- Beranda
- Stories from the Heart
[FANTASY] Darkness by storyteller Q
...
TS
esteller2
[FANTASY] Darkness by storyteller Q
Darkness
Asswrwb.
agan agan sekalian yang saya hormati. ane akan membagikan cerita yang sebenarnya telah ane pikirkan dari dulu yang sekarang ane coba share kepada agan sekalian. Tolong dimaafkan jika ada kesalahan atau kurang menarik karena ini pertama kalinya ane buat cerita kaya begini. Karena ini pengalaman pertama ane, tolong diberi kritik dan saran agar ane bisa berkembang menjadi penulis ceriita yang lebih baik.
Intro Song
Spoiler for Prologue:
Dunia di masa depan sangatlah berbeda dengan dunia di masa lalu, sejak manusia melakukan kontak pertama dengan mahluk luar angkasa. mahluk luar angkasa ternyata sangat berbeda dari yang diimajinasikan manusia, ternyata di luar sana terdapat banyak planet seperti bumi dan kebanyakan planet dihuni oleh spesies yang sangat beragam, namun kebanyakan dari mereka sangatlah mirip dengan manusia terlepas dari beberapa perbedaan seperti anggota tubuh tambahan seperti ekor,tanduk atau duri di tubuh mereka. Para mahluk luar angkasa membawa perubahan besar bagi manusia, mereka memperkenalkan teknologi yang membuat manusia dapat menjelajahi luar angkasa, tapi yang paling penting adalah mereka memperkenalkan manusia pada "zai", "skill", dan "magic" .
zai adalah tenaga dalam yang tersimpan dalam diri semua mahluk. zai dapat dimanfaatkan untuk banyak hal seperti menguatkan badan, meningkatkan kemampuan otot dan lain lain yang memungkinkan orang untuk melakukan hal luar biasa seperti mengangkat benda yang sangat berat dan menjadi kebal peluru, semua orang dapat menggunakan zai tetapi dibutuhkan kerja keras agar seseorang dapat mengontrol zai yang tersimpan dalam dirinya sendiri. zai seperti stamina orang biasa jika digunakan akan berkurang dan jika tidak digunakan akan pulih kembali. magic adalah partikel yang memenuhi ruang yang jika digunakan dapat menghasilkan efek sihir seperti menyemburkan api, memanggil hewan dari jarak jauh dan lain lain. Tidak seperti zai ,tidak semua orang dapat menggunakan magic hanya orang orang yang bertalenta dan sangat pintarlah yang dapat memanfaatkan magic. Magic juga tidak akan habis habis, tapi menggunakan magic menguras stamina orang yang menggunakannya. kemudian ada skill yaitu kemampuan unik yang dimiliki orang orang tertentu dari saat mereka lahir, orang yang memiliki skill sangatlah sedikit hanya sekitar 1 dari 1 milyar orang, menggunakan skill akan menghabiskan zai seseorang, skill adalah kemampuan yang sangat kuat dan setiap orang memiliki skill yang berbeda-beda.
Manusia sekarang tergabung dalam solar federation yaitu negara federal yang merupakan gabungan dari koloni planet- planet di tata surya matahari, solar federation sendiri adalah bagian dari kerajaan Dacuria yang menguasai galaksi Bima Sakti, kerajaan Dacuria dipimpin oleh raja Gid Dacuria, dan spesies utama dari kerajaan ini adalah spesies Dacurian, spesies mirip manusia tetapi memiliki ekor seperti ekor setan.
zai adalah tenaga dalam yang tersimpan dalam diri semua mahluk. zai dapat dimanfaatkan untuk banyak hal seperti menguatkan badan, meningkatkan kemampuan otot dan lain lain yang memungkinkan orang untuk melakukan hal luar biasa seperti mengangkat benda yang sangat berat dan menjadi kebal peluru, semua orang dapat menggunakan zai tetapi dibutuhkan kerja keras agar seseorang dapat mengontrol zai yang tersimpan dalam dirinya sendiri. zai seperti stamina orang biasa jika digunakan akan berkurang dan jika tidak digunakan akan pulih kembali. magic adalah partikel yang memenuhi ruang yang jika digunakan dapat menghasilkan efek sihir seperti menyemburkan api, memanggil hewan dari jarak jauh dan lain lain. Tidak seperti zai ,tidak semua orang dapat menggunakan magic hanya orang orang yang bertalenta dan sangat pintarlah yang dapat memanfaatkan magic. Magic juga tidak akan habis habis, tapi menggunakan magic menguras stamina orang yang menggunakannya. kemudian ada skill yaitu kemampuan unik yang dimiliki orang orang tertentu dari saat mereka lahir, orang yang memiliki skill sangatlah sedikit hanya sekitar 1 dari 1 milyar orang, menggunakan skill akan menghabiskan zai seseorang, skill adalah kemampuan yang sangat kuat dan setiap orang memiliki skill yang berbeda-beda.
Manusia sekarang tergabung dalam solar federation yaitu negara federal yang merupakan gabungan dari koloni planet- planet di tata surya matahari, solar federation sendiri adalah bagian dari kerajaan Dacuria yang menguasai galaksi Bima Sakti, kerajaan Dacuria dipimpin oleh raja Gid Dacuria, dan spesies utama dari kerajaan ini adalah spesies Dacurian, spesies mirip manusia tetapi memiliki ekor seperti ekor setan.
Spoiler for INDEX:
BAB I :
BAB I
BAB II : The Challange
BAB II part 1
BAB II part 2
BAB III : The Chosen 10
BAB III part 1
BAB III part 2
BAB IV : Supernatural Club
BAB IV part 1
BAB IV part 2
BAB V : Mid-Tem
BAB V part 1
BAB V part 2
BAB V part 3
BAB VI : Ghost of Classroom
BAB VI part 1
BAB VI part 2
BAB VII: Missing
BAB VII part 1
BAB VII part 2
BAB VIII: Demon and Human
BAB VIII part 1
BAB VIII part 2
BAB IX: Training
BAB IX part 1
BAB IX part 2
BAB IX part 3
BAB X: A New Day
BAB X part 1
BAB X part 2
BAB XI: Dread Wood
BAB XI part 1
BAB XI part 2
BAB XI part 3
BAB XII: Nero Caesar
BAB XII part 1
BAB XII part 2
BAB XII part 3
BAB XII part 4
BAB XIII: Axiom Tournament
BAB XIII part 1
BAB XIII part 2
BAB XIII part 3
BAB XIV: End of The Year
BAB XIV part 1
BAB XIV part 2
BAB XIV part 3
BAB XV: Life and Death
BAB XV part 1
BAB XV part 2
BAB XV part 3
BAB XVI: New Semester
BAB XVI part 1
BAB XVI part 2
BAB XVI part 3
BAB XVII: Howl of Terror
BAB XVII part 1
BAB XVII part 2
BAB XVII part 3
BAB XVII part 4
BAB XVIII: Proof of Power
BAB XVIII Part 1
BAB XVIII part 2
BAB XVIII part 3
BAB XVIII part 4
BAB XIX: King of the Beach
BAB XIX part 1
BAB XIX part 2
Selamat Menikmati
Diubah oleh esteller2 15-01-2017 14:26
0
33.9K
Kutip
269
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
esteller2
#185
Spoiler for BAB XVII part 1:
Howl of Terror Part 1
Sebuah mekanisme mulai berjalan. Gear berputar menggerakan Gear yang lain dan menmbuat suara yang mengerikan. Beberapa pintu mulai terbuka pelan-pelan akibat perputaranya. Semakin lama semakin lebar pintu terbuka. Dan tidak lama kemudian semua pintu terbuka tanpa ada yang menyadari.Ketu dan yang lain masih tersibukan dengan temuan mereka. Perhatian mereka terlalu teralihkan sehingga tidak mendengar suara mekanisme yang bergerak di dinding-dinding disekitar mereka.
"Tapi dia sudah bekerja di balik layar selama ini. Kenapa sekarang ia harus menunjukan dirinya, belum lagi menyamar menjadi mahasiswa." Tanya Ketu.
"Itu dia yang aku masih belum bisa fahami. " Jawab Ana.
"Tunggu! Kalian dengar itu?" Tanya Mike.
"Suara apa?" Balas Ketu bertanya. Semuanya terdiam, mereka baru sadar akan bunyi itu.
"Hati-hati, mungkin itu suara perangkap yang akan bekerja." Jawab Ana.
Semua orang menjadi fokus lagi, suasana mereka sangat tegang karena tidak tau perangkap apa yang aktif. Ketu memperhatikan lantai, ia pikir mungkin ini jebakan lantai jatuh seperti di film-film. Ketu tiba-tiba merasakan sesuatu jatuh di kepalanya. Air? Ketu kemudian memegang kepalanya dan saat ia melihat tanganya... darah. Dengan refleks ia melihat ke atas, dan tepat di atasnya sebuah mahluk sedang menempel di langit-langit dengan kepala menghadap ke bawah dan mulut bertaring yang terbuka lebar. Mahluk itu tau Ketu sudah menyadari keberadaanya dan langsung menjatuhkan diri ke atas Ketu. Ketu dengan mudah menghindar. Saat monster itu berdiri terlihat pemandangan yang mengerikan. Sebuah mahluk dengan tinggi lebih dari 2 meter, terlihat seperti gabungan dari kelelawar dan manusia, giginya bertaring tajam dan terlihat berdarah, dari punggungnya keluar sepasang sayap, dan kepalanya adalah kepala kelelawar. Monster itu teriak mengeluarkan suara frekuensi tinggi yang menyakitkan telinga.
"Vampir!" Kata Ketu sambil menutup kepalanya. Ia tau monster itu adalah vampir dari buku yang ia baca dari perpustakaan Ana.
Semuanya langsung bersiaga. Mike langsung mengeluarkan kedua pedangnya dan bersiap-siap menyerang vampir tadi, tanpa ia sadari ada sebuah tangan yang memegang pundaknya. Saat ia sadar, itu sudah terlambat, badanya dibanting oleh pemilik tangan tadi. Saat Mike mebuka matanya terlihat seekor Werewolf berdiri di dekatnya. Badanya besar dan penuh bulu, tubuhnya seperti serigala tetapi berdiri dengan 2 kaki seperti manusia. Werewolf itu menyerang lagi, kali ini Mike sudah bersiap-siap dan dapat menahan seranganya dengan pedangnya, tapi tenaga Werewolf itu luar biasa. Irene dengan sekuat tenaga memukul Werewolf itu hingga terpental dan menabrak tembok. Werewolf itu bangkit lagi tanpa ada luka yang berarti.
Vampir tadi menerjang Ketu dengan kecepatan luar biasa. Ketu berhasil melindungi dirinya dengan Zai tapi tidak sempat untuk menghindar. Cakar-cakar tajam vampir itu menyakar kulit Ketu hingga berdarah. Guh, kalau aku tidak menggunakan Zai, cakar itu pasti sudah mencabik-cabiku.pikir pikir Ketu. Ketu membalasnya dengan pukulan ke muka vampir itu. Lea dan Ana bergegas untuk membantu Ketu, tapi seperti Mike tadi mereka diserang oleh monster lain. Kali ini yang menyerangnya adalah seekor Lamia, monster berbadan manusia tapi pinggang kebawahnya adalah ular. Lamia itu menyerang dengan panah yang dibawanya dan juga menyerang dengan tubuh ularnya yang kuat.
Sementara itu Kurumi sedang diserang oleh sebuah fire elemental. Sebuah mahluk yang seluruh tubuhnya terbuat dari api. Elemental itu menyemburkan api yang besar pada Kurumi, tapi semua seranganya terpental akibat magic shield Kurumi, sebuah bola Magic yang mengelilingi penggunanya yang menahan semua serangan masuk tapi membiarkan serangan keluar.
"Lightning 5: Lighting Bolt." Kata Kurumi.
Seketika itu juga dari tangan Kurumi keluar tombak petir yang langsung dilemparkanya ke elemental tersebut. Serangan tersebut berhasil melukai elemental tersebut walau hanya sedikit, sebagian petirnya hanya menembus tubuh api elemental tersbut. Ini gawat, Fire Elemental lemah terhadap Water Magic dan Earth Magic, tapi aku tidak bisa keduanya. Pikir Kurumi. Elemental itu menyerang Kurumi lagi, kali ini bukan dengan semburan api besar tapi dengan bola-bola api kecil tapi dalam jumlah yang banyak. Kurumi dibombardir tanpa henti. Lama kelamaan Magic Shield Kurumi mulai retak dan tidak lama kemudian runtuh. Setelah Magic Shield Kurumi runtuh, Elemental tadi menyerangnya lagi dengan semburan besar. Tidak sempat untuk menghindar atau mengeluarkan Magic Shield lagi, ia membalasnya dengan serangan petirnya. Serangan mereka berdua terlihat seimbang. Di tengah peraduan serangan mereka berdua, Kurumi mempersiapkan sihir secara sembunyi sembunyi. Saat sihirnya sudah siap Kurumi melepaskan serangan petirnya dan memulai serangan baru.
"THUNDER STRUCK!"
Kilat muncul dari atas Elemental tersebut dan menyambarnya. Elemental itu mengeluarkan suara tanda kesakitan tapi sekali lagi serangan Kurumi tidak efektif. Tidak memberikan kesempatan elemental itu untuk menyerang balik, Kurumi mengeluarkan semacam pecut dari listrik dan menggunakanya untuk menyerang Elementa itu. Saat tangan kananya memegang pecut listrik, tangan kirinya menggambar simbol di udara yang mengeluarkan bola-bola listrik untuk menyerang elemental tadi. Setelah beberapa lama menyerang Eleemtal tersebut tanpa henti, Kurumi mulai kelelahan juga dan mulai memperlambat seranganya. Mengambil kesempatan ini, Elemental tadi mulai mendekati Kurumi dan mulai menyerang lagi. Elemental itu sudah lumayan lemah akibat terluka serangan Kurumi, tapi masih dapat enyerang balik. Elemental itu dengan cepat mendekati Kurumi dan melemparkan badanya ke arah Kurumi dengan harapan akan melukai Kurumi dengan tubuhnya yang terbuat dari api. Saat menyentuh Elemental itu Kurumi langsung berteriak kesakitan.... sebentar. Kurumi sudah tau saat Fire Elemental sudah hampir kalah mereka akan mendekati musuhnya dan berharap akan melukainya dengan apinya, kadang-kadang mereka bahkan mencoba untuk meledakan diri. Ia sudah bersiap-siap, Kurumi memegang kepala Fire elemental itu dengan kedua tanganya dan mengeluarkan Aliran listrik yang luar biasa besar. Elemental itu mengeluarkan suara kesakitan, dan tidak lama kemudian tubuhnya lenyap.
"Itu lebih sulit dari yang aku kira." Kata Kurumi.
Menyentuh tubuh Elemental tadi memang menyakitkan, tapi ia sudah bersiap-siap hingga tidak terluka.
"Aku harus membantu yang lain." Kata Kurumi.
Sementara itu Ana dan Lea sedang menghadapi Seekor Lamia. Gerakan Lamia tersebut yang gesit membuatnya dapat menghindari serangan Ana dan Lea. Tapi serangan panahnya yang lemah dapat mudah ditangkis oleh Lea dan oleh Magic Ana. Ana mulai membaca mantra . Dari sekeliling tubuhnya muncul bola-bola magic berwarna merah terang yang langsung berterbangan ke arah Lamia itu. Lamia itu dengan mudah menghindar. Dari arah belakang Lea melompat untuk menyerang kepala Lamia tersebut, dan dengan mudahnya lamia tadi menghindari serangan Lea. Saat Lea masih di udara Lamia tadi mengayunkan ekor ularnya yang besar pada Lea. Lea terpental jauh hingga menabrak beberapa alat di lab, tapi saat ia bangun ia tidak terluka sama sekali.
"Kau tidak apa-apa Lea?" Tanya Ana.
"Aku tidak apa-apa kok. Kau tau kan serangan seperti itu bahkan tidak akan membuatku lecet." Jawab Lea.
"Ya, tetap saja aku khawatir."Balas Ana. "Kita tidak akan bisa mengenanya kalau begini."
"Kalian ssssstttt bicara seenaknya. Aku masih disini sssstttt."Kata Lamia tersebut.
"Lea, kau bisa mengalihkan perhatianya sebentar?" Tanya Ana.
"Siap!" Jawab Lea senang. Ana mulai berlari menjauh, Lamia tersebut langsung terburu-buru mengejar Ana dan berusaha menyerangnya.
"Sttt kau pikir kau bisa kabur dariku ssssttt."
Saat lamia tersebut hampir mengenai Ana ia menyadari ada bayangan aneh di atasnya. Saat Lamia itu melihat ke atas ia terkejut dan langsung menarik badanya. Sebuah mesin dari besi yang ukuranya sebesar lamia itu jatuh dari langit. Lamia itu langsung berpaling ke arah Lea, terlihat Lea yang melempar mesin tersebut.
"Jangan pikir kau bisa mengejar Ana dalam pengawasanku." Kata Lea sambil tersenyum.
Lamia itu menjadi geram. Ia menatap wajah Lea yang ceria dengan muka marah dan taring yang ditonjolkan. Ia ingin menerjang ke arah Lea. Tiba-tiba ada cahaya merah dari punggungnya. Ia langsung memutar badanya dan melihat Ana dengan puluhan bola cahaya merah di sekitarnya. Ia langsung kembali fokus untuk menghindar. Seluruh perhatianya tersita untuk menghindari serangan Ana sehingga dia tidak menyadari Lea yang sudah memeluk ekornya dengan erat. Saat ia tersadar dengan keberadaan Lea, itu sudah terlambat. Lea membanting tubuhnya dengan mudah. Lamia itu tidak percaya tubuhnya dengan berat lebih dari 1 ton bisa dibanting semudah itu. Kepalanya terbentur dengan keras hingga hampir pingsan. Saat ia mulai sadar kembali tubuhnya tidak bisa bergerak, rantai rantai magic berwarna merah mengikatnya ke lantai.
"Masalah kita selesai disini. Tinggal menunggu yang lain." Kata Ana.
Disaat yang bersamaan saat Ana dan Lea sedang bertarung dengan Lamia, di sisi lain ruangan Mike dan Irene sedang melawan werewolf. Werewolf itu cepat, kuat dan lincah, tapi tidak sebanding dengan kecepatan dan kelincahan Mike, dan kekuatanya tidak sebanding dengan Irene. Dengan mudah Mike memojokan werewolf itu. Dengan kedua pedangnya Mike dengan mudah menyaingi serangan werewolf tersebut. Setiap kali werewolf itu menyerang Mike menangkis atau menghindarinya dan membalas dengan 2 kali tebasan. Jika orang awam melihat pertarungan antara werewolf itu dan Mike, orang orang pasti akan menyangka mereka hampir seimbang karena Mike hampir selalu terkena serangan Werewolf saat menghindar. Tapi sebenarnya situasinya sangat berkebalikan, Mike sudah tau betul kecepatan dan jarak serang werewolf itu sehingga ia tidak perlu menghindar berlebihan. Saking unggulnya Mike dalam pertarungan itu, Irene memutuskan untuk tidak membantu. Satu satunya alasan kenapa Mike belum mengalahkan werewolf itu adalah karena kemampuan regenerasi werewolf yang sangat cepat. Semua serangan mike yang tidak terlalu dalam dapat sembuh dalam hitungan detik, dan tebasan yang dalam pun akan sembuh dalam hitungan menit. Satu-satunya cara untuk betul-betul melukai Werewolf adalah dengan merusak organ dalamnya. Tapi mike tidak memiliki niat untuk benar benar melukai Werwolf itu. Mike memojokan Werwolf itu kedinding, memancing seranganya dan membalasnya. Kali ini ia tidak membalasnya dengan tebasana melainkan tusukan. Ia menusuk tangan Werewolf itu hingga menancap di tembok. Pertama ia menusuk tangan yang kanan kemudian yang kiri. Setelah Werewolf itu tertancapdi tembok Mike mulai menjauh agar tidak terkena tendangan Werewolf yang sudah mulai putus asa. Mike menggunakan magic agar werewolf itu tidak bisa mencabut pedang itu dari tanganya.
Disisi lain ruangan, di dekat pintu masuk Ketu masih melawan Vampir itu. Vampir itu sangat cepat hingga Ketu kewalahan. Tapi Zai Ketu juga sangat kuat hingga Vampir itu juga kewalahan. Dari 10 serangan Ketu hanya 1 yang dapat mengenai musuhnya, sisanya dapat dihindari, dan Vampir itu membutuhkan 10 kali serangan sebelum bisa melukai Ketu. Mereka berdua sudah cukup terluka tetapi masih berniat bertarung.
"Sepertinya aku terpaksa harus menggunakan itu." Kata Ketu. Ketu melepaskan kuda-kudanya.
Melihat kesempatan itu Vampir tadi dengan cepat menyerang Ketu. Ketu sudah bersiap dengan itu, dan memang memancing serangan Vampir itu dengan menurunkan kuda-kudanya. Saat Vampir itu sudah ada di depanya Ketu mengangkat tanganya ke depan. Dengan skillnya, Vampir tadi terdorong hingga menabrak dinding gua, tapi vampir itu tidak terluka. Dan Ketu memang tidak berniat untuk melukai Vampir itu dengan skillnya tadi, ia hanya berniat untuk membuat jarak antara mereka. Saat vampir itu sudah jauh, Ketu memfokuskan semua Zainya pada tangan dan mulai memukul-mukul lantai hingga retak. Vampir tadi terlihat kebingungan, tapi ia tidak peduli, Ia berlari ke arah Ketu dengan sekuat tenaga. Kemudian Vampir itu menyerang Ketu dengan sekuat tenaga menggunakan cakarnya. Ketu menahan serangan dengan mengangkat lenganya. Dengan serangan sekuat tenaganya vampir itu berharap ia dapat melukai Ketu. Namun, bukan kehangatan darah yang ia rasakan di tanganya, tapi dinginya batu. Vampir itu terkejut, mengambil kesempatan ini Ketu langsung memukulnya tepat di kepalanya. Vampir yang terkejut itu tidak memiliki waktu untuk bereaksi. Ketu berdiri, batu-batu, kerikil, dan debu mulai berterbangan dan menempel pada badannya membuat sebuah lapisan dari batu seperti baju zirah. Melihat armornya Vampir itu langsung menjauh, tapi Ketu menggunakan skillnya untuk menarik Vampir tadi. Vampir yang tidak menyangka akan ditarik seperti itu tidak memiliki persiapan apa-apa dan langsung melayang ke arah Ketu. Saat Vampir itu melayang ke arahnya Ketu sudah bersiap dan langsung memukulnya dengan tangan batu yang sudah dilapisi Zai. Vampir itu mengeluarkan banyak darah dan terjatuh. Ketu langsung memegang Vampir itu, satu tangan di dagunya dan satu lagi di keningnya. Krak! Dengan satu gerakan yang cepat leher vampir itu patah. Vampir itu langsung ambruk tak bernyawa. Ketu mengecek tubuh vampir itu.
"Hmmm.... aneh, vampir ini tidak ada di buku Ana. Wujudnya lebih mirip hewan daripada manusia,Ia hanya bisa mengeluarkan suara frekuensi tinggi dan tidak bisa bicara seperti manusia.... menandakan ia vampir tingkat rendah. Tapi ia mampu untuk memikirkan kapan harus menyerang dan kapan harus mundur, pikiranya cukup pintar untuk tidak hanya bergerak karena insting. " Kata Ketu saat mengecek tubuh vampir tadi.
"Ketu! Kau tidak apa-apa?" Tanya Lea cemas sambil berlari ke arahnya.
"Ah iya aku tidak apa-apa." Jaawb Ketu sambil tersenyum. "Bisa bantu aku membawa tubuh ini?"
Kemudian Ketu dan Lea membawanya ke tempat Ana.
"Kalian semua tidak apa-apa?" Tanya Ana khawatir.
"Tidak usah khawatir." Jawab Ketu. Irene hanya mengangguk.
"Aku tidak terluka kok Ana." Jawab Mike.
"Ahhh, kau peduli padaku Ana?" Tanya Kurumi bermain-main.
"Syukurlah." Balas Ana sambil menghembuskan nafas lega. "Sepertinya monster-monster tadi adalah penjaga lab ini. Bagaimana monster yang kalian lawan?"
"Vampir yang aku lawan sudah mati, kalau aku biarkan hidup juga dia tidak mampu untuk bicara bahasa manusia." Jawab Ketu.
"Elemental yang aku lawan juga sudah mati." Jawab Kurumi.
"Kalau Werewolf yang kami lawan tadi masih menempel pada dinding disana, aku membuatnya agar dia tidak bisa kabur." Kata Mike sambil menunjuk pada salah satu dinding. Kemudian ia mendekat lamia yang tergeletak di dekat situ. "Ini monster yang kau lawan?"
Mike kemudian membelakangi Lamia tersebut. Prang! Suara sesuatu pecah. Mike langsung membalikan badanya, lamia tadi berhasil mematahkan magic Ana yang mengikatnya. Dengan seketika Lamia itu melilit Mike dan Mengigit lehernya dengan taringnya yang panjang.
" Tampan, enak saja kau bilang aku monster. Sttt."
Mike langsung berteriak kesakitan. Semua orang terkejut dan langsung memanggil Mike. Untungnya Lamia itu tidak berniat untuk menghabisinya. Lamia itu melepas Mike dan langsung menerjang ke arah Ana. Lamia itu berharap Ana masih terkejut dengan apa yang baru terjadi. Namun saat ia melihat mata Ana, ia salah besar. Mata Ana menjadi sangat serius dan dipenuhi keinginan membunuh. Mata Ana bersinar merah terang. Lamia itu langsung merasakan perasaan yang aneh, ia takut, putus asa, menyesal, semuanya bercampur aduk menjadi satu. Waktu menjadi terasa amat lambat bagi Lamia itu. Disaat itu ia tau hanya satu yang menunggunya... kematian.
Tubuh lamia itu meledak menjadi kumpulan darah. Darah bertebaran ke seluruh ruangan, mengenai dinding, alat-alat, dan orang-orang, tapi Ana sendiri tidak terkena darah satu tetes pun. Bahkan tidak ada satu tetes darah pun yang mengenai daerah sekitarnya, yang berwarna merah di tubuh Ana hanyalah rambutnya yang seperti tertiup angin dan matanya yang masih menyala. Seketika itu juga yang tersisa dari lamia tadi hanyalah darahnya yang berserakan, tidak ada apapun yang tersisa bahkan sehelai rambut pun tidak ada.
Saat Ketu masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat, yang lain sudah mengerumuni Mike . Dari semua orang hanya dia yang terkejut dengan apa yang Ana lakukan tadi.
"Mike kau tidak apa-apa?" Tanya Ana.
"Aku... tidak apa-apa. Taringnya memang panjang tapi tidak besar, yang aku khawatirkan sekarang adalah racunya yang ia masukan lewat taringnya." Jawab Mike sambil terengah-engah.
"Bertahanlah Mike." Kata Lea.
"Lea, Kurumi! Bantu aku membawa Mike ke gedung klub! Irene dan Ketu, tahan Werewolf itu, pastikan ia tidak kabur!" Perintah Ana.
"Siap!" Jawab semuanya serentak.
Kali ini chapternya penuh aksi bertarung, tolong diberi kritik dan saran soalnya ane belum terbiasa mendeskripsikan adegan pertarungan

Diubah oleh esteller2 17-10-2016 19:06
0
Kutip
Balas