- Beranda
- Stories from the Heart
Kisah Petualangan Mistis Ane (Horor dan Cinta)
...
TS
randik590
Kisah Petualangan Mistis Ane (Horor dan Cinta)
Hai, Salam kenal semua, gue salah satu SR di kaskus heheh, gue baca-baca banyak thread horor dikaskus jadi gue pengen berbagi cerita gue ke agan-agan semua, oke langsung aja kita mulai.
Dikasih
enak ya sambil ngetik update-an selanjutnya
apalagi
wuhuhuhu. makasih buat reader yang udah
Spoiler for Perhatian:
Quote:
Quote:
Spoiler for Warning:
Dikasih
enak ya sambil ngetik update-an selanjutnya
apalagi
wuhuhuhu. makasih buat reader yang udah
Diubah oleh randik590 13-12-2016 11:27
0
44.8K
144
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
randik590
#64
Part 8 : Menjelajah Wisma Angker
Malam hari nya sekitar pukul 22.00 kami mulai menjelajahi daerah sekitar, Oh iya yang ikut gue cuma Novri, Firman dan Fajar *Blm dikenalin nih orang;v*
Karena emang gak ada jalan lain untuk menuju ke belakang wisma, karena ada pager lumayan ditinggi dan ada pecahan kaca gitu jadi gak bisa dilewatin. terpaksa kami harus mengambil jalan setapak di samping wisma. Tujuan awal gue ini ingin mengetahui sosok mata merah yang dilihat dika. kami sudah sampai, yang dari sini dekat sekali dengan jendela kamar gue, yang bikin jauhnya itu jendelanya dilantai dua.
"Kira-kira disini nih." Ucap gue
"Yakin lu, daritadi perasaan gak ada yang aneh-aneh." Ucap Novri
"Nyamuk semua anjingg." Ucap Fajar kesal
"Ya kita gak tau, -_- kenapa gak bawak senter sih? kan gelep." Ucap gue kesal, emang disini gelapnya minta ampun, cuma ada sedikit cahaya itupun dari wisma.
"Elu sih gak bilang." Ucap Firman
"Ran." Panggil Novri
"Apaa?" Tanya gue
"Gue kebelet." Jawabnya
"SETAN, Kenapa sebelum kesini lu selesain dulu -_-." Jawab gue kesal
"Yaudah, gue aja yang nemenin." Ucap Fajar bersedia menemani
"Jangan jauh-jauh, jangan saling liat pantat ntar nafsu." Ucap gue becanda
"Anjing, lo kira gue maho." Ucap Novri
Lalu berjalanlah mereka berdua ke arah semak-semak sementara Fajar menemani.
............................................
(Dari sini sudut pandang nya Novri ya. *100% Asli dari ceritanya dia nih*)
GUE = Novri bukan Randi
"Udah disini aja nov." Ucap Fajar
"Ok deh, lu jangan kemana-mana." Ucap gue
"Iye-iye pipis doang, gak nyampe 5 menit santai." Ucap Fajar
Lalu gue segera melaksanakan kegiatan gue, "eh apaan tuh." Ucap gue dalam hati
"Jar sini dulu, itu apaan?" Ucap gue sambil nunjuk bayangan putih dibalik sebuah pohon
Kita lalu memperhatikan, karena memang cukup jauh dan agak gelap tidak terlalu jelas
"ANJRINGGG KUNTII!!!!." Tanpa di komando kita pun lari secepat angin
"WOII JAR, LIAT APA TUH SETAN NGEJAR KITA?" Tanya gue
"MANA GUE TAUUUU NOV." Ucap Fajar
HIIHIHIHIH Terdengar suara tuh kunti cukup jelas.
"ANJINGG, LARI JAR, GUE PERNAH BACA KALAU SUARANYA KEDENGAR JELAS BERARTI DIA TEPAT DIBELAKANG KITA." Teriak gue
Kami lalu berlari secepat angin entah jalan kemana dan alangkah beruntungnya kami melihat dua teman kami yaitu Randi dan Firman
.........................................
Balik lagi ke sudut pandang gue
Gue : Randi itu gue
"Eh lu apaan lari-lari?" Tnya gue
"KAMI LIAT SETAN!!!" Ucap Fajar
"-_- Becanda lu?" Ucap gue
"Beneran."
Srekk sreekkk suara daun-daun pohon seakan di goyang-goyangin tuh batangnya
"Gak ada angin kok malah, gerak tuh." Ucap gue polos
"Eh anjingg, kalau udah gitu pasti ada apa-apanya." Ucap Firman
Gak lama kita lalu memperhatikan area sekitar.
"Eh itu?" Ucap Novri sambil nunjuk sebuah pohon
Dibalik sebuah pohon besar itu ada sesuatu yang besar jauh lebih besar dari kita. Hitam dan matany merah menyala
Kami semua terdiam, jujur gue bener-bener merasa sangat takut.
"LARIIII!!!." Teriak gue memberanikan diri untuk menyuruh temen-temen gue lari
Kita semua lari secepat mungkin, menuju ke arah Wisma, entah apapun yang ada didepan kami, kami tetap melaju secepat mungkin. Baru kali itu gue merasakan ketakutan yang amat sangat.
............................
Dengan nafas terengah-engah kita akhirnya sampai di gerbang wisma,
"Anjrit sial bener kita." Ucap gue
"TADI ITU APAAN SIALAN SEBELUMNYA KUNTI TADI LIAT ITU." Ucap Novri
"Yaudah yukk kita masuk aja."
Kami pun melangkah ke arah pintu masuk, lalu...
"ARGGGGGHHHHHHHHHH." Terdengar suara seseorang berteriak
Kami pun segera berlari untuk melihat apa yang sedang terjadi
Karena emang gak ada jalan lain untuk menuju ke belakang wisma, karena ada pager lumayan ditinggi dan ada pecahan kaca gitu jadi gak bisa dilewatin. terpaksa kami harus mengambil jalan setapak di samping wisma. Tujuan awal gue ini ingin mengetahui sosok mata merah yang dilihat dika. kami sudah sampai, yang dari sini dekat sekali dengan jendela kamar gue, yang bikin jauhnya itu jendelanya dilantai dua.
"Kira-kira disini nih." Ucap gue
"Yakin lu, daritadi perasaan gak ada yang aneh-aneh." Ucap Novri
"Nyamuk semua anjingg." Ucap Fajar kesal
"Ya kita gak tau, -_- kenapa gak bawak senter sih? kan gelep." Ucap gue kesal, emang disini gelapnya minta ampun, cuma ada sedikit cahaya itupun dari wisma.
"Elu sih gak bilang." Ucap Firman
"Ran." Panggil Novri
"Apaa?" Tanya gue
"Gue kebelet." Jawabnya
"SETAN, Kenapa sebelum kesini lu selesain dulu -_-." Jawab gue kesal
"Yaudah, gue aja yang nemenin." Ucap Fajar bersedia menemani
"Jangan jauh-jauh, jangan saling liat pantat ntar nafsu." Ucap gue becanda
"Anjing, lo kira gue maho." Ucap Novri
Lalu berjalanlah mereka berdua ke arah semak-semak sementara Fajar menemani.
............................................
(Dari sini sudut pandang nya Novri ya. *100% Asli dari ceritanya dia nih*)
GUE = Novri bukan Randi
"Udah disini aja nov." Ucap Fajar
"Ok deh, lu jangan kemana-mana." Ucap gue
"Iye-iye pipis doang, gak nyampe 5 menit santai." Ucap Fajar
Lalu gue segera melaksanakan kegiatan gue, "eh apaan tuh." Ucap gue dalam hati
"Jar sini dulu, itu apaan?" Ucap gue sambil nunjuk bayangan putih dibalik sebuah pohon
Kita lalu memperhatikan, karena memang cukup jauh dan agak gelap tidak terlalu jelas
"ANJRINGGG KUNTII!!!!." Tanpa di komando kita pun lari secepat angin
"WOII JAR, LIAT APA TUH SETAN NGEJAR KITA?" Tanya gue
"MANA GUE TAUUUU NOV." Ucap Fajar
HIIHIHIHIH Terdengar suara tuh kunti cukup jelas.
"ANJINGG, LARI JAR, GUE PERNAH BACA KALAU SUARANYA KEDENGAR JELAS BERARTI DIA TEPAT DIBELAKANG KITA." Teriak gue
Kami lalu berlari secepat angin entah jalan kemana dan alangkah beruntungnya kami melihat dua teman kami yaitu Randi dan Firman
.........................................
Balik lagi ke sudut pandang gue
Gue : Randi itu gue
"Eh lu apaan lari-lari?" Tnya gue
"KAMI LIAT SETAN!!!" Ucap Fajar
"-_- Becanda lu?" Ucap gue
"Beneran."
Srekk sreekkk suara daun-daun pohon seakan di goyang-goyangin tuh batangnya
"Gak ada angin kok malah, gerak tuh." Ucap gue polos
"Eh anjingg, kalau udah gitu pasti ada apa-apanya." Ucap Firman
Gak lama kita lalu memperhatikan area sekitar.
"Eh itu?" Ucap Novri sambil nunjuk sebuah pohon
Dibalik sebuah pohon besar itu ada sesuatu yang besar jauh lebih besar dari kita. Hitam dan matany merah menyala
Kami semua terdiam, jujur gue bener-bener merasa sangat takut.
"LARIIII!!!." Teriak gue memberanikan diri untuk menyuruh temen-temen gue lari
Kita semua lari secepat mungkin, menuju ke arah Wisma, entah apapun yang ada didepan kami, kami tetap melaju secepat mungkin. Baru kali itu gue merasakan ketakutan yang amat sangat.
............................
Dengan nafas terengah-engah kita akhirnya sampai di gerbang wisma,
"Anjrit sial bener kita." Ucap gue
"TADI ITU APAAN SIALAN SEBELUMNYA KUNTI TADI LIAT ITU." Ucap Novri
"Yaudah yukk kita masuk aja."
Kami pun melangkah ke arah pintu masuk, lalu...
"ARGGGGGHHHHHHHHHH." Terdengar suara seseorang berteriak
Kami pun segera berlari untuk melihat apa yang sedang terjadi
0
