TS
User telah dihapus
NULL
NULL
more than just none
Cerita ini lebih saya kategorikan ke Action-Mistery,yah apapun itu.
sudut pandang orang ketiga(serba tau) dan bahasa indonesia semi baku.
Sinopsis
Bagas,seorang pemuda biasa dipercaya dan diikutsertakan oleh kepolisian untuk membantu menangani kasus-kasus pembunuhan di Ibu Kota.
Keahliannya berhasil menuntun dirinya bergabung ke dalam 'Divisi 1', sebuah grup berisi sekumpulan veteran anak muda dengan keahliannya di masing-masing cabang ilmu forensik.
Rules
- nggak ada peraturan tambahan,bebas aja.
- batasan-batasannya mengacu penuh ke rules H2H & SFTH.
- komentar & teguran langsung saja dilayangkan via Post atau PM.
Warning!
- Cerita ini benang merahnya adalah tentang jagoan lawan penjahat jadi temanya nggak jauh-jauh dari kekerasan.( dengan kata lain kalau kalian sangat tabu dengan kata 'pembunuhan' dan sebagainya, sebaiknya pindah ke bacaan lain ).
- sebagian dari inti cerita ini bukan untuk ditiru atau diidolakan,begitu. ( Hal baik selalu menang jadi jangan tiru yang buruknya )
- Tokoh,Tempat,Kejadian semuanya Fiksi. (Extremely fiksi mungkin)
- Banyak hal terjadi di cerita ini;beberapa masuk akal,beberapa belum bisa dilakukan di jaman ini dan beberapa mungkin mustahil dilakukan di dunia ini.
- Berdasarkan temanya ane pribadi bilang konten cerita ini untuk umur 17 tahun ke atas atau mereka yang sudah mampu menalar cerita fiksi.
- Kentang, pasti! ( TSnya masih belum lancar menulis jadi jeda per part-nya bakalan cukup lama )
- N/A.
Isi Cerita
Spoiler for Ilustrasi karakter:
Spoiler for CHAPTER 1:
Spoiler for CHAPTER 2:
Spoiler for CHAPTER 3:
Spoiler for CHAPTER 4:
Pengumuman tutup lapak (closed permanently)
Quote:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 0 suara
Masukkan dan Update Cerita
Cerita GaJe, 1 hari = 10 chapter ( Random )
0%
Cerita biasa, 1 hari = 1 chapter ( 00:00 - 12:00 )
0%
Cerita lumayan, 1 hari = 1 chapter ( 12:00 - 00:00 )
0%
Cerita bagus, 2 hari = 1 chapter ( 17:00 - 20:00 )
0%
Cerita menarik, 3 hari = 2 chapter ( 12:00 & 17:00 )
0%
NULL, 7 hari = 1 chapter ( 15:00 )
0%
Diubah oleh User telah dihapus 11-04-2017 20:43
anasabila memberi reputasi
1
21.5K
98
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
User telah dihapus
#51
Chapter 1 - Side story
Index 7.5 - The girl named Karina IV
STATUS :
Tahun 2015 ( 06:00 WIB )
// Setelah Karina kembali menemui rekannya dengan membawa Bagas.
Tempat kejadian : Rel Kereta api bagian utara hutan perbatasan kota [ arah menuju Ibu kota ]
"siapa dia?" tanya Arya langsung setelah sesampainya Karina dan Bagas di TKP yang sedang mereka periksa.
"ada apa,Ar? kamu tanya siapa?" tanya Raka_01 dari dalam gerbong sembari menengok ke arah luar melalui jendela.
"dia kenalanku saat di perjalanan.. dia ketinggalan kereta jemputan barusan,makannya dia masih di sini" jawab Karina memperkenalkan terlebih dahulu.
"ah yaa? jarimu harusnya berhenti bergerak-gerak seperti itu.. ngomong-ngomong siapapun dia,tolong jangan mengacau di sini" balas Raka_01 menjauh dari jendela dan kembali menyibukkan diri di dalam gerbong.
"emang kenapa kalo aku mainin jari?? weee~" balas Karina.
"kamu sudah denger kata-katanya barusan.." kata Arya pada Bagas.
"ya! aku cuma memperhatikan dari kejauhan.. jangan khawatir" balas Bagas mengiyakan.
"Karina,periksa darah korban! aku lihat kekentalannya sedikit berbeda dari darah normal" suruh Arya sudah terlebih dahulu mengerjakan bagiannya.
"luka di perutnya gimana? udah ketauan?" tanya Karina sambil bergegas menuju kabin depan.
"potongannya rapih dan simetris.. cuma bisa dilakukan kalau korban sudah mati terlebih dahulu" jawab Arya.
"ada lagi?" tanya Karina.
"tepian lukanya dihasilkan dengan sekali sayat,pisaunya pasti kecil dan tipis.. bagian usus hilang dan terpotong rapih"
"penyebab kematiannya apa?"
"ada luka cekik di lehernya,pelakunya harus seorang pria yang kuat mengingat masinis ini juga bertubuh besar"
"aah.. aku juga bisa kok, sini,aku cekik yaa~" balas Karina manja.
"....."
"terus? soal kondisi kematian korban gimanaa??" tanya Karina masih terdengar memancing temannya memberitahu hasil pengamatannya secara terbuka di sana.
"a-aaa.. sorry,aku nggak bisa kepancing segampang itu" balas Raka_01 ceria.
"hiii.. siapa yang mancing sih,orang aku tanya beneran kok" jawab Karina.
"...."
"ada apa?"
"ini bukan pekerjaan manusia.."
"hmmm..??"
"ngomong-ngomong kau harus masuk ke kabin ini tanpa disadari siapapun dan melakukan semua hal rumit ini selagi semua penumpang mengira masinis kita sedang baik-baik saja" jelas Raka_01 ikut berbicara.
"...."
"kunci pembunuhan ini adalah mengalihkan perhatian semua orang dari kabin depan.. soal waktu,harusnya nggak ada masalah"
"perjalanan sampai ke tempat ini saja sudah lebih dari 1 jam sejak keberangkatan kereta.. apa nggak kebanyakan? soalnya mengalihkan perhatian selama itu juga kan sulit"
"dengan semua orang yang gampangnya teralih oleh Handphone? semuanya malah tambah gampang"
"hmm"
"sisanya tinggal menyabotase sistem kereta dan kabur dari gerbong ini secara diam-diam" lanjutnya.
"itu..." kata Karina panjang tak kunjung dilanjutkannya,di otaknya kini hanya ada kata 'mustahil' namun sebuah fakta yang ia tahu membuatnya menahan kata tersebut.
"Yoi,aku nggak tau siapa yang melakukan semua ini.. tapi seandainya seseorang meminta kita berempat melakukannya,pasti bisa" tambah Raka_01.
"..!"
"Iya kan? melakukan pembunuhan berencana ini lebih mudah dari pada membongkarnya" kata Raka_01 lagi.
{ benar juga,kami berempat jelas bisa melakukan hal ini.. aku dan Jessica bisa saja mengalihkan semua perhatian penumpang,sedangkan kalau dilihat dari kondisi korban.. seorang ahli bedah akan sangat berkemungkinan melakukan semua ini,jadi sisanya tinggal Arya dan Raka yang mengeksekusi.. dan soal tanaman mawar ini aku baru sadar kalau aku juga bisa membuatnya sedemikian rupa seperti ini... yah,walaupun ini terlewat rapih sih } pikir Karina sembari sibuk dengan alat-alatnya.
{ sisanya kita hanya butuh seorang ahli komputer untuk bagian sabotasenya } pikir Raka_01 di dalam.
{ ini seperti mengejar bayangan kami sendiri.. tak punya rupa,tak punya nama... sebenarnya siapa mereka } pikir Arya fokus melihat arah kabin,yakni membelakangi Bagas yang berada di dekatnya.
"hei!" panggil Bagas tiba-tiba,mengejutkan Arya.
"....?"
"aku Bagas Nugroho,orang yang akan jadi anggota divisi 1" kata Bagas antusias hanya terdengar aneh oleh dua pemuda di sana.
{ hihii.. mau jadi bagian dari kami? menarik.. } batin Karina tersenyum.
{ naif.. } batin Arya cuek saja sambil memperhatikannya.
"Wooii.. siapa tadi namamu?" tanya Raka dengan nada berbeda lagi sekarang.
"apa suaraku kurang keras?" balas Bagas tak mengerti apa yang terjadi.
"nggak,aku baru dateng dan nggak sengaja denger bagian akhirnya saja.." kata Raka lagi menengok ke luar dari arah jendela.
memang belum banyak yang diketahui tentang perbedaan Raka dan Raka_01,tapi siapapun akan langsung menyadari keanehannya jika melihat 2 sorot mata yang berbeda pada mereka.
caranya menapatap dan berbicara,tingkah laku dan pemikirannya,Bagas yang masih sebagai orang asing mulai merasakan sensasi perbedaannya.
"...??"
"Divisi 1 yang sekarang ini bukan lagi seperti divisi 1 yang dulu.. jadi ini bukan harga yang murah,yah?" lanjutnya.
"tentu,aku orang yang paling kaya di ibu kota ini" balas Bagas meledek dengan statusnya.
# pengamatan ketiganya tertuju padanya.
STATUS :
Tahun 2015 ( 06:00 WIB )
// Setelah Karina kembali menemui rekannya dengan membawa Bagas.
Tempat kejadian : Rel Kereta api bagian utara hutan perbatasan kota [ arah menuju Ibu kota ]
Spoiler for Point of view:
"siapa dia?" tanya Arya langsung setelah sesampainya Karina dan Bagas di TKP yang sedang mereka periksa.
"ada apa,Ar? kamu tanya siapa?" tanya Raka_01 dari dalam gerbong sembari menengok ke arah luar melalui jendela.
"dia kenalanku saat di perjalanan.. dia ketinggalan kereta jemputan barusan,makannya dia masih di sini" jawab Karina memperkenalkan terlebih dahulu.
"ah yaa? jarimu harusnya berhenti bergerak-gerak seperti itu.. ngomong-ngomong siapapun dia,tolong jangan mengacau di sini" balas Raka_01 menjauh dari jendela dan kembali menyibukkan diri di dalam gerbong.
"emang kenapa kalo aku mainin jari?? weee~" balas Karina.
"kamu sudah denger kata-katanya barusan.." kata Arya pada Bagas.
"ya! aku cuma memperhatikan dari kejauhan.. jangan khawatir" balas Bagas mengiyakan.
"Karina,periksa darah korban! aku lihat kekentalannya sedikit berbeda dari darah normal" suruh Arya sudah terlebih dahulu mengerjakan bagiannya.
"luka di perutnya gimana? udah ketauan?" tanya Karina sambil bergegas menuju kabin depan.
"potongannya rapih dan simetris.. cuma bisa dilakukan kalau korban sudah mati terlebih dahulu" jawab Arya.
"ada lagi?" tanya Karina.
"tepian lukanya dihasilkan dengan sekali sayat,pisaunya pasti kecil dan tipis.. bagian usus hilang dan terpotong rapih"
"penyebab kematiannya apa?"
"ada luka cekik di lehernya,pelakunya harus seorang pria yang kuat mengingat masinis ini juga bertubuh besar"
"aah.. aku juga bisa kok, sini,aku cekik yaa~" balas Karina manja.
"....."
"terus? soal kondisi kematian korban gimanaa??" tanya Karina masih terdengar memancing temannya memberitahu hasil pengamatannya secara terbuka di sana.
"a-aaa.. sorry,aku nggak bisa kepancing segampang itu" balas Raka_01 ceria.
"hiii.. siapa yang mancing sih,orang aku tanya beneran kok" jawab Karina.
"...."
"ada apa?"
"ini bukan pekerjaan manusia.."
"hmmm..??"
"ngomong-ngomong kau harus masuk ke kabin ini tanpa disadari siapapun dan melakukan semua hal rumit ini selagi semua penumpang mengira masinis kita sedang baik-baik saja" jelas Raka_01 ikut berbicara.
"...."
"kunci pembunuhan ini adalah mengalihkan perhatian semua orang dari kabin depan.. soal waktu,harusnya nggak ada masalah"
"perjalanan sampai ke tempat ini saja sudah lebih dari 1 jam sejak keberangkatan kereta.. apa nggak kebanyakan? soalnya mengalihkan perhatian selama itu juga kan sulit"
"dengan semua orang yang gampangnya teralih oleh Handphone? semuanya malah tambah gampang"
"hmm"
"sisanya tinggal menyabotase sistem kereta dan kabur dari gerbong ini secara diam-diam" lanjutnya.
"itu..." kata Karina panjang tak kunjung dilanjutkannya,di otaknya kini hanya ada kata 'mustahil' namun sebuah fakta yang ia tahu membuatnya menahan kata tersebut.
"Yoi,aku nggak tau siapa yang melakukan semua ini.. tapi seandainya seseorang meminta kita berempat melakukannya,pasti bisa" tambah Raka_01.
"..!"
"Iya kan? melakukan pembunuhan berencana ini lebih mudah dari pada membongkarnya" kata Raka_01 lagi.
{ benar juga,kami berempat jelas bisa melakukan hal ini.. aku dan Jessica bisa saja mengalihkan semua perhatian penumpang,sedangkan kalau dilihat dari kondisi korban.. seorang ahli bedah akan sangat berkemungkinan melakukan semua ini,jadi sisanya tinggal Arya dan Raka yang mengeksekusi.. dan soal tanaman mawar ini aku baru sadar kalau aku juga bisa membuatnya sedemikian rupa seperti ini... yah,walaupun ini terlewat rapih sih } pikir Karina sembari sibuk dengan alat-alatnya.
{ sisanya kita hanya butuh seorang ahli komputer untuk bagian sabotasenya } pikir Raka_01 di dalam.
{ ini seperti mengejar bayangan kami sendiri.. tak punya rupa,tak punya nama... sebenarnya siapa mereka } pikir Arya fokus melihat arah kabin,yakni membelakangi Bagas yang berada di dekatnya.
"hei!" panggil Bagas tiba-tiba,mengejutkan Arya.
"....?"
"aku Bagas Nugroho,orang yang akan jadi anggota divisi 1" kata Bagas antusias hanya terdengar aneh oleh dua pemuda di sana.
{ hihii.. mau jadi bagian dari kami? menarik.. } batin Karina tersenyum.
{ naif.. } batin Arya cuek saja sambil memperhatikannya.
"Wooii.. siapa tadi namamu?" tanya Raka dengan nada berbeda lagi sekarang.
"apa suaraku kurang keras?" balas Bagas tak mengerti apa yang terjadi.
"nggak,aku baru dateng dan nggak sengaja denger bagian akhirnya saja.." kata Raka lagi menengok ke luar dari arah jendela.
memang belum banyak yang diketahui tentang perbedaan Raka dan Raka_01,tapi siapapun akan langsung menyadari keanehannya jika melihat 2 sorot mata yang berbeda pada mereka.
caranya menapatap dan berbicara,tingkah laku dan pemikirannya,Bagas yang masih sebagai orang asing mulai merasakan sensasi perbedaannya.
"...??"
"Divisi 1 yang sekarang ini bukan lagi seperti divisi 1 yang dulu.. jadi ini bukan harga yang murah,yah?" lanjutnya.
"tentu,aku orang yang paling kaya di ibu kota ini" balas Bagas meledek dengan statusnya.
# pengamatan ketiganya tertuju padanya.
khuman memberi reputasi
1




















