- Beranda
- Stories from the Heart
Aku, mereka dan Kamu [a boring story][TAMAT]
...
TS
FBR_master
Aku, mereka dan Kamu [a boring story][TAMAT]
![Aku, mereka dan Kamu [a boring story][TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2016/07/20/214867_20160720103657.jpg)
many thanks for a perfect cover by quatzlcoatl
Halo gan.. gue dari dulu pengen banget nulis sebenernya, tapi ga pernah bisa, gw harus nulis apa, harus gimana.. setelah gue baca beberapa thread fenomenal di SFTH sebulan terakhir, akhirnya gue ngeberaniin diri buat nulis cerita ini buat dinikmatin smua kalangan..
sebelumnya mohon maaf banget klo tulisan gue ngaco dari segi bahasa, dan mungkin sulit dicerna sama sebagian readers (I wrote by my own style) tapi gue berharap masukan-masukan dan sharing dari agan smua demi tercapainya tulisan-tulisan gue yang semakin baik di tiap part nya..
"boring boss cerita loe, pantesan sepi threadnya"
well, gue ga berharap thread ini rame, kalaupun rame, it's a bonus for me, I just wrote what I wanna write
Selamat ber-Boring-ria..
Quote:
PROLOGUE :
Hi there, I want to tell you about my life.. mostly about love and stuff..
Well, nama gue Ronan Leandro Akbar.. Call me whatever you want, tapi temen-temen gue seringan manggil “Nan”, actually gue juga rada ga sregg sama panggilan ini, gue prefer dipanggil Ronan, or Ron, atau Akbar aja juga boleh, tapi karena temen sekelas gue pas SMP ada yang namanya Roni, akhirnya mulai saat itu gue yang “ngalah” dapet panggilan Nan tadi.. kenapa ga Leandro? Guys, kita di Indonesia, ga mungkin manggil lengkap, biasa manggil nama sepotong-sepotong, entah yang dipotong itu didepan, ato belakang, masa manggil gw Le ato Dro, or even Andro? Android kali ahh

Sedikit gue cerita tentang diri gue ini biar loe-loe pada ada gambaran, or berimajinasi (please lah, jangan yang iya-iya ya imajinasinya
), tinggi badan gue 187cm (tinggi? Ya untuk ukuran Asia gue lumayan tinggi), and badan gue atletis juga, mungkin kalo tinggi itu karena sedari SMP doyan olahraga, terutama basket, yup doyan sob, saban hari ga pernah gue ninggalin olahraga biar pun cuma lari pagi, well kecuali gue sakit tentu. Rambut? Ada yang suka sama Deathnote? Yak, rambut gw berponi ke-emo-emo-an (WTF ni bahasa
) mirip kaya Light Yagami. Muka muka?? Sorry ga mao nyombong sob, tapi gue Alhamdulillah dikaruniai Allah punya muka yang goodlookin’, cool gitu lah
, otak gue juga lumayan tokcer bin encer, saking encernya malah sering keluar lewat kuping (ok stop it, conge itu mah
)Anjir sempurna amat idup lo jing!! Hahaha gue akuin idup gue emang menyenangkan, tapi ga ada gading yang ga retak toh?! dibalik itu semua masih banyak getir hidup yang gue rasain, mulai dari ekonomi gue ma nyokap yang pas-pasan, gue juga ga pernah ngerasain kasih sayang yang lengkap dari kedua orangtua gue (ok, selagi orangtua loe ada, sayangi mereka, kita akan baru merasa kehilangan ketika orang tersayang tersebut pergi meninggalkan kita selama-lamanya), gue produk dari broken home sedari umur 6 taon, babe gue maen gila sama janda bangs*t sebelah rumah, dan memilih kabur sama tu janda gatel ketimbang milih gue sama nyokap.. Ok that’s all I can tell you bout my shitty life..
Yukk kita mulai..
Part 1 : Dia adalah Dinan My very Dearest Friend
Part 2 : Hello Pelonco

Part 3 : siapa dia?
Part 4 : GUE COWOKNYA!!
Part 5 : biar aku membantumu
Part 6 : terima kasihku padamu
Part 7 : gadis manis itu bernama Zie
Part 8 : Sweating Lunch
Part 9 : Cemburu??
Part 10 : Can I go Home with You??
Part 11 : kutunggu kau disini esok pagi..
Part 12 : Surprise On the Jogging Track
Part 13 : May I Call You....
Part 14 : maaf gue ga maksud..
Part 15 : HBD - Kenapa Kembali??
Part 16 : The Dark Side of Me - Bag 1
Part 16 : The Dark Side of Me - Bag 2
Part 16 : The Dark Side of Me - Bag 3
Part 16 : The Dark Side of Me - Bag 4
Part 16 : The Dark Side of Me - Bag 5 (Tamat)
Part 17 : Mencarimu - Bag 1
Part 17 : Mencarimu - Bag 2 A
Part 17 : Mencarimu - Bag 2 B (Selesai)
Part 18 : I'm always around - Part 1
Part 18 : I'm always around - Part 2 (Selesai)
Part 19 : Aku Menyesal - Bag 1
Spesial Part : Pamit undur diri
Spesial Part : Tolong!! (Bali I'm in Love) - Part 1
Spesial Part : Tolong!! (Bali I'm in Love) - Part 2
Spesial Part : Tolong!! (Bali I'm in Love) - Part 3 - Selesai
Part 19 : Aku Menyesal - Bag 2 - Selesai
Part 20 : Why me? - Part 1
Part 20 : Why me? - Part 2
Part 20 : Why me? - Part 3
Part 20 : Why me? - Part 4 - Selesai
Part 21 : The Lion Queen
Part 22 : Love, Love and Love
Part 23 : The Craziness of Her - Part 1
Part 23 : The Craziness of Her - Part 2
Part 23 : The Craziness of Her - Part 3
Part 23 : The Craziness of Her - Part 4
Part 23 : The Craziness of Her - Part 5
Part 23 : The Craziness of Her - Part 6
Part 23 : The Craziness of Her - Part 7
Part 23 : The Craziness of Her - Part 8
Part 23 : The Craziness of Her - Part 9 - Selesai
Spesial Part : Dia yang pernah singgah - Part 1
Spesial Part : Dia yang pernah singgah - Part 2
Spesial Part : Dia yang pernah singgah - Part 3 - Selesai
Part 24 : Dia Yang Datang dan Pergi - Part 1
Part 24 : Dia Yang Datang dan Pergi - Part 2
Part 24 : Dia Yang Datang dan Pergi - Part 3
Part 24 : Dia Yang Datang dan Pergi - Part 4
Part 24 : Dia Yang Datang dan Pergi - Part 5
Part 24 : Dia Yang Datang dan Pergi - Part 6
Part 24 : Dia Yang Datang dan Pergi - Part 7
Part 24 : Dia Yang Datang dan Pergi - Part 8
Part 24 : Dia Yang Datang dan Pergi - Part 9
Part 24 : Dia Yang Datang dan Pergi - Part 10
Part 24 : Dia yang Datang dan Pergi - Part 11
Part 24 : Dia Yang Datang dan Pergi - Part 12
Part 24 : Dia Yang Datang dan Pergi - Part 13
Part 24 : Dia Yang Datang dan Pergi - Part 14
Sebuah Intermezzo - EPICLOGUE
Part 24 : Dia Yang Datang dan Pergi - Part 15 - Selesai
Part 25 - Sebuah Titik Balik - Part 1
Part 25 - Sebuah Titik Balik - Part 2
Part 25 - Sebuah Titik Balik - Part 3 - Selesai
Part 25 - Sebuah Titik Balik - Part 4 - Selesai (kali ini benar2 selesai)
Spoiler for last part by suzie:
Spesial Part : Just Another Story (Bag 1)
Spesial Part : Just Another Story (Bag 2) - END
Update
Epilog - Ini Bukan Sebuah Akhir Cerita
Selesai deh cerita cinta gue yang... whatever, you name it..



Diubah oleh FBR_master 17-04-2017 13:40
yongkygouwsa051 dan 12 lainnya memberi reputasi
13
384.2K
2.5K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
FBR_master
#905
Part 24 : Dia yang Datang dan Pergi - Part 11
“mam..”
“ya mba?”
“Dinan ke karimun jawa ya, besok berangkatnya”
“eleh2.. sama siapa?”
“sama Ronan dong mam”
“ga boleh.. berabe urusan kalo Cuma berdua liburan disana”
“yee mama, masa Cuma berdua, sama temen2 SMA juga mam, si Desi, sama Egi juga ikut kok, tanya aja mereka kalo ga percaya”
“ehm.. bener?”
“iya, telpon aja si ga percaya mah”
“ya udah.. awas kalo bohong lohh mba nanti mama cek”
“siap!!”
“jagain Dinan ya Ron, jangan renang dilaut jauh2 dari pantai nanti” mamanya memberiku wejangan
“iya tan.. inshaa Allah”
---
Keesokan harinya
“mooommm.. abang berangkat ya”
“ati2 lohh bang, bawa anak orang”
“iya tenang mom” jawabku mengecup keningnya
“have a safe trip”
“you bet”
Aku pun keluar rumah pagi itu sehabis subuh, terlihat sebuah mobil mini MPV merah terparkir manis didepanku.
“haii sayang” ujarnya
“morning babe”
“yuk2, biar cepet sampe”
“berapa lama sih kesana?”
“hmm.. estimasi 10 jam ke jepara yank”
“oke, loe apa gue yang nyetir?”
“tega loe mah yank kalo nyuruh gue yang nyetir”
“yo wes, move lady move..”
Kami pun segera meninggalkan komplek pagi itu, terlihat cahaya matahari sedikit malu2 menampakkan dirinya.
“yank, kita jemput anak2 dimana?”
“uhmm.. ehm..” aku pun melihat wajahnya yang sedikit cengengesan
“I smell somethin fishy right now”
“hehe.. kita Cuma bedua aja yank ksananya, anak2 Cuma akal2an aja buat alesan ke mami”
“WHATTTTTT??????? You must be kidding me right?”
“eh.. hehehe”
“…………”
“hehe.. jangan marah dong yank”
“heuuhh.. ya udah lah, mo diapain lagi”
---
Sekitar jam 2 siang kami tiba di pelabuhan kartini jepara, perjalanan kami lanjutkan dengan menaiki kapal laut, siang itu nampak laut yang tenang seperti yang diprediksi dia. Kami pun memilih menikmati perjalanan dengan kapal ini ketimbang beristirahat, dengan memakai sunglasses dan topi lebar, dan baju oblong longgar, dia nampak cantik saat itu, kami pun duduk di dek depan, dengan dia didepanku aku pun leluasa untuk memeluknya. Ahh sungguh indahnya hari itu, masih teringat sampai sekarang.
“Nan..”
“hmm?”
“bagus ya cuacanya”
“iya, enak anginnya”
“gue sayang sama loe”
“iya Din, gue juga sayang sama loe, banget”
“makasih ya”
“my pleasure Din”
Sekitar hampir 2 jam menempuh jalur laut, kami pun tiba ditujuan. Waawww, indah banget pantainya, dengan laut yang biru jernih sepanjang mata memandang, nampak cukup banyak wisatawan lainnya yang memasang tampang terpesona sepertiku. Very, very nice beach. Aku rasa ga kalah dengan raja ampat, ya 11 12 lah indahnya.
“wow.. asli keren banget pantainya yank”
“bener kaaann?! Ga nyesel deh ikut gue, lets make memory that lasting forever dear”
“you bet dear, btw kita nginep dimana?”
“oh god, ampir lupa.. kita cari hotel dulu”
Kami pun setidaknya menghampiri beberapa penginapan dan hotel, namun karena pada saat itu peak season, rata2 sudah habis dipesan, ary’s lagoon yang kami sambangi adalah last hope kami saat itu. Dan tersisa beberapa kamar disana, namun setelah dihitung2 dengan budget kami berdua, nampaknya hanya bisa 2 hari menginap disana.
“oke kalo gitu, mbak, kamar nya 1 aja ya”
“loohhh2..”
“diem Nan”
“baik mba, sebentar saya input dulu ya”
Aku pun menarik dia dari desk hotel dengan terburu2
“Din loe gila ya, masa kamarnya 1, lahh gue tidur dimana nanti?!”
“aduh Nan, kalo kamarnya dua kita nanti Cuma 2 hari disini, belum kita sewa peralatan snorkling segala macem disni, malah Cuma sehari kali nanti, udah deh loe rempong amat, nanti loe tidur di sofa, gue dikamar. Beres kan?”
“bukan itu, kita sekamar berdua lohh”
“emang kenapa?? Loe takut ngapa2in gue gitu?”
“laahh nanti kalo setan lewat”
“gue omelin setannya, udah deh ah” ia pun meninggalkan ku kembali ke meja resepsionis
“…………….”
Tak lama kemudian dia kembali menghampiriku
“tadaaaaaaaaaaaaa..” ia menggoyang2kan anak kuncinya padaku
“………..”
“ihh kenapa bete gitu sih, yukk2 kita taro barang2 dulu, istirahat abis itu kita liat sunset”
Tak habis pikir olehku begitu gampangnya ia memandang semua ini, mengurus segala sesuatu, dan backup plan yang begitu mengada2 menurutku. Setelah sampai di kamar, kami pun mulai merapikan barang2 kami. Setelah selesai aku pun merebahkan diri ke ranjang hotel ini, ahhh, sungguh mantap rasanya bisa tidur setelah perjalanan yang cukup melelahkan.
“Nan.. geser2, gue juga cape ni, mo bobo”
“isshhh.. gue tidur di sofa aja”
“iiihhh, jangan, disini aja disamping gue”
“ga ga..”
Aku pun beranjak meninggalkannya dari tepian kasur itu ke sofa kamar
“yank.. ngantuk ga?”
“iyee ngantuk tau, ngomong mulu kapan istirahatnya”
“hihihi.. aku pasang timer ya, biar bisa liat sunset”
“he ehh..” aku menjawab seadanya, karena mataku sudah tidak bisa diajak kompromi siang menjelang sore itu.
“yankk.. bangun2”
“aduhhh Din, loe mah bener2 ya, tega banget belom juga tidur udah dibangunin aja”
“eehhhh mister Ronan, loe liat nih jam berapa” dia menunjukkan jam tangannya didepan mataku, astaga ternyata sudah jam 5.10, padahal rasanya belum tidur
Tapi ada yang lebih mengagetkanku lagi sore itu, ia membangunkanku dengan memakai bikini two piece yang… ahh sudah lah.. seksi banget
“teheee… bagus ga?”
“woiii bagus ga? Melongo malah”
“iya ya.. bagus2, seksi” aku sadar akan lamunanku saat itu
“thanks..”
“wait wait.. ga pake itu kan keluarnya?”
“ya ngga lah, ini buat besok pagiiiiiiiiii, aku ganti lagi ko”
Waaww, tak terbayangkan jika ia memakainya diluar sana, tentu banyak orang yang akan melihatnya, aku tak rela jika ia jadi bahan tontonan, yaaah walau pasti banyak juga yang bakal memakai bikini diluar sana. At least, she’s mine, jadi tunjukkinnya buatku aja, egoisme cowo, nevermind, leave it bro.
Matahari sendu yang mulai tenggelam mewarnai sore itu, sungguh indah rasanya menikmati pemandangan ini dengan orang yang kusayang, dengan bergandengan tangan kami menyusuri pantai, wawww.. it’s heaven dude.
Malam harinya.. well, ini yang ditunggu2 kalian toh?? Oke aku ceritain dikit disini, biar ga terlalu vulgar dan lolos sensor dari.. you know who..
Sekitar jam 11 malam, aku dibangunkan olehnya.
“Nan, gue ga bisa tidur”
“kenapa?? Loe gerah ya? Kurang dingin AC nya?”
“ga, gue ga bisa tidur kalo ga di ‘mpok2’”
“haa? Apaan tuh mpok2?”
Oke saat itu dia menjelaskan panjang lebar mengenai apa ini “mpok2” yang dimaksudnya, mungkin yang orang jawa paham apa itu mpok2.
“mpok2 tuh dielus2 gitu yank”
“oohhh.. Mesti ya?"
"he eh.. Gue suka ga bisa tidur kalo ga di mpok2"
"lha kalo dirumah?"
"kadang di-mpok2 nyokap"
"I see.. Ya udah, apanya nih yang di-mpok2?"
"lengan yank"
"ya udah tiduran sana"
Dia pun tiduran diranjang, diikuti denganku. Dengan posisi tidur yang berhadap2an, aku pun mulai melakukan apa yang dimintanya tadi.
Seketika itu ia memejamkan matanya, namun tampak tersenyum.
"tidur woi, malah senyam senyum"
"hihihi.. Abis rasanya aneh di-mpok2 loe.."
"au ah.. Gue pindah ke sofa lg aja"
"dih ambekan.. Gue kan cuma bilang aneh, bukan berarti ga nyaman.. Mpok2 lagi dong, biar cepet bisa bobo"
"ya udah buru"
Aku pun kembali melakukan itu padanya, nampak wajahnya yang manis dari dekat, membuatku bersyukur untuk dapat memilikinya.
"yank, Mpok2 nya dipinggang sekarang"
"duh elah banyak bener maonya"
"ihh cepet.. Kalo gue ga tidur2 gimana?"
"ya derita loe itu mah"
"tega banget si.. Gue gangguin loe nanti"
Aku pun kembali melakukan apa yang diminta nya malam itu, kembali kuperhatikan wajahnya dengan seksama, nampak cantik mulus tanpa ada noda jerawat sedikit pun, walau orangnya cuek, namun ia gadis yang selalu menjaga penampilannya. Aku pun memejamkan mataku seraya tetap melakukan apa yang dimintanya, namun ada sesuatu yang kurasa janggal, tidak sama seperti saat Mpok2 lengannya tadi. Nafasnya terdengar seperti tersengal2, seperti layak nya orang sedang berlari.
Aku segera membuka mataku namun alangkah kagetnya saat itu, wajahnya hanya berjarak sekian centi dariku, wajahnya nampak memerah, dengan mata yang sayu ia makin mendekatkan wajahnya padaku. Seketika itu pula ia mendaratkan bibirnya padaku, ada yang berbeda dengan ciuman kami biasanya, kali ini.. Entahlah aku tak bisa menjelaskannya.
Kaget dengan ciuman yang tiba2, aku pun sedikit mendorong tubuhnya.
"Din.."
"hmmm?" dia pun kembali menciumku dengan ganasnya, tiba2 ia sudah berada diatas tubuhku.
Dan membuka kausnya, dan terpampanglah tubuhnya yang nyaris sempurna itu. Sadar apa yang akan terjadi selanjutnya, aku pun berusaha untuk menyadarkannya.
"Din.. Din.. No no, gue ga mao kaya begini"
Tak peduli dengan ucapanku, ia tetap menciumku dengan hebatnya, dari bibir turun ke leherku, ahh Seketika itu pun aku merasakan rasa geli yang sulit untuk kulukiskan, tak terasa nafasku pun ikut memburu. Tanpa pikir panjang, ia pun mulai melucuti kausku dan dilempar entah kemana.
Tak terasa kami sudah saling bertukar liur cukup lama, ia pun melepaskan bra nya dan hanya menyisakan celana pendek nya saat itu. 1 kata yang dapat mewakilkannya : Waw
Oke, I think thats enough.. Aku yakin kalian bisa meneruskannya sendiri dan tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
Tak terasa, kami melakukannya malam itu. Ohh aku sungguh sangat merasa bersalah telah mengambil mahkotanya yang paling berharga, rem norma2 agama yang selama ini selalu kupegang tak bekerja, dan runtuh begitu saja malam itu. Terlebih, aku sangat takut menghamilinya saat itu karena entah sudah berapa cc cairanku yang masuk kedalam dirinya.
Terlihat pandangannya kosong setelah kami melakukannya, membuatku semakin merasa bersalah dibuatnya.
"Din.."
"Nan, please don't. I know what are you going to say"
"......."
"bukan salah loe yang jelas, gue yang udah mulai ini semua, tapi gue rela kalau loe yang ngambil virgin gue, karena loe cowo gue, someone thats really something to me"
"tapi itu bukan alesan buat gue ngelakuin ini sama loe Din"
"babe, do you love me?"
"now and ever Din"
"then love me more starting to night ok, don't you ever leave me Nan"
"never Din, you are my everything"
Aku pun mencium bibir mungilnya, dan dia membalasnya dengan mesra, dan mulai kembali melumat bibirku dengan kuat. Ya, yang tadinya lembut sekarang menjadi nafsu. Kami pun mengulangi dosa itu hingga berkali2 malam itu, hal yang seharusnya kami lakukan hanya jika sudah resmi sebagai pasangan yang sah dimata agama dan hukum.
“ya mba?”
“Dinan ke karimun jawa ya, besok berangkatnya”
“eleh2.. sama siapa?”
“sama Ronan dong mam”
“ga boleh.. berabe urusan kalo Cuma berdua liburan disana”
“yee mama, masa Cuma berdua, sama temen2 SMA juga mam, si Desi, sama Egi juga ikut kok, tanya aja mereka kalo ga percaya”
“ehm.. bener?”
“iya, telpon aja si ga percaya mah”
“ya udah.. awas kalo bohong lohh mba nanti mama cek”
“siap!!”
“jagain Dinan ya Ron, jangan renang dilaut jauh2 dari pantai nanti” mamanya memberiku wejangan
“iya tan.. inshaa Allah”
---
Keesokan harinya
“mooommm.. abang berangkat ya”
“ati2 lohh bang, bawa anak orang”
“iya tenang mom” jawabku mengecup keningnya
“have a safe trip”
“you bet”
Aku pun keluar rumah pagi itu sehabis subuh, terlihat sebuah mobil mini MPV merah terparkir manis didepanku.
“haii sayang” ujarnya
“morning babe”
“yuk2, biar cepet sampe”
“berapa lama sih kesana?”
“hmm.. estimasi 10 jam ke jepara yank”
“oke, loe apa gue yang nyetir?”
“tega loe mah yank kalo nyuruh gue yang nyetir”
“yo wes, move lady move..”
Kami pun segera meninggalkan komplek pagi itu, terlihat cahaya matahari sedikit malu2 menampakkan dirinya.
“yank, kita jemput anak2 dimana?”
“uhmm.. ehm..” aku pun melihat wajahnya yang sedikit cengengesan
“I smell somethin fishy right now”
“hehe.. kita Cuma bedua aja yank ksananya, anak2 Cuma akal2an aja buat alesan ke mami”
“WHATTTTTT??????? You must be kidding me right?”
“eh.. hehehe”
“…………”
“hehe.. jangan marah dong yank”
“heuuhh.. ya udah lah, mo diapain lagi”
---
Sekitar jam 2 siang kami tiba di pelabuhan kartini jepara, perjalanan kami lanjutkan dengan menaiki kapal laut, siang itu nampak laut yang tenang seperti yang diprediksi dia. Kami pun memilih menikmati perjalanan dengan kapal ini ketimbang beristirahat, dengan memakai sunglasses dan topi lebar, dan baju oblong longgar, dia nampak cantik saat itu, kami pun duduk di dek depan, dengan dia didepanku aku pun leluasa untuk memeluknya. Ahh sungguh indahnya hari itu, masih teringat sampai sekarang.
“Nan..”
“hmm?”
“bagus ya cuacanya”
“iya, enak anginnya”
“gue sayang sama loe”
“iya Din, gue juga sayang sama loe, banget”
“makasih ya”
“my pleasure Din”
Sekitar hampir 2 jam menempuh jalur laut, kami pun tiba ditujuan. Waawww, indah banget pantainya, dengan laut yang biru jernih sepanjang mata memandang, nampak cukup banyak wisatawan lainnya yang memasang tampang terpesona sepertiku. Very, very nice beach. Aku rasa ga kalah dengan raja ampat, ya 11 12 lah indahnya.
“wow.. asli keren banget pantainya yank”
“bener kaaann?! Ga nyesel deh ikut gue, lets make memory that lasting forever dear”
“you bet dear, btw kita nginep dimana?”
“oh god, ampir lupa.. kita cari hotel dulu”
Kami pun setidaknya menghampiri beberapa penginapan dan hotel, namun karena pada saat itu peak season, rata2 sudah habis dipesan, ary’s lagoon yang kami sambangi adalah last hope kami saat itu. Dan tersisa beberapa kamar disana, namun setelah dihitung2 dengan budget kami berdua, nampaknya hanya bisa 2 hari menginap disana.
“oke kalo gitu, mbak, kamar nya 1 aja ya”
“loohhh2..”
“diem Nan”
“baik mba, sebentar saya input dulu ya”
Aku pun menarik dia dari desk hotel dengan terburu2
“Din loe gila ya, masa kamarnya 1, lahh gue tidur dimana nanti?!”
“aduh Nan, kalo kamarnya dua kita nanti Cuma 2 hari disini, belum kita sewa peralatan snorkling segala macem disni, malah Cuma sehari kali nanti, udah deh loe rempong amat, nanti loe tidur di sofa, gue dikamar. Beres kan?”
“bukan itu, kita sekamar berdua lohh”
“emang kenapa?? Loe takut ngapa2in gue gitu?”
“laahh nanti kalo setan lewat”
“gue omelin setannya, udah deh ah” ia pun meninggalkan ku kembali ke meja resepsionis
“…………….”
Tak lama kemudian dia kembali menghampiriku
“tadaaaaaaaaaaaaa..” ia menggoyang2kan anak kuncinya padaku
“………..”
“ihh kenapa bete gitu sih, yukk2 kita taro barang2 dulu, istirahat abis itu kita liat sunset”
Tak habis pikir olehku begitu gampangnya ia memandang semua ini, mengurus segala sesuatu, dan backup plan yang begitu mengada2 menurutku. Setelah sampai di kamar, kami pun mulai merapikan barang2 kami. Setelah selesai aku pun merebahkan diri ke ranjang hotel ini, ahhh, sungguh mantap rasanya bisa tidur setelah perjalanan yang cukup melelahkan.
“Nan.. geser2, gue juga cape ni, mo bobo”
“isshhh.. gue tidur di sofa aja”
“iiihhh, jangan, disini aja disamping gue”
“ga ga..”
Aku pun beranjak meninggalkannya dari tepian kasur itu ke sofa kamar
“yank.. ngantuk ga?”
“iyee ngantuk tau, ngomong mulu kapan istirahatnya”
“hihihi.. aku pasang timer ya, biar bisa liat sunset”
“he ehh..” aku menjawab seadanya, karena mataku sudah tidak bisa diajak kompromi siang menjelang sore itu.
“yankk.. bangun2”
“aduhhh Din, loe mah bener2 ya, tega banget belom juga tidur udah dibangunin aja”
“eehhhh mister Ronan, loe liat nih jam berapa” dia menunjukkan jam tangannya didepan mataku, astaga ternyata sudah jam 5.10, padahal rasanya belum tidur

Tapi ada yang lebih mengagetkanku lagi sore itu, ia membangunkanku dengan memakai bikini two piece yang… ahh sudah lah.. seksi banget
“teheee… bagus ga?”
“woiii bagus ga? Melongo malah”
“iya ya.. bagus2, seksi” aku sadar akan lamunanku saat itu
“thanks..”
“wait wait.. ga pake itu kan keluarnya?”
“ya ngga lah, ini buat besok pagiiiiiiiiii, aku ganti lagi ko”
Waaww, tak terbayangkan jika ia memakainya diluar sana, tentu banyak orang yang akan melihatnya, aku tak rela jika ia jadi bahan tontonan, yaaah walau pasti banyak juga yang bakal memakai bikini diluar sana. At least, she’s mine, jadi tunjukkinnya buatku aja, egoisme cowo, nevermind, leave it bro.
Matahari sendu yang mulai tenggelam mewarnai sore itu, sungguh indah rasanya menikmati pemandangan ini dengan orang yang kusayang, dengan bergandengan tangan kami menyusuri pantai, wawww.. it’s heaven dude.
Malam harinya.. well, ini yang ditunggu2 kalian toh?? Oke aku ceritain dikit disini, biar ga terlalu vulgar dan lolos sensor dari.. you know who..
Sekitar jam 11 malam, aku dibangunkan olehnya.
“Nan, gue ga bisa tidur”
“kenapa?? Loe gerah ya? Kurang dingin AC nya?”
“ga, gue ga bisa tidur kalo ga di ‘mpok2’”
“haa? Apaan tuh mpok2?”
Oke saat itu dia menjelaskan panjang lebar mengenai apa ini “mpok2” yang dimaksudnya, mungkin yang orang jawa paham apa itu mpok2.
“mpok2 tuh dielus2 gitu yank”
“oohhh.. Mesti ya?"
"he eh.. Gue suka ga bisa tidur kalo ga di mpok2"
"lha kalo dirumah?"
"kadang di-mpok2 nyokap"
"I see.. Ya udah, apanya nih yang di-mpok2?"
"lengan yank"
"ya udah tiduran sana"
Dia pun tiduran diranjang, diikuti denganku. Dengan posisi tidur yang berhadap2an, aku pun mulai melakukan apa yang dimintanya tadi.
Seketika itu ia memejamkan matanya, namun tampak tersenyum.
"tidur woi, malah senyam senyum"
"hihihi.. Abis rasanya aneh di-mpok2 loe.."
"au ah.. Gue pindah ke sofa lg aja"
"dih ambekan.. Gue kan cuma bilang aneh, bukan berarti ga nyaman.. Mpok2 lagi dong, biar cepet bisa bobo"
"ya udah buru"
Aku pun kembali melakukan itu padanya, nampak wajahnya yang manis dari dekat, membuatku bersyukur untuk dapat memilikinya.
"yank, Mpok2 nya dipinggang sekarang"
"duh elah banyak bener maonya"
"ihh cepet.. Kalo gue ga tidur2 gimana?"
"ya derita loe itu mah"
"tega banget si.. Gue gangguin loe nanti"
Aku pun kembali melakukan apa yang diminta nya malam itu, kembali kuperhatikan wajahnya dengan seksama, nampak cantik mulus tanpa ada noda jerawat sedikit pun, walau orangnya cuek, namun ia gadis yang selalu menjaga penampilannya. Aku pun memejamkan mataku seraya tetap melakukan apa yang dimintanya, namun ada sesuatu yang kurasa janggal, tidak sama seperti saat Mpok2 lengannya tadi. Nafasnya terdengar seperti tersengal2, seperti layak nya orang sedang berlari.
Aku segera membuka mataku namun alangkah kagetnya saat itu, wajahnya hanya berjarak sekian centi dariku, wajahnya nampak memerah, dengan mata yang sayu ia makin mendekatkan wajahnya padaku. Seketika itu pula ia mendaratkan bibirnya padaku, ada yang berbeda dengan ciuman kami biasanya, kali ini.. Entahlah aku tak bisa menjelaskannya.
Kaget dengan ciuman yang tiba2, aku pun sedikit mendorong tubuhnya.
"Din.."
"hmmm?" dia pun kembali menciumku dengan ganasnya, tiba2 ia sudah berada diatas tubuhku.
Dan membuka kausnya, dan terpampanglah tubuhnya yang nyaris sempurna itu. Sadar apa yang akan terjadi selanjutnya, aku pun berusaha untuk menyadarkannya.
"Din.. Din.. No no, gue ga mao kaya begini"
Tak peduli dengan ucapanku, ia tetap menciumku dengan hebatnya, dari bibir turun ke leherku, ahh Seketika itu pun aku merasakan rasa geli yang sulit untuk kulukiskan, tak terasa nafasku pun ikut memburu. Tanpa pikir panjang, ia pun mulai melucuti kausku dan dilempar entah kemana.
Tak terasa kami sudah saling bertukar liur cukup lama, ia pun melepaskan bra nya dan hanya menyisakan celana pendek nya saat itu. 1 kata yang dapat mewakilkannya : Waw
Oke, I think thats enough.. Aku yakin kalian bisa meneruskannya sendiri dan tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
Tak terasa, kami melakukannya malam itu. Ohh aku sungguh sangat merasa bersalah telah mengambil mahkotanya yang paling berharga, rem norma2 agama yang selama ini selalu kupegang tak bekerja, dan runtuh begitu saja malam itu. Terlebih, aku sangat takut menghamilinya saat itu karena entah sudah berapa cc cairanku yang masuk kedalam dirinya.
Terlihat pandangannya kosong setelah kami melakukannya, membuatku semakin merasa bersalah dibuatnya.
"Din.."
"Nan, please don't. I know what are you going to say"
"......."
"bukan salah loe yang jelas, gue yang udah mulai ini semua, tapi gue rela kalau loe yang ngambil virgin gue, karena loe cowo gue, someone thats really something to me"
"tapi itu bukan alesan buat gue ngelakuin ini sama loe Din"
"babe, do you love me?"
"now and ever Din"
"then love me more starting to night ok, don't you ever leave me Nan"
"never Din, you are my everything"
Aku pun mencium bibir mungilnya, dan dia membalasnya dengan mesra, dan mulai kembali melumat bibirku dengan kuat. Ya, yang tadinya lembut sekarang menjadi nafsu. Kami pun mengulangi dosa itu hingga berkali2 malam itu, hal yang seharusnya kami lakukan hanya jika sudah resmi sebagai pasangan yang sah dimata agama dan hukum.
khodzimzz dan 4 lainnya memberi reputasi
5