- Beranda
- Stories from the Heart
Cold Cold Ice Love
...
TS
rajifggwp
Cold Cold Ice Love

Intro :
Permisi Mimin, momod dan kaskuser sejagat raya, ane izin mau share cerita karena terinspirasi dari para sepuh2 sfth yang sering share ceritanya, jadi ane disini nubie yang ingin share cerita apa adanya, makasih
Spoiler for CCIL:
Spoiler for Index:
Diubah oleh rajifggwp 03-11-2016 11:53
anasabila memberi reputasi
1
60.2K
444
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rajifggwp
#111
Part 10
Keesokan harinya gw berangkat sekolah seperti biasa, menjalani rutinitas sehari-hari dan menganggap apa yang gw lakuin kemarin hanya angin yang melintas syahdu. Tak ada sedikitpun rasa khawatir kalau Ian akan mengadu ke bosnya atau ke komplotannya di luar sekolah, karena gw sudah memberikan dia ultimatum supaya bungkam dan menerima kesalahan.
Suasana di sekolah pagi itu cukup sepi hanya beberapa murid yang berlalu memasuki kelasnya, begitu juga dengan kelas gw sunyi, tapi di sudut sana duduklah seorang bidadari yang sedang asyik membaca dengan wajahnya semakin bersinar kala sinar matahari menerpa wajahnya melalui sela-sela jendela.
Demi menghindari suasana awkward dengan Silvi, gw langsung menyimpan tas gw dan ke kantin sekedar menyeruput sesesap teh manis di pagi yang dingin ini. Belum jauh jarak darinya tangan gw seperti ditarik,
"Mau ke mana?" tanyanya pelan
"Bukan urusan Lo" ucap gw sambil mengibaskan tangan
"Sikap lo semakin dingin ke gw Do, gw gak tahan, plis, untuk di kelas aja lo anggap gw" ucapnya sambil menatap gw berkaca-kaca.
"Iya, iya, udah jangan nangis cengeng amat lo, kemarin gw lagi gak mood aja, dah gw ke kantin dulu"
"Ikut ya"
"Kalo lo masih ngikutin gw sampe pintu, KAKI LO ILANG" ucap gw sambil menekankan kata terakhir
Melihat wajah gw yang sangat serius mengucapkan kata sakti tersebut, Silvi diam mematung sepertinya dia gentar dengan ancaman gw padahal cuma gertak sambel

Sambil menunggu bel masuk gw menikmati teh manis yang masih mengepul terhidang di depan gw, sesesap demi sesesap, nikmatnya, dikala menikmati hangatnya teh manis pundak gw dicolek,
"Ridho, sendirian aja nih" ucap Arini seraya duduk di samping gw.
"Bukan urusan lo" ucap gw tanpa memerdulikannya
"Yeee, jutek amat sih, masih pagi loh"
"Mau pagi kek, siang kek, malam kek, terserah gw"
"Ihhh, kasar amat sih responnya"
"Lo mau ngapain, lo ngedeketin gw pasti ada maunya nih"
"Hehehe
, kok tau sih, iya nih, nanti abis sekolah temenin gw yuk" ucapnya malu"Ke mana? Males ah mau ngerjain PR ntar"
"Yaah mau ya, ya, ya, nanti gw traktir pizza"
"Oke dengan satu syarat, lo bayar jasa gw 1 juta sehari" padahal gw cuma main-main supaya dia nolak
"Hmm, oke, nanti gw ambil dulu di ATM, gw tunggu ya, dah" ucapnya melangkah pergi dengan riang
Gw hanya melongo tak percaya mendengar jawaban Arini yang malah sebaliknya dari dugaan gw padahal gw cuma becanda supaya dia nolak dan mengurungkan niatnya mengajak gw, entah apa maksudnya, gw gak mengerti. Di sisi lain gw senang selain ditraktir gw juga dapat durian runtuh
, duit 1 jeti
, bleoh jugalah jarang-jarang gw dapat rezeki dari arah yang tak diduga-duga. "Ni anak tajir bener" ucap gw.Pelajaran demi pelajaran gw lalui seperti biasa sampai bel istirahat berbunyi, tiba-tiba masuk seorang siswa ke kelas gw yang langsung gw tahu dia mata-mata gw kemarin berlari ke arah gw.
M2 : "Hosh... Hosh... Bos sini ikut gw keluar" ucapnya sambil kelelahan
Gue: "Kenapa lo, ngos-ngosan gitu"
M2 : " Bos, Ian ngelaporin lo ke bosnya, sekarang mereka lagi menuju ke sini ngebawa satu pleton anggotanya nyariin lo sekarang"
Gue: " Hah, serius? Mampus gw kalo sampe dibonyokin mereka"
M2 : " Serius makanya lo cari tempat aman dulu dimana kek, sampe bel masuk"
Gue : "Oke2, makasih infonya, gue pergi dulu"
Gw pun mencari jalur yang tak searah dengan rombongan yang akan mencari gw ke kelas, gw cari jalur lain sambil mikir di mana lokasi yang aman buat sembunyi. Akhirnya pilihan gwjatuh di kantor guru

gw sampai di depan kantor dan minta izin baca koran sama guru piket yang berjaga di depannya.
Tampak rombongan Ian berjalan beriringan menuju ke kelas gw, tujuannya jelas"balas dendam ke gw." Beberapa menit kemudian mereka terlihat lagi tapi seperti kebingungan karena tak menemukan gw di kelas. Gw hanya tersenyum penuh kemenangan. Lagi asyik-asyiknya baca koran tanpa gw sadari dari kejauhan mereka semua menatap gw dengan tatapan yang ingin membunuh tapi tak berdaya mendekati gw karena gw di depan kantor guru. Gw goyang-goyangin kaki gw untuk memanasi mereka. Tak lama akhirnya mereka pergi dengan segala sumpah serapah karena tak berhasil mendapatkan apa yang diinginkan.
Sisa pelajaran gw jalani dengan biasa tanpa ada rasa khawatir mereka akan menunggu gw di depan sana. Tapi tak disangka-sangka baru beberapa saat bel pulang berbunyi dan guru kami keluar, masuklah lima orang kakak kelas mengapit leher gw lalu menyeret gw keluar tampak Silvi menjerit berusaha melepaskan gw tapi apalah daya tenaga seorang wanita.
Gw masih diseret dengan tangan mengapit di leher gw, terus di bawa melewati pagar tinggi belakang sekolah yang tembus ke halaman yang cukup luas yang ditumbuhi ilallang tinggi di sana-sini.
Gw digiring menuju "Valley Of The Death" ....
0
) kulit agak putih(mungkin karena jarang maen keluar
), hidung mancung ala om khan
. Sejak SD gw suka tuh yang namanya silat karena Kakek gw nyatanya ahli bela diri pencak silat, gw belajar dari beliau sampai sekarang.
. Ortu gw udah pisah, bapak gak tau sosoknya entah di mana(udah jadi makhluk gaib mungkin
) dan Ibu udah nikah lagi semenjak gw SD lalu pergi ninggalin gw dan tinggal dengan nenek-kakek
(bagi yang keluarganya masih utuh bersyukurlah kalian sebanyak mungkin, ok)
mau ceweknya para bidadari pun ane sekuatnya tahan dulu demi masa depan yang lebih cerah secerah mata hari
. Gw sih kalem aja liat tuh geng-geng. Gw liat beberapa anak cowok ngerubutin cewek"bidadari" Mingo, sekedar merayu atau cari perhatian, gw liat muka si mingo udah kusut.