..
Pak becak : Entar mas juga tau dari orang sini ,, saya ga berani cerita ini masih wilayahnya soalnya mas...
Bersambung ke part II..... lanjut besok ya merinding disko nih ngetiknya
.
Aku : “Pak ini ko jalan gak dibenerin sih pak, udah ancur gini padahal?”
Pak Becak :“Oh nganu mas, ga tau juga saya udah lama gak dibenerin udah 6 tahun dibiarin gini aja mas”
Aku : “ Udah lama juga yah pak, terakhir saya kesini 6 tahun lalu pak, makannya saya bingung ko jalannya bukan nambah bagus malah nambah parah. Apa ngga ditanyain sama lurahnya Pak”
Pak becak : “ Sudah mas, tapi jawabnya ya gitu mas. Dananya belum ada katanya”
Saat asik berbicara tiba tiba ada sekelebat bayangan lewat tepat didepan becak. Tiba tiba saja aku merinding.
Aku : “ Pak tadi liat ada bayangan lewat ga pak?”
Pak becak tidak menjawab pertanyaanku. Aku coba bertanya lagi namun pak becak masih diam seribu bahasa. Tapi entah kenapa aku merasa becaknya melaju lebih cepat dari sebelumnya. Aku lihat kebelakang pak becak nampak berkeringat disekujur tubuhnya. Lantas ia memberi isyarat kepadaku untuk jangan berbicara. Aku tidak mengerti maksud pak becak. Namun aku yakin isyarat itu ada hubungannya dengan bayangan yang lewat tadi. Aku menurut saja dengan pak becak. Sepanjang jalan kami hanya diam. Dan sepanjang jalan itu juga bulu kudukku merinding bukan main. Sampai akhirnya kami melewati sebuah balai desa. Balai desa itu adalah balai desa kampungku. Balai desa yang tidak terlalu besar namun memiliki lapangan yang luas. Di sisi kanannya ada pohon beringin besar. Didepan balai desa ada 4 pohon cemara yang sudah sangat tinggi. Entah kenapa tepat sampai disini aku merasa pak becak semakin cepat mengayuh becaknya. Firasatku makin tak enak, sepertinya pak becak tau sesuatu tentang tempat ini. Becak melaju dengan cepat gerimis masih menemani perjalanan kami sepi lengang ditambah dengan suasana ganjil ini. Sampai akhirnya kita akan melewati sebuah jembatan. Aku melihat ada wanita yang sedang duduk dijembatan itu. Mengadap kebelakang sambil mengayun ayunkan kakinya. Aku tau kalau itu bukan manusia. Malam malam begini ditambah suasana ganjil ini mana mungkin wanita itu manusia. Aku merinding bukan main. Aku menengok ke pak becak. Terlihat kringat pak becak makin membanjir Dia menggeleng gelengkan kepala dan memberi isyarat kepadaku untuk tetap diam. Aku tak tau harus bagaimana jadi aku menurut saja dengan yang dikatakan oleh pak becak. Wanita itu masih ada di jembatan itu masih mengayun ayukan kakinya. Rambutnya panjang sepinggang. Baju putih yang sudah tercampur dengan tanah menjadi lusuh dan berwarna kecoklat coklatan. Hingga akhirnya kami lewat tepat dibelakangnya aku tak berani menoleh. Bau busuk menusuk hidung. Benar benar busuk baunya sampai sampai aku mau muntah. Kami makin jauh melewati wanita tadi sekarang baunya sudah tidak begitu terasa. Pak becak mulai menghela nafas, becak kembali berjalan lambat. Aku pun sudah tidak mencium bau busuk lagi. Aku mulai memberanikan diri bertanya kembali dengan pak becak.
Aku : “ Pak yang tadi itu bukan manusia kan ?”
Pak becak : “ Demit itu mas, mana mungkin manusia malem malem duduk dijembatan sendirian. Mana perempuan lagi, sebenernya bayangan yang mas liat itu perempuan yang tadi dijembatan mas’
Aku : “ Owh, saya bener bener takut pak. Hampir kencing dicelana saya. Terus tadi kenapa bapak suruh saya diem aja?
Pak Becak : “ Mas emang pas 6 tahun lalu kesini ga tau apa apa mas tentang cerita kampung mas?”
Aku : “ Gak pak, Saya kesini 6 tahun lalu kesini Cuma main beberapa hari aja. Itupun saya naik mobil tau tau udah sampai rumah nenek.”
Pak becak : “ Jalan yang pas mas liat bayangan itu pintu masuk kampung demit mas, didesa mas ini ada kampung demit mas. Nah balai desa sampai ngelewatin jembatan itu pasarnya mas. Kenapa saya suruh mas diem aja. Soalnya konon kalau kita liat penampakan perempuan tadi terus dia noleh kekita terus senyum sambil nunjukin wajah ancurnya dia bakalan buka pintu pasar demitnya mas. Dan kita bisa kesasar disana mas. Kalau kita diem dia kira kita sopan mas.
Aku : Waduh serem amat pak, terus kalau sampai masuk pasar itu gimana pak?
Pak becak : Ya kalau kita ga kuat bisa pingsan dijalan pak. Disana bakalan ditampakin penduduk desa demitnya mas,
Dalam hati aku bersyukur untung ga sampai mampir kepasar demit. Hufft,ibu ku kenapa ga cerita masalah ini yah. Kalau saja sudah diceritakan kan jadi ada persiapan, Mau kirim anaknya buat sekolah dikampung tapi ga bilang apa apa. Untung aja anakmu ga pingsan dijalan.
Pak becak : Mas kan rumahnya deket balai desa jangan aja main kesitu lebih dari jam 9 malem yah mas..
Aku : Emangnya kenapa pak ? Angker yah..
Pak becak : Entar mas juga tau dari orang sini ,, saya ga berani cerita ini masih wilayahnya soalnya mas...
Bersambung ke part II..... lanjut besok ya merinding disko nih ngetiknya
Part II Penampakan 4 pocong
Part III Indra
Part IV Si mata merah
Part V Cerita dibalik Kesurupan
Part VI Kembalinya kuntilanak
Part VII Pocong dan Kunti
Thread ane lain di SFTH Tanpa Kaca Mata.. Mampir yah gan
Part VIII - Kebenaran dukun desa
Part IX - Andi, Joni Dan Kuntilanak Merah
Part X - Kamis Sore Horror
Part XI - The Dukun Is Back
Part XII - Kesurupan Bagian Kedua
Part XIII - Penampakan Jin Pendamping
Part XIV - Teror jin pendamping
Part XV - Review Part I - Part XIV
Part XVI - Pak Joko Si Tukang kebun
Part XVII - Pertempuran pak Joko Vs jin Pendamping aka Khadam
Part XVIII - Firasat
Part XIX - Seminggu sebelum kematian pak joko
Part XX - Malam paling mencekam Part I
Part XXI - Malam paling Mencekam Part II
Part XXII - Misteri yang terpecahkan
Part XXIII - Identitas dibalik mbah ngadiman dukun desa misterius
Part XXIV - Kisah Yudi
Part XXV - Munculnya Penolong Baru
Part XXVI - Mendekati akhir cerita
Part XXVII - Bersekutu dengan jin
Part XXVIII - Hidup Atau Mati
Part XIX - Yang Nyata dan Tidak Nyata
Sekuel Balai Desa Merah
Quote:
Original Posted By pipiettripitaka►kebayang kalo jadi film, tp yg garap sineas thailand, kebayang tuh ngeri luar biasa. tengkyu udah berbagi cerita gan,, 5* buat agan,,
Quote:
Original Posted By paking.disgrace►Bagus gan critanya
Bisa membawa pembaca larut dalam alur ceritanya plus ada twist nya
Kasihan juga dengan pak joko, niat menolong nya kuat, sayang agak over PD ketika sukses menundukkan jin pendamping malah langsung nantang ke balai desa.
Udah gregetan pas agan disuruh minum tu air sumur, duh kenapa diminum sih, katanya klo ada hidangan dari jin jangan pernah disentuh.
Dari crita agan dan hasil penjelasan dari ust danu di TV, ternyata emang manusia dan jin berdampingan. Dan klo mo lawan jin, manusia/dukun akan juga mengandalkan jin juga. Mereka yg akan bertempur saling adu kuat. Dan makanan jin adalah sesaji dan memakai tumbal untuk memperbesar kekuatan mereka.
Yg paling baik emang berharap ke Allah semata, yg maha memiliki kekuatan.
Thx gan, atas critanya, jadi memperjelas apa yg selama ini ust danu sering cerita kan
Bisa membawa pembaca larut dalam alur ceritanya plus ada twist nya
Kasihan juga dengan pak joko, niat menolong nya kuat, sayang agak over PD ketika sukses menundukkan jin pendamping malah langsung nantang ke balai desa.
Udah gregetan pas agan disuruh minum tu air sumur, duh kenapa diminum sih, katanya klo ada hidangan dari jin jangan pernah disentuh.
Dari crita agan dan hasil penjelasan dari ust danu di TV, ternyata emang manusia dan jin berdampingan. Dan klo mo lawan jin, manusia/dukun akan juga mengandalkan jin juga. Mereka yg akan bertempur saling adu kuat. Dan makanan jin adalah sesaji dan memakai tumbal untuk memperbesar kekuatan mereka.
Yg paling baik emang berharap ke Allah semata, yg maha memiliki kekuatan.
Thx gan, atas critanya, jadi memperjelas apa yg selama ini ust danu sering cerita kan
Diubah oleh achanyoe 20-01-2019 16:15
arieaduh dan 37 lainnya memberi reputasi
38
146K
Kutip
749
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
achanyoe
#30
Quote:
Part III
Indra
Indra
Spoiler for Ilustrasi Indra:

Quote:
Sebelumnya ane izin ganti bahasa pake bahasa ga baku gan.. pegel bikin cerita pake bahasa baku.. wkwkwk..
.
Setelah kejadian semalem nenek bawa ane ke salah satu ustadz didesa ane gan. Dalam hati perasaan ane sial amat ya belum genap sehari ane tinggal dikampung tapi udah ngalamin kejadian serem kaya gini. Belum apa apa aja udah dianterin ke ustadz. Kalau aja ane ga ada konflik sama ayah tiri ane gan. Ane mending pulang lagi ke Jakarta. Owh ia gan ane punya bapak tiri gan. Sering mukul. Itu yang bikin ane disuruh sekolah dikampung ikut nenek. Ga lama setelah ane pulang kampung ibu dan ayah tiri ane cerai gan. Ibu jadi TKW ke Malaysia ane sama Ade ane tinggal sama nenek dikampung. Eh malah jadi curcol. Lanjut gan, pas sampai di ustadz nenek ane cerita kejadian yang ane alamin. Ustadz itu cuman ngangguk ngangguk aja. Terus dia ngasih tau ke nenek ane apa ga tau. Soalnya pake bahasa Jawa waktu itu ane belum lancar bahasa jawanya. Terus ustadz baca baca ayat gitu trus nulis ayat dikertas. Dimasukin ke dalam air. ane suruh minum. Ane minum aja gan airnya. Kata ustadznya bilang gini.
Ustadz : Udah tenang aja, sekarang setan yang ngikutin kamu udah pergi.. Dikampung ini emang orang yang baru masuk suka dikerjain sama makhluk halus penghuni kampung ini. Ga papa dikampung ini kita tetanggaan sama mereka. Jadi emang banyak yang sering diliatin. Asal kita sopan Ga bakalan di ganggu Yang macem macem..
Ane diem aja dengerin ustadznya ngomong.. ane liat nenek ane kayaknya dia sedih ngeliat ane ngalamin kejadian serem itu gan. Mukanya kaya sedih gitu. Terus ustadz bilang ke nenek.. Apa gitu ane ga paham. Tapi pas pulang nenek jelasin ke ane pas pulang apa yang ustadz bilang.
Nenek : Kata ustadz Untung nenek cepet cepet bawa kamu ke ustadz, kalau ga bisa kejadian kaya anak RT sebelah yang jadi sering kesurupan. Nenek juga bilang orang baru masuk dari luar daerah emang paling sering dikerjain gan. Warga sini aja sering apalagi orang baru. Alasannya kamu udah dengarkan dari ustadz karena kita tetanggaan sama mereka
.
Setelah kejadian dirumah Ustadz,kk ane beberapa hari tidur bareng Paman terus . Ane ngeri kalau ada penampakan lagi. Seminggu ane ga ngalamin kejadian apa apa. Besoknya pas hari Senin ane daftar SMP didesa sebelah gan. Ane berangkat sendiri gan. Ga ditemenin ane udah biasa mandiri. Mungkin efek ikut bapak tiri gan. Selesai daftar ane pulang gan. Tapi ane iseng pulangnya lewat sawah. Musim nanem padi sawah anginnya Sepoi Sepoi banget gan. Ane jalan berasa kaya di film India kaya dikipas kipasin gitu Gan.
Ane berhenti digubug gan. Ngaso sambil liat pemandangan sawah. Adem banget rasanya. Pas ane lagi ngadem sendirian ane baru sadar nih sawah sepi amat ya ngga ada orang lewat. Ane jadi inget kejadian pas pertama ane dateng kesini. Tiba tiba aja bulu kuduk ane merinding. Pas ane mau niatan balik tiba tiba ada anak seumuran ane pake baju sd duduk digubug gan. Ane ga curiga apa apa waktu itu. Orang ane mau balik juga gan. Tapi pas ane mau balik tiba tiba dia nanya ke ane. Gan..
“Abis daftar SMP ya kang”
*Iya kang di smp 4” ane jawab
“Owh saya juga baru daftar SMP disitu kang” kata anak seumuran ane itu
Pas dia bilang baru daftar ane jadi ada perasaan seneng gan. Dalam hati mungkin aja nanti sekelas sama ane. Akhirnya Ane ajak kenalan gan
“Ane Adi kang, ente siapa” Ane ngajk kenalan
“Ane indra kang”
Pas itu Ane salaman gan sama dia. Pas Ane salaman ada perasaan ganjil, tangan si Indra ko dingin ya. Padahal cuacanya panas. Waktu itu Ane masih berfikir positif gan. Mana mungkin demit nongol siang siang. Mungkin dia lagi sakit. Si Indra ini bocahnya putih gan kaya bukan anak kampung. Abis kenalan dia nanya Ane anak kota yah ane jawab ia. Terus ane nanya juga. Ente orang kota juga kan. Si Indra cuma ngangguk. Terus dia nanya lagi ke ane.
Indra : Mau pulang ya kang?
Ane : ia ndra, udah jam 3 bentar lagi sore, ntar dicariin.
Indra : Yaudah pulang bareng aja saya satu desa sama kamu
Ane : Yaudah ayuk pulang
Singkat cerita Ane jalan pulang bareng sama dia gan. Pas jalan si Indra diem aja gan. Ane juga bingung mau ngobrol apa. Namanya juga baru kenal. Pas lagi jalan tiba tiba si Indra ngajakin ane lewat jalan pintas lewat kebon kebon gitu gan. Waktu itu Ane manut aja ngga tau kenapa Ane ko manut aja. Ngga ada perasaan khawatir waktu itu. Ane jalan pas masuk kebon Ane mendadak merinding, padahal itu sore sore sekitar jam setengah 4 an. Tapi perasaan Ane ga enak si Indra masih jalan disebelah Ane. Pas lagi jalan tiba tiba ada bapak bapak gan. Dia kayaknya lagi nyari rumput di kebon. Bapak bapak itu ngeliatin ane aja. Ngeliatin nya beda gan. Ngeliatin terus nunduk gan. Kaya ketakutan gitu, Ane ga tau kenapa bapak bapak itu kaya ketakutan gitu. Pas udah ngelewatin bapak bapak itu agak jauh. Tiba tiba bapak itu manggil Ane.
Bapak bapak : De.. sini de.. sini..
Ane nyamperin bapak itu. Si Indra juga ikutan nyamperin bapak itu. Pas udah sampe Ane tanya ke bapaknya
Ane : ada apa pak?
Bapak itu bisikin ke Ane sesuatu yang bikin ane kaget gan. Bulu kuduk langsung merinding. Ane langsung keringet dingin waktu bapak itu ngasih tau ke Ane sesuatu.
Bapak bapak bisikin ke Ane : Nanti kalau orang disebelahmu lengah kamu lari balik lagi kejalan sawah tadi. Orang yang disebelah kamu itu DEMIT. Jalan yang kamu mau lewatin itu Arah sumur balai Desa.
Ane shock seketika saat itu. Abis dibisikin Ane liat si Indra Mukanya berubah pucet gan. Bapak bapak itu juga tiba tiba lari ninggalin ane sendirian. Pas Ane mau ikutan lari tiba tiba tangan Ane dipegang gan. Nyess dingin banget tangannya. Nafas Ane kaya ketahan gan. Si Indra tiba tiba ngomong
Indra ( Demit ) : Ayo di bentar lagi sampe di
Ane masih gemetaran gan bingung. Ane
akhirnya inget kata kata si bapak tadi suruh lari kalau si Indra lengah. Akhirnya Ane ikut jalan bareng si Indra tangan Ane masih dipegangi gan. Rasanya mau nangis waktu itu gan. dibelakang balai desa ada jalan yang sempit gan. Jadi kaya lorong gitu. Jalannya agak gelapk gelap gitu. sore sore aja udah lumayan remang apalagi kalau Malem disini pasti gelap banget. Jalan itu emang ternyata jalan pintas kerumah Ane gan rumah Ane kan emang deket balai desa. Ane baru tau kalau itu jalan pintas ya karena kejadian itu. Cuma jarang yang berani lewat situ soalnya harus ngelewatin sumur dibelakang balai desa yang terkenal angker. Pas udah mau sampe lorong tiba tiba baunya ko busuk ya. Ane makin takut aja waktu itu. Pas Ane liat kebawah hal yang menyeramkan terjadi gan.
Ane liat kebawah gan. Pas Ane liat kakinya si Indra dagingnya tiba tiba pada meleleh gan sampe keliatan tulangnya. Ane liat mukanya pada berdarah darah gan. Matanya yang sebelah kanan kaya mau keluar. Bener bener nyeremin Mukanya. Ane mau lari banget rasanya. Cuma tangan Ane dipegang gan. mulut ane juga kaku. pas mau masuk lorong. karena cuma muat satu orang setannya ngelepasin tangan ane gan. Pas baru dilepas ane langsung lari gan balik lagi Kesawah tadi. Ane lari sekencang-kencangnya gan. Pas Ane lari Ane liat kebelakang si Indra Mukanya udah ancur dia ga ngejar Ane cuma senyum aja gan. Baju Sd yang dipake jadi kotor banyak darahnya gan. Ane inget banget senyumnya sampai sekarang gan. Pas Ane lari ane sebenernya takut banget dikejar gan. Untungnya ga dikejar . bapak bapak yang tadi lari ternyata nungguin ane diluar kebon. Ane disuruh naik sepedanya gan. Ane nurut aja, Ane ngos ngosan mau mati rasanya. Bapak itu bawa sepedanya juga ngebut. Pas udah ga jauh bapak bapak itu bilang Untung Ane ga kenapa kenapa.. Ane yang harusnya bilang begitu si sebenernya. Bapak itu nanya ke Ane.. Ane diapain sama dia.. Ane cuma diem aja gan ana masih shock . Tiba tiba aja kepala Ane pusing gan. Ane bilang kalau Ane ga kuat. Ane pun tiba tiba jatoh gan.. Ane ga inget apa apa lagi setelah itu..
Bersambung ke part IV gan..
Terimakasih yang udah ikut membaca
Kalau ada yang suka baginya cendolnya dong gan..
. Setelah kejadian semalem nenek bawa ane ke salah satu ustadz didesa ane gan. Dalam hati perasaan ane sial amat ya belum genap sehari ane tinggal dikampung tapi udah ngalamin kejadian serem kaya gini. Belum apa apa aja udah dianterin ke ustadz. Kalau aja ane ga ada konflik sama ayah tiri ane gan. Ane mending pulang lagi ke Jakarta. Owh ia gan ane punya bapak tiri gan. Sering mukul. Itu yang bikin ane disuruh sekolah dikampung ikut nenek. Ga lama setelah ane pulang kampung ibu dan ayah tiri ane cerai gan. Ibu jadi TKW ke Malaysia ane sama Ade ane tinggal sama nenek dikampung. Eh malah jadi curcol. Lanjut gan, pas sampai di ustadz nenek ane cerita kejadian yang ane alamin. Ustadz itu cuman ngangguk ngangguk aja. Terus dia ngasih tau ke nenek ane apa ga tau. Soalnya pake bahasa Jawa waktu itu ane belum lancar bahasa jawanya. Terus ustadz baca baca ayat gitu trus nulis ayat dikertas. Dimasukin ke dalam air. ane suruh minum. Ane minum aja gan airnya. Kata ustadznya bilang gini.
Ustadz : Udah tenang aja, sekarang setan yang ngikutin kamu udah pergi.. Dikampung ini emang orang yang baru masuk suka dikerjain sama makhluk halus penghuni kampung ini. Ga papa dikampung ini kita tetanggaan sama mereka. Jadi emang banyak yang sering diliatin. Asal kita sopan Ga bakalan di ganggu Yang macem macem..
Ane diem aja dengerin ustadznya ngomong.. ane liat nenek ane kayaknya dia sedih ngeliat ane ngalamin kejadian serem itu gan. Mukanya kaya sedih gitu. Terus ustadz bilang ke nenek.. Apa gitu ane ga paham. Tapi pas pulang nenek jelasin ke ane pas pulang apa yang ustadz bilang.
Nenek : Kata ustadz Untung nenek cepet cepet bawa kamu ke ustadz, kalau ga bisa kejadian kaya anak RT sebelah yang jadi sering kesurupan. Nenek juga bilang orang baru masuk dari luar daerah emang paling sering dikerjain gan. Warga sini aja sering apalagi orang baru. Alasannya kamu udah dengarkan dari ustadz karena kita tetanggaan sama mereka
.
Setelah kejadian dirumah Ustadz,kk ane beberapa hari tidur bareng Paman terus . Ane ngeri kalau ada penampakan lagi. Seminggu ane ga ngalamin kejadian apa apa. Besoknya pas hari Senin ane daftar SMP didesa sebelah gan. Ane berangkat sendiri gan. Ga ditemenin ane udah biasa mandiri. Mungkin efek ikut bapak tiri gan. Selesai daftar ane pulang gan. Tapi ane iseng pulangnya lewat sawah. Musim nanem padi sawah anginnya Sepoi Sepoi banget gan. Ane jalan berasa kaya di film India kaya dikipas kipasin gitu Gan.
Ane berhenti digubug gan. Ngaso sambil liat pemandangan sawah. Adem banget rasanya. Pas ane lagi ngadem sendirian ane baru sadar nih sawah sepi amat ya ngga ada orang lewat. Ane jadi inget kejadian pas pertama ane dateng kesini. Tiba tiba aja bulu kuduk ane merinding. Pas ane mau niatan balik tiba tiba ada anak seumuran ane pake baju sd duduk digubug gan. Ane ga curiga apa apa waktu itu. Orang ane mau balik juga gan. Tapi pas ane mau balik tiba tiba dia nanya ke ane. Gan.. “Abis daftar SMP ya kang”
*Iya kang di smp 4” ane jawab
“Owh saya juga baru daftar SMP disitu kang” kata anak seumuran ane itu
Pas dia bilang baru daftar ane jadi ada perasaan seneng gan. Dalam hati mungkin aja nanti sekelas sama ane. Akhirnya Ane ajak kenalan gan
“Ane Adi kang, ente siapa” Ane ngajk kenalan
“Ane indra kang”
Pas itu Ane salaman gan sama dia. Pas Ane salaman ada perasaan ganjil, tangan si Indra ko dingin ya. Padahal cuacanya panas. Waktu itu Ane masih berfikir positif gan. Mana mungkin demit nongol siang siang. Mungkin dia lagi sakit. Si Indra ini bocahnya putih gan kaya bukan anak kampung. Abis kenalan dia nanya Ane anak kota yah ane jawab ia. Terus ane nanya juga. Ente orang kota juga kan. Si Indra cuma ngangguk. Terus dia nanya lagi ke ane.
Indra : Mau pulang ya kang?
Ane : ia ndra, udah jam 3 bentar lagi sore, ntar dicariin.
Indra : Yaudah pulang bareng aja saya satu desa sama kamu
Ane : Yaudah ayuk pulang
Singkat cerita Ane jalan pulang bareng sama dia gan. Pas jalan si Indra diem aja gan. Ane juga bingung mau ngobrol apa. Namanya juga baru kenal. Pas lagi jalan tiba tiba si Indra ngajakin ane lewat jalan pintas lewat kebon kebon gitu gan. Waktu itu Ane manut aja ngga tau kenapa Ane ko manut aja. Ngga ada perasaan khawatir waktu itu. Ane jalan pas masuk kebon Ane mendadak merinding, padahal itu sore sore sekitar jam setengah 4 an. Tapi perasaan Ane ga enak si Indra masih jalan disebelah Ane. Pas lagi jalan tiba tiba ada bapak bapak gan. Dia kayaknya lagi nyari rumput di kebon. Bapak bapak itu ngeliatin ane aja. Ngeliatin nya beda gan. Ngeliatin terus nunduk gan. Kaya ketakutan gitu, Ane ga tau kenapa bapak bapak itu kaya ketakutan gitu. Pas udah ngelewatin bapak bapak itu agak jauh. Tiba tiba bapak itu manggil Ane.
Bapak bapak : De.. sini de.. sini..
Ane nyamperin bapak itu. Si Indra juga ikutan nyamperin bapak itu. Pas udah sampe Ane tanya ke bapaknya
Ane : ada apa pak?
Bapak itu bisikin ke Ane sesuatu yang bikin ane kaget gan. Bulu kuduk langsung merinding. Ane langsung keringet dingin waktu bapak itu ngasih tau ke Ane sesuatu.
Bapak bapak bisikin ke Ane : Nanti kalau orang disebelahmu lengah kamu lari balik lagi kejalan sawah tadi. Orang yang disebelah kamu itu DEMIT. Jalan yang kamu mau lewatin itu Arah sumur balai Desa.
Ane shock seketika saat itu. Abis dibisikin Ane liat si Indra Mukanya berubah pucet gan. Bapak bapak itu juga tiba tiba lari ninggalin ane sendirian. Pas Ane mau ikutan lari tiba tiba tangan Ane dipegang gan. Nyess dingin banget tangannya. Nafas Ane kaya ketahan gan. Si Indra tiba tiba ngomong
Indra ( Demit ) : Ayo di bentar lagi sampe di
Ane masih gemetaran gan bingung. Ane
akhirnya inget kata kata si bapak tadi suruh lari kalau si Indra lengah. Akhirnya Ane ikut jalan bareng si Indra tangan Ane masih dipegangi gan. Rasanya mau nangis waktu itu gan. dibelakang balai desa ada jalan yang sempit gan. Jadi kaya lorong gitu. Jalannya agak gelapk gelap gitu. sore sore aja udah lumayan remang apalagi kalau Malem disini pasti gelap banget. Jalan itu emang ternyata jalan pintas kerumah Ane gan rumah Ane kan emang deket balai desa. Ane baru tau kalau itu jalan pintas ya karena kejadian itu. Cuma jarang yang berani lewat situ soalnya harus ngelewatin sumur dibelakang balai desa yang terkenal angker. Pas udah mau sampe lorong tiba tiba baunya ko busuk ya. Ane makin takut aja waktu itu. Pas Ane liat kebawah hal yang menyeramkan terjadi gan.
Ane liat kebawah gan. Pas Ane liat kakinya si Indra dagingnya tiba tiba pada meleleh gan sampe keliatan tulangnya. Ane liat mukanya pada berdarah darah gan. Matanya yang sebelah kanan kaya mau keluar. Bener bener nyeremin Mukanya. Ane mau lari banget rasanya. Cuma tangan Ane dipegang gan. mulut ane juga kaku. pas mau masuk lorong. karena cuma muat satu orang setannya ngelepasin tangan ane gan. Pas baru dilepas ane langsung lari gan balik lagi Kesawah tadi. Ane lari sekencang-kencangnya gan. Pas Ane lari Ane liat kebelakang si Indra Mukanya udah ancur dia ga ngejar Ane cuma senyum aja gan. Baju Sd yang dipake jadi kotor banyak darahnya gan. Ane inget banget senyumnya sampai sekarang gan. Pas Ane lari ane sebenernya takut banget dikejar gan. Untungnya ga dikejar . bapak bapak yang tadi lari ternyata nungguin ane diluar kebon. Ane disuruh naik sepedanya gan. Ane nurut aja, Ane ngos ngosan mau mati rasanya. Bapak itu bawa sepedanya juga ngebut. Pas udah ga jauh bapak bapak itu bilang Untung Ane ga kenapa kenapa.. Ane yang harusnya bilang begitu si sebenernya. Bapak itu nanya ke Ane.. Ane diapain sama dia.. Ane cuma diem aja gan ana masih shock . Tiba tiba aja kepala Ane pusing gan. Ane bilang kalau Ane ga kuat. Ane pun tiba tiba jatoh gan.. Ane ga inget apa apa lagi setelah itu..
Bersambung ke part IV gan..
Terimakasih yang udah ikut membaca
Kalau ada yang suka baginya cendolnya dong gan..
Diubah oleh achanyoe 15-04-2017 09:29
sampeuk dan 31 lainnya memberi reputasi
30
Kutip
Balas
Tutup