Kaskus

Story

rajifggwpAvatar border
TS
rajifggwp
Cold Cold Ice Love
Cold Cold Ice Love

Intro :
Permisi Mimin, momod dan kaskuser sejagat raya, ane izin mau share cerita karena terinspirasi dari para sepuh2 sfth yang sering share ceritanya, jadi ane disini nubie yang ingin share cerita apa adanya, makasih


Spoiler for CCIL:



Spoiler for Index:
Diubah oleh rajifggwp 03-11-2016 11:53
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
60.3K
444
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.6KAnggota
Tampilkan semua post
rajifggwpAvatar border
TS
rajifggwp
#134
Part 12

Setelah menimbang, bermusyawarah, rapat dan bersepakat dengan batin(yaelah tong ribet amatemoticon-Cape d... (S) ) gw mutusin buat bantu Neli yang kemungkinan akan "diculik" oleh mantannya karena gak mau diajak ikut bersamanya.

Dengan setengah berlari gw mendekati mereka yang akan segera tancap gas dengan Neli ditengah mereka teman mantannya duduk dibelakang sambil menodongkan sebilah pisau ke pinggang Neli. Saat si mantan hendak tancap gas gw langsung menarik jaket temannya yang duduk di belakang dan dia pun terpelanting jatuh kebelakang. Neli pun langsung turun lalu gw suruh menjauh, sedangkan mantannya yang terlihat kaget langsung turun dari motor dan temannya yang gw tarik tadi sudah bangkit dengan muka meringis.

"Eh, lo jangan sok jagoan, ini bukan urusan lo, mending lo pergi jauh-jauh sebelum lo nyesal" ucap si mantan

"Emang bukan urusan gw, privasi-privasi elo, gw masa bodo, tapi dia tadi pergi bareng gw, jadi dia tanggungjawab gw"

"Wogh, udah berasa jagoan ni bocah, mampusin aja men" diapun mengeluarkan sebilah pisau dan langsung menyerang

Sadar nyawa gw terancam gw pun segera menghindar serangan pisaunya yang cukup cepat, gw berhasil mengelak dengan jarak 1cm, sedikit aja gw meleng abis dahemoticon-Hammer (S) . Berhasil lolos dari derangan 1 datanglah serangan pisau 2 langsung dari temannya. Gw tahan tangannya dan memelintirnya sampai dia otomatis ngelepasin pisaunya karena kesakitan setelah itu gw tendang perutnya lalu gw majuin kearah gw dn gw jegal kakinya. Melihat temannya yang sudah roboh si mantan berlari ke arah gw sembari memegang pisau cold still recon-nya. Gw pun langsung menghindari ke kiri, tak kena dia pun segera memutar tangannya gw menunduk lalu gw tahan satu tangannya lalu meninju wajahnya dengan punggung tangan lalu memelintir tangannya kebelakang dia pun menjerit, agak lama gw tahan setelah itu gw jegal kedua kakinya sehingga dia terjerembab. Si mantan sudah terbujur meringis sambil memegang tangannya. Temannya masih belum mau kalah dia pun bangun mengambil pisaunya lalu melempar ke arah gw, gw pun berusaha menghindar tapi terlambat sepersekian detik sehingga bahu kiri gw tergores. Darah mengalir keluar, stelah itu dia ingin menerjang, gw pun langsung mengelak gw langsung memiting lehernya dari belakang gw tekuk kakinya dan gw langsung meninju kedua telinganya.
Mereka akhirnya menyerah dan langsung kabur menggunakan motor.

"Permasalahan kita belum selesai ya, bocah. aw...aw" ancam si mantan sambil memegang tangannya

Gw pun langsung balik ke kosan sambil memegangi bahu kiri gw yang berlumuran darah. Neli pun langsung mendatangi gw dengan mata sembab, rupanya dia sedari tadi memerhatikan jalannya pertandingan gw dari jauh.

"Do, bahu lo berdarah, lo gak apa-apa kan? Maafin gw ya lo jadi begini karena gw, hiks..hiksemoticon-Frown " ucap Neli sambil menangis

"Ya udahlah, gak apa, yang penting gw masih idup" ucap gw

"Do, kayaknya parah lukanya, kita ke klinik yuk, biar diperban di sana"

"Iya, biar gw sendiri aja, lo pulang aja sana"

"Enggak, gw harus ikut, ini semua karena gw jadi gw harus tanggungjawab, gak ada tapi-tapian, titik"

"Apa kata lo dah"

Kami pun pergi ke klinik, di sana luka dibahu gw diobati lalu diperban, gw dianjurkan jangan terlalu banyak menggerakkan tangan kiri terlalu tinggi agar lukanya cepat sembuh untuk beberapa hari ke depan. Biaya pengobatan dilunasi Neli karena dia merasa bertanggungjawab atas luka yang gw terima.

"Do, sekali lagi maafin gw ya, dan terima kasih juga lo akhirnya datang bantuin gwemoticon-Embarrassment "

"Iya , sama-sama, udah jangan dipikirin lagi anggap aja itu pelajaran buat lo"

"Oke makasih ya, eh kita mau makan kan tadi, yaudah makan yuk gw traktir"

"Gw sih oke-oke ajaemoticon-Big Grin"

"Haha dasar lo, muka gratisan"

Setelah makan Neli pulang ke kosan sedangkan gw mau kewarnet buat nyari tugas sekolah buat besok. Setelah 2 jam-an di warnet gw pun pulang ke kosan. Sampai di kos-an gw lihat pintu kamar Neli terkunci menandakan orangnya lagi keluar, gw pun masuk ke kamar gw dan berbaring. perlahan mata gw terasa berat dan akhirnya gw pun terbang ke alam mimpi.

Keesokan harinya selepas pulang sekolah, gw pun secepatnya memasukkan buku ke dalam tas dan langsung keluar karena gw gak tahan ngeliat cewek di samping gw yang sedari jam pertama mukanya cemberut abis, apalagi pas ngeliat gw tambah manyun mukanya, mungkin lagi PMS nih anak jadi gw diemin aja.

Di luar kelas Rini berdiri menunggu gw sambil mengutak-atik HP-nya, gw yang gak sadar melewatinya begitu saja tiba-tiba tangan gw ditarik

"Hei, do, mau kemana, masih ingat dengan janji yang kemaren, 'kan?" tanya Rini

"Oh, hei Rin, oh iya, ingat dong, yaudah jadi mau kemana nih"

"mm, ke kafe A1 aja yuk, gw laper nih, sekalian makan aja di sana"

"Wah kebetulan, gw lapar juga nih, yuk deh, apa aja yang penting gratisemoticon-Big Grin,"

"Oh ya Rin, soal gw minta duit ke lo kemarin gw becanda aja jangan dianggap serius ya" ucap gw

"Yee, gw juga tau kale, makanya gw iyain aja" balasnya sambil ketawa

"Haha, bangke lo"

Kami pun pergi ke kafe A1 menaiki mobil Kijang I*a Rini, gw gak kaget karena rata-rata siswa di sini bawa mobil ke sekolah kecuali gw angkot loverzemoticon-Metal . Setelah 20 menitan kami pun sampai di kafe A1, suasananya gak terlalu ramai dan lokasinya cukup adem karena banyak pepohonan di sekitar kafe. Gw pun turun duluan sedang Rini memarkirkan mobilnya. Gw pun masuk kedalam, suasana kafe bernuansa biru laut dengan hiasan kerang menempel di dindingnya.

Gw pun duduk di sembarang meja karena banyak meja yang kosong, tak lama Rini duduk di depan gw, pelayan datang memberi buku menu. Daftar menu didominasi makanan seafood setelah memilih kamipun menunggu sambil ngobrol ringan. Sesaat kemudian sudut mata gw menangkap sesosok orang yang gw kenal, setelah gw perhatikan lebih teliti, ya dia Ian, preman kacangan yang numpang nama besar bosnya. Tak hanya Ian di sana ada Reno dan Amin juga.

Mereka cuma bertiga, Rini yang heran dengan tatapan serius gw lalu menoleh kebelakang,

"Ya ampun, mereka kok bisa ada di sini juga sih" ucapnya kesal

"Do, jangan ribut disini ya, kalo gak kita cari tempat lain aja yuk"

""Dah, gak apa-apa, di sini aja, kalo mereka gak mulai gw ya nyantai aja" ucap gw

"Bener ya, awas kalo ribut kalian" ancam Rini

Setelah pesanan datang kami pun langsung menyantapnya, gw yang sudah lapar langsung lahap memakan hidangan yang ada di depan gw, penasaran gw tatap lagi ke arah meja Ian Cs ternyata Reno juga melihat ke arah gw, sadar dengan kehadiran gw di sana, Reno pun memberitahu ke Ian sambil menunjuk-nunjuk ke gw.

Ian cs pun langsung mendekati gw sambil menyeret kursi, dengan tatapan yang dibuat seseram mungkin, dikiranya dia bakal ngebonyokin gw seperti di lapangan kemarin jadi sekarang dia merasa bakal menang kalo nyerang gw lagi.

Aih, kita liat aja deh siapa yang nangis hari ini ... emoticon-Big Grin
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.