Siapa Gadis Itu?
“Kau tahu, terkadang hal istimewa terjadi tanpa disadari, sering hal itu disebabkan oleh cinta, walaupun membuatmu tenggelam kedalam dasar danau, yang amat sangat gelap”.
Hembusan angin pukul 09.00 pagi adalah hal yang paling ku sukai. Seperti halnya pergi ke danau pada jam berikut. Aku dan Ray akan pergi ke danau yang sering kami lewati setiap pulang sekolah. Tujuan kami kesana hanya untuk menghabiskan hari minggu kami sebelum ujian sekolah tiba. Selain itu aku hanya ingin melukis pemandangan danau tersebut.
Perkenalkan namaku Feby dan disebelahku adalah Ray sahabatku. Kami berdua akan menuju ke sebuah danau yang biasa kami lewati selepas pulang sekolah. Sesampainya kami disana, danau tersebut selalu menyuguhkan hal indah pada kami di setiap sisi danau tersebut. Air pada danau tersebut sangatlah jernih seperti cermin yang memantulkan bayangan langit dengan miripnya. Pada danau tersebut di sebelah kanannya terdapat tebing yang cukup tinggi. Jika ingin ke puncak tebing tersebut kau harus melewati rumah sakit dan pos pelayanan masyarakat terlebih dahulu, lalu berjalan sejauh setengah kilo meter untuk sampai kesana. Dan di sebelah kirinya terdapan hutan dan sebuah villa yang terlihat jelas, walau di kejauhan. Villa tersebut sangatlah unik pada desain bangunannya dan villa tersebut sering dijadikan tempat perayaan pesta atau perayaan apapun disana.
Lalu disinilah aku, yang telah mempersiapkan perlengkapan dan alat untuk melukis pada sebuah pemandangan yang sempurna tersebut. pada saat itu cuaca sungguh sangat cerahnya, dengan terik matahari yang bagus, membantuku untuk melihat setiap sisi pada danau tersebut. Dan bersama Ray disebelahku dengan asik ia berbaring menikmati semilir angin yang segar sambil mendengarkan lagu dengan earphone di telinganya. Seketika ku lihat ray telah tertidur. Saat itu segera tanpa membuang waktu aku pun melukis.
Pada setiap warnanya, ku usahakan untuk menyatu dengan sempurna dan ku kerahkan konsetrasi ini agar mendapatkan hasil yang maksimal. Diriku seperti terbawa kepada hal yang sedang ku lukis, seakan aku tertarik masuk ke alam lukisanku dan sudah tak peduli apa yang terjadi pada sekelilingku. Terus aku melukis hingga sepertinya aku merasakan sesuatu. Aku pun merasakan kulitku seperti panas seperti ingin terbakar dan saat kuperhatikan, matahari sudah meninggi dan kulihat pada jam tanganku bahwa saat itu sudah tengah hari dan kurasa ini sudah cukup, maka kuakhiri dengan puas, walau lukisanku belum selesai sempurna.
Pada saat itu yang aku heran bahwa ray masih tetap terlelap dalam tidurnya. Maka pikiran isengku pun muncul. Lalu saat kulihat kuas kecil dihadapanku segera, aku pun melemparnya hingga tepat mengenai wajahnya, kemudian Ray terbangun. Aku pun merapihkan perlengakapanku. Saat ray terbangun segera ia menghampiriku dan melihat lukisanku. Ia berkata.
Ray :
“Feb! lu udah selesai gambar?”
Aku :
“Lukis. Belom nih. Yah lu rasain ajah matahari udah panas banget.”
"Saat itu Ray menunjuk ke sesuatu objek pada lukisanku. ia bertanya."
Ray :
“Feb, emang sebelumnya ada cewek didepan kita?”
Aku :
“Cewek? Ohhh, tadi sih ada.. Tapi gw lihatnya juga sekilas doang, pas gw sibuk lukis ehh tiba-tiba dia udah ngilang ajah”
Ray:
“Ceweknya cantik gak?”
Aku :
“Mana gw tahu, kan gw lihatnya sekilas”
Saat itu ray mengembalikan lukisannya padaku. Dengan cepat Ray membantuku untuk merapihkan perlengkapan lukisanku. Selesai, kita berdua segera kembali kerumah. Pada setengah perjalanan saat itu aku kembali teringat, apakah sudah kubawa kuas kecil yang sebelumnya kupakai untuk melempar ray saat itu. saat ku cek perlengkapan lukisku ternyata kuas itu tertinggal. Dengan perasaan jengkel mau tidak mau aku pun harus mengambil kuas tersebut.
Saat itu Ray bersedia menungguku. Dengan cepat aku pun berlari ketempat sebelumnya. Sampai. Aku pun mencari kuas tersebut, dengan fokus aku melihat ke segala rerumputan dan tanah disekitarku. Aku tak tahu berapa lama aku mencari saat itu. Yang ku tahu sepertinya akan memakan waktu lama. Entah mengapa aku tak menemukan tanda-tanda kuas tersebut jatuh ditempat aku mencari. Sibuk diriku untuk mencari, hingga suara wanita terdengar tepat didepanku.
Wanita Misterius :
“Cari ini?”#menyuguhkan kuas kecil milikku
Dengan perasaan senang aku pun mengambilnya.
Aku :
“Ya, benar. Terima kasih”
Seketika saat melihat wajahnya aku terdiam. Terlihat pada wajahnya yang pucat dan rambut hitamnya yang panjang saat itu aku melihat wanita tercantik yang belum pernah kutemui, dan disaat yang sama kurasa aku telah jatuh cinta padanya pada pandangan pertama. Aku merasa bahwa jantung ini semakin lama terus berdegup dengan kencangnya, seiring meliat wajahnya yang menatapku dengan dinginnya.
Namun, jika dilihat lagi wanita tersebut sedikit aneh karena pada wajahnya tak ada sedikitpun ekspresi pada dirinya. Namun, tak apalah, wanita tersebut sudah membantuku. Dan kembali pada kesadaranku, aku teringat bahwa ray sedang menungguku.
Maka saat itu, ku akhiri dengan berucap terima kasih kembali. Entah mengapa aku lupa untuk berkenalan padanya. saat sudah jauh darinya ku arahkan pandanganku untuk melihatnya kembali dibelakangku. Tanpa disadari ia telah menghilang. Lalu sampailah di tempat ray menunggu. Ray melihatku yang terus tersenyum. Seketika ray bertanya padaku.
Ray :
“Feb lu kok senyum-senyum”
Aku :
“haaa, iya,,, gak tau dehh” #entah kenapa saat itu aku merasa gembira)
Ray :
“Jangan-jangan lu ketemu cewek yang tadi ya?”
Aku :
“Cewek, darimana?”
Saat itu aku pun langsung berlari, berharap ray tak menanyakannya kembali. Aku takut jika ray tahu wanita yang sebelumnya kutemui, maka ia bisa selangkah dariku. Jadi kurahasiakan pertemuan ku dengannya. Hingga diriku berharap agar bertemu dengannya kembali.