Kaskus

Story

rajifggwpAvatar border
TS
rajifggwp
Cold Cold Ice Love
Cold Cold Ice Love

Intro :
Permisi Mimin, momod dan kaskuser sejagat raya, ane izin mau share cerita karena terinspirasi dari para sepuh2 sfth yang sering share ceritanya, jadi ane disini nubie yang ingin share cerita apa adanya, makasih


Spoiler for CCIL:



Spoiler for Index:
Diubah oleh rajifggwp 03-11-2016 11:53
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
60.2K
444
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
rajifggwpAvatar border
TS
rajifggwp
#224
Part 18
Gw merutuki kecerobohan yang telah gw perbuat, andai saja gw berada di TKP bersama mereka insiden ini takkan pernah terjadi, walaupun kondisi Adrian babak belur yang paling gw khawatirkan adalah kondisinya Silvi yang pipinya tergores 1cm. Segera gw laporkan peristiwa ini kepada papanya Silvi serta kondisinya yang sekarang tapi gw meyakinkan papanya bahwa Silvi baik-baik saja, gw bilang ada di sana pas kejadianemoticon-Peace (cari aman ceritanyaemoticon-Big Grin) dan bos gw pun memakluminya karena nyawa Silvi tidak terancam(yess). Intinya gini Silvi mati gw matiemoticon-Takut (S)

Situasi mulai tenang dan gerombolan di UKS bubar satu persatu karena Adrian sudah dilarikan ke RS untuk perawatan lebih lanjut Silvi juga ikut menemani Adrian. Sebelumnya gw meminta teman gw yang biasa menjadi mata ketiga gw a.k.a mata-mata(aseek) supaya jangan pulang terlebih dahulu gw ingin tahu detil peristiwa ini darinya. Gw menuyuruhnya menunggu di kantin,

Quote:

Gw pun beranjak dari kantin dan pulang ke kosan, saat gw berjalan di pinggir jalan depan sekolah tiba-tiba dari belakang ada yang menampar kepala gw lumayan keras sehingga membuat gw limbung ke kiri, gw meringis sambil memegangi kepala gw dan melihat ke arah pemukul tadi, di sana Reza tertawa keras melihat gw diatas motor Ninja dibonceng oleh seorang lelaki berjaket hitam dan memakai helm fullface. Emosi gw sempat naik namun bisa gw tahan karena mereka sudah jauh.

Insiden hari ini atas pertimbangan Papanya Silvi tidak gw perpanjang karena itu tidak membahayakan Silvi karena kerjaan gw cuma menjaga Silvi saja selain itu gw cuek. Setelah kejadian itu hari-hari selanjutnya biasa saja gw meningkatkan kewaspadaan gw supaya tidak lengah lagi terlebih si cewek tomboy gila semakin sering mengganggu gw. Adrian kembali sekolah lusa harinya dengan 3 jahitan di kepala, wajahnya sudah mulai membaik. Para pengeroyok sudah dilaporkan ke BP dan diberi sanksi tegas.

Tibalah di hari pertama ujian semester 1, gw berdoa agar seminggu ke depan diberi kemudahan dalam mengerjakan soal ujian. Ruang ujian pesertanya dicampur antar kelas X dan XI, setelah sibuk mencari akhirnya gw mendapati ruang ujian gw di ujung dekat tangga ke lantai 2. Posisi tempat duduk gw paling belakang, posisi yang strategis, menit-menit sebelum ujian dimulai gw manfaatkan buka-buka buku pelajaran, tak lama duduklah seorang cewek di samping gw karena ruang ini dicampur berarti dia kakak kelas.

Quote:

Ujian hari pertama dimulai, ujian hari ini gw merasa yakin materinya sudah gw kuasai walaupun ada beberapa soal yang dibantu Lisa, kayaknya nih anak pinter kekhawatiran gw pun berkurangemoticon-Big Grin. Waktu sesudah ujian hari ini gw habiskan dengan mengikuti Silvi dan Adrian yang semakin nempel kayak prangkoemoticon-Big Grin setelah insiden heroik Adrian di mata Silvi(ceileh). Seharian mereka habiskan keliling Mall, setelah selesai nonton mereka pergi ke sebuah restoran fastfood, gw cari posisi di kedai kopi Startrek dari sini gw bisa mengawasi mereka dengan leluasa, gw memesan satu cappucino sambil memegang buku menu buat menutupi wajah gw.

Quote:

Daripada terus dikepoin mending gw cari posisi lain yang jauh dari Lisa dan teman-temannya, setelah makan Adrian mengantarkan Silvi pulang. Selesailah kerjaan gw hari ini, malamnya gw habiskan waktu buat belajar dan Neli seperti biasa membajak kamar gw semena-mena dengan tumpukan bukunya, gw juga memintanya mengajarkan materi-materi yang kurang gw mengerti, simbiosis mutualismeemoticon-Big Grin.

Keesokannya gw bertemu Lisa di kelas, dia tampak cengar-cengir gak jelas melihat gw, setelah duduk dia mulai ngecengin gw soal semalam, gw meminta supaya merahasiakan hal itu dia setuju asalkan ditraktir makan dan minum di kedai kopi semalam. Hari-hari ujian berikutnya berlalu hingga hari terakhir ujian selesai gw merasa lega tak ada kesulitan yang berarti karena gw dibantu Lisa Kakak kelas yang baik. Gw berjanji menraktirnya hari Minggu nanti.

Terdengar ribut-ribut di kelas sebelah, karena penasaran gw mendatangi kelas sebelah dari jendela gw bisa lihat sebuah pemandangan yang menyayat hati gw, terlihat di depan kelas Adrian menyatakan cinta sambil berlutut menyerahkan sebuket mawar merah ke Silvi yang berdiri di depannya, gw berharap Silvi menolak pemberiannya tapi kenyataannya semakin menyakitkan, Silvi menerima bunga itu yang berarti menerima menerima cinta Adrian dan sekarang mereka resmi berpacaranemoticon-Frown.

Sebuah tangan halus tampak menarik tangan gw keluar dari kerumunan yang heboh itu, Lisa menarik tangan gw menjauh sembari memandang gw dengan sedih, gw melepas tangannya dan mengatakan kalau gw baik-baik saja. Gw langsung pulang hari itu, sesampainya di kos gw langsung menutup pintu dan berbaring lesu menatap langit-langit, tak lama gw hilang ke alam mimpi.

Kriiiing.....Kriiiing....

HP gw berbunyi membangunkan gw dari alam mimpi, gw lihat nama di layar Hp "Bos". Gw langsung menerima panggilan tersebut,

Quote:


Gw pun segera bersiap-siap lalu bergegas menuju rumah Silvi memakai motor pinjaman bos, sesampainya di sana gw menuju pos ronda di dekatnya, pos ini kalau malam tampak gelap tak ada penerangan sehingga cocok buat bersembunyi. Gw lihat motor Ninja Adrian terparkir rapi di depan rumah Silvi, sesaat kemudian mereka berdua keluar lalu Silvi duduk di belakang memeluk Adrian dengan mesra, ada sedikit kecemburuan tapi gw berusaha ikhlas supaya pekerjaan gw tidak terganggu.

Perjalanan pertama mereka diawali dengan makan malam romantis di sebuah kafe setelah itu dilanjutkan menonton film romantis setelah itu jalan-jalan romantis di alun-alun, sementara gw terus di belakang dengan mata tak lepas dari mereka.

Sejam kemudian mereka beranjak dan pergi, gw terus membuntuti mereka menuju pinggiran kota, gw terus ikuti, ikuti, dan ikut dan berhentilah mereka di sebuah klub malam, musiknya yang keras terdengar sampai luar. Silvi tampak ragu-ragu ketika diajak masuk, dia tampak menolaknya tetapi Adrian terus membujuknya hingga Silvi luluh lalu mereka masuk, gw pun ikut masuk ke sana.

Di dalam gw sempat kewalahan mencari keberadaan Silvi karena ramainya manusia di dalam sini, di tengahnya ramai orang yang sedang berdugem ria. Mata-mata genit mulai menggoda gw, banyak cewek yang tiba-tiba SKSD sama gw di siniemoticon-Big Grin tapi gw cuekin gw terus mencari Silvi, setelah beberapa lama mencari akhirnya gw menemukan Silvi duduk di samping Adrian di sofa VIP bagian pojok. Di sana beberapa teman Adrian duduk berbaris sambil minum yang memabukkan, gw hitung ada tujuh orang temannya. Silvi ditawari untuk ikut minum tapi dia tampak menolaknya tetapi terus dipaksa dan dibujuk Adrian dan teman-temannya, Adrian tak menyerah dia terus memaksa Silvi agar meminumnya, Silvi tampak tak kuasa menahan tangan Adrian sehingga masuklah minuman itu ke mulutnya, Silvi terus dicekoki minuman yang kadar alkoholnya lumayan tinggi hingga Silvi mabuk mulai hilang kesadarannya tapi terus diberi minuman, sampai akhirnya Silvi jackpot tapi Adrian dan teman-temannya malah tertawa. Mata gw panas melihatnya dan tangan gw terus mengepal keras.

Kondisinya yang sudah setengah sadarkan diri membuat Adrian membopong Silvi keluar dari sana, setelah di luar mereka menuju parkiran dan memasukkan Silvi ke sebuah mobil hitam. Lalu mobil tersebut tancap gas diikut satu mobil dan Adrian mengikuti dengan motor ninjanya. Firasat gw mulai gak enak.

Gw mengikuti rombongan itu menuju ke sebuah rumah yang sepi, setibanya di sana mereka membopong keluar Silvi yang sudah tak sadarkan diri dan masuk ke dalam rumah tersebut, setelah semuanya masuk mereka menguncinya. Sadar Silvi dalam bahaya gw langsung berlari menuju pintu rumah tersebut. Dengan sekuat tenaga gw mendobrak pintu rumah itu. BRAAAAK....

Setelah pintu terbuka semua mata melihat ke gw, di sana di atas soga terlihat Silvi sedang ditindih dengan pakaian yang masih lengkap.

Quote:

Dua orang maju hendak meninju gw tapi bisa gw hindari dengan mudah lalu gw jatuhin dan memelintir pergelangan kaki mereka, sisanya berdiri yang masing-masing memegang pisau lipat di tangannya, gw berusaha tetap tenang, satu persatu serangan datang gw fokus agar mereka pingsan dalam sekali serangan, ada yang gw benturkan ke dinding, serangan mereka berhasil gw hindari saat ada titik celah gw manfaatkan untuk menyerang.

Satu persatu tumbang tinggallah Adrian dengan raut cemas, gw maju perlahan ke arahnya dengan tatapan membunuh, baru maju dua langkah CUUT... lutut belakang gw terasa nyeri lalu gw melihat ke bawah tampak seorang menancapkan pisaunya di lutut gw. Gw menjerit lalu menginjak kepala si penancap berulang-ulang sampai hidungnya patah, lalu CESS....

Perut belakang gw terasa nyeri sekali, sesaat kemudian darah mengalir dari sana, gw berbalik memegang kerah bajunya Adrian lalu meninjunya berulang-ulang lau menerjang perutnya sampai ia terhempas ke atas meja kaca dan menghancurkan meja kaca tersebut. Tampak ketujuh temannya sudah tak berdaya, gw mencabut pisau yang tertancap di perut samping gw, lalu menuju ke arah Silvi yang mengigau sambil terpincang saat membopongnya keluar Silvi seperti menyadari kebaradaan gw.

Quote:
ia tersenyum lalu terlelap

Sesampainya di pinggir jalan raya gw menstop taksi dan meminta sang supir mengantar Silvi yang masih mengigau ke alamat rumahnya, setelah membayar biayanya taksi tersebut berlalu, gw berusaha kembali ke kos melalui jalan tikus yang sepi, luka di kaki dan perut gw semakin perih, darahnya terus mengalir pandangan gw semakin sayu. Di sebuah pinggir jalan yang sepi gw berhenti karena tak sanggup lagi.

Gw berbaring sambil menatap langit malam yang dipenuhi bintang-bintang, sambil menutup mata gw menggumam

Quote:


Dengan kesadaran yang hampir hilang gw merasakan deru mesin mobil mendekati gw dan lampu mobilnya menyilaukan mata, keluarlah seseorang lalu mendekati gw dengan menahan isak tangis, dengan mata yang sudah tak sanggup lagi dibuka gw merasakan

Quote:


Sesaat kemudian semuanya gelap.....












Diubah oleh rajifggwp 26-10-2016 22:59
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.