Kaskus

Story

carienneAvatar border
TS
carienne
Dunia Yang Sempurna [TAMAT]
Dunia Yang Sempurna [TAMAT]


Dunia Yang Sempurna [TAMAT]
(credit to : risky.jahatfor the beautiful cover)


PROLOG :


Gue selalu percaya, apapun yang kita alami di dunia ini selalu memiliki alasan tersendiri. Ga terkecuali dengan kehadiran orang-orang di kehidupan kita. Setiap orang, setiap hal, memiliki perannya masing-masing di kehidupan kita ini. Ada yang datang untuk sekedar menguji kesabaran kita, ada yang datang untuk menyadarkan kita akan mimpi dan harapan yang selalu mengiringi kita.

Gue menulis cerita ini, sebagai wujud rasa cinta gue terhadap segala yang pernah terjadi kepada gue. Ada yang ingin gue lupakan, dan ada yang ingin gue kenang selamanya. Tapi pada satu titik gue menyadari, bahwa ga ada yang harus gue lupakan, melainkan gue ambil pelajarannya. Dan untuk segala yang pernah hadir di hidup gue, ataupun yang akan hadir, gue mengucapkan terima kasih dari hati gue yang terdalam.

Cerita ini berawal pada tahun 2006, pada saat gue masih culun-culunnya menjalani kehidupan. Gue baru saja lulus SMA, dan memutuskan untuk merantau, meskipun ga jauh-jauh amat, ke ibukota untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi lagi. Gue masih mengingat dengan jelas momen ketika gue mencium tangan ibu, dan elusan kepala dari bapak, yang mengantarkan gue ke gerbang rumah, sebelum gue menaiki angkutan umum yang akan membawa gue ke ibukota.

Ketika angkutan umum yang membawa gue ke ibukota itu mulai berjalan, gue sama sekali ga bisa membayangkan apa yang akan terjadi di hidup gue selanjutnya. Tentu saja gue ga bisa membayangkan kehadiran seseorang, yang dengan segala keunikan dan keistimewaannya, memberikan warna tersendiri di hati gue.

Nama gue Gilang, dan semoga sekelumit cerita gue ini bisa berkenan bagi kalian semua.


Quote:
Diubah oleh carienne 27-03-2017 21:48
radoradaAvatar border
elbe94Avatar border
corneelooAvatar border
corneeloo dan 52 lainnya memberi reputasi
53
2M
5.4K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
carienneAvatar border
TS
carienne
#2330
PART 54

Paginya, gw terbangun dengan sendirinya. Gw kemudian baru menyadari kalau selimut gw sudah berpindah tempat, dan hanya sedikit sekali dari bagian tubuh gw yang terselimuti. Sementara itu Ara memakai sebagian besar dari selimut yang tadinya gw pakai. Gw memandanginya tertidur meringkuk disamping gw, dan tersenyum. Sebagian rambutnya terurai, menutupi wajahnya yang polos itu. Gw melihat jam di dinding, ternyata masih jam empat pagi.

Masih gelap diluar, sementara waktu sholat subuh juga masih beberapa saat lagi. Angin malam berhembus cukup kencang di pagi buta itu, menyebabkan gw mulai menggigil kedinginan. Karena gw kedinginan itu, gw mulai terbatuk-batuk lagi dengan cukup keras. Rupanya rentetan batuk gw itu membangunkan Ara disamping gw. Karena gw terbatuk-batuk itu membelakangi Ara, gw merasakan ada elusan ritmis di punggung gw. Rupanya Ara memijat punggung gw agar batuknya mereda.

Dia kemudian bangun dan mengambilkan segelas air putih untuk gw. Sambil duduk di kasur, kami saling berpandangan ketika gw sudah selesai minum. Wajahnya masih ngantuk, dengan rambut acak-acakan, tapi ekspresinya khawatir. Melihat itu, gw justru tertawa pelan.

“kenapa ketawa-tawa?” tanyanya heran.

gw menggeleng. “gakpapa, muka lo lucu kalo bangun tidur...” jawab gw pelan.

“kaya baru liat gw bangun tidur aja lo, udah berkali-kali kan liat gw ileran gini...” dia kemudian memegang dahi gw, “udah turun panasnya nih, alhamdulillah...”

“berarti gw ga perlu ke dokter?” tanya gw iseng.

dia melotot. “tetep ke dokter! lo pake obat warungan udah ga mempan soalnya. Kalo ke dokter kan dapet obat yang lebih cespleng...” cerocosnya.

“iya iyaaa...” jawab gw sambil kembali berbaring. “lo ntar kuliah?” tanya gw.

“iya kuliah lah, lo ga usah kuliah dulu ya?”

gw menggeleng. “engga ah, mau kuliah aja gw, bosen juga di kosan sendirian. Lagian gw udah ga demam.”

“lah kan mau ke dokter?”

“abis dari kampus aja ke dokternya...”

“gw anterin yak?”

“lo yang nyuruh gw ke dokter, masa lo ga nganterin gw si...” rajuk gw. Ara hanya tertawa-tawa, dan kembali berbaring disamping gw.

“duuuh, rewelnya anak satu ini...” sahutnya gemas sambil menarik hidung gw pelan. “pokoknya lo harus cepet sembuh yah...”

“iya gw juga mau sembuh kali, Cha, ga enak juga kalo sakit gini.” sahut gw.

“sakit mah dimana-mana ga ada yang enak...”

“iya, apalagi ga bisa ngampus...”

“keliatannya seneng banget lo di kampus? ngecengin siapa sih? ciyeee... hahahaha....” cecarnya jahil.

“ya kangen aja sama temen-temen...” jawab gw malas.

“ah masasiii?”

“iyaaa...”

“liat muka gw dulu...”

“.....”

“liat muka gw!” dia memaksa mengarahkan kepala gw untuk menatapnya. Dia meringis jahil.

“lo ngecengin siapa di kampus?” tanyanya pelan dengan tersenyum.

“gak adaaa, cuma pengen ketemu temen-temen doang kok...”

“ooh...” dia mengangguk-angguk sambil tersenyum penuh makna.

Gw menatapnya tanpa berkata-kata, hanya sebuah senyum lemah tersungging di bibir. Seandainya dia tahu, jawaban dari pertanyaannya itu adalah dirinya. Seandainya dia tahu, alasan gw ingin ke kampus adalah untuk memastikan dia baik-baik saja di kampus, dan untuk selalu ada disampingnya. Dan seandainya dia tahu, bahwa jauh dari dirinya adalah hal yang paling ga gw inginkan di dunia ini. Tapi gw berharap, jauh di dalam lubuk hati, kami saling mengetahui.

“Cha....” panggil gw.

“ya?”

“terima kasih ya...”

“terima kasih untuk?”

“untuk selalu ada buat gw...”

dia tersenyum dengan tatapan sayu.

“ga perlu berterima kasih. gw cuma melakukan apa yang udah lo lakukan ke gw selama ini kok...” jawabnya lembut.

“maksudnya?”

“kalo kita bicara soal terima kasih, sepertinya gw yang harus selalu berterima kasih ke lo. Karena lo selalu ada buat gw, kapanpun gw butuh lo. Bahkan sewaktu gw ga butuh lo pun, lo selalu membuka tangan lo buat gw...”

“....eh itu....”

“gw sadar sejak gw mengenal lo, lo selalu berusaha ada untuk gw meskipun gw membuat jarak sama lo...”

“....”

“tapi sekarang, gw rasa gw ga perlu lagi membuat jarak sama lo, karena cuma lo yang selalu mengerti gw...”

gw menarik napas panjang.

“gw cuma melakukan apa yang seharusnya gw lakukan kok...” jawab gw pelan.

“ya, gw tahu itu...” sahutnya sambil mengelus punggung tangan gw. “tapi gw yakin juga ada sesuatu yang membuat lo ngelakuin apa yang lo lakuin ke gw itu...”

“maksud lo?”

“ada satu kata yang tepat kok. Gw yakin kita sama-sama tahu kata apa itu. Jujur aja ke gw...”

gw terdiam, ga bisa berkata-kata apapun meskipun sebenarnya hati gw sangat mengetahui dengan pasti apa yang harus gw katakan. Gw ga berani menatap wajahnya langsung. Tapi pada akhirnya otak gw memerintahkan bibir gw untuk mengatakan hal itu. Hal yang selama ini gw pendam di dalam hati, dan membiarkan menghiasi hati gw tanpa diketahui siapapun. Gw hanya berharap, dengan ini gw bisa menjalani hidup lebih baik lagi.

“gw.... gw... gw sayang lo, Cha...” kata gw akhirnya.
julian147
sormin180
jenggalasunyi
jenggalasunyi dan 8 lainnya memberi reputasi
9
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.