Kaskus

Story

rajifggwpAvatar border
TS
rajifggwp
Cold Cold Ice Love
Cold Cold Ice Love

Intro :
Permisi Mimin, momod dan kaskuser sejagat raya, ane izin mau share cerita karena terinspirasi dari para sepuh2 sfth yang sering share ceritanya, jadi ane disini nubie yang ingin share cerita apa adanya, makasih


Spoiler for CCIL:



Spoiler for Index:
Diubah oleh rajifggwp 03-11-2016 11:53
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
60.2K
444
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
rajifggwpAvatar border
TS
rajifggwp
#42
Part 6

Keesokan harinya seisi sekolah gempar, berita mengenai preman yang sering malakin anak-anak kelas babak belur tersebar ke seantero sekolah. Reaksi mereka tampak senang karena ada yang sudah memberi pelajaran
pada mereka. Bahkan ada yang berjingkrak-jingkrak mungkin karena dendam tapi gak bisa ngapa-ngapain selain rela dipalakin tiap hari.

Gw berjalan menuju kelas pagi hari itu, sepanjang lorong gw lihat wajah-wajah bahagia, tertawa, senang membicarakan berita tersebut. Gw merasa senang karena bisa membantu menghilangkan kesedihan mereka

"Apa perlu ya gw tumpas habis sampai akar-akarnya" bisik gw dalam hati.

Tapi gw langsung membuang ide itu jauh-jauh karena tujuan awal gw bukan itu. Gw juga gak mau jadi samsak, kalo lengah bisa-bisa UGD gw. Saat tiba di kelas gw munuju kursi gw paling belakang sebelah kiri, gw liat ada Silvi di bangku meja depan gw sedang baca novel.

Ngapain dia ngikut-ngikut pindah, gw pun mengurungkan niat buat duduk di sana, gw kembali ke bangku lama gw. Gw duduk menutup kepala pake tas tiduran sambil menunggu bel masuk. Tak lama ada yang mencubi lengan gw.

"Aw, sakit woi"teriak gw kesakitan

"Siapa suruh masih pagi masih tidur"Ucap Silvi ngikut pindah lagi ke depan gw.

"Ngapain lo pindah lagi, udah nyaman gw disini ngikut lagi lo"ucap gw kesal

"Terserah gw dong week"

Gw diemin dan gw kembali ke posisi tidur, lalu dia mencubit lengan gw lagi.

"Do, lo udah denger beritanya yang tersebar, semua pada heboh loh"tanyanya

"Sakit woi, gak tau gw bukan urusan gw"ucap gw malas

"Ih, diajak ngomong serius malah nyolot"ucapnya kesal. Lalu bertanya lagi

"Bukan lo kan orangnya?"

"Ya, bukanlah, gila gw begini ngelawan mereka, yang ada gw yang bonyok"ucap gw pura-pura

"Bener juga, secara lo kurus gini"ucapnya sambil ketawa

Gw biarin dia daripada mengusik ketenangan gw pun jalan ke kantin buat sarapan karena dari rumah belum sarapan. Gw mesen nasi goreng telor ceplok plus bakwan dan teh manis, gw ambil posisi dipojokan. Saat suapan ketiga ...

BRUAK....

Tampak tiga orang preman lain gw kenal mereka, Ian,Reno,Amin, memukul meja gw keras-keras. Gw pun kaget, sendok gw diambil teh manis gw diminum.

"Woi, cupu kita-kita belum sarapan neh, buat gw ya, itung-itung amal" Kata Ian.

"Yoyoi, makasih buat sarapannya"Reno menambahi

Mereka pun pergi ke tempat lain sambil membawa teh manis dan nasi goreng gw emoticon-Frown

"Sh*t, sabar ajalah, gw biarin asal jangan sampe mereka menyentuh gw, abis mereka" bisik gw dalam hati.

"Nih, nasi goreng sama teh manis, masi anget loh"tiba-tiba seorang cewek menyodorkan nasi goreng ke meja gw.

"Aduh, ngerepotin gak nih, berapa biayanya" tanya gw sambil ngeluarin dompet.

"Udah mah, gak usah, ginian aja kok" Ucap dia sambil menolak

Gw kekeuh supaya mengganti biaya nasi gorengnya tapi dia juga kekeuh menolaknya. Akhirnya gw kalah, di mana-mana laki selalu kalah mak emoticon-Frown

"Oh ya, gw Arini X-1emoticon-Malu " Ucapnya sambil ngajak salaman. Cakepnya jua ni cewek, dikit di bawah Silvi lah emoticon-Wowcantik

"Ridho X-5" Sambil memakan nasi goreng pemberiannya.

"Ih, irit banget sih ngomongnya"ucapnya ketus

"Ya, mau ngomong apalagi, gw gak bicara kalo lagi makan"ucap gw melanjukan makan.

Tiba-tiba datang seorang Kakak kelas mendekati kami, lalu memukul kepala gw dengan keras dari belakang.Sontak nasi yang gw makan tersembur keluar. Pandangan gw nanar

BRUK.

"Woi mata empat, ngapain lo deketin cewek gw hah? Mau nyari mati lo?emoticon-Mad "Ucapnya berapi-api

"Yan, ngapain lo main pukul-pukul aja, gw bukan cewek lo, ga usah ngaku-ngaku ya, ga sudi gwemoticon-Mad (S) " ucap Rini sambil menampar Ian.

"Udah lo diem aja rin, si cupu ini perlu di kasi pelajaran supaya gak deket-deket gebetan orang"ucapnyaemoticon-Mad (S)

BAG, BIG, BUG

Beberapa kali pukulan mendarat di perut dan pipi gw, gw yang diserang tiba-tiba gak bisa melawan.

"UDAH JANGAN DILANJUTINemoticon-Mad (S) " Rini berteriak sampai suaranya terdengar ke seberang lautan(lebay)

"Pergi gak kalian ato gw laporin ke BK kalian, pergiiii" dia berteriak sekali lagi.

"Awas lo ya, gak bisa pulang lo"balas Ian ke gw.

Gw pun bangkit mengambil kaca mata gw yang lepas, untung gak rusak, gw mengelapnya dan memakainya.

"Lo gak papa, Do, maaf ya gara-gara gw lo jadi begini hiks...hiks"ucapnya menangis sambil memegangi wajah gw yang luka di pelipis sebelah kiri.

"Udahlah gw gak apa-apa, udah biasa ini, udah ya gw mau ke UKS dulu" ucap gw

Dia memegang tangan gw lalu menariknya berjalan. Entah kenapa gw gak melepas genggamannya dan terus mengikutinya, rupanya ke UKS.

"Lo duduk di sana, biar gw yang obatin"ucapnya sambil mencari kotak obat.

Beberapa saat kemudian dia menghampiri gw dan mulai membasuh pelipis gw dengan alkohol, gw pun menjerit pelan.

"Lo tau gak, Ian naksir sama gw bahkan udah pernah nembak gw 2 x tapi gw tolak"

"Tapi dia gak mau nyerah dan terus ngedeketin gw, tiap ada cowok lain yang deket sama gw, tanpa basa-basi dia langsung mukulin cowok itu"

"Akhirnya cowok-cowok lain ngejauhin gw karena takut sama Ian dan gengnya"
"Pengen rasanya gw berhenti sekolah kalo kayak gini terus"tangisnya tumpah

Gw yang iba melihatnya tanpa bisa berbuat apa-apa sambil terus melihat menangis. Bel berbunyi gw pun berdiri sambil menepuk bagunya.

"Makasih ya" ucap gw dan berlalu.

Gw heran dengan yang namanya cinta, cinta membuat orang buta dengan kenyataan, mereka akan melakukan apa saja demi meraih cintanya baik dengan cara yang salah ataupun benar. Seperti halnya Ian, kenapa ia tega memaksakan cintanya kepada seseorang tapi orang itu tak membalasnya. Gw heranemoticon-Bingung (S)

Tapi ada satu hal lagi dia udah berani menyentuh gw dengan semena-mena saatnya gw bikin perhitungan nanti.

Ian, Come To Papa...

(Ngasah Karambitemoticon-Mad (S) )
Diubah oleh rajifggwp 30-09-2016 16:02
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.