Quote:
PART 30
Seperti apa yang dikatakan Hilka, Clairine selalu mendahulukan akal sehat dan minim drama. Tapi tetap ia punya perasaan dan siapa juga yang tidak terguncang kalau menyaksikan sendiri ternyata teman baiknya masih ada rasa dengan pasangannya. Sebisa mungkin Clairine tetap berpikiran lurus dan mendengar penjelasan Hilka mengenai masa lalumya, sementara Bayu sudah menolak untuk bicara sepatah kata pun.
"Jadi kalian hampir punya anak?"
"Iya. Tapi aku.....gugurin kandungannya."
"Kenapa?"
"Aku belum siap."
Air mukanya tetap datar, tapi Hilla paham sekali kalau Clairine sedang gusar dan mungkin menahan tangis. Yang bisa dilakukan Hilka hanya memeluknya dan meminta maaf.
"Kenapa minta maaf, Ka? Aku bahkan belum kenal Bayu waktu kejadian itu. Itu kan masa lalu kalian, mau diapain lagi....."
"Ka.....bisa kemari......"
Clairine terlalu lemas untuk berdiri dan mencari tahu apa yang terjadi. Andai saja ia tahu. Karena setelah itu....ia tidak akan pernah melihat Hilka lagi.