- Beranda
- Stories from the Heart
[FANTASY] Darkness by storyteller Q
...
TS
esteller2
[FANTASY] Darkness by storyteller Q
Darkness
Asswrwb.
agan agan sekalian yang saya hormati. ane akan membagikan cerita yang sebenarnya telah ane pikirkan dari dulu yang sekarang ane coba share kepada agan sekalian. Tolong dimaafkan jika ada kesalahan atau kurang menarik karena ini pertama kalinya ane buat cerita kaya begini. Karena ini pengalaman pertama ane, tolong diberi kritik dan saran agar ane bisa berkembang menjadi penulis ceriita yang lebih baik.
Intro Song
Spoiler for Prologue:
Dunia di masa depan sangatlah berbeda dengan dunia di masa lalu, sejak manusia melakukan kontak pertama dengan mahluk luar angkasa. mahluk luar angkasa ternyata sangat berbeda dari yang diimajinasikan manusia, ternyata di luar sana terdapat banyak planet seperti bumi dan kebanyakan planet dihuni oleh spesies yang sangat beragam, namun kebanyakan dari mereka sangatlah mirip dengan manusia terlepas dari beberapa perbedaan seperti anggota tubuh tambahan seperti ekor,tanduk atau duri di tubuh mereka. Para mahluk luar angkasa membawa perubahan besar bagi manusia, mereka memperkenalkan teknologi yang membuat manusia dapat menjelajahi luar angkasa, tapi yang paling penting adalah mereka memperkenalkan manusia pada "zai", "skill", dan "magic" .
zai adalah tenaga dalam yang tersimpan dalam diri semua mahluk. zai dapat dimanfaatkan untuk banyak hal seperti menguatkan badan, meningkatkan kemampuan otot dan lain lain yang memungkinkan orang untuk melakukan hal luar biasa seperti mengangkat benda yang sangat berat dan menjadi kebal peluru, semua orang dapat menggunakan zai tetapi dibutuhkan kerja keras agar seseorang dapat mengontrol zai yang tersimpan dalam dirinya sendiri. zai seperti stamina orang biasa jika digunakan akan berkurang dan jika tidak digunakan akan pulih kembali. magic adalah partikel yang memenuhi ruang yang jika digunakan dapat menghasilkan efek sihir seperti menyemburkan api, memanggil hewan dari jarak jauh dan lain lain. Tidak seperti zai ,tidak semua orang dapat menggunakan magic hanya orang orang yang bertalenta dan sangat pintarlah yang dapat memanfaatkan magic. Magic juga tidak akan habis habis, tapi menggunakan magic menguras stamina orang yang menggunakannya. kemudian ada skill yaitu kemampuan unik yang dimiliki orang orang tertentu dari saat mereka lahir, orang yang memiliki skill sangatlah sedikit hanya sekitar 1 dari 1 milyar orang, menggunakan skill akan menghabiskan zai seseorang, skill adalah kemampuan yang sangat kuat dan setiap orang memiliki skill yang berbeda-beda.
Manusia sekarang tergabung dalam solar federation yaitu negara federal yang merupakan gabungan dari koloni planet- planet di tata surya matahari, solar federation sendiri adalah bagian dari kerajaan Dacuria yang menguasai galaksi Bima Sakti, kerajaan Dacuria dipimpin oleh raja Gid Dacuria, dan spesies utama dari kerajaan ini adalah spesies Dacurian, spesies mirip manusia tetapi memiliki ekor seperti ekor setan.
zai adalah tenaga dalam yang tersimpan dalam diri semua mahluk. zai dapat dimanfaatkan untuk banyak hal seperti menguatkan badan, meningkatkan kemampuan otot dan lain lain yang memungkinkan orang untuk melakukan hal luar biasa seperti mengangkat benda yang sangat berat dan menjadi kebal peluru, semua orang dapat menggunakan zai tetapi dibutuhkan kerja keras agar seseorang dapat mengontrol zai yang tersimpan dalam dirinya sendiri. zai seperti stamina orang biasa jika digunakan akan berkurang dan jika tidak digunakan akan pulih kembali. magic adalah partikel yang memenuhi ruang yang jika digunakan dapat menghasilkan efek sihir seperti menyemburkan api, memanggil hewan dari jarak jauh dan lain lain. Tidak seperti zai ,tidak semua orang dapat menggunakan magic hanya orang orang yang bertalenta dan sangat pintarlah yang dapat memanfaatkan magic. Magic juga tidak akan habis habis, tapi menggunakan magic menguras stamina orang yang menggunakannya. kemudian ada skill yaitu kemampuan unik yang dimiliki orang orang tertentu dari saat mereka lahir, orang yang memiliki skill sangatlah sedikit hanya sekitar 1 dari 1 milyar orang, menggunakan skill akan menghabiskan zai seseorang, skill adalah kemampuan yang sangat kuat dan setiap orang memiliki skill yang berbeda-beda.
Manusia sekarang tergabung dalam solar federation yaitu negara federal yang merupakan gabungan dari koloni planet- planet di tata surya matahari, solar federation sendiri adalah bagian dari kerajaan Dacuria yang menguasai galaksi Bima Sakti, kerajaan Dacuria dipimpin oleh raja Gid Dacuria, dan spesies utama dari kerajaan ini adalah spesies Dacurian, spesies mirip manusia tetapi memiliki ekor seperti ekor setan.
Spoiler for INDEX:
BAB I :
BAB I
BAB II : The Challange
BAB II part 1
BAB II part 2
BAB III : The Chosen 10
BAB III part 1
BAB III part 2
BAB IV : Supernatural Club
BAB IV part 1
BAB IV part 2
BAB V : Mid-Tem
BAB V part 1
BAB V part 2
BAB V part 3
BAB VI : Ghost of Classroom
BAB VI part 1
BAB VI part 2
BAB VII: Missing
BAB VII part 1
BAB VII part 2
BAB VIII: Demon and Human
BAB VIII part 1
BAB VIII part 2
BAB IX: Training
BAB IX part 1
BAB IX part 2
BAB IX part 3
BAB X: A New Day
BAB X part 1
BAB X part 2
BAB XI: Dread Wood
BAB XI part 1
BAB XI part 2
BAB XI part 3
BAB XII: Nero Caesar
BAB XII part 1
BAB XII part 2
BAB XII part 3
BAB XII part 4
BAB XIII: Axiom Tournament
BAB XIII part 1
BAB XIII part 2
BAB XIII part 3
BAB XIV: End of The Year
BAB XIV part 1
BAB XIV part 2
BAB XIV part 3
BAB XV: Life and Death
BAB XV part 1
BAB XV part 2
BAB XV part 3
BAB XVI: New Semester
BAB XVI part 1
BAB XVI part 2
BAB XVI part 3
BAB XVII: Howl of Terror
BAB XVII part 1
BAB XVII part 2
BAB XVII part 3
BAB XVII part 4
BAB XVIII: Proof of Power
BAB XVIII Part 1
BAB XVIII part 2
BAB XVIII part 3
BAB XVIII part 4
BAB XIX: King of the Beach
BAB XIX part 1
BAB XIX part 2
Selamat Menikmati
Diubah oleh esteller2 15-01-2017 14:26
0
34K
Kutip
269
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
esteller2
#205
Spoiler for BAB XVII part 3:
Howl of Terror Part 3
Ketu mengarahkan telapak tanganya ke arah pedang silver yang tergeletak di tanah. Pedang itu langsung bergetar, kemudian terbang dan melayang tepat ke tangan Ketu.
Walaupun berlagak keren Ketu tau musuh yang dilawanya tidak bisa dianggap enteng. 1 kesalahan dapat berakibat fatal. Mahluk itu menyerang duluan. Dalam sekejap mahluk itu menempuh jarak antara mereka berdua. Padahal jarak mereka berdua hampir 20 meter, tapi mahluk itu menempuhnya dengan mudah. Ia mengayunkan cakarnya yang besar secara horizontal. Ketu dapat menghindarinya. Angin kencang menghembus muka Ketu, membuat air-air hujan masuk ke matanya. Ketu tidak menyangka serangan mahluk tadi akan membuat angin sebesar itu. Belum sempat Ketu mengusap matanya, mahluk tadi menyerang lagi secara membabi buta. Tidak seperti sebelum ia dilukai Ketu, kali ini ia benar-benar bertarung seperti hewan buas. Namun seranganya tidak masalah untuk Ketu, ia bisa menghindari sebagian dan menagkis sebagian dengan pedangnya.
Walaupun begitu Ketu juga tidak dapat mencari celah dari serangan mahluk itu, seranganya sangat cepat dan brutal, belum lagi jangkauan serangan mahluk itu lebih dari 2 kali lipat jangkauan serangan Ketu yang membuatnya susah mendekat untuk membalas serangan. Sialan, jangkauan tanganya terlalu jauh. Tiba-tiba Ketu tersadar, ia tidak bisa mundur lagi. Ia sudah menabrak pohon besar yang ada di belakangnya. Mahluk itu melihat perhatian Ketu yang teralihkan melompat ke arah Ketu dengan mulutnya yang terbuka. Ketu dengan segera menunduk dan meluncurkan badanya kedepan melewati ruang dibawah lompatan mahluk tadi. Mahluk itu menabrak pohon dengan tenaga yang sangat besar hingga pohon besar itu rubuh. Mahluk itu kemudian memutar badanya untuk menghadap Ketu. Saat ia berputar yang dilihatnya adalah Ketu yang sedang mengayunkan pedang ke arahnya. Dengan mudah mahluk itu menangkis serangan Ketu. Ia memukul pergelangan tangan Ketu yang membuat pedang yang dipegangnya terlempar.
Tiba-tiba seluruh dunia terbalik di penglihatan Ketu. Mulutnya yang mengeluarkan darah terbuka lebar saat ia akhirnya mendarat. Mahluk tadi menendang Ketu sejauh sepuluh meter di perutnya, memanfaatkan kesempatan saat pertahanan Ketu terbuka lebar akibat seranganya ditangkis. Mahluk tadi melompat lagi ke arah Ketu yang tergeletak. Tiba-tiba tangan Ketu yang tadinya terbuka langsung mengepal. Mahluk tadi yang sedang di tengah melompat bersiap-siap akan serangan balasan dari Ketu yang berupa pukulan. Tiba-tiba mahluk tadi merasakan sakit yang luar biasa di dadanya. Karena itu saat ia mendarat, ia tidak dapat mendarat sempurna dan seranganya gagal. Tubuhnya terguling. Ia langsung berdiri lagi. Pedang silver Ketu menempel pada punggungnya. Pedang yang tadi terlempar dari tangan Ketu tadi menusuknya dari belakang saat ia sedang melompat.
"Bagaimana bisa?"
"Kau pikir aku tadi mengepalkan tanganku untuk bersiap memukulmu kan? Tapi sebenarnya aku menggunakan skillku untuk membuat pedang tadi terbang ke arahmu." Jawab Ketu yang sudah bangun. "Aku berharap itu akan menusuk jantungmu, tapi sepertinya aku harus melatih bidikanku."
Ketu berusaha terlihat biasa saat berbicara tadi. Namun, sebenarnya ia sangat kesakitan, perut dan dadanya sangat sakit karena ditendang tadi. Sialan! Sepertinya ada pendarahan dalam. Pikir Ketu.
Mahluk itu melanjutkan seranganya terhadap Ketu tanpa mencabut pedang yang dipunggungnya. Ketu mengepalkan tanganya lagi. Mahluk tadi merasakan sakit di dadanya lagi. Pedang yang tadi tertancap di punggungnya makin dalam menusuk. Belum sempat ia mencabut pedang di punggungya Ketu muncul di depanya dan melakukan pukulan uppercut. Pukulanya tidak terlalu kuat, tapi cukup kuat untuk kepala mahluk tiu menganga ke atas. Mahluk itu membalas dengan membanting tanganya ke bawah. Tapi saat ia membanting, Ketu sudah tidak ada di sana. Ia sudah ada di belakangnya, berselucur di atas lumpur melewati ruang di antara keuda kakinya yang besar. Tiba-tiba punggungnya terasa sakit lagi. Pedang yang tadi menancap terasa seperti ditarik secara paksa. Mahluk itu langsung membalikan badan untuk melihat Ketu, tapi yang dilihatnya bukanlah Ketu, melainkan pedang siler yang terbang ke arah mukanya. Ia menangkisnya dengan mudah, kalau ia bisa melihatnya maka serangan lemah Ketu tidak akan bisa menyentuhnya. Namun, Ketu sudah menyangka hal itu akan terjadi, pedang yang tadi dilempar hanyalah pengalih perhatian, ia juga hanya melemparnya dengan sedikit tenaga. Serangan yang sebenarnya adalah serangan yang musuhnya tidak menduga. Dari tangan yang satunya lagi Ketu melempar sebauh batu sebesar tanganya dengan kecepatan yang luar biasa. Cukup cepat sehingga batu tadi pecah saat membentur kepala musuhnya. Mahluk itu kesal, Ia lebih cepat dan lebih kuat daripada Ketu, tapi Ketu dapat melukainya dengan berbagai cara yang ia tidak duga. Kemudian ia tersadar akan sesuatu, Ana dan Irene yang masih membeku tidak jauh dari sana. Ia memikirkan cara, kemudian ia tersenyum. Ia berlari ke arah Ketu dengan kecepatan penuh hingga Ketu terkejut, tapi di tengah jalan ia menggubah arah larinya menjadi ke arah Ana dan Irene. Ketu tidak sempat bereaksi dengan perubahan tiba-tiba ini, ia juga lupa kalau Ana dan Irene masih ada di sana. Ketu seketika itu panik, tubuhnya jadi dingin. Ia tidak akan cukup cepat kalau mengejar mahluk itu sekarang, dan skillnya belum cukup kuat untuk menarik sesuatu sebesar mahluk itu. Ana dan Irene juga tidak bisa melindungi diri mereka sendiri karena tubuh mereka masih membeku.
"IRENE! ANAAA!" Teriak Ketu panik.
Tiba-tiba sebuah bayangan muncul di atas mahluk tadi. Mahluk itu menghentikan lajunya di saat saat terakhir. Sebuah cahaya biru dan merah melintas di depanya. Kalau saja mahluk itu terlambat menghentikan lajunya 1 detik saja, kepalanya pasti sudah menggelinding di tanah.
"Siapa Ka-"
Belum sempat ia melanjutkan pertanyaanya tiba-tiba seluruh tubuh mahluk itu terbakar. Mahluk itu langsung melompat mundur, api di tubuhnya langsung padam. Ketu tidak bisa melihat siapa yang datang menolongnya karena sangat gelap, tapi ia bersyukur siapapun itu. Mahluk tadi ingin menyerang lagi, tapi saat ia ingin maju kakinya tidak bisa bergerak karena membeku. Ketu langsung tau siapa yang datang begitu melihat kemampuanya, Jade. Jade kemudian menusuk mahluk tadi di perutnya dengan pedang esnya. Namun, mahluk itu tidak bergeming, tanpa serangan anti magic, luka yang dibuat akan cepat beregenerasi. Mahluk itu menyerang Jade dengan kedua tanganya, satu dari kanan, dan satu dari kiri. Jade langsung melompat mundur menghindari seranganya. Mahluk tadi maju untuk menyerang Jade lagi, tapi sekali lagi ada bayangan aneh di atas kepalanya. Ia langsung melihat ke arah atas. Ia terkejut, yang dilihatnya bukanlah orang atau pedang, melainkan sebuah batang pohon besar yang tumbang tepat di atasnya. Tanpa bisa bereaksi mahluk itu tertimpa pohon besar. Tulang dadanya remuk, Mulutnya mengeluarkan darah, dan isi perutnya pecah. Mahluk itu tidak cukup kuat untuk mengangkat pohon yang menimpa tubuhnya. Anehnya pohon itu jauh lebih berat dari yang seharusnya. Mahluk itu kemudian melihat ke arah akar pohon itu dan terlihat Ketu sedang memegangi pohon itu. Tidak lama kemudian mahluk itu mati, tapi anehnya tidak seperti monster-monster di gua yang mati secara normal,tubuh mahluk itu berubah menjadi abu.
Setelah mahluk itu mati, Ana dan Irene dapat bergerak lagi. Magic yang mengikat mereka sudah tidak ada. Mereka berjalan mendekati Jade.
"Jade, terima kasih. Kalau kau tidak datang siapa tau apa yang akan terjadi." Kata Ana berterima kasih. "Kau juga Ketu, kerja bagus. Jujut saja, aku tidak tau kau sekuat itu."
Mendengar pujian itu muka Ketu jadi merah karena malu. Saat itu ia baru teringat, bagaimanapun bagusnya ia melakukan sesuatu, pamanya selalu tidak pernah pusa dengan hasil pekerjaan Ketu, sehingga ia jarang dipuji.
"Oh iya, bagaimana kau bisa mengangkat pohon sebesar itu?" Tanya Jade pada Ketu. "Aku melihatnya tadi, pohon itu bukan tumbang, tapi kau angkat kemudian kau jatuhkan di atasnya."
"Ah itu, skillku memungkinkanku untuk mempengaruhi efek gravitasi yang bekerja pada suatu benda. Saat aku mengangkat pohon itu aku membuatnya 10 kali lebih ringan, dan saat aku membantingnya aku kembalikan beratnya jadi normal." Jawab Ketu.
"Ketu! perutmu bagaimana?" Tanya Ana cemas.
"Memang sih sakit." Kata Ketu sambil memegang perutnya. "Tapi tidak masalah sih kalau cuma segini."
Ana kemudian mengecek bekas mahluk tadi yang sekarang sudah menjadi abu. Ana terlihat kebingungan.
"Hmm, seharusnya mustahil untuk seekor werewolf untuk berubah jadi abu saat mati. Mahluk yang berubah jadi abu saat mati hanyalah wraith atau specter. Hmmm...... antara ada magic yang membuatnya seperti ini atau.... ini kutukan."
"Kutukan?" Tanya Jade.
"Ya, ada kemungkinan seseorang terkena kutukan dan berubah menjadi monster tadi. Kalian mungkin sudah membunuhnya tadi, tap kalau kutukanya belum dilepas dia tidak akan bisa mati, dan mungkin sebentar lagi akan muncul di suatu tempat di pulau ini."
"Tunggu! Maksudmu mahluk tadi masih hidup?" Tanya Jade panik.
"Ada kemungkinan, tapi belum pasti, dan itu hanya kemungkinan terburuk. Lebih mungkin kalau seseorang memasangkan magic agar saat mati tubuhnya berubah menjadi abu, agar tubuhnya tidak bisa diperiksa." Jawab Ana tenang.
Tiba-tiba terdengar lolongan serigala lagi, arahnya berasal dari gedung asrama tua. Semua orang disana tau, lolongan itu berasal dari monster tadi. Mereka semua tau betul perasaan merinding yang menembus tulang itu.
"Sepertinya perkiraan terburuku terbukti benar." Kata Ana gelisah.
"Kalau begitu kita harus kesana, bahaya kalau ada orang lain yang bertemu mahluk tadi." Kata Ketu.
"Tunggu dulu Ketu, kau mungkin bisa melawanya, tapi kami hanya akan membeku kalau dia melolong lagi. Tunggu sebentar, ada yang mau aku persiapkan."
Kemudian Ana memejamkan mata dan membacakan mantra di tengah derasnya badai. Ana terlihat sangat fokus dengan magic yang akan ia gunakan, seperti ia berada di dunianya sendiri. Ketu sampai terkagum, bagaimana Ana dapat fokus seperti itu di tengah badai yang ribut seperti ini. Belum lagi dinginya air hujan, kerasnya angin, dan adanya kemungkinan mahluk tadi menyerang tiba-tiba. Namun, Ana tetap dapat fokus dengan apa yang ia lakukan, tanpa memperdulikan gangguan apapun dari luar. Tidak lama kemudian Ana membuka matanya, seketika itu juga tubuhnya, tubuh Ketu, Irene, dan Jade seperti diselimuti oleh sesuatu. Sesuatu itu tidak dapat dilihat oleh mata, tapi entah kenapa membuat semua orang menjadi lebih tenang.
"Magic ini paling tidak bisa meminimalisir efek dari magic mahluk tadi." Kata Ana. "Ayo kita kesana"
Ana kemudian berlari ke arah sumber lolongan tadi, diikuti oleh Irene dan Jade. Ketu juga mulai berlari mengikuti mereka, tapi saat dia baru berlari ada rasa sakit yang menusuk di bagian ulu hatinya, tepat tadi ia terena serangan. Kakinya langsung kehilangan kekuatan, ia masih bisa berlari, tapi lama-lama penglihatanya semakin buyar. Kepalanya pusing dan terasa berat. Ia terjatuh, tapi ia masih bisa menahan dirinya dengan tanganya. Kemudian ia memegang belakang kepalanya yang juga terbentur saat ia terkena serangan tadi. Saat ia melihat tanganya terlihat ada darah.
"Sialan!" Teriak Ketu.
Saat ia melihat ke depan Yang lain sudah jauh dan tidak terlihat. Makin lama penglihatanya makin gelap. Tiba-tiba ia teringat dengan perkataan pamanya. Kalau dalam pertarungan jangan sampai pingsan anak bodoh!. Perkataan pamanya sama sekali tidak memiliki hikmah atau pelajaran apapun, tapi itu cukup membuat Ketu senyum, dan lebih cukup untuk membuatnya tidak menyerah. Ia bangun lagi, dengan sekuat tenaga ia melawan semua rasa sakit yang ada di tubuhnya, dan dengan sekuat tenaga ia menyusul yang lain. Saat ia sampai di gedung asrama tua, teman-temanya sudah masuk ke ruang bawah tanah. Ketu menyusul mereka, dan saat ia sampai ia melihat Ana sedang melakukan sesuatu dengan pentagram yang ada di ruang bawah tanah.
"Ketu, kau kemana saja?" Tanya Jade saat Ketu muncul.
"Maaf, tadi aku tersandung." Jawab Ketu sambil menyembunyikan rasa sakitnya. "Lalu, kemana mahluk tadi?"
"Tidak tau, saat kita sampai disini mahluk itu sudah tidak ada." Jawab Jade. "Kata Ana sekarang lebih penting mencari cara untuk melepaskan kutukanya."
"Dan... bagaimana caramu mau mengangkat kutukan itu?" Tanya Ketu. "Bukanya kalau mengangkat kutukan akan sangat sulit?"
"Ya, awalnya aku kira juga seperti itu. Tapi setelah melihat-lihat kondisi ruangan ini semuanya menjadi jelas." Kata Ana. "Ruangan ini tempat orang itu terkena kutukan dan berubah menjadi mahluk itu. Dan setelah aku menganalisis magic yang ada di pentagram ini lebih dalam aku yakin aku bisa mengangkat kutukanya.... tapi kita butuh sesuatu.... "
"kita harus membawa mahluk itu ke pentagram ini dan mengikatnya." Lanjut Ana.
"APA? Bagaimana kita bisa menangkap mahluk itu?" Tanya Jade terkejut. Ana memang menunggu Ketu untuk datang sebelum memberitau rencananya. "Tadi saja untuk mengalahkanya kita sudah sangat kesusahan, kali ini kita harus menangkapnya?"
"Ya, dan aku punya rencana... Dengan menggunakan magic, aku bisa memanggil mahluk itu kesini." Kata Ana. "Dan kalian harus menahanya disini."
Jade ingin protes lagi, tapi ia kenal Ana, dan saat ia melihat mata Ana ia tau apapun yang ia bilang Ana tidak akan bergeming.
"Yasudahlah." Kata Jade kesal.
"Kalau begitu aku akan berjaag di pintu depan, kalau aku melihat mahluk itu akan kugiring dia kesini." Kata Ketu.
Ketu kemudian berjalan ke arah tangga keluar dari basement. Tiba-tiba ia merasakan tangan di kepalanya, tangan yang hangat. Saat ia melihat ke belakang terlihat Ana sedang memegang kepalanya dan membacakan mantra. Ketu memandang Ana dengan tatapan heran.
"Aku memang tidak bisa magic restorasi sehebat Kurumi, tapi ini seharusnya bisa membantu" Kata Ana dengan suara yang lebut. "Kau tidak perlu memaksakan diri seperti ini..."
Ketu tidak menjawab, dan setelah Ana selesai menggunakan magicnya Ketu meneruskan jalanya. Ana tau seberapa terlukanya Ketu. Walau Ketu sudah melindungi dirinya dengan seluruh Zainya,serangan mahluk tadi tetap melukainya dengan parah. Bahkan Ketu masih bisa berdiri merupakan suatu keajaiban.
Ketu kemudian menunggu di pintu depan sementara yang lain menunggu di ruang bawah tanah. Hujan masih turun dengan deras. Angin masih berembus dengan kencang dan petir masih sering menyambar, tapi Ketu merasa saat itu jauh lebih tenang daripada saat ia sedang berada di hutan. Berkat magic Ana kepalanya juga terasa lebih ringan... hampir terlalu ringan, sampai-sampai ia hampir ketiduran. Namun, sebelum ia sempat tertidur, ada suara aneh diantara derasnya suara hujan, suara sesuatu berjalan diantara pepohonan. Ketu langsung siaga.
Tiba-tiba ada sesuatu yang melompat dari pepohonan, sebuah bayangan besar. Ketu tidak perlu melihatnya untuk mengetahui mahluk apa itu, hanya berada di dekatnya sudah membuatnya merinding. Cakarnya yang besar berayun dari kiri Ketu, Ketu langsung menunduk untuk menghindar. Mahluk itu bersiap untuk serangan balasan Ketu, tapi Ketu tidak membalas, ia langsung berlari ke arah ruang bawah tanah. Saat sadar Ketu kabur mahluk tadi langsung mengejarnya dengan kecepatan penuh. Ketu langsung menuruni tangga.
"DIA DATANG!" Teriak Ketu memperingati yang lain.
Sementara itu di dekat sana ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka semua. Seseorang berambut merah api, Karm. Ia berdiri di tengah hujan, tapi tidak setetes air pun menyentuh tubuhnya.
"Nah, sepertinya pertunjukan malam akan mencapai puncaknya. " Katanya sambil tertawa kecil.
0
Kutip
Balas