- Beranda
- Stories from the Heart
[TAMAT] Sang Penjaga Hati
...
TS
gembelsakti
[TAMAT] Sang Penjaga Hati
![[TAMAT] Sang Penjaga Hati](https://s.kaskus.id/images/2016/08/01/1000486_201608010238480397.jpg)
Thanks to quatzlcoatluntuk cover kerennya
Cinta
Satu kata tanpa bentuk dan arti yang nyata
Cinta yang membutakan setiap hati dan mata manusia
Cinta yang merubah jalan hidup ini
Cinta yang seperti borgol dan memenjarakan jiwa
Cinta juga yang memilih hati untuk bersemayam
Cinta tidak pernah salah dan dipersalahkan
Cinta....
Satu kata tanpa bentuk dan arti yang nyata
Cinta yang membutakan setiap hati dan mata manusia
Cinta yang merubah jalan hidup ini
Cinta yang seperti borgol dan memenjarakan jiwa
Cinta juga yang memilih hati untuk bersemayam
Cinta tidak pernah salah dan dipersalahkan
Cinta....
Entah apa sebenarnya apa itu cinta, terkadang membuat hati ini bahagia dan penuh semangat hidup terkadang pula membuat hati ini muak dan menangis, cerita ini hanya mengisahkan secuil arti cinta bagi seorang anak manusia yang sedang mencoba mencari apa arti Cinta itu sendiri...
Namaku Slamet, dan ini sepenggal kisah yang sampai sekarang masih aku kenang dan ingin membagikan kepada kalian semua...
Spoiler for INDEX:
PROLOG
Siang ini aku masih terjaga di dalam bangku bus antar kota yang akan mengantarku ke sebuah kota yang terkenal dengan Mendoan-nya, aku baru saja lulus SMP di kotaku sendiri dan mulai minggu depan aku harus bersekolah jauh dari kota asalku karena dorongan orang tua dan saudara yang sudah sukses yang sebelumnya bersekolah di situ, hampir 4 jam perjalanan ini memaksaku untuk merubah posisi duduk berkali kali...Pegel sikilku...Puanas bokongku...
Perjalanan ini berakhir setelah sang kernet berteriak...Terminal...Terminal...Habis...Habis....aku pun beranjak dari bangku bus ini, dan perlahan memasuki antrian penumpang untuk keluar melewati pintu belakang, aahhh...akhirnya sampai juga di kota ini, kota yang akan aku habiskan 3 tahun kedepan dan entah bagaimana nantinya saja...aku berjalan keluar dari terminal dengan menenteng tas sekolah yang penuh berisi baju dan travell bag pinjaman dari Pak Lik Mat, sesaat aku melihat ke arah bus dengan tulisan Santoso cukup besar di kaca depan...Matur suwun yo...
Dan kisah ini pun dimulai....
----------------------------------------------
Diubah oleh gembelsakti 18-11-2016 10:15
yusrillllll dan 20 lainnya memberi reputasi
19
547.4K
2.5K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
gembelsakti
#2234
Episode 91
Sinar lembut sang surya perlahan mulai menampakkan sengatan panasnya, desir sang bayu seakan berbisik bisik di daun telingaku menambah riuhnya suasana jakarta di pagi ini...hatiku juga hampir sama riuhnya di mana sampai saat ini aku hanya bisa membaca sms dari Adhis entah untuk kesekian kalinya tetapi sampai saat ini pula aku ndak sanggup untuk membalasnya...
"Met...masuk toll dalam kota atau lewat cawang aja ? " ucap Mas Joko mengagetkanku
"Masuk toll dalam kota aja mas...ntar ambil yang wiyoto wiyono, jangan yang arah semanggi..." jawabku sambil bersandar di kursi tengah
"Aku kan ndak apal jalan jakarta Met...wah parah malah aku yang di suruh nyetir..." jawab Mas Joko dengan wajah manyun
"Yo sekali kali Jok...mosok calon pengantin yang nyetir sendiri...kasihan lah hehehehehe..." ucap Bapak sambil tersenyum melihatku
"Kamu kok diem aja to Met...kenapa ? masih ragu ragu atau takut di tolak ? " tanya Simbok yang duduk di sebelahku
"Ndak papa Mbok...cuma grogi aja hehehehe..." jawabku sedikit berbohong
"Bismillah aja Met...insyallah lancar semua...aamiin..." ucap Simbok
"Aamiin..." jawabku singkat
Setelah hampir 30 menit lebih akhirnya kami sekeluarga sampai di depan rumahnya Sari yang ternyata sudah banyak yang menunggu kedatangan kami...beberapa wajah yang aku kenal dan ada juga belum pernah aku lihat pun ada di kursi depan...entah siapa tapi yang pasti mungkin masih keluarganya Sari...
"Assalamu'alaikum...." ucapku hampir bersamaan dengan Bapak dan Mas Joko
"Wa'alaikumsalam...silahkan masuk...sudah di tunggu di ruang tamu..." jawab Reza yang duduk di dekat gerbang
"Rame bener Za..." ucapku sambil bersalaman dengan Reza
"Iya Mas...maklum keluarga besar hehehe..." jawab Reza
"Pak, Mbok...ini Reza...adiknya Sari..." ucapku mengenalkan Reza kepada Bapak dan Simbok
"Owh ini Mas Reza ya...saya Bapaknya Slamet, dan ini Simbok dan Kakak kakak nya...." ucap Bapak sambil bersalaman
"Silahkan Pak, langsung masuk saja..." jawab Reza sambil mengantarkan kami masuk ke ruang tengah
"Iya, mari sekalian..." jawab Bapak sambil menyalami beberapa orang yang duduk tak jauh dari pintu masuk
"Ini semua masih keluarga semua, lumayan banyak..." ucap Reza menerangkan beberapa orang yang bersalaman tadi
Kami duduk lesehan di ruang tamu yang memang di setting lesehan dengan menggunakan permadani berwarna warni dan beberapa hiasan vas bunga di setiap ujung ruangan...
"Assalamu'alaikum...." Ucap Papahnya Sari yang datang dari dalam rumah yang di susul Mamahnya Sari di belakangnya
"Wa'alaikumsalam..." jawabku serempak dengan yang lain
"Perkenalkan saya orang tuanya Sari...." ucap Papahnya Sari
"Sama sama Pak...saya bapaknya Slamet, ini ibunya, dan ini kakak kakaknya..." jawab Bapak sambil mengenalkan keluarga dari jawa
"Bagaimana Pak perjalanan kemarin...lancar kan ya..." tanya Papahnya Sari sambil duduk di hadapan kami
"Alhamdulillah lancar Pak...cuma beberapa kali berhenti karena sopirnya istirahat saja hehehehe..." jawab Bapak
"Setir sendirian Nak Slamet ? " tanya Papahnya Sari
"Iya Om...lumayan capek hehehe..." jawabku sambil tersenyum
"Kan Nak Slamet udah biasa jadi supir pantura hehehehe..." ledek Papahnya Sari
"Hehehe iya sih Om..." jawabku
"Mau langsung di mulai saja acaranya ? " tanya Papahnya Sari
"Owh silahkan...lebih cepat lebih baik sepertinya...sudah grogi soalnya anak saya hehehe..." jawab Bapak sambil tersenyum
"Reza...panggilin Sari suruh kesini..." ucap Papahnya Sari kepada Reza
"Iya Pah, sebentar..." jawab Reza langsung berdiri dan berjalan ke arah dalam rumah
Tak lama kemudian Sari datang di temani Reza dari dalam rumahnya, Sari nampak cantik dengan setelan baju muslim berwarna coklat muda lengkap dengan hijabnya...pesona wajah cantiknya mengalihkan perhatian seluruh tamu yang ada di ruangan ini...terutama aku....
"Nah ini Sari anak saya..." ucap Papahnya Sari setelah Sari duduk di sebelahnya
"Udah ketemu kok Pah..." jawab Sari sambil tersenyum
"Hehehehe iya juga sih..." jawab Papahnya Sari
Sari melihatku dengan senyuman yang mengembang, tatapan matanya seakan berkata bahwa sudah saatnya kita membuka lembaran baru bersama sama dan membuang semua masa lalu kita Met....aku balas dengan senyuman yang paling manis yang aku bisa....
"Sari cantik ya Met...." bisik Mbak Tutik yang duduk di sebelahku
"Lha calon suaminya aja ganteng gini Mbak..." jawabku pelan
"Paijo....nyesel aku dengernya...." ucap Mbak Tutik sambil mencubit pelan lenganku
"Lah...tapi Sari emang cantik kan Mbak ?" tanyaku
"Iyo...ndak salah kamu cari calon istri...perbaikan keturunan namanya..." jawab Mbak Tutik
"Lah...cewek cantik gitu cocoknya ama yang ganteng kayak gini mbak...." jawabku sambil tersenyum
"Ganteng ? ...duh amit amit..." jawab Mbak Tutik sambil di ketok jidatnya pake tangan
Setelah beberapa menit sekedar obrolan ringan dan basa basi akhirnya Bapak mulai serius membicarakan tentang inti acara hari ini dan niatan kedatangan keluarga dari jawa ke jakarta
"Jadi begini Bapak Bapak dan Ibu Ibu sekalian...maksud kedatangan kami ini ke Jakarta, yang pertama adalah kami ingin silaturahmi dengan keluarga dari Nak Sari agar saling kenal dan bisa terus berkomunikasi layaknya saudara...." ucap Bapak
"Dan yang kedua adalah, saya sebagai wakil dari anak lelaki saya yang paling kecil sendiri...si bungsu di keluarga kecil ini yaitu Slamet untuk berniat untuk menyanyakan apakah Nak Sari sedang ada proses atau ada ikatan dengan pihak keluarga lain atau tidak...Apabila memang tidak ada keterikatan dengan orang lain , maka kami meminta untuk di beri kesempatan untuk menyambung silaturahmi lebih dekat lagi antara anak saya Slamet dengan Nak Sari " lanjut Bapak
"Baik Pak, Saya selaku Bapak dan Wakil dari anak saya Sari akan mencoba menjawab pertanyaan dari pihak keluarga Nak Slamet..." ucap Papahnya Sari
"Yang pertama kami ucapkan selamat datang di gubuk kami ini, dan saya haturkan banyak terima kasih sudah datang jauh jauh dari jawa untuk bersilaturahmi dengan keluarga kami..." lanjut Papahnya Sari
"Iya Pak..." jawab Bapak
"Untuk yang kedua, alhamdulillah anak saya Sari sampai saat ini belum dan tidak sedang menjalani ikatan dengan orang lain...bisa di katakan available jika ada pihak yang akan mengikatnya..." ucap Papahnya Sari
"Alhamdulillah kalo begitu..." jawab Bapak
"Setelah mendengar jawaban bahwa Nak Sari sedang tidak terikat maka kami dari pihak keluarga Slamet berniat untuk melamar Nak Sari untuk anak kami yang bernama Slamet...apakah niat baik kami ini di terima atau tidak ? mohon informasinya..." lanjut Bapak
"Alhamdulillah jika memang ada niat baik dari Nak Slamet dan keluarga terkait tentang lamaran kepada anak saya Sari...secara pribadi saya dan keluarga di sini sudah mengenal Nak Slamet beberapa waktu ini dan alhamdulillah kami sudah bisa di katakan cocok dan ikhlas jika memang anak kami akan di persunting dengan Nak Slamet...tetapi semua jawaban ini tergantung dari anak saya sendiri, karena prinsipnya kami sekeluarga tidak akan memaksakan kehendak dan keputusan ini...jadi segala keputusan iya atau tidaknya saya kembalikan ke anak saya Sari....gimana Sari ? " jawab Papahnya Sari
"Baik Pak...alhamdulillah jika memang dari pihak keluarga menerima niat baik kami untuk melamar Nak Sari...sekarang dari Nak Sari sendiri bagaimana ? karena seperti yang di jelaskan tadi bahwa segala keputusan ada di Nak Sari sendiri..." jawab Bapak
"Ehhm....bagaimana ya Pak jawabnya...sebenarnya....sebenarnya...saya....ehmmm....mau..." jawab Sari malu malu sambil menunduk
"Alhamdulillah..." jawabku dan beberapa orang hampir serempak
"Alhamdulillah...jika memang Nak Sari mau dan menerima lamaran kami maka sebagai tanda bahwa Nak Sari dan anak saya Slamet sudah terikat maka silahkan berdiri nak Sari...Met...sini..." jawab Bapak
"Iya Pak..." jawabku sambil mengeluarkan kotak perhiasan kecil berwarna merah yang berisi sepasang cincin berwarna putih
"Nah sekarang kamu pasangkan cincin itu ke jari manisnya Sari...dan Nak Sari tolong pasangkan cincin satunya ke jari manisnya Slamet...jangan lupa bismillah dulu..." ucap Bapak
"Bismillah..." ucapku sambil memasangkan cincin yang di belakangnya tergoreskan namaku di jari manisnya Sari
"Bismillah..." ucap Sari sambil memasangkan cincin yang juga bertuliskan nama Sari di jari manisku
"Alhamdulillah...jadi mulai hari ini sudah dikatakan sah bahwa sudah ada ikatan antara anak saya Slamet dan Nak Sari...untuk pembicaraan perihal kedepannya akan di bahas selanjutnya...oh iya silahkan jika mau foto foto dulu sebelum di tutup dengan doa bersama..." ucap Bapak sambil menjabat tangan Papahnya Sari
Setelah di tutup doa bersama oleh pihak keluarga Sari, acara dilanjut ramah tamah dan makan siang...sedangkan aku berdiri di ujung ruang tengah tak jauh dari Sari karena ada beberapa saudara dari pihak keluarga Sari yang datang menemui kami untuk bersalaman dan memberikan ucapan selamat kepadaku dan Sari
"Sari...kamu ndak nyesel kan tunangan sama aku ? " tanyaku lirih
"Ndak Met...justru aku bahagia sekali hari ini...akhirnya kita tinggal selangkah lagi ya Met..." jawab Sari
"Iya Alhamdulillah....mulai hari ini kita bersama sama persiapkan segala sesuatu untuk pernikahan kita ya Sari..." ucapku
"Iya Met...kita siapkan untuk hari bahagia kita..." jawab Sari
"Love you calon istriku....." ucapku sambil mencium kening Sari
"Love you too calon suamiku...." jawab Sari dengan senyuman manisnya
----------------------------------------------------------------------------
Dan ku bertanya
Maukah kau terima
Pinangan tanpa
Sisa cinta yang lain
Rona bahagia
Terpancar dari anggukan
Saat ku pasangkan....
Pasang cincin di jemari
Terimakasih kau terima
Pertunangan indah ini
Bahagia meski mungkin
Tak sebebas merpati
Sinar lembut sang surya perlahan mulai menampakkan sengatan panasnya, desir sang bayu seakan berbisik bisik di daun telingaku menambah riuhnya suasana jakarta di pagi ini...hatiku juga hampir sama riuhnya di mana sampai saat ini aku hanya bisa membaca sms dari Adhis entah untuk kesekian kalinya tetapi sampai saat ini pula aku ndak sanggup untuk membalasnya...
"Met...masuk toll dalam kota atau lewat cawang aja ? " ucap Mas Joko mengagetkanku
"Masuk toll dalam kota aja mas...ntar ambil yang wiyoto wiyono, jangan yang arah semanggi..." jawabku sambil bersandar di kursi tengah
"Aku kan ndak apal jalan jakarta Met...wah parah malah aku yang di suruh nyetir..." jawab Mas Joko dengan wajah manyun
"Yo sekali kali Jok...mosok calon pengantin yang nyetir sendiri...kasihan lah hehehehehe..." ucap Bapak sambil tersenyum melihatku
"Kamu kok diem aja to Met...kenapa ? masih ragu ragu atau takut di tolak ? " tanya Simbok yang duduk di sebelahku
"Ndak papa Mbok...cuma grogi aja hehehehe..." jawabku sedikit berbohong
"Bismillah aja Met...insyallah lancar semua...aamiin..." ucap Simbok
"Aamiin..." jawabku singkat
Setelah hampir 30 menit lebih akhirnya kami sekeluarga sampai di depan rumahnya Sari yang ternyata sudah banyak yang menunggu kedatangan kami...beberapa wajah yang aku kenal dan ada juga belum pernah aku lihat pun ada di kursi depan...entah siapa tapi yang pasti mungkin masih keluarganya Sari...
"Assalamu'alaikum...." ucapku hampir bersamaan dengan Bapak dan Mas Joko
"Wa'alaikumsalam...silahkan masuk...sudah di tunggu di ruang tamu..." jawab Reza yang duduk di dekat gerbang
"Rame bener Za..." ucapku sambil bersalaman dengan Reza
"Iya Mas...maklum keluarga besar hehehe..." jawab Reza
"Pak, Mbok...ini Reza...adiknya Sari..." ucapku mengenalkan Reza kepada Bapak dan Simbok
"Owh ini Mas Reza ya...saya Bapaknya Slamet, dan ini Simbok dan Kakak kakak nya...." ucap Bapak sambil bersalaman
"Silahkan Pak, langsung masuk saja..." jawab Reza sambil mengantarkan kami masuk ke ruang tengah
"Iya, mari sekalian..." jawab Bapak sambil menyalami beberapa orang yang duduk tak jauh dari pintu masuk
"Ini semua masih keluarga semua, lumayan banyak..." ucap Reza menerangkan beberapa orang yang bersalaman tadi
Kami duduk lesehan di ruang tamu yang memang di setting lesehan dengan menggunakan permadani berwarna warni dan beberapa hiasan vas bunga di setiap ujung ruangan...
"Assalamu'alaikum...." Ucap Papahnya Sari yang datang dari dalam rumah yang di susul Mamahnya Sari di belakangnya
"Wa'alaikumsalam..." jawabku serempak dengan yang lain
"Perkenalkan saya orang tuanya Sari...." ucap Papahnya Sari
"Sama sama Pak...saya bapaknya Slamet, ini ibunya, dan ini kakak kakaknya..." jawab Bapak sambil mengenalkan keluarga dari jawa
"Bagaimana Pak perjalanan kemarin...lancar kan ya..." tanya Papahnya Sari sambil duduk di hadapan kami
"Alhamdulillah lancar Pak...cuma beberapa kali berhenti karena sopirnya istirahat saja hehehehe..." jawab Bapak
"Setir sendirian Nak Slamet ? " tanya Papahnya Sari
"Iya Om...lumayan capek hehehe..." jawabku sambil tersenyum
"Kan Nak Slamet udah biasa jadi supir pantura hehehehe..." ledek Papahnya Sari
"Hehehe iya sih Om..." jawabku
"Mau langsung di mulai saja acaranya ? " tanya Papahnya Sari
"Owh silahkan...lebih cepat lebih baik sepertinya...sudah grogi soalnya anak saya hehehe..." jawab Bapak sambil tersenyum
"Reza...panggilin Sari suruh kesini..." ucap Papahnya Sari kepada Reza
"Iya Pah, sebentar..." jawab Reza langsung berdiri dan berjalan ke arah dalam rumah
Tak lama kemudian Sari datang di temani Reza dari dalam rumahnya, Sari nampak cantik dengan setelan baju muslim berwarna coklat muda lengkap dengan hijabnya...pesona wajah cantiknya mengalihkan perhatian seluruh tamu yang ada di ruangan ini...terutama aku....
"Nah ini Sari anak saya..." ucap Papahnya Sari setelah Sari duduk di sebelahnya
"Udah ketemu kok Pah..." jawab Sari sambil tersenyum
"Hehehehe iya juga sih..." jawab Papahnya Sari
Sari melihatku dengan senyuman yang mengembang, tatapan matanya seakan berkata bahwa sudah saatnya kita membuka lembaran baru bersama sama dan membuang semua masa lalu kita Met....aku balas dengan senyuman yang paling manis yang aku bisa....
"Sari cantik ya Met...." bisik Mbak Tutik yang duduk di sebelahku
"Lha calon suaminya aja ganteng gini Mbak..." jawabku pelan
"Paijo....nyesel aku dengernya...." ucap Mbak Tutik sambil mencubit pelan lenganku
"Lah...tapi Sari emang cantik kan Mbak ?" tanyaku
"Iyo...ndak salah kamu cari calon istri...perbaikan keturunan namanya..." jawab Mbak Tutik
"Lah...cewek cantik gitu cocoknya ama yang ganteng kayak gini mbak...." jawabku sambil tersenyum
"Ganteng ? ...duh amit amit..." jawab Mbak Tutik sambil di ketok jidatnya pake tangan
Setelah beberapa menit sekedar obrolan ringan dan basa basi akhirnya Bapak mulai serius membicarakan tentang inti acara hari ini dan niatan kedatangan keluarga dari jawa ke jakarta
"Jadi begini Bapak Bapak dan Ibu Ibu sekalian...maksud kedatangan kami ini ke Jakarta, yang pertama adalah kami ingin silaturahmi dengan keluarga dari Nak Sari agar saling kenal dan bisa terus berkomunikasi layaknya saudara...." ucap Bapak
"Dan yang kedua adalah, saya sebagai wakil dari anak lelaki saya yang paling kecil sendiri...si bungsu di keluarga kecil ini yaitu Slamet untuk berniat untuk menyanyakan apakah Nak Sari sedang ada proses atau ada ikatan dengan pihak keluarga lain atau tidak...Apabila memang tidak ada keterikatan dengan orang lain , maka kami meminta untuk di beri kesempatan untuk menyambung silaturahmi lebih dekat lagi antara anak saya Slamet dengan Nak Sari " lanjut Bapak
"Baik Pak, Saya selaku Bapak dan Wakil dari anak saya Sari akan mencoba menjawab pertanyaan dari pihak keluarga Nak Slamet..." ucap Papahnya Sari
"Yang pertama kami ucapkan selamat datang di gubuk kami ini, dan saya haturkan banyak terima kasih sudah datang jauh jauh dari jawa untuk bersilaturahmi dengan keluarga kami..." lanjut Papahnya Sari
"Iya Pak..." jawab Bapak
"Untuk yang kedua, alhamdulillah anak saya Sari sampai saat ini belum dan tidak sedang menjalani ikatan dengan orang lain...bisa di katakan available jika ada pihak yang akan mengikatnya..." ucap Papahnya Sari
"Alhamdulillah kalo begitu..." jawab Bapak
"Setelah mendengar jawaban bahwa Nak Sari sedang tidak terikat maka kami dari pihak keluarga Slamet berniat untuk melamar Nak Sari untuk anak kami yang bernama Slamet...apakah niat baik kami ini di terima atau tidak ? mohon informasinya..." lanjut Bapak
"Alhamdulillah jika memang ada niat baik dari Nak Slamet dan keluarga terkait tentang lamaran kepada anak saya Sari...secara pribadi saya dan keluarga di sini sudah mengenal Nak Slamet beberapa waktu ini dan alhamdulillah kami sudah bisa di katakan cocok dan ikhlas jika memang anak kami akan di persunting dengan Nak Slamet...tetapi semua jawaban ini tergantung dari anak saya sendiri, karena prinsipnya kami sekeluarga tidak akan memaksakan kehendak dan keputusan ini...jadi segala keputusan iya atau tidaknya saya kembalikan ke anak saya Sari....gimana Sari ? " jawab Papahnya Sari
"Baik Pak...alhamdulillah jika memang dari pihak keluarga menerima niat baik kami untuk melamar Nak Sari...sekarang dari Nak Sari sendiri bagaimana ? karena seperti yang di jelaskan tadi bahwa segala keputusan ada di Nak Sari sendiri..." jawab Bapak
"Ehhm....bagaimana ya Pak jawabnya...sebenarnya....sebenarnya...saya....ehmmm....mau..." jawab Sari malu malu sambil menunduk
"Alhamdulillah..." jawabku dan beberapa orang hampir serempak
"Alhamdulillah...jika memang Nak Sari mau dan menerima lamaran kami maka sebagai tanda bahwa Nak Sari dan anak saya Slamet sudah terikat maka silahkan berdiri nak Sari...Met...sini..." jawab Bapak
"Iya Pak..." jawabku sambil mengeluarkan kotak perhiasan kecil berwarna merah yang berisi sepasang cincin berwarna putih
"Nah sekarang kamu pasangkan cincin itu ke jari manisnya Sari...dan Nak Sari tolong pasangkan cincin satunya ke jari manisnya Slamet...jangan lupa bismillah dulu..." ucap Bapak
"Bismillah..." ucapku sambil memasangkan cincin yang di belakangnya tergoreskan namaku di jari manisnya Sari
"Bismillah..." ucap Sari sambil memasangkan cincin yang juga bertuliskan nama Sari di jari manisku
"Alhamdulillah...jadi mulai hari ini sudah dikatakan sah bahwa sudah ada ikatan antara anak saya Slamet dan Nak Sari...untuk pembicaraan perihal kedepannya akan di bahas selanjutnya...oh iya silahkan jika mau foto foto dulu sebelum di tutup dengan doa bersama..." ucap Bapak sambil menjabat tangan Papahnya Sari
Setelah di tutup doa bersama oleh pihak keluarga Sari, acara dilanjut ramah tamah dan makan siang...sedangkan aku berdiri di ujung ruang tengah tak jauh dari Sari karena ada beberapa saudara dari pihak keluarga Sari yang datang menemui kami untuk bersalaman dan memberikan ucapan selamat kepadaku dan Sari
"Sari...kamu ndak nyesel kan tunangan sama aku ? " tanyaku lirih
"Ndak Met...justru aku bahagia sekali hari ini...akhirnya kita tinggal selangkah lagi ya Met..." jawab Sari
"Iya Alhamdulillah....mulai hari ini kita bersama sama persiapkan segala sesuatu untuk pernikahan kita ya Sari..." ucapku
"Iya Met...kita siapkan untuk hari bahagia kita..." jawab Sari
"Love you calon istriku....." ucapku sambil mencium kening Sari
"Love you too calon suamiku...." jawab Sari dengan senyuman manisnya
----------------------------------------------------------------------------
Dan ku bertanya
Maukah kau terima
Pinangan tanpa
Sisa cinta yang lain
Rona bahagia
Terpancar dari anggukan
Saat ku pasangkan....
Pasang cincin di jemari
Terimakasih kau terima
Pertunangan indah ini
Bahagia meski mungkin
Tak sebebas merpati
jenggalasunyi dan 4 lainnya memberi reputasi
5