Kaskus

Story

carienneAvatar border
TS
carienne
Dunia Yang Sempurna [TAMAT]
Dunia Yang Sempurna [TAMAT]


Dunia Yang Sempurna [TAMAT]
(credit to : risky.jahatfor the beautiful cover)


PROLOG :


Gue selalu percaya, apapun yang kita alami di dunia ini selalu memiliki alasan tersendiri. Ga terkecuali dengan kehadiran orang-orang di kehidupan kita. Setiap orang, setiap hal, memiliki perannya masing-masing di kehidupan kita ini. Ada yang datang untuk sekedar menguji kesabaran kita, ada yang datang untuk menyadarkan kita akan mimpi dan harapan yang selalu mengiringi kita.

Gue menulis cerita ini, sebagai wujud rasa cinta gue terhadap segala yang pernah terjadi kepada gue. Ada yang ingin gue lupakan, dan ada yang ingin gue kenang selamanya. Tapi pada satu titik gue menyadari, bahwa ga ada yang harus gue lupakan, melainkan gue ambil pelajarannya. Dan untuk segala yang pernah hadir di hidup gue, ataupun yang akan hadir, gue mengucapkan terima kasih dari hati gue yang terdalam.

Cerita ini berawal pada tahun 2006, pada saat gue masih culun-culunnya menjalani kehidupan. Gue baru saja lulus SMA, dan memutuskan untuk merantau, meskipun ga jauh-jauh amat, ke ibukota untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi lagi. Gue masih mengingat dengan jelas momen ketika gue mencium tangan ibu, dan elusan kepala dari bapak, yang mengantarkan gue ke gerbang rumah, sebelum gue menaiki angkutan umum yang akan membawa gue ke ibukota.

Ketika angkutan umum yang membawa gue ke ibukota itu mulai berjalan, gue sama sekali ga bisa membayangkan apa yang akan terjadi di hidup gue selanjutnya. Tentu saja gue ga bisa membayangkan kehadiran seseorang, yang dengan segala keunikan dan keistimewaannya, memberikan warna tersendiri di hati gue.

Nama gue Gilang, dan semoga sekelumit cerita gue ini bisa berkenan bagi kalian semua.


Quote:
Diubah oleh carienne 27-03-2017 21:48
afrizal7209787Avatar border
radoradaAvatar border
elbe94Avatar border
elbe94 dan 51 lainnya memberi reputasi
52
2M
5.4K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
carienneAvatar border
TS
carienne
#2275
PART 53

Jemari gw membeku ketika gw terbangun malam itu. Suara hujan yang sangat deras ditambah gemuruh halilintar membangunkan gw dari alam mimpi. Gw menatap tangan dan badan gw yang dibalut dengan sweater tebal beserta selimut. Kepala gw terasa nyut-nyutan, dan tenggorokan gw rasanya sangat ga enak. Hidung gw pun terasa nyeri karena banyaknya cairan yang ada di dalamnya. Sesekali gw menggigil kedinginan. Hari itu memang gw sedang sakit flu yang lumayan parah.

Gw masih tetap terbaring lemas dengan suasana kamar yang gelap. Entah apa yang menjadi penyebabnya, mendadak gw terbatuk-batuk dengan akut, yang bahkan gw sendiri ga bisa menahannya. Dada gw terasa sakit karena terbatuk itu. Setelah batuk gw berhenti dan mulai mengatur napas, gw mendengar pintu kamar gw berdecit terbuka. Sebuah siluet manusia tampak berdiri di depan pintu, dan menyalakan lampu kamar gw. Gara-gara itu gw harus memicingkan mata karena silau.

“lo kenapa? mau minum?” tanya sosok tadi sambil duduk di tepian kasur gw, memegangi tangan gw. “badan lo masih demam juga, kok ga turun-turun sih. Besok pagi ke dokter ya?” tawarnya.

Gw cuma bisa mengangguk pasrah. Sejak gw sakit tadi pagi, Ara lah yang merawat gw. Dia yang membelikan gw obat dan makan, bahkan selalu memastikan ada segelas teh panas di samping tempat tidur gw.

Dia lalu mengambilkan segelas teh yang sudah agak mendingin, kemudian diminumkan ke gw dengan perlahan-lahan agar gw ga tersedak.

“pelan-pelan ya minumnya....” katanya lembut.

gw meminum teh itu perlahan sesuai anjurannya, dan ketika selesai dia menaruh kembali teh itu ke meja, sementara gw kembali berbaring.

“terima kasih...” ucap gw lemah.

“lo makan lagi ya?” anjurnya.

gw menggeleng.

“ga nafsu makan gw, Cha...”

“iya gw tau, tapi dipaksain atuh, biar cepet sembuh...”

gw cuma bisa mengangguk pasrah. Dengan cekatan dia mengambil lagi nasi lembek campur sop yang telah mendingin, bekas gw makan tadi sore. Dia mengaduk-aduk, kemudian menyuapkan sedikit ke gw dengan perlahan biar gw ga tersedak.

Setelah beberapa sendok, gw merasa agak mual. Gw menjauhkan kepala gw dari sendok, dan memberikan gesture “udah cukup” ke Ara. Dia pun mengangguk dan meletakkan lagi mangkok berisi nasi sop itu, dan mengambilkan segelas teh hangat untuk gw.

“nih minum dulu”

gw meminum perlahan, dan merasakan sensasi manisnya teh yang membuat mual gw lumayan menghilang. Kemudian dia meletakkan gelas teh itu ke meja, dan memandangi gw dengan iba. Dia memegang dahi gw cukup lama.

“masih panas juga badan lo...”

“lo ntar ketularan loh kelamaan deket-deket gw...”

“kalo gw ga disini, siapa yang mau ngerawat elo...”

“tapi gw ga mau kalo lo ikutan sakit ntar...”

“ah udahlah gapapa, soal sakit atau engga itu urusan nanti. Yang penting sekarang lo sembuh dulu.” dia tersenyum lembut ke gw, “gw ikhlas kok kalo harus sakit karena ngerawat lo.”

ucapannya itu membuat gw ga bisa berkata-kata, dan hanya memandangi wajahnya dengan sayu. Sebuah senyum tipis mengembang di bibirnya, dan membuat gw juga tersenyum. Setidaknya, diantara dinginnya malam itu, gw merasakan hangatnya perhatian Ara untuk gw.

“eh geser dikit dong...” ucapnya tiba-tiba.

gw menggeser posisi badan gw, sambil bertanya-tanya. “lo mau tiduran disini? ntar beneran ketularan loh, Chaaa....”

“biarin ah. Pegel punggung gw...”

gw mau menyuruhnya kembali ke kamarnya aja, tapi gw ga tega. Dia sudah mengorbankan waktunya untuk bangun dan merawat gw malam ini, tapi malah gw usir begitu saja. Jadilah gw membiarkannya berbaring disamping gw. Tanpa berkata apapun gw menyelimutinya dengan sebagian selimut gw yang ga terpakai. Dia berbalik dan menghadap gw langsung.

“lo cepetan sembuh dong...”

“iyaa, gw juga gamau sakit kok, Cha...”

“sepi di kampus ga ada lo...”

gw tersenyum.

“kan ada anak-anak lain?”

“ya iya si, tapi gw kepikiran aja ninggalin lo sendirian di kosan kalo lagi ada kuliah...”

gw meniup rambutnya yang menutupi dahinya perlahan.

“gw gapapa kok, gw bakal baik-baik aja. Lo jangan khawatir ya...” jawab gw menenangkannya.

dia tersenyum tipis. “seandainya gw bisa ga khawatir soal lo...”

“nyatanya lo bisa ga?” tanya gw sambil mengedipkan sebelah mata.

dia tertawa pelan.

“mana bisa lah. hidup gw udah terlalu penuh tentang lo. Gara-gara lo nih nongol terus dari sebelah kamar gw...”

“lah kan emang gw tinggal disini...”

“hahaha, iya makanya itu, mustahil gw bisa ga khawatir tentang lo. Lagian lo nanya juga kira-kira dong ah...”

gw tertawa lirih. “iya iya gw tau kok...”

“tau apa?”

“tau kalo lo selalu khawatir tentang gw...”

“ih sok tau, lo tau darimana coba?” cibirnya.

gw tersenyum dan menarik selimut lebih tinggi lagi hingga menutupi leher gw.

“karena...”, gw menghela napas, “...gw juga selalu khawatir tentang lo. Bukan cuma gw yang selalu jadi pikiran lo, tapi lo juga selalu jadi pikiran gw.” jawab gw.

Ara ga menjawab, dia hanya tersenyum. Tangannya meraih tangan gw di balik selimut. Dia memegang tangan gw, dan membawanya ke pipinya. Menempelkannya ke pipi.

“cepet sembuh yah....”

gw tersenyum dan mengangguk-angguk pelan.
julian147
sormin180
jenggalasunyi
jenggalasunyi dan 8 lainnya memberi reputasi
7
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.