Kaskus

Story

watashiwapsychoAvatar border
TS
watashiwapsycho
TERNYATA DIA DISINI (HORROR STORY)
Percaya atau tidak, dia ada disini dan memperhatikanmu dari balik gelap gulitanya malam yang akan membuat rasa penasaranmu terjawab. emoticon-Takut

Mungkin kalian akan berfikir "Seperti tuan yang menceritakan kisahnya."

PART 1 A - Sambutan malam

PART 1 B - Sambutan Malam

PART 2 - Kolam Renang

PART 3 - Pocong 3 Meter [BEST STORY]

PART 4 - Selamat Tinggal Pemilik Villa

PART 5 - Bapak Pengendara Motor

PART 6 - Pengalaman Kakek

PART 7 - Sendirian

PART 8 - Dibalik Gelapnya Desa

PART 9 - Makam

PART 10 - Kuntilanak Laut

PART 11 - Kelapa Atau Kepala

PART 12 - Stasiun Kereta

PART 13 - Siluman Kera

PART 14 - Rumah Sakit

PART 15 - Wanita Tanpa Nama

PART 16 - ON GOING

Terimakasih telah mengikuti alur cerita ini.

Agar saya lebih sering update, tolong di apresiasi dengan cara memberi Rate bintang 5 emoticon-Rate 5 Star
tinggalkan comment, kritik, dan saran yang positif. emoticon-Toast

Cerita ini juga terbit di Wattpad.com
baca lebih mudah dengan cara klik link dibawah ini.
link : https://www.wattpad.com/story/820305...ata-dia-disini emoticon-Sundul Up
Diubah oleh watashiwapsycho 14-10-2016 19:01
anasabilaAvatar border
danjauAvatar border
danjau dan anasabila memberi reputasi
2
99.5K
317
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
watashiwapsychoAvatar border
TS
watashiwapsycho
#267
Wanita Tanpa Nama [PART 15]
Suatu hari, gue dan temen-temen sd gue bikin acara reoni angkatan.

Dan acaranya berlokasi di sebuah caffee di pinggir kota Jakarta.

Seluruh temen kelas gue hadir, tapi hanya ada satu yang gak hadir, karna dia sekolah di luar negeri.

Jika di total kami semua berjumlah 34 orang.
Dan satu tak hadir berarti menjadi 33 orang.

Karna gak tau jalan, akhirnya gue meminta salah satu temen gue buat jemput gue namun dengan membawa motor masing-masing.
Saat di tengah jalan, gue gak sengaja ngelindes anak kucing hitam.

Temen gue seketika berenti

"Eh lu ngelindes kucing noh, buka baju lu buruan bungkus anak kucingnya pake baju lu."

"Yah ini baju baru beli 200ribu, masa buat bungkus kucing mati." Ucap gue mengelak.

"Daripada lo kena sial."

Tanpa banyak bicara gue langsung tancap gas.

Disusul teman gue.

"Wah... wah... kena sial lu tar baru tau rasa." Ucap temen gue sambil menggelengkan kepala.

Tau lah kalian suasana pinggiran Jakarta tak seramai di tengah kota.

Akhirnya gue tiba di lokasi Caffee

Ada salah satu wanita yang gue rasa sangat asing, dan wanita itu sangat cantik.

Mungkin karna puber jadi berubah drastis.

Sempet gue ingin bertanya, namun ya gue saat itu orangnya minder, pasti gak bisa deket cewek cantik.
Jadi gue putuskan untuk mengabaikannya
Acara dimulai dari pukul 7 malam sampai pukul 11 malam.

Karna mungkin terlalu kangen karna udah gak pernah ketemu, akhirnya berakhir pada jam 2 malam.

Sebelum pulang, kita semua melakukan sesi foto.
Gue tepat berdiri di pojok kiri dan di samping gue adalah wanita cantik itu.

Akhirnya acara selesai dengan meriah.
Awalnya kita pulang beramai-ramai, namun satu persatu semuanya memisahkan diri di jalan karna gak searah.

Dan tiba saatnya gue buat beda jalur dengan yang lain.

Saat sedang mengendarai motor mata gue terasa berat, mungkin karna udah jam 2 pagi, udah waktunya buat gue tidur karna gue gak pernah terbiasa tidur malem.

Gue melihat sebuah warkop, konon kan katanya kopi bisa jaga kantuk, sebenernya gue gak suka kopi, tapi demi gak ngantuk, gue mesen kopi hitam kental yang paling gak gue sukai dan itu pait banget.

Di warkop sederhana itu hanya ada gue dan si penjual.

Disaat sedang ngopi, gue mendegar suara anak kucing seperti sedang mencari induknya.

"Wahh firasat gue gak enak nih." Gumam gue dalam hati.

Gue menundukkan kepala ke bawah untuk mencari anak kucing itu, namun tidak ada.

Suaranya makin kenceng Cumiakkan telinga.

Saat gue menaikkan kepala.
Gue menoleh ke samping.

Tepat di samping gue adalah wanita yang ada di Reoni sd gue tadi.

Gue mulai merinding.

"Mas pesan kopi yang biasa ya." Ucap wanita itu kepada penjual.

Saat pesannya tiba, ternyata kopinya berwarna merah gelap.

Sempat tercium bau amis.

Dan gue yakin itu adalah darah busuk.

Baunya sangat menyengat, sempet gue pengen muntah.

Dan karna gak tahan.
Akhirnya gue langsung muntah.

Saat dalam posisi muntah, cahaya mulai meredup dan gelap.
Gue kira mati lampu, ternyata.

Gue ada di tengah kuburan!
Dan warkop tadi hilang.
Gelas kopi yang gue minum tadi ternyata adalah botol mawar.

Dan gue tepat duduk di kepala batu nisan yang bertuliskan nama Indah Dewi Lestari, lahir 18 Juni 1937 dan wafat pada tanggal 16 maret 1954.

Terdengar suara wanita tepat di belakang gue.

"Mas, ini gak dibawa pulang aja?."

Sesosok wanita yang sedang duduk disebuah batang pohon.
Dengan mata hitam seluruhnya, wajah yang sudah tidak dapat disebut wajah, pakaian putih panjang dan lusuh serta kotor.

Sesosok itu melemparkan sesuatu kearah gue.

Karna gue takut sampai terkencing-kencing, gue sempet gak bisa bergerak.

Sesuatu yang dilemparkan itu awalnya hanya diam.
Tak beberapa lama, sesuatu yang dilemparkannya itu adalah sebuah anak kucing.

Anak kucing itu mengeong sembari menghampiri gue.

Gue paksain buat coba bergerak, saking takutnya gue sampe netesin air mata.

Akhirnya badan gue bisa gerak dalam keadaan yang sangat lemas.

Satu hal yang bikin gue tambah sial malam itu, motor gue gak bisa di stater, jadi harus di sela.

Kalian bisa kan ngebayangin lagi keadaan kaya gitu, gue harus berusaha nyela motor gue, dan motor gue itu gak sekali disela langsung nyala.

Gue menoleh kebelakang.
Wanita itu turun dari pohon dengan mengambang perlahan.

Saat itulah gue takut sejadi-jadinya.

Gue mensela motor gue dengan panik.
Saat berhasil nyala, gue langsung tancap gas.
Sempet mau jatuh, tapi syukurnya gue masih bisa nyeimbangin.

Dan satu lagi.

Helm gue ketinggalan.

Akhirnya gue telah sampai di rumah sekitar pukul 3 pagi.

Gue langsung cek hp buat cerita ke temen gue soal masalah ngelindes kucing.

Gue melihat kiriman grup reoni gue.
Ada sebuah kiriman foto.

Dengan caption "Imam nih foto pake ngejauh segala, seharusnya lebih deket biar keliatan kompak."

Gue sempet merinding.

Langsung memberi komentar.

'Lo enak ngomong gitu, gue nyaris mati ketakutan! di posisi kosong itu sebenernya ada seorang wanita, makannya gue posisinya gak merapat!'

Seketika temen gue pada left grup, dan termasuk gue.

Paginya saat bangun, dan membuka jendela, ada helm gue tepat didepan rumah gue.

Gue langsung keluar.

Dan didalam helm itu terdapat bangkai kucing yang semalem gue tabrak.

Gue sempet ketakutan, tapi gue berfikir positif, mungkin gue disuruh nguburin.

Yang pastinya gue relain baju 200ribu gue buat jadi kafan kucing itu, dan gue kubur jauh dari rumah gue.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.