- Beranda
- Stories from the Heart
[TAMAT] Sang Penjaga Hati
...
TS
gembelsakti
[TAMAT] Sang Penjaga Hati
![[TAMAT] Sang Penjaga Hati](https://s.kaskus.id/images/2016/08/01/1000486_201608010238480397.jpg)
Thanks to quatzlcoatluntuk cover kerennya
Cinta
Satu kata tanpa bentuk dan arti yang nyata
Cinta yang membutakan setiap hati dan mata manusia
Cinta yang merubah jalan hidup ini
Cinta yang seperti borgol dan memenjarakan jiwa
Cinta juga yang memilih hati untuk bersemayam
Cinta tidak pernah salah dan dipersalahkan
Cinta....
Satu kata tanpa bentuk dan arti yang nyata
Cinta yang membutakan setiap hati dan mata manusia
Cinta yang merubah jalan hidup ini
Cinta yang seperti borgol dan memenjarakan jiwa
Cinta juga yang memilih hati untuk bersemayam
Cinta tidak pernah salah dan dipersalahkan
Cinta....
Entah apa sebenarnya apa itu cinta, terkadang membuat hati ini bahagia dan penuh semangat hidup terkadang pula membuat hati ini muak dan menangis, cerita ini hanya mengisahkan secuil arti cinta bagi seorang anak manusia yang sedang mencoba mencari apa arti Cinta itu sendiri...
Namaku Slamet, dan ini sepenggal kisah yang sampai sekarang masih aku kenang dan ingin membagikan kepada kalian semua...
Spoiler for INDEX:
PROLOG
Siang ini aku masih terjaga di dalam bangku bus antar kota yang akan mengantarku ke sebuah kota yang terkenal dengan Mendoan-nya, aku baru saja lulus SMP di kotaku sendiri dan mulai minggu depan aku harus bersekolah jauh dari kota asalku karena dorongan orang tua dan saudara yang sudah sukses yang sebelumnya bersekolah di situ, hampir 4 jam perjalanan ini memaksaku untuk merubah posisi duduk berkali kali...Pegel sikilku...Puanas bokongku...
Perjalanan ini berakhir setelah sang kernet berteriak...Terminal...Terminal...Habis...Habis....aku pun beranjak dari bangku bus ini, dan perlahan memasuki antrian penumpang untuk keluar melewati pintu belakang, aahhh...akhirnya sampai juga di kota ini, kota yang akan aku habiskan 3 tahun kedepan dan entah bagaimana nantinya saja...aku berjalan keluar dari terminal dengan menenteng tas sekolah yang penuh berisi baju dan travell bag pinjaman dari Pak Lik Mat, sesaat aku melihat ke arah bus dengan tulisan Santoso cukup besar di kaca depan...Matur suwun yo...
Dan kisah ini pun dimulai....
----------------------------------------------
Diubah oleh gembelsakti 18-11-2016 10:15
yusrillllll dan 20 lainnya memberi reputasi
19
547.4K
2.5K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
gembelsakti
#2160
Episode 89
Allahu Akbar...Allahu Akbar...Allahu Akbar....La ilaha illallah wallahu Akbar....Allahu Akbar walillaahilhamdu.... gema takbir terdengar di sepanjang jalan menuju kampung ku...setelah menempuh perjalanan hampir 17 jam akhirnya sampai juga di rumah masa kecilku ini...aku parkirkan mobil kantor ini di depan rumah simbok, dan segera aku memasuki rumah yang selalu membawa kenangan masa kecilku ini...
"Assalamu'alaikum...Mbok...Pak...." ucapku sambil membuka pintu dapur
"Wa'alaikumsalam....eh anak lanang udah sampe...piye le ? sehat to ? " jawab simbokku yang sedang sibuk memarut daging kelapa untuk santan
"Alhamdulillah Mbok...Bapak mana ? " tanyaku setelah menyalami dan menciup pipi simbok
"Bapak kan di masjid...bentar lagi juga pulang...kamu sendirian Met ? " tanya simbok sambil membuatkan teh manis hangat untukku
"Ndak Mbok...tadi ada temen sekolah STM yang barengan...cuma ada yang turun di brebes sama purworejo..." jawabku
"Owalah...ya Alhamdulillah klo ada temennya, jadi bisa gantian nyetir nya..." jawab simbok sambil menaruh segelas teh panas yang masih mengepul
"Iya Mbok....oh iya udah masak apa aja mbok buat besok ? " tanyaku sambil membuka tudung saji di datas meja dapur
"Simbok bikin sambel goreng ampela ati buat kamu, tongseng kambing buat bapak sama ini mau bikin opor buat kakakmu..." jawab simbok sambil memeras santan untuk opor
"Wah simbok emang mantep...slamet emang pengen sambel goreng ampela ati...Krupuk kulitnya Slamet buka ya Mbok...." ucapku sambil mengambil piring untuk mencicipi
"Buka aja Met...wong buat kriuk kriuk kok itu rambak sapi nya...oh iya Sari gimana kabarnya Met ? " tanya simbok
"Alhamdulillah Sari baik Mbok...makin cantik malah...." jawabku sambil tersenyum
"Simbok tuh terkadang suka pengen ketawa lho Met..." ucap simbok sambil meringis
"Lah kenapa Mbok ? " tanyaku sambil mengunyah krupuk kulit sapi
"Sari kok mau sama kamu ya Met...padahal kan kamu ndak ganteng, item kayak anak kampung yang ndak keurus..." ucap Simbok
"Lha itu dia mbok yang aku ndak tau alasannya...rejeki kali mbok...hehehehe..." jawabku sambil meneguk teh panas buatan simbok
"Lha terus rencanamu gimana ? " tanya Simbok
"Ya kalo bisa sih abis lebaran ini kita ke jakarta Mbok...biar simbok sama bapak ketemu sama orang tuanya Sari..." ucapku lirih
"Yo wis, nanti klo bapakmu pulang kita ngomong lagi...dah sana mandi dulu...trus sekalian telpon Mas Joko udah nyampe mana kok ndak sampe sampe udah jam segini..." jawab simbok
"Iya Mbok....Mbak Tutik pulang kan Mbok ? " jawabku sambil menaruh piring bekas ke tempat piring kotor
"Pulang tapi abis sholat ied...katanya mau lebaran di klaten dulu...." jawab simbok sambil memasak opor kesukaan mas joko
Selesai mandi aku segera menuju dapur untuk makan malam bersama dengan simbok dan bapak sambil menunggu Mas Joko yang masih dalam perjalanan dari semarang
"Met....duduk sini..." ucap Bapak sambil menepuk sisi sebelah kanannya
"Nggih Pak..." jawabku sambil duduk bersila di atas tikar pandan
"Kata simbok kamu mau bawa simbok sama bapak ke jakarta ? " tanya Bapak
"Nggih Pak...rencana Slamet mau melamar Sari Pak..." jawabku lirih
"Ya bagus itu....klo kamu udah memang niat serius mau berumah tangga...trus mau kapan ? " tanya Bapak ?
"Rencana abis lebaran ini Pak....Slamet nurut aja klo bapak ada masukan lain..." jawabku
"Lha Bapak sama simbok sih bisa kapan aja...gini aja Met...kamu tanya Sari dulu, kira kira di sana bisanya kapan ? klo udah ada tanggalnya kita ngikutin sana..." ucap Bapak pelan
"Nggih Pak...abis ini Slamet telpon Sari..." jawabku
"Yo wis kita makan dulu aja...mumpung masih anget masakan simbok...." jawab Bapak sambil mengambil nasi ke dalam piring
"Iyo Met...udah simbok angetin tongsengnya..." ucap simbok yang datang dari dapur sambil membawa tongseng kambing kesukaan bapak
Selesai makan aku berjalan menuju samping rumahku dimana biasanya aku duduk melihat hamparan sawah dan lalu lalang petani yang bercocok tanam dan memelihara ternaknya...aku ambil ponselku dan aku cari nama sari di daftar kontakku...
"Assalamu'alaikum....udah nyampe rumah Met ? " jawab Sari setelah menerima panggilan ini
"Wa'alaikumsalam...udah Sari, maaf baru kasih kabar...hp nya low batt tadi..." jawabku
"Ga papa Met...yang penting kamu sehat dan selamat sampai situ...seneng ya bisa pulang kampung hehehehe..." ucap Sari
"Kan kamu tiap hari pulang kampung..hehehehehe..." jawabku
"Hehehehe makanya ga seru lagi....oh iya rame ga di situ Met ? " jawab Sari
"Ya di bilang rame ya gini gini aja dari dulu....namanya lebaran ya pada pulang kampung yang kerja di luar kota..." jawabku
"Mas Joko sama Mbak Tutik pulang juga Met ? " tanya Sari
"Mas Joko pulang malam ini, Mbak tutik besok setelah sholat Ied...soalnya mau lebaran di rumah mertuanya dulu..." jawabku
"Owh gitu...ntar klo kamu nikah sama aku ganti gantian dong lebarannya..." ucap Sari
"Ya iya...tahun ini di sini tahun depan di sana...secara jauh kan jaraknya..." jawabku
"Oh iya, tadi aku udah tanya bapak sama simbok...tentang lamaran, enaknya aku kapan ke sananya ? " tanyaku
"Hmm....aku sih ngikut aja Met...tapi mendingan H+5 aja gimana ? soalnya biasanya kan masih banyak tamu di sini kalo masih awal awal... " ucap Sari
"Iya sih...klo gitu ntar H+4 pagi aku berangkat..." jawabku
"Iya Met...kamu sama siapa aja ? " tanya Sari
"Ya paling keluarga inti aja....lagian nanti baliknya kan naek kereta..." jawabku
"Owh iya ya...ya udah kalo gitu...ntar aku bilang sama Papah sama Mamah biar di siap siapin di sini..." ucap Sari
"Ndak usah rame rame lho ya..." ucapku
"Iya Met...paling keluarga di sini aja..." jawab Sari
"Sari...." ucapku
"Iya Met ? " jawab Sari
"I love you...." jawabku lirih
"Hahahahaha kirain apaan Met....love you too...." jawab Sari
"Hehehehe..." hanya tawa yang keluar dari mulutku
"Udah dulu ya Met...aku mau bantuin Mamah bikin sayur godog ama opor...." ucap Sari
"Iya Sari...salam buat semuanya ya..." jawabku
"Insyaallah Met...Assalamu'alaikum..." ucap Sari
"Wa'laikumsalam..." jawabku beberapa saat sebelum panggilan ini berakhir
Tak lama setelah aku diam terduduk sendirian menikmati gemerlap kota kecil ini sebuah mobil sedan berhenti tak jauh dari tempatku duduk...terlihat seorang anak kecil berlarian ke arahku setelah turun dari mobil...
"Om Met...." teriaknya
"Eh Mbak Rafa....udah gede aja...." tanyaku kepada Rafa keponakanku
"Om Met lagi ngapain ? " tanya Rafa
"Om Met abis telpon...Papah kamu mana ? " tanyaku
"Papah lagi bawa adek ke dalam...bobo soalnya...." jawab Rafa
"Ya udah yuk masuk...dingin di sini..." ajakku kepada Rafa
Aku masuk ke ruangan tengah di mana ada mas Joko kakak tertuaku yang sedang duduk sambil mengambil kue kering dari toples yang sudah tertata rapi untuk tamu besok pagi...
"Mas...kok lama nyampenya ? katanya tadi udah di Bawen ? " tanyaku
"Iyo...isi bensin sekalian...antri..." jawabnya sambil mengunyah kue kering
"Oh iya Mas...besok H+4 bisa kan ikut ke jakarta ? " tanyaku
"Sik sik...jadi mau lamaran Met ? " tanya Mas Joko terkejut
"Lha iyo jadi to Mas....bisa ndak ? " jawabku
"Bisa lah....tapi anak anak di sini aja kan ? " tanya Mas Joko
"Ya kalo Mas Joko mau nyetir sendiri pulangnya ya di ajak aja..." jawabku
"Wah capek lah...naek kreta aja...Tutik ikut ? " jawab Mas Joko
"Belum tau Mas...besok kalo pulang aku tanya lagi..." jawabku
"Yo wis...aku tak nemenin Rafa bobo dulu ya..." ucap Mas Joko
"Bilang aja Bapake Rafa yang ngantuk...hahahaha..." jawabku
"Iyo hehehehehe..." jawab Mas Joko sambil masuk ke dalam kamarnya di samping kanan ruang tengah
Aku berjalan menuju dapur di mana simbok masih sibuk berkutat dengan masakan yang akan di sajikan besok setelah sholat Ied...tradisi di sini setiap tamu harus makan hasil masakan tuan rumah meski sedikit...ndak tau kenapa alasannya tapi mungkin salah satu cara menghormati yang sudah susah payah dan capek memasak kayak simbokku ini...
"Mbok...." ucapku sambil duduk di kursi bambu
"Piye Le ? " tanya Simbok yang masih mengaduk aduk masakannya
"Barusan aku udah telpon Sari...katanya H+5 aja acaranya...jadi H+4 pagi jalan ke sananya...biar bisa istirahat dulu..." terangku
"Yoh...trus simbok suruh bawa apa aja ? " tanya Simbok
"Bawa oleh oleh secukupnya aja Mbok...kan acaranya sederhana aja kok..." jawabku
"Okey...besok cari aja di pusat oleh oleh...apa yang Sari suka ya di bawain..." ucap Simbok
"Mas Joko udah bilang bisa, tinggal Mbak Tutik..." ucapku
"Tutik bisa...udah ngomong kok klo mau lamaran mau ikut sekalian jalan jalan ke jakarta...." ucap Simbok
"Owh gitu...alhamdulillah klo rame..." jawabku
"Buat kamu apa sih yang ndak Met...anak paling bontot...anak paling jelek....tapi alhamdulillah udah mau laku sama orang jakarta....hehehehe..." ucap Simbok mengusap keningku
"Hahahaha simbok bisa aja....tapi emang ya Mbok...aku jelek sendiri...item sendiri..." ucapku
"Lha kamu dari kecil maen ke sawah, ladang, mandi di sungai mulu ya item...mas sama mbak mu kan ndak...jadi mereka ndak item kayak kamu..." jawab Simbok
"Hahahahaha iya sih mbok...nyesel aku ndak nurut sama simbok dulu..." jawabku
"Yo wis ndak udah nyesel toh udah laku dan mau nikah to...dapet orang kota lagi..." ucap Simbok yang kembali mengaduk masakannya
"Hehehe iya Mbok..." jawabku tersenyum sambil membayangkan aku dan Sari berdiri berdua di atas pelaminan
------------------------------------------------------------------------------------------
Apakah kau tak pernah tahu
betapa indahnya dirimu
biarkan rambut yang tergerai
jatuh dalam pelukanku
kucium hatimu damai
tatap matamu harapan
saat kita erat berpelukan
oooh indahnya berkata
oooh ... menikahlah denganku
oooh ... bahagialah selamanya
Allahu Akbar...Allahu Akbar...Allahu Akbar....La ilaha illallah wallahu Akbar....Allahu Akbar walillaahilhamdu.... gema takbir terdengar di sepanjang jalan menuju kampung ku...setelah menempuh perjalanan hampir 17 jam akhirnya sampai juga di rumah masa kecilku ini...aku parkirkan mobil kantor ini di depan rumah simbok, dan segera aku memasuki rumah yang selalu membawa kenangan masa kecilku ini...
"Assalamu'alaikum...Mbok...Pak...." ucapku sambil membuka pintu dapur
"Wa'alaikumsalam....eh anak lanang udah sampe...piye le ? sehat to ? " jawab simbokku yang sedang sibuk memarut daging kelapa untuk santan
"Alhamdulillah Mbok...Bapak mana ? " tanyaku setelah menyalami dan menciup pipi simbok
"Bapak kan di masjid...bentar lagi juga pulang...kamu sendirian Met ? " tanya simbok sambil membuatkan teh manis hangat untukku
"Ndak Mbok...tadi ada temen sekolah STM yang barengan...cuma ada yang turun di brebes sama purworejo..." jawabku
"Owalah...ya Alhamdulillah klo ada temennya, jadi bisa gantian nyetir nya..." jawab simbok sambil menaruh segelas teh panas yang masih mengepul
"Iya Mbok....oh iya udah masak apa aja mbok buat besok ? " tanyaku sambil membuka tudung saji di datas meja dapur
"Simbok bikin sambel goreng ampela ati buat kamu, tongseng kambing buat bapak sama ini mau bikin opor buat kakakmu..." jawab simbok sambil memeras santan untuk opor
"Wah simbok emang mantep...slamet emang pengen sambel goreng ampela ati...Krupuk kulitnya Slamet buka ya Mbok...." ucapku sambil mengambil piring untuk mencicipi
"Buka aja Met...wong buat kriuk kriuk kok itu rambak sapi nya...oh iya Sari gimana kabarnya Met ? " tanya simbok
"Alhamdulillah Sari baik Mbok...makin cantik malah...." jawabku sambil tersenyum
"Simbok tuh terkadang suka pengen ketawa lho Met..." ucap simbok sambil meringis
"Lah kenapa Mbok ? " tanyaku sambil mengunyah krupuk kulit sapi
"Sari kok mau sama kamu ya Met...padahal kan kamu ndak ganteng, item kayak anak kampung yang ndak keurus..." ucap Simbok
"Lha itu dia mbok yang aku ndak tau alasannya...rejeki kali mbok...hehehehe..." jawabku sambil meneguk teh panas buatan simbok
"Lha terus rencanamu gimana ? " tanya Simbok
"Ya kalo bisa sih abis lebaran ini kita ke jakarta Mbok...biar simbok sama bapak ketemu sama orang tuanya Sari..." ucapku lirih
"Yo wis, nanti klo bapakmu pulang kita ngomong lagi...dah sana mandi dulu...trus sekalian telpon Mas Joko udah nyampe mana kok ndak sampe sampe udah jam segini..." jawab simbok
"Iya Mbok....Mbak Tutik pulang kan Mbok ? " jawabku sambil menaruh piring bekas ke tempat piring kotor
"Pulang tapi abis sholat ied...katanya mau lebaran di klaten dulu...." jawab simbok sambil memasak opor kesukaan mas joko
Selesai mandi aku segera menuju dapur untuk makan malam bersama dengan simbok dan bapak sambil menunggu Mas Joko yang masih dalam perjalanan dari semarang
"Met....duduk sini..." ucap Bapak sambil menepuk sisi sebelah kanannya
"Nggih Pak..." jawabku sambil duduk bersila di atas tikar pandan
"Kata simbok kamu mau bawa simbok sama bapak ke jakarta ? " tanya Bapak
"Nggih Pak...rencana Slamet mau melamar Sari Pak..." jawabku lirih
"Ya bagus itu....klo kamu udah memang niat serius mau berumah tangga...trus mau kapan ? " tanya Bapak ?
"Rencana abis lebaran ini Pak....Slamet nurut aja klo bapak ada masukan lain..." jawabku
"Lha Bapak sama simbok sih bisa kapan aja...gini aja Met...kamu tanya Sari dulu, kira kira di sana bisanya kapan ? klo udah ada tanggalnya kita ngikutin sana..." ucap Bapak pelan
"Nggih Pak...abis ini Slamet telpon Sari..." jawabku
"Yo wis kita makan dulu aja...mumpung masih anget masakan simbok...." jawab Bapak sambil mengambil nasi ke dalam piring
"Iyo Met...udah simbok angetin tongsengnya..." ucap simbok yang datang dari dapur sambil membawa tongseng kambing kesukaan bapak
Selesai makan aku berjalan menuju samping rumahku dimana biasanya aku duduk melihat hamparan sawah dan lalu lalang petani yang bercocok tanam dan memelihara ternaknya...aku ambil ponselku dan aku cari nama sari di daftar kontakku...
"Assalamu'alaikum....udah nyampe rumah Met ? " jawab Sari setelah menerima panggilan ini
"Wa'alaikumsalam...udah Sari, maaf baru kasih kabar...hp nya low batt tadi..." jawabku
"Ga papa Met...yang penting kamu sehat dan selamat sampai situ...seneng ya bisa pulang kampung hehehehe..." ucap Sari
"Kan kamu tiap hari pulang kampung..hehehehehe..." jawabku
"Hehehehe makanya ga seru lagi....oh iya rame ga di situ Met ? " jawab Sari
"Ya di bilang rame ya gini gini aja dari dulu....namanya lebaran ya pada pulang kampung yang kerja di luar kota..." jawabku
"Mas Joko sama Mbak Tutik pulang juga Met ? " tanya Sari
"Mas Joko pulang malam ini, Mbak tutik besok setelah sholat Ied...soalnya mau lebaran di rumah mertuanya dulu..." jawabku
"Owh gitu...ntar klo kamu nikah sama aku ganti gantian dong lebarannya..." ucap Sari
"Ya iya...tahun ini di sini tahun depan di sana...secara jauh kan jaraknya..." jawabku
"Oh iya, tadi aku udah tanya bapak sama simbok...tentang lamaran, enaknya aku kapan ke sananya ? " tanyaku
"Hmm....aku sih ngikut aja Met...tapi mendingan H+5 aja gimana ? soalnya biasanya kan masih banyak tamu di sini kalo masih awal awal... " ucap Sari
"Iya sih...klo gitu ntar H+4 pagi aku berangkat..." jawabku
"Iya Met...kamu sama siapa aja ? " tanya Sari
"Ya paling keluarga inti aja....lagian nanti baliknya kan naek kereta..." jawabku
"Owh iya ya...ya udah kalo gitu...ntar aku bilang sama Papah sama Mamah biar di siap siapin di sini..." ucap Sari
"Ndak usah rame rame lho ya..." ucapku
"Iya Met...paling keluarga di sini aja..." jawab Sari
"Sari...." ucapku
"Iya Met ? " jawab Sari
"I love you...." jawabku lirih
"Hahahahaha kirain apaan Met....love you too...." jawab Sari
"Hehehehe..." hanya tawa yang keluar dari mulutku
"Udah dulu ya Met...aku mau bantuin Mamah bikin sayur godog ama opor...." ucap Sari
"Iya Sari...salam buat semuanya ya..." jawabku
"Insyaallah Met...Assalamu'alaikum..." ucap Sari
"Wa'laikumsalam..." jawabku beberapa saat sebelum panggilan ini berakhir
Tak lama setelah aku diam terduduk sendirian menikmati gemerlap kota kecil ini sebuah mobil sedan berhenti tak jauh dari tempatku duduk...terlihat seorang anak kecil berlarian ke arahku setelah turun dari mobil...
"Om Met...." teriaknya
"Eh Mbak Rafa....udah gede aja...." tanyaku kepada Rafa keponakanku
"Om Met lagi ngapain ? " tanya Rafa
"Om Met abis telpon...Papah kamu mana ? " tanyaku
"Papah lagi bawa adek ke dalam...bobo soalnya...." jawab Rafa
"Ya udah yuk masuk...dingin di sini..." ajakku kepada Rafa
Aku masuk ke ruangan tengah di mana ada mas Joko kakak tertuaku yang sedang duduk sambil mengambil kue kering dari toples yang sudah tertata rapi untuk tamu besok pagi...
"Mas...kok lama nyampenya ? katanya tadi udah di Bawen ? " tanyaku
"Iyo...isi bensin sekalian...antri..." jawabnya sambil mengunyah kue kering
"Oh iya Mas...besok H+4 bisa kan ikut ke jakarta ? " tanyaku
"Sik sik...jadi mau lamaran Met ? " tanya Mas Joko terkejut
"Lha iyo jadi to Mas....bisa ndak ? " jawabku
"Bisa lah....tapi anak anak di sini aja kan ? " tanya Mas Joko
"Ya kalo Mas Joko mau nyetir sendiri pulangnya ya di ajak aja..." jawabku
"Wah capek lah...naek kreta aja...Tutik ikut ? " jawab Mas Joko
"Belum tau Mas...besok kalo pulang aku tanya lagi..." jawabku
"Yo wis...aku tak nemenin Rafa bobo dulu ya..." ucap Mas Joko
"Bilang aja Bapake Rafa yang ngantuk...hahahaha..." jawabku
"Iyo hehehehehe..." jawab Mas Joko sambil masuk ke dalam kamarnya di samping kanan ruang tengah
Aku berjalan menuju dapur di mana simbok masih sibuk berkutat dengan masakan yang akan di sajikan besok setelah sholat Ied...tradisi di sini setiap tamu harus makan hasil masakan tuan rumah meski sedikit...ndak tau kenapa alasannya tapi mungkin salah satu cara menghormati yang sudah susah payah dan capek memasak kayak simbokku ini...
"Mbok...." ucapku sambil duduk di kursi bambu
"Piye Le ? " tanya Simbok yang masih mengaduk aduk masakannya
"Barusan aku udah telpon Sari...katanya H+5 aja acaranya...jadi H+4 pagi jalan ke sananya...biar bisa istirahat dulu..." terangku
"Yoh...trus simbok suruh bawa apa aja ? " tanya Simbok
"Bawa oleh oleh secukupnya aja Mbok...kan acaranya sederhana aja kok..." jawabku
"Okey...besok cari aja di pusat oleh oleh...apa yang Sari suka ya di bawain..." ucap Simbok
"Mas Joko udah bilang bisa, tinggal Mbak Tutik..." ucapku
"Tutik bisa...udah ngomong kok klo mau lamaran mau ikut sekalian jalan jalan ke jakarta...." ucap Simbok
"Owh gitu...alhamdulillah klo rame..." jawabku
"Buat kamu apa sih yang ndak Met...anak paling bontot...anak paling jelek....tapi alhamdulillah udah mau laku sama orang jakarta....hehehehe..." ucap Simbok mengusap keningku
"Hahahaha simbok bisa aja....tapi emang ya Mbok...aku jelek sendiri...item sendiri..." ucapku
"Lha kamu dari kecil maen ke sawah, ladang, mandi di sungai mulu ya item...mas sama mbak mu kan ndak...jadi mereka ndak item kayak kamu..." jawab Simbok
"Hahahahaha iya sih mbok...nyesel aku ndak nurut sama simbok dulu..." jawabku
"Yo wis ndak udah nyesel toh udah laku dan mau nikah to...dapet orang kota lagi..." ucap Simbok yang kembali mengaduk masakannya
"Hehehe iya Mbok..." jawabku tersenyum sambil membayangkan aku dan Sari berdiri berdua di atas pelaminan
------------------------------------------------------------------------------------------
Apakah kau tak pernah tahu
betapa indahnya dirimu
biarkan rambut yang tergerai
jatuh dalam pelukanku
kucium hatimu damai
tatap matamu harapan
saat kita erat berpelukan
oooh indahnya berkata
oooh ... menikahlah denganku
oooh ... bahagialah selamanya
jenggalasunyi dan 6 lainnya memberi reputasi
7