- Beranda
- Stories from the Heart
CERITA DARI DESA (Horor, Mitos Sekaligus True Story)
...
TS
krishnabay
CERITA DARI DESA (Horor, Mitos Sekaligus True Story)

Di setiap desa di Indonesia memang memiliki berbagai macam cerita. Dan pastinya desa ane juga punya cerita tersendiri. Mulai dari cerita nenek moyang sampai cerita yang terus mengalir hingga era modern ini.
Di thread ini ane bakalan ngasih berbagai macam cerita yang ada di desa ane. Desa ane terletak di perbatasan antara Mojokerto dan Sidoardjo. Bagi arek-arek Jatim, tau dong dua kota itu?.

Percaya atau tidak, walaupun gadget udah dimana-mana dan mesin udah pada canggih, mau tidak mau rasa-rasa supranatural masih ada di sekeliling kita. Terutama di tanah jawa. Seperti nanonano, campur-campur yang modern dengan mitos lama.
Sebelumnya,ane bakalan ngasih beberapa kata buat para pembaca. Di karenakan ini menyangkut sebuah desa dan suasana di sana, saya berharap bagi yang mengetahui desa yang saya maksud mohon untuk menyimpannya dalam hati dan tidak terlalu menggembor-gemborkan. Ane nggak bakalan ngasih tau dengan pasti nama desa yang menjadi tumpuan utama cerita ane, namun ane bakalan ngasih clue dan beberapa petunjuk supaya agan-agan sekalian bisa mengetahui tanpa ane kasih tau. Karena ane nggak mau kalau mindset pembaca bakalan buruk tentang desa tersebut. Semua yang ane ceritakan 100% dengan niatan berbagi.
Bukan sama sekali berniat untuk menjelek-jelekkan desa atau pihak tertentu. Lagian ane juga tumbuh di sana.
Bagi yang mengetahui kisah yang sama seperti ane, terutama jika kita sama-sama berasal dari desa ini, silahkan tinggalkan jejak.
Dan sekali lagi, mohon kerjasamanya untuk hanya memberikan clue saja tanpa memberitahu desa kita secara jelas.Semua yang ada pada thread ane kali ini, murni cerita yang ane dengarkan dari para penduduk sekitar (tetangga) dan para orang tua dari desa ane mulai dari ane kecil sampai sekarangpun masih ada berita-berita tentang sesuatu yang ada di desa ane. Karena jujur saja, ane bukan anak indigo ataupun paranormal yang bisa secara langsung melihat hal-hal gaib. Toh kalaupun lihat, pasti ane bakalan loncat duluan lari ke emak. Maklum, ane juga punya rasa kaget gan.
Oke, sekarang mari kita beralih ke cerita...
Spoiler for Cerita Dari Desa:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 57 suara
Lanjut nggak ya gan?
Menarik, Lanjut!
93%
Kurang menarik, Ganti thread aja!
7%
Diubah oleh krishnabay 25-10-2018 08:11
itkgid dan 18 lainnya memberi reputasi
17
77.1K
123
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
krishnabay
#2
Makam Joko Sambang dan Kisah paling tua
Ane denger cerita ini dari kecil. Dimana ane mulai bisa mengingat. Bahkan setiap penduduk-pun pasti mengetahui cerita ini. Ini adalah cerita yang paling sering di ulang untuk di ceritakan kepada anak cucu para penduduk desa. Dan menurut ane, ini adalah kisah paling tua dan paling lama yang ada di desa.
![kaskus-image]()
*gambar hanya sebagai tambahan
Dulu, teknologi belum secanggih sekarang.Orang-orang pun masih berfikiran lawas dan mitos-mitos masih populer dimana-mana. Tak terkecuali cerita dari desa ane.
Berawal pada suatu hari (ane nggak tahu pagi, siang atau malem), orang-orang berkumpul di pinggir sungai brantas. Oke, sungai brantas memang terkenal untuk memancing, tapi kali ini ramainya tidak seperti biasanya. Dan ternyata mereka sedang mengerubuti.......
BAYI Laki-laki.
Wew!, bayinya udah meninggal gan. Ngambang dan terbawa arus sampai ke sungai brantas desa ane.
Bayi itu mengambang di pinggir sungai dan sepertinya tersangkut karena dia tak mengikuti arus sungai. Sungai brantas dari dulu kan terkenal deras arusnya, jadi kalau bayi ini nggak pergi kemana-mana, otomatis berarti dia tersangkut.
Karena para warga tidak ingin ada kegaduhan, akhirnya mereka sepakat untuk mengarahkan bayi itu ke tengah sungai supaya ia melanjutkan perjalanan hanyutnya kembali.
Namun, mayat bayi itu kembali hanyut mengarah ke pinggir ke tempat semula ia di temukan.
Satu kali, dua kali, tiga kali, masih di anggap maklum oleh warga. Karena mungkin saja mereka mengarahkan bayi itu kurang ke tengah.
Hingga pada ke sekian kalinya, bayi itu sudah berada benar-benar di tengah sungai, ia kembali lagi.
Para warga mulai aneh dengan hal itu, dan salah seorang petuah mengatakan, bahwa bayi itu sebaiknya di kuburkan saja di desa ini.
Dengan kesepakatan bersama, akhirnya mayat bayi laki-laki tersebut di makamkan di seberang jalan, dan di makamkan di bawah pohon besar.
Menurut cerita, makam bayi yang awalnya kecil itu semakin lama semakin membesar seperti tumbuh setiap tahun. Hingga sekarang ukurannya sudah seperti makam orang dewasa.
Makam tersebut di sebut oleh penduduk sebagai makam Joko Sambang, yang artinya joko = adalah laki-laki yang belum menikah (masih muda), dan sambang = berkunjung atau datang.
Karena ketika ia datang ke desa kami, ia masih muda.
Agan-agan mungkin sudah sering melewati makamnya ketika dalam perjalanan Mojokerto-Surabaya. Namun jarang ada yang tau bahwa itu adalah sebuah makam. Karena tempatnya lebih mirip gubuk rumah kecil berwarna biru-putih di bawah jalan, dan berada di lokasi terpucuk desa ane.
Bahkan sekarang sudah ada tol mojokerto Surabaya, agan bisa lihat makam itu tepat di sebelah bawah belokan awal tol tersebut.
Ada beberapa versi cerita tentang Joko Sambang. Ada yang bilang ia di temukan ketika bayi, ada pula yang bilang dia di temukan ketika kanak-kanak (usia sekitar 3-5 tahun).
Namun bagaimanapun juga, semua yang ada di desa ane selalu mengingat kisah awalnya ia datang ke desa.
Adakah yang pernah mendengar kisah ini dari kakek nenek, ibu bapak nya?. Silahkan tinggalkan Jejak.
lumayan kalau di kasih
Ane masih punya cerita lainnya.Pantengin terus ya.

*gambar hanya sebagai tambahan
Dulu, teknologi belum secanggih sekarang.Orang-orang pun masih berfikiran lawas dan mitos-mitos masih populer dimana-mana. Tak terkecuali cerita dari desa ane.
Berawal pada suatu hari (ane nggak tahu pagi, siang atau malem), orang-orang berkumpul di pinggir sungai brantas. Oke, sungai brantas memang terkenal untuk memancing, tapi kali ini ramainya tidak seperti biasanya. Dan ternyata mereka sedang mengerubuti.......
BAYI Laki-laki.

Wew!, bayinya udah meninggal gan. Ngambang dan terbawa arus sampai ke sungai brantas desa ane.
Bayi itu mengambang di pinggir sungai dan sepertinya tersangkut karena dia tak mengikuti arus sungai. Sungai brantas dari dulu kan terkenal deras arusnya, jadi kalau bayi ini nggak pergi kemana-mana, otomatis berarti dia tersangkut.
Karena para warga tidak ingin ada kegaduhan, akhirnya mereka sepakat untuk mengarahkan bayi itu ke tengah sungai supaya ia melanjutkan perjalanan hanyutnya kembali.
Namun, mayat bayi itu kembali hanyut mengarah ke pinggir ke tempat semula ia di temukan.
Satu kali, dua kali, tiga kali, masih di anggap maklum oleh warga. Karena mungkin saja mereka mengarahkan bayi itu kurang ke tengah.
Hingga pada ke sekian kalinya, bayi itu sudah berada benar-benar di tengah sungai, ia kembali lagi.
Para warga mulai aneh dengan hal itu, dan salah seorang petuah mengatakan, bahwa bayi itu sebaiknya di kuburkan saja di desa ini.
Dengan kesepakatan bersama, akhirnya mayat bayi laki-laki tersebut di makamkan di seberang jalan, dan di makamkan di bawah pohon besar.
Menurut cerita, makam bayi yang awalnya kecil itu semakin lama semakin membesar seperti tumbuh setiap tahun. Hingga sekarang ukurannya sudah seperti makam orang dewasa.
Makam tersebut di sebut oleh penduduk sebagai makam Joko Sambang, yang artinya joko = adalah laki-laki yang belum menikah (masih muda), dan sambang = berkunjung atau datang.
Karena ketika ia datang ke desa kami, ia masih muda.
Agan-agan mungkin sudah sering melewati makamnya ketika dalam perjalanan Mojokerto-Surabaya. Namun jarang ada yang tau bahwa itu adalah sebuah makam. Karena tempatnya lebih mirip gubuk rumah kecil berwarna biru-putih di bawah jalan, dan berada di lokasi terpucuk desa ane.
Bahkan sekarang sudah ada tol mojokerto Surabaya, agan bisa lihat makam itu tepat di sebelah bawah belokan awal tol tersebut.
Ada beberapa versi cerita tentang Joko Sambang. Ada yang bilang ia di temukan ketika bayi, ada pula yang bilang dia di temukan ketika kanak-kanak (usia sekitar 3-5 tahun).
Namun bagaimanapun juga, semua yang ada di desa ane selalu mengingat kisah awalnya ia datang ke desa.
Adakah yang pernah mendengar kisah ini dari kakek nenek, ibu bapak nya?. Silahkan tinggalkan Jejak.
lumayan kalau di kasih
Ane masih punya cerita lainnya.Pantengin terus ya.
Diubah oleh krishnabay 26-09-2016 09:53
itkgid dan 18 lainnya memberi reputasi
19