Kaskus

Story

rajifggwpAvatar border
TS
rajifggwp
Cold Cold Ice Love
Cold Cold Ice Love

Intro :
Permisi Mimin, momod dan kaskuser sejagat raya, ane izin mau share cerita karena terinspirasi dari para sepuh2 sfth yang sering share ceritanya, jadi ane disini nubie yang ingin share cerita apa adanya, makasih


Spoiler for CCIL:



Spoiler for Index:
Diubah oleh rajifggwp 03-11-2016 11:53
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
60.2K
444
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.7KAnggota
Tampilkan semua post
rajifggwpAvatar border
TS
rajifggwp
#272
Part 19

Putih...

Semuanya putih sejauh mata gw memandang lalu sesaat kemudian di tengah hamparan putih itu muncullah seorang lelaki tua bersama seorang seumuran gw, mereka tampak sedang berlatih menirukan sebuah gerakan ilmu bela diri, sepertinya gw kenal latihan-latihan ini, setelah gw ingat-ingat ternyata gerakan-gerakan indah namun mematikan itu saat latihan bersama Kakek. Beberapa saat kemudian dunia putih itu menjadi gelap.

Pelan-pelan mata gw terbuka lalu memandang sekitar, gw berada di sebuah ruangan yang cukup luas dengan sofa panjang di samping pintu dan ada TV LCD terletak agak ke atas, gw mengangkat tangan kanan gw sebuah jarum infus tertancap di nadi gw, perban mengelilingi perut dan lutut kanan belakang, gw mengucapkan rasa syukur berkali-kali karena Tuhan masih sayang sama gw.

Gw berusaha mengingat apa yang terjadi sebelum pingsan, dan semua memori itu kembali terekam, oh iya, SILVI, terakhir kali gw ingat gw menaikkannya ke taksi lalu menyuruh sang supir mengantarnya ke alamat yang gw sebutkan. Kekhawatiran gw mereda, seengaknya gw amanah dengan pekerjaan ini sekaligus senang Silvi lolos dijadikan piala bergilir oleh baj*n2 biadab kalau ketemu lagi gw pengen nginjek2 muka mereka sampe hancuremoticon-Mad (S) tapi juga menyesal karena air haram telah merayap di seluruh tubuhnya.

CEKREEK...

Pintu ruangan itu terbuka masuklah seorang wanita yang sangat gw kenal, tunggu, gw pernah merasakan wangi parfumnya sesaat sebelum gw pingsan. Mungkin dia yang membawa gw ke sini saat gw sekarat waktu itu, gw memiliki hutang budi padanya.

Quote:

Setelah dokter tersebut keluar dia kembali ke dalam lalu duduk di samping kasur gue dan menatap gue dengan mata berkaca-kaca. Gw sempat bingung apa yang harus gw lakuin di saat begini,

Quote:

Lebih mulia, hmm enahlah, disatu sisi gw punya pekerjaan untuk selalu menjaga dan mengawasi Silvi dari ancaman yang membahayakan hidupnya di sisi lain gw juga sayang sama dia dan sudah sepantasnyalah gw harus melindungi orang yang gw sayang, sepaket dahemoticon-Big Grin.

Lisa datang dengan membawa sekotak sayur sup beserta nasinya, gw pun makan dengan lahap dengan disuapi, awalnya gue nolak karena tangan gw sehat keduanya tapi dia maksa buat nyuapin gw karena menurutnya orang sakit itu makannya harus disuapinemoticon-Hammer (S).

Quote:

Setelah itu hari-hari perawatan gw di rumah sakit berjalan lancar, gw bersyukur ada Lisa yang sering ngebantuin gw, entah dia sengaja lewat atau tidak. Setelah 3 hari di RS gw diperbolehkan pulang karena luka yang gw terima tidak terlalu parah. Awalnya dia ngajak pulang ke rumahnya agar dia leluasa memantau kondisi luka gw sampai sembuh namun gw tolak karena gak mau ngerepotin lebih jauh(biaya RS aja dia yang nanggungemoticon-Hammer (S)). Akhirnya gw diantar ke kosan, dia berjanji akan sering mampir buat ngecek kondisi gw.

Beberapa hari kemudian kondisi gw berangsur normal, luka diperut dan kaki hampir pulih, waktu liburan tersisa beberapa hari lagi. Pagi ini gw memutuskan untuk joging keliling kompleks sambil cuci mata liat mbak-mbak sport di pagi hariemoticon-Genit . Setelah selesai joging gw sarapan dan berencana ke rumah Silvi untuk melapor kondisi gw ke papanya.

Gw sampai ke rumah mewah itu pukul 10 pagi lalu bergerak perlahan menuju depan gerbang rumahnya yang tinggi. Gw pencet bel sekali, tak ada respon, gw pencet lagi juga tak ada lalu saat ingin memencet datanglah sebuah mobil hitam dan berhenti tepat di depan gw.

Dari dalam mobil keluarlah papanya Silvi bos gw, lalu dari pintu sampingnya keluarlah dia, ya dia orang mati-matian gw jaga sekaligus sumber pendapatan gw,

Silvi ngeliat gw di depan rumahnya ....





0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.